Siapa?
Mendapatkan perintah dari Mark Jung, membuat Guard Jo segera pergi melaksanakan tugasnya. Sangat mudah bagi Jo untuk mencari tahu siapakah dalang dibalik kehebohan berita yang terjadi saat ini, meski Jo merupakan tangan kanan dari Mark Jung.
Namun ia sendiri masih memiliki banyak bawahan yang mempunyai berbagai macam bakat serta kemampuan yang ia butuhkan, setelah menerima laporan dimana posisi pelaku utama berada.
Guard Jo lalu beralih meninggalkan perusahaan sendirian, ia membiarkan seluruh bawahannya untuk menjaga Mark Jung dan perusahaan dengan ketat.
Memilih berpergian secara sendirian untuk menarik lalu menyeret musuh kehadapan Mark Jung adalah sebuah perintah baginya, menggunakan mobil aventador hitam dengan kecepatan tinggi dilakukan oleh Jo.
Disisi lain, seseorang dengan semangat menertawakan berbagai macam berita yang bermunculan di televisi maupun media elektronik lainnya, ialah Luke.
Luke sangat membenci salah satu perusahaan yang menjadi pesaing perusahaannya saat ini yaitu J.COR, awalnya semua para investor yang akan memasukan dana mereka ke perusahaannya beralih memilih J.COR.
Dengan dalih tawaran dari Mark Jung memberikan keuntungan yang lebih besar, pebisnis tentu menginginkan keuntungan. Maka dari situlah, semuanya memilih untuk bergabung dengan Mark Jung yang baru saja membuka salah satu cabang perusahaannya di Seoul.
Luke duduk di kursi kebesarannya, sambil memutar kursi tersebut. Kemudian menyesap minuman wine yang berada di tangannya..
“Mati kau Mark Jung sialan, perusahaan bodohmu itu akan segera mengalami kehancuran..” ucap Luke sambil tertawa terbahak-bahak.
Seseorang yang menjadi bawahannya sekaligus kaki tangan dari Luke, tersenyum melihat bossnya begitu sangat terlihat bahagia hari ini. Ini bahkan menjadi rekor terbesar dalam hidupnya melihat Luke tersenyum bahkan sangat gembira dari hari-hari biasanya.
Luke terkenal dengan kesombongan serta kearoganan yang ia punya, dia bahkan tak memiliki belas kasih jika ada orang yang mencoba mengusik usahanya dan juga pundi-pundi uangnya. Luke akan melakukan berbagai macam cara, supaya orang yang ia anggap saingan itu pergi dari kehidupannya.
Jo masih dalam perjalanan untuk menemui musuh dari Mark Jung, lokasi yang cukup jauh dari perkotaan membuatnya harus memakan waktu tempuh beberapa jam. Meski kecepatan mobil telah ia naikkan, sambil menyetir ke lokasi dimana keberadaan Luke berada, Jo masih terus memantau perkembangan J.COR dan juga Mark Jung melalui anak-anak buahnya yang sedang bertugas disana.
Saat ia tengah sibuk mendapat laporan, dan melihat kembali laporan sebentar yang telah dikirimkan anak buahnya. Jo hampir saja menabrak mobil yang berlawanan arah darinya. Dengan cepat pergerakannya memutar setir mobil secara cepat,
“BASTARD..” umpat Jo saat melihat mobil tersebut yang menabrakan diri ke badan jalan.
Jo lalu kembali menghubungi anak buahnya kembali.
“Bersihkan lokasi tempat kecelakaanku saat ini, amankan semua cctv yang ada disekitarku. Aku tidak ingin berurusan dengan polisi yang ada di kota ini. 20 menit aku rasa cukup untuk kalian membersihkan semuanya..” perintah Jo dengan suara baritone khasnya.
Setelah menghubungi anak buahnya, Jo pun kemudian beralih melanjutkan perjalanannya, waktunya telah terbuang sia-sia akibat ia hampir saja mengalami tabrakan dengan mobil lain. Kini Jo telah sampai di sebuah Mansion yang berada di tengah hutan yang terlindungi.
Mansion mewah tersebut adalah milik Luke, sebuah Mansion yang menjadi tempat rahasianya jika ia sedang melakukan tindak kejahatan. Jo bisa melihat berbagai macam sistem keamanan disana, mulai dari pengawalan yang banyak. Dan juga berbagai ranjau jebakan telah dibuat demi melindungi Mansion dan juga sang pemilik Mansion. Tak bodoh, Jo yang ahli dalam bela diri telah mempersiapkan semuanya.
“Dengan senang hati, L.N menerima kalian kembali. Kami akan kembali mengurus secepatnya. Besok kami pastikan saham anda akan masuk ke perusahaan kami..” ucap Luke melalui sebuah panggilan telfon.
Sejak tadi Luke terus menerima panggilan dari para Investor yang sebelumnya telah berkhianat darinya, kini ia tersenyum dan tertawa remeh saat mematikan telfon dari mereka semua.
“Kau lihat itu Hendery, aku sudah bilang para bajingan ini harus kembali padaku..” ucap Luke sambil meletakan ponselnya di atas meja kerjanya.
“Iya Boss, anda terbaik. Hanya anda yang pantas menjadi terhebat dan terkuat di kota ini..” balas Hendery.
Luke kembali tertawa saat mendengar pujian dari bawahannya, tanpa mereka sadari Jo telah berhasil berada di dalam ruang kerjanya dan berjalan masuk ke dalam,
“Bravo, bravo, bravo..” seru Jo sambil menepuk tangan.
Melihat kedatangan Jo membuat mata Luke terbelalak, mereka yang berada di ruang kerja seketika menjadi kaget saat melihat sosok Jo yang berjalan masuk lengang tanpa ada anak buah yang menghalaunya. Melihat kedatangan Jo, membuat Hendery dengan cepat ingin mengambil senjata yang berada di kantongnya.
Namun belum sempat ia ambil, bunyi suara tembakan telah bergema di dalam ruangan kerja tersebut. Jo lebih dulu melepaskan tembakannya tepat di sebelah dada bagian kiri Hendery, timah panas bersarang pas dan merubuhkan pertahanan Hendery seketika. Hendery tersungkur jatuh ke lantai sambil berlumuran darah.
“BANGSAT KEPARAT., APA YANG KAU LAKUKAN BEDEBAH SIALAN..” teriak Luke saat melihat Hendery yang sudah tak bernyawa.
“Hadiah kecil untuk para pengganggu seperti kalian..” ucap Jo lalu memasukan pistol kembali di sakunya.
Merasa sedang terancam Luke menekan bel yang ada dibawah meja kerjanya, itu adalah bunyi yang dibuat secara khusus jika Luke sedang mengalami bahaya.
“Percuma kau menekan tombol bodoh itu, tak akan ada gunanya. Semua bawahanmu kini telah tiada..” ucap Jo berjalan mendekat dan memilih duduk di kursi sofa yang berada di ruang kerja milik Luke.
“Apa maumu keparat?” tanya Luke.
“Kau sudah lancang dengan berani mengusik ketenangan J.COR...” ucap Jo.
Mendengar hal tersebut yang tadinya sempat takut, membuat Luke kembali menjadi tertawa.
“Kau bilang aku lancang! seharusnya J.COR tau diri. Kalian yang telah lebih dulu mengusik ketenanganku..” balas Luke.
Jo yang semula terdiam kembali geram, ia pun berdiri lalu memukuli Luke secara membabi buta. Tak cukup sampai disitu, dia bahkan berulang kali menendang serta menghantam dada Luke dengan sepatu Delta miliknya. Luke yang semula menerima pukulan dari Jo. Mencoba melakukan perlawanan, dia juga berhasil memberikan beberapa pukulan tepat di wajah beserta dada Jo, kini mereka berdua kembali seimbang.