Terungkap


Allen membawa kedua cucunya menuju lokasi yang di kirimkan Aeril. Lokasi itu lumayan jauh dari Rumah Allen yang berada di Perancis.

Supir Allen membawa mereka semua, Harry diam saja mengikuti Marko dan Allen. Harry lebih memilih tidur di dalam mobil, karena dirinya masih lelah akibat penerbangan jauh mereka.

Mobil yang mengantar Allen dan Keluarga berhenti di sebuah restoran mewah, Restoran itu adalah satu dari sekian banyak Restoran mewah milik Keluarga Aeril.

Jadi sudah bisa di tebak seberapa Kaya Raya Keluarga Aeril ini, bahkan Kekayaan milik Keluarga Aeron tidak dapat menandingi Kekayaan dari Keluarga Aeril.

Allen, Marko dan Harry turun dari mobil, pintu mobil Allen di buka oleh seorang Penjaga berpostur tubuh tinggi dan besar serta badan yang kekar.

Harry takut saat melihat jumlah penjaga di depan Restoran Mewah itu, belum lagi yang ada di dalamnya. Marko juga kaget melihat orang-orang berpakaian Jas Hitam tersebut, dengan perlengkapan senjata di kantong mereka. serta Earpiece yang menempel di telinga mereka semua.

Karena takut Harry memegang tangan Marko dengan Kuat, dia memberikan sinyal tanpa suara kepada sang Kakak.

“Tenanglah, Ada Kakak dan Opa. Kamu jangan takut...” ucap Marko sambil memandangi wajah Harry.

“Bonne nuit Monsieur..” ucap salah satu Pengawal dengan memberikan hormat kepada Allen.

“Bonne Nuit..” balas Allen.

“Tuan Allen, Tuan Besar sudah menunggu kedatangan kalian di dalam, Mari saya antarkan Tuan Allen dan Tuan Muda semuanya masuk ke dalam...” ucap Pengawal tersebut.

“Kakak, Adek, Ayo kita masuk ke dalam..”ucap Allen kepada Marko dan Harry.

“Opa, apa yang kita lakukan disini. bukannya kita akan menemui Dokter ya, kenapa kita ke Restoran ?” tanya Marko.

“Tenang dulu, Dokter itu sedang menunggu kita di dalam. Opa yakin pasti Adikmu akan sembuh..” jawab Allen.

Allen, Marko dan Harry mulai berjalan mengikuti Pengawal yang mengantar mereka masuk ke dalam Ruangan Khusus Restoran itu.

Harry masih setia memegangi tangan sang Kakak, dia memegang tangan Marko dengan Erat. Marko membalas pegangan itu dengan merangkul lengan milik Adiknya agar dia tidak merasa takut.


Seseorang yang sedang duduk menunggu mereka dari tadi, dengan berbagai macam hidangan terbaik Restoran Mewah itu memainkan jari-jari lentiknya di atas meja.

Dia sangat Merindukan sosok tamu yang akan bertemu dengannya Hari Ini, dia bahkan tinggal melihat jam Rolex miliknya di tangan.

“PAPI, PAPI..,” Teriak Harry dengan kencang saat melihat Aeril yang sedang duduk di kursi.

Aeril lalu menoleh ke arah suara yang tidak Asing baginya itu.

“Harry..” ucap Aeril.

Harry melepaskan genggaman tangannya pada Marko, dia berlari meninggalkan Marko dan Allen. Karena Harry berlari dia Jatuh akibat tersandung kakinya sendiri.

Awww.., Papi sakit..” ucap Harry:

Harry Anakku...” teriak Aeril sambil melangkah maju mendekati Harry yang jatuh.

“Papi, hiks.!hiks.!_ ih, sakit.. Papi sakit..” ucap Harry yang merasakan sakit Akibat lututnya yang berdarah.

“Adek, sayang. Astaga. sini Papi lihat..” ucap Aeril sambil meniup-niup lutut Harry yang berdarah itu.

“Papi, Papi., Papi..” ucap Harry sambil memandangi wajah Aeril.

“Iya sayang, ini Papi..” balas Aeril.

“Ini Papi, ini beneran Papi., Ini Papi Aeril, Papinya Harry kan, Ini bukan mimpi kan. ini beneran Papi Adek, ini beneran Papi..” ucap Harry yang masih belum percaya melihat Aeril saat ini.

“Adek, ini Papi sayang. Ini Papi nak. ini Papinya Adek..” balas Aeril sambil mengambil kedua tangan Harry menyentuh wajahnya.

“Papi, Papi dari mana, Papi kemana Papi, Adek rindu sama Papi. Papi Adek sakit, Adek pikir Papi gak bakalan balik lagi. hiks., hiks., hiks.. Pap., Pap.., Papi, Adek rindu sama Papi, Papi Adek sayang sama Papi. Jangan tinggalin Adek lagi..” suara raungan tangisan keluar dari mulut Harry, Harry bahkan memeluk tubuh Aeril dengan sangat erat. dan menangis sejadi-jadinya.

“Adek, maaf. Maafin Papi nak, Anakku. hik.! maaf Papi meninggalkanmu sebentar. Papi gak akan pergi lagi, maafin Papi Adek..” balas Aeril sambil mendekap kuat tubuh putra kecilnya itu.

“Papi, Papi Adek rindu, Adek pikir Papi sudah pergi selamanya..” tangisan Harry masih terdengar.

Aeril hanya bisa memeluk tubuh Harry, rasa sakit memenuhi ruang hatinya. Anak-Anak yang dia cari selama ini kini semua sudah berada dalam dekapannya.

Marko menangis tanpa suara, dia kini mulai mengerti maksud dari ucapan Allen. bahwa dokter yang bisa menyembukan Adiknya itu adalah Papi mereka sendiri.

Allen juga menangis, dia menangis terharu karena berhasil menemukan Aeril. dan yang paling terpenting baginya adalah bisa menyembuhkan Harry saat ini.

“Marko., Kakak. sini sayang, kemarilah peluk Papi. Papi juga merindukanmu..” ucap Aeril yang memanggil Putra sulungnya itu.

Marko kemudian berjalan mendekati Aeril dan Harry yang sedang berpelukan itu, dia bejongkok dan memeluk mereka berdua.

“Papi, Kakak rindu..” Satu kalimat keluar dari mulut Marko.

“Oh, tuhan. Anak-anakku yang malang. Akhirnya Papi bisa bertemu kembali dengan kalian..” balas Aeril dengan mendekap erat tubuh kedua anaknya itu.

Aeril memberikan ciuman kerinduan yang dalam pada kedua anaknya, Air mata Aeril terus mengalir. Akhirnya setelah berbulan-bulan dia mencari, kedua putranya datang sendiri padanya.

Allen menyaksikan kisah pilu yang di alami keluarganya, perpisahan antara orang tua dan anak menjadi hal yang tidak pernah di bayangkan dirinya sebelumnya.

Allen kemudian mendekat, dan mengajak mereka semua berdiri. Dia membantu mereka bertiga untuk duduk di kursi.


[Meja Makan]

Kini mereka berempat duduk di meja bulat, Harry dan Marko saat ini menggenggam tangan Aeril. Mereka sangat merindukan Papi mereka.

Sosok Jerial kini muncul di depan mereka semua, dia berdiri sambil memandangi keluarganya.

“Jerial..” ucap Harry yang kaget melihat sosok Jerial.

“Duduklah nak, sudah saatnya kedua kakakmu mengetahui keberadaanmu..” ucap Aeril.

Jerial lalu mengambil posisi duduk di samping Allen.

“Maksud Papi Apa, keberadaan siapa ?” tanya Marko

“Jerial adalah Adik kandung kalian..” jawab Aeril.

“Maksud Papi apa, Jerial itu Adikku dan Kak Marko..” ucap Harry.

“Iya sayang, Jerial itu saudara kembarmu, kalian kembar non identik..” balas Aeril.

“Jerial, saudara kembarnya Harry Papi..” ucap Marko yang masih belum percaya mendengar penuturan dari Aeril.

“iya, Nak. jadi begini..” balas Aeril.

Aeril mulai menceritakan keberadaan Jerial pada Marko dan Harry :

Dulu saat Aeril hamil anak kedua, dia tidak mengetahui bahwa dia hamil anak kembar. Aeril hanya berpikir bahwa dia hamil saja. Kemudian suatu hari dia pergi ke mengunjungi Dokter kandungan sendirian, untuk mengecek kehamilannya. Tanpa di temani oleh Aeron. Aeron juga pada waktu itu tidak terlalu perduli dengan kondisi Aeril. yang dia inginkan hanya anak yang ada di dalam perutnya Aeril. Saat dilakukan pemeriksaan oleh Dokter melalui alat usg, ternyata janin yang ada di dalam perut Aeril ada dua. Dokter lalu memberitahukan hal tersebut pada Aeril, lalu bagaimana dengan Aeril ? Dia tentunya sangat senang saat mengetahui bahwa dia hamil Anak Kembar. Namun satu fakta baru, harus dia terima. Salah satu dari janin tersebut bermasalah, Jerial saat masih di dalam kandungan dia di diagnosa terkena Autoimun. makanya lebih gampang sakit-sakitan. Mendengar hal itu membuat Aeril takut untuk memberi tahukan keberadaan Jerial pada Aeron. Aeril lalu mengabari Allen, dia menjelaskan kondisi kehamilannya saat ini pada Allen, dengan harapan semoga Allen bisa membantunya. Dan ternyata benar, Allen mau membantunya. Alasan Aeril menyembunyikan Jerial adalah karena dia takut, Jika Aeron tau anaknya ada yang penyakitan. mungkin dia akan langsunh menyuruh Aeril menggugurkan Janinnya, di tambah dengan Aeron yang membenci kehadiran Aeril. Yang Aeron inginkan adalah anak yang memiliki tubuh sehat dan kuat. Allen sebagai orang tua dan sekaligus mertua tentunya harus mengambil cepat kebijakan tersebut. Allen bahkan menyarankan kepada Aeril untuk memberi tahukan Kondisi kehamilannya pada kedua orang tuanya. Dan juga mencari orang tua angkat yang bisa membantu serta merawat Jerial sambil di pantau oleh mereka semua. Jadilah Allen memilih Andrew dan Nail, Karena dia kenal baik dengan mereka semua. Akhirnya mereka membuat keputusan bahwa Andrew dan Nail yang menjadi orang tua Asuh untuk Jerial. dan tidak ada yang boleh tau tentang indentitas asli Jerial. makanya tidak heran jika Jerial bisa begitu dekat dengan keluarga Aslinya. Jerial mengetahui keberadaan Orang Tua kandungnya saat dia duduk di sekolah dasar kelas 6, Jerial itu anak yang baik, pintar dan juga dewasa. Makanya dia cepat bisa memahami keadaan, Jerial bahkan sama sekali tidak merasa marah ataupun membenci kedua Orang Tua kandungnya, saat mengetahui alasan mengapa dia bisa pisah rumah dengan mereka. Jerial anak yang pandai bersyukur, makanya dia sangat terberkati dengan kelimpahan cinta dan kasih sayang dari keluarga aslinya maupun keluarga angkatnya. Setiap tahun Jerial selalu mengunjungi Fran Lavigne dan Elis Laurent di Perancis, makanya tidak perlu heran kenapa waktu itu dia bisa bertemu dengan Marko, Harry dan Aeril di Perancis. Aeril sebenarnya biasa saja, karena dia tau Putranya yang satu itu sering mengunjungi Kakek dan Neneknya di Perancis. Bahkan Aeril pernah beberapa kali ke Perancis secara diam-diam, demi melepaskan rasa rindunya pada Putra Kecilnya itu. Harry sangat mirip dengan Aeron dan Jerial sangat mirip dengan Aeril, mereka berdua adalah copyan dari Aeron dan Aeril. Alasan Aeril bertahan bersama dengan Aeron juga karena permintaan Putra Kecilnya itu. Jerial selalu meyakinkan Aeril bahwa Daddynya pasti Akan berubah, makanya dia selalu berada di dekat Aeril dengan berpura-pura sebagai muridnya. Alasan lain dari Jerial yang harus di titipkan pada Andrew dan Nail, yaitu karena penyakitnya, Aeril hanya ingin Putranya itu merasakan ketenangan. Agar Supaya kondisi tubuhnya selalu membaik.


“Itulah alasan mengapa Jerial tidak bisa tinggal bersama kita di rumah..” ucap Aeril yang telah menyelesaikan ceritanya pada kedua anaknya.

“Jadi Jeri itu Adik Kandung Aku..” ucap Harry.

“Iya. Jeri sodaraan sama Harry..” balas Jerial.

“Terus Harry panggil Jeri apa, Adek ?” tanya Harry dengan wajah polosnya.

“Panggil seperti biasa aja, Jeri...” jawab Jerial sambil memberikan senyuman bulan sabit di wajahnya.

“Cucu Opa, Opa rindu sama kamu..” ucap Allen sambil memeluk Jerial.

“Jeri juga kangen sama Opa..” balas Jerial sambil memeluk Allen.

Marko bahagia saat mengetahui bahwa Jerial adalah Adiknya, Bagaimana tidak.

Marko sangat menyukai Jerial, beberapa kesamaan sifat mereka membuatnya merasa senang jika berdekatan dengan Adik kecilnya itu.

Aeril juga bahagia, rasa ketakutannya kini hilang. dulu dia sempat khawatir memikirkan kebenaran tentang Jerial. Dia takut jika kedua putranya tidak mau menerima saudara mereka itu.

Harry sangat bahagia, orang yang selama ini dekat dengannya. yang selalu bersamanya bahkan yang selalu dia lindungi dengan susah payah, ternyata adalah Adiknya. Walau Harry lebih tua dari Jerial tapi dia sangat manja dengan Jerial. Dia bahkan tak ragu merengek jika mengiinginkan sesuatu dari Jerial.


“Papi, terus Kakek Smith itu siapanya Papi ?” tanya Marko yang masih penasaran dengan asal usul kekuarga Papinya.

“Dia itu Paman Kandung Papi, Papi dari kecil sudah terbiasa dengannya. Dia adalah Adik kandung dari Papanya Papi..” jawab Aeril.

“Dan sekaligus Sahabat Terbaik Opa waktu jaman kuliah, makanya Opa kenal sama Papi kalian..” sambung Allen.

“Terus, Kakek dan Nenek dimana ?” tanya Harry.

“Grandpa dan Grandma sedang ada urusan, makanya mereka gak bisa kemari bertemu Kak Marko dan Harry..” jawab Jerial.

“Setelah ini, kita semua kembali ke rumah ya, Grandpa dan Grandma sudah tidak sabar bertemu dengan kalian..” sambung Aeril.

Marko dan Harry setuju, mereka juga sangat bersemangat ingin berkenalan dengan orang tua Aeril. Maklumlah ini adalah pertemuan pertama mereka.

“Papa, Papa tau dimana Mas Aeron, Aku sudah mencarinya selama ini. tapi tidak ketemu...” tanya Aeril pada Allen.

“Daddy, hiks.! hiks! Daddy..” suara tangisan Harry keluar.

“Sayang, nak. kamu kenapa, hey. kenapa menangis..” Aeril panik melihat Harry menangis.

“Papi, Daddy.. hiks., Dad- Op. Op, Opaa., Daddy hiks..” ucap Harry terbata bata.

“Aeron sudah meninggal Aeril..” sambung Allen.


Seperti di sambar peti, Aeril kaget saat mendengar kabar kematian Suami tercintanya. Orang yang selama ini dia masih rindukan telah tiada.

Hati Aeril tersayat, luka robekan seakan menggerogoti hati dan jiwanya, Tubuh Aeril benar-benar lemas, Aeril ingin jatuh pingsan. Tapi dia berusaha menahan itu semua di depan anak-anaknya.

Hanya ada air mata yang jatuh membasahi pipinya, bukan perpisahan seperti ini yang dia inginkan. dia hanya ingin bepisah rumah, bukan berpisah beda alam.

“Dimana kuburannya Papa, hiks.! dim. ehem., dimana kuburan suamiku, Aku harus melihatnya. Aku ingin melihat dia..” ucap Aeril yang berusaha menahan mati-matian suara tangisannya.

“Kuburannya tidak ada, Jasadnya sudah di kremasi. disaat malam kecelakaannya, mobil yang dia pakai kecelakaan dan meledak. Jasadnya hangus terbakar. Orang-orang suruhan Papa terlambat. Akhirnya Papa menyuruh mereka untuk mengkremasi Jasadnya..” ucap Allen yang berusaha menahan duka kehilangan Putranya.

“Dimana abunya Papa, Aku ingin menyimpannya. Aku ingin melihat Abu itu..” tanya Aeril.

“Papa meminta anak buah Papa untuk menabur Abunya di pantai, Agar setiap kali Papa kepantai bisa merasakan kehadirannya disana...” jawab Allen.

Marko dan Jerial paham dengan situasi yang terjadi, mereka lalu buru-buru membawa Harry untuk pergi dari situ.

Tanpa berbicara Marko dan Jerial sudah paham apa yang harus mereka lakukan. Mereka bertiga meninggalkan Aeril dan Allen sendirian.


Setelah Kepergian Mereka bertiga, Tangisan Aeril pecah. Aeril menangis sejadi-jadinya. Hatinya hancur sehancur-hancurnya. Mendengar kabar bahwa cinta pertama sekaligus terakhirnya pergi membuat hatinya begitu sakit.

Yang dia inginkan bukan ending seperti ini, dia hanya ingin keluarganya berkumpul kembali. Dia ingin suaminya hidup kembali, Aeril masih berharap kehadiran Aeron di sisinya bersama dengan anak-anak.

“Papa, hiks., Aku bodoh, Aku gak percaya sama ucapan terakhirnya. dia bilang, hiks! Mas., hiks! suamiku. dia bilang sayang sama Aku Papa, dia bilang. dia cinta sama Aku. dia mau keluarga kecilnya utuh, Papa. Mas, dia ingin berubah. dia sudah mengatakan itu padaku., Dia bahkan belum sempat tau bahwa Aku pernah hamil anaknya., Papa..” Aeril menangis di depan Allen.

“Kamu, pernah hamil anaknya.,” tanya Aeron.

“Iya Papa, tapi malaikat kecilku harus pergi. dan sekarang Suamiku juga pergi meninggalkanku selama-lamanya..” jawab Aeril sambil memukul kecil dadanya yang terasa sesak.

“Aeril, maaf. Papa terlambat mengetahui itu semua., Maafkan Papa..” ucap Allen.

Allen memeluk Aeril sungguh Allen merasakan kepedihan yang mendalam, mendengar cerita Aeril yang harus kehilangan suami dan anaknya membuat hatinya hancur.

Bayangan ucapan Terakhir Aeron tergambar jelas di wajah, keinginan Aeron yang terakhir kali. membawa keluarga kecilnya untuk hidup kembali bersama kini hanyalah sebuah kenangan.

Allen meneteskan Air matanya, sungguh saat ini dia merasakan kehilangan. Kepergian Aeron membuatnya sedih, selama ini dia hanya berusaha kuat.


Kini Aeril sudah berhenti menangis, dia harus kembali kuat. agar anak-anaknya bisa dia lindungi.

Aeril tidak ingin berlarut-larut dalam kesedihan, dia memaksakan dirinya untuk kembali kuat, walau sebenarnya sangat sulit.

“Aeril, sekarang kamu jelaskan pada Papa. Apa yang sebenarnya terjadi denganmu dan Jerial. kenapa kalian bisa datang kesini..” tanya Allen.

Penjelasan Aeril ;

Malam itu, malam dimana pesta pertunangan sialan itu. Aku datang kesana Papa. Mas Aeron sudah memberi peringatan untuk jangan percaya dengan itu semua. Tapi Aku tidak perduli. Aku tetap kesana, saat itu Hatiku sakit Papa melihat pesta lelucon itu, Aku pergi ke rooftop hotel untuk menengkan diri. Kemudian Audry wanita sampah itu datang menemuiku, dia mendorong dan menginjak tanganku. Jerial muncul, dia datang mencekik wanita itu dan hampir mati, tapi Mas Aeron tiba-tiba muncul. Mas berusaha memisahkan mereka, dia tidak ingin Jerial masuk penjara Papa., Dia suamiku yang baik dia ingin melindungi anak kami Papa. hanya saja karena kekuatannya yang besar, Jerial terlempar dan kepalanya terbentur pot besar yang ada disitu. Aku panik saat melihat darah. yang Aku inginkan adalah segera menolong Jerial. Aku bahkan mengancam suamiku sendiri, padahal dia ingin menolong anak kami Papa. tapi Aku malah mengatainya. Aku langsung pergi dan menghubungi Nail beserta suaminya. Aku putuskan untuk membawa dia kesini, agar bisa di tolong oleh dokter-dokter disini. Makanya Aku pergi meninggalkan Marko dan Harry.

Ucap Aeril yang telah menyelesaikan cerita kronolgi masalah Jerial pada Allen.

“Papa mengerti, sekarang kamu bisa tenang. Anak-anak kini sudah bersamamu, Papa rasa itu sudah cukup. Sekarang kamu fokus saja merawat mereka bertiga..” balas Allen.

“Tidak Papa, Aku masih belum puas. Aku harus mencari Penjahat yang ingin membunuh anakku..” ucap Aeril

“Maksud kamu..” tanya Allen.

“Saat Jerial sadar, dia menceritakan semuanya padaku. alasan mengapa dia bisa ada di acara pertunangan itu. Katanya ada seseorang yang mengirimkannya pesan. makanya Jerial pergi menemuiku..” jawab Aeril.

“Papa mengikuti semua keputusanmu..” sambung Allen.

Malam ini semua kebenaran sudah terungkap, Adam dendam baru yang harus Aeril selesaikan. Mencari tau penyebab suaminya meninggal dan jerial yang ingin di bunuh.