Terlambat Pulang
Seharian menghabiskan waktu di rumah Rey sendirian, membuat Aeril benar-benar lelah. seluruh badannya terasa pegal. Dia membersihkan seluruh Rumah besar milik Rey.
Mulai dari menyapu, mengepel, mencuci pakaian, bahkan menata beberapa ruangan yang dia anggap perlu di tata.
Aeril sebenarnya bingung ingin melakukan apa di rumah yang sebesar itu. Dia lebih memilih melakukan pekerjaan seperti biasa yang dia lakukan di rumahnya.
Sesuai dengan janjinya, dia juga membuatkan makan malam untuk mereka berdua, dia membuat beberapa makanan lezat untuknya dan Rey.
Rey yang berjanji untuk kembali ke rumah sebelum malam hari, nampaknya belum terlihat batang hidungnya.
Aeril sebenarnya ingin menghubungi Rey dan menanyakan kepastian keberadaan Rey saat ini, tapi dia sedikit sungkan untuk mengabarinya. Aeril takut jika dia mengganggu Rey yang sedang sibuk.
Semua pekerjaan sudah dia selesaikan, Aeril lebih memilih untuk beristirahat di kamar pribadi milik Rey. dan mungkin menonton acara televisi sambil menunggu Rey pulang ke rumah.
Aeril sudah mandi, badannya wangi. setelan piayama pink lucu miliknya sudah dia kenakan. tak lupa Aeril menggunakan Headband Masker berbentuk kelinci yang dia pakai di kepalanya untuk merapikan rambutnya.
Karena saat ini dia sedang menggunakan Masker wajah sebentar. Aeril juga tengah berbaring di Kasur empuk itu, sambil mengunyah coklat pemberian dari mendiang Brandon untuknya.
Aeril saat ini tengah asik menonton salah satu acara kartun favoritenya, alih-alih menyukai sinetron yang memiliki banyak drama tidak membuatnya tertarik.
Meski sedang menonton acara kartun lucu itu, membuat Aeril tidak tertawa. Dia menonton dengan serius. seperti sebuah siaran berita.
Kini waktu untuk menggunakan Masker telah habis, dia bangun dari tempat tidur dan menuju ke kamar mandi untuk membasuh wajahnya.
Setelah itu Aeril berbaring kembali di tempat tidur, kini rasa ngantuk mulai datang menghampirinya. Dia terlelap dengan gaya tidur lucu khas miliknya.
Pukul 12.00 malam, Rey pulang ke rumah. dia masuk menggunakan kunci duplikat miliknya. suasana Rumah sangat sepi dan gelap, Rey berjalan menuju ke meja makan untuk melihat makanan yang disiapkan Aeril untuknya.
Rey menghela nafas beratnya, kini dia mulai memanaskan makanan yang sudah dingin itu menggunakan microwave yang ada di dapur. lima menit dia butuhkan untuk memanaskan seluruh makanan yang ada.
Rey kemudian duduk, dan memakan semua makanan yang di buat Aeril itu tanpa tersisa. Dia sengaja menolak ajakan makan malam orang lain, demi memakan seluruh makanan Aeril.
Setelah makan, Rey langsung buru-buru menuju ke kamarnya. Dia ingin melihat Aeril saat ini. Rey berjalan dan membuka pintu kamarnya. bisa di lihat, kalau Aeril sedang tertidur lelap saat ini.
Rey merasa gemas melihat cara tidur Aeril, cara dia memeluk guling dan bibir yang dia poutkan sedikit. sungguh membuat Rey ingin sekali menciumnya.
Rey kemudian mendekati Aeril yang tengah terlelap tidur itu. Dia merapikan selimut yang menutupi tubuh Aeril. Karena merasa ada pergerakan, Aeril membuka matanya sedikit.
“Mas, kamu sudah pulang ?” tanya Aeril yang berusaha membuka matanya sedikit untuk melihat Rey.
“hmmm., maaf ya membuatmu menunggu. tidurlah..” jawab Rey, setelah itu dia menepuk-nepuk pundak Aeril dengan lembut, agar Aeril bisa tidur kembali.
Karena Aeril merasa nyaman, dia kemudian memeluk lengan Rey. kemudian melanjutkan tidurnya.
Melihat Aeril yang sudah tidur kembali, membuat Rey buru-buru bangkit, untuk membersihkan dirinya.
Dia langsung menuju ke kamar mandi miliknya. membersihkan diri dan mengganti pakaiannya.
Setelah merasa bersih, Rey kemudian beranjak naik ke kasur miliknya. dia merentangkan tangan kirinya untuk menaruh kepala Aeril di lengannya. Rey memang ingin tidur berpelukan bersama Aeril.
Sebelum tidur Rey menatap kembali Aeril, sambil mengusap kepalanya. dan menyentuh wajah milik Aeril.
“Maaf ya, sudah membuatmu menunggu.., Aku mencintaimu..” ucap Rey lalu mencium kening milik Aeril.
Rey kemudian memejamkan matanya, mengikuti Aeril yang sudah terlelap lebih dulu. Rey bahkan lupa mematikan televisi yang sedang menyala itu.
Televisi yang seharusnya mereka nonton itu, malah menonton mereka berdua yang sedang tertidur dengan mesra.