Saling Rindu
Jefri sedang berbaring di tempat tidur sambil membaca sebuah novel yang ada di tangannya, ia membaca untuk menunggu kedatangan suami tercinta..
Saat sedang asyik membaca, Johan masuk ke dalam kamar, sambil membawa secangkir teh dan kopi. Melihat kebaikan Johan, membuat Jefri semakin tersentuh.
“Mas, ngapain bawa minuman segala” ucap Jefri yang sedikit terkejut.
Johan tentu tidak membawa begitu saja, dia menggunakan nampan untuk membawa dua buah cangkir yang berisikan minuman itu. Tak lupa, Johan kembali menutup pintu kamar.
Jefri bergerak lalu mengambil minuman yang dibawa oleh Johan. “Sini aku bantu” ucap Jefri sambil mengambil cangkir, dan meletakannya di nakas samping tempat tidur mereka.
“Makasih sayang” ucap Johan.
“Kenapa ndak kasih tau aku, aku kan bisa buatin minuman untuk kita” balas Jefri.
“Sayang gak masalah, ini cuman minuman doang” sambung Johan.
Jefri lalu menyeduh minuman buatan sang suami, aroma khas melati membuat Jefri bisa merasakan ketenangan saat menghirupnya.. “Gimana, enak gak?” tanya Johan yang penasaran.
Jefri mengagukkan kepala, memberi isyarat bahwa teh melati yang dibuat Johan enak. Melihat reaksi dari suaminya membuatnya tersenyum..
“Sekarang, mas minum kopi mas. jangan lihatin aku terus” ucap Jefri.
Johan lalu mengambil minumannya, dan langsung menegak kopi hitam dingin buatannya.
“Mas pelan-pelan” ucap Jefri dengan nada khawatir.
slurppp
“Punya mas ini dingin, jadi aman sayang” balas Johan.
Jefri memukul kecil dada bidang Johan, mereka lalu kembali tertawa. Akibat tingkah konyol dari Johan.
Beberapa menit kemudian
Johan dan Jefri kini sedang berbaring di tempat tidur, cangkir beserta nampan telah di kembalikan Johan ke dapur.
Johan juga telah mengganti baju rumah dengan setelan piyama yang sudah tersedia..
Johan membiarkan sang istri untuk menyandarkan kepala di dadanya, sudah lama sekali mereka bisa kembali mesra seperti ini..
Rasa rindu tentu bisa mereka rasakan satu sama lain, Johan bahkan mengusap secara lembut rambut Jefri yang halus. Jefri tentu menikmati moment berdua mereka saat ini..
“Sudah lama ya, kita baru ngobrol berdua lagi kek gini mas” ucap Jefri sambil memainkan jarinya diatas perut Johan.
“Maaf sayang, mas baru punya waktu sekarang. Kamu pasti kangen sama mas!” balas Johan yang merasa bersalah.
“Kamu tu kan kerja, jadi ndak perlu minta maaf” ucap Jefri.
“Tetap aja sayang, aku jarang berdua sama kamu dan anak-anak” balas Johan.
Mendengar ucapan Johan, membuat Jefri mendongakkan kepalanya. Ia menatap wajah suaminya secara lekat,
“Kita ngerti mas sibuk, mas lakuin semuanya buat kita. Jadi mas ndak perlu mikir kek gitu” ucap Jefri.
Johan terenyuh mendengar kesabaran dari Jefri, selama ini Jefri selalu berusaha untuk memahami keadaan dia. Pekerjaan yang menyita banyak waktu, membuat Johan harus sering berlama-lama di kantor.
“Loh, mas kok nangis” ucap Jefri.
“Enggak sayang, mas cuma kelilipan aja kok” balas Johan dengan buru-buru menyeka air mata yang hampir jatuh.
Jefri bangkit dari posisi tidurnya, ia lalu duduk menghadap Johan. Tangan lembutnya membantu mengusap mata tajam Johan. Mata itu, mata milik Johan bisa membius Jefri yang memiliki hati keras menjadi luluh..
“Makasih mas, kamu setiap hari sudah mau kerja keras buat kami, aku dan anak-anak sayang sama kamu” ucap Jefri lalu mencium bibir Johan.
Johan membalas ciuman dari Jefri, mereka saling melepaskan kerinduan satu sama lain. Tak lama setelah itu, mereka berhenti. Jefri tersipu malu, lalu menundukan wajahnya..
Melihat tingkah malu-malu Jefri, membuat Johan tersenyum. Kemudian menggoda sang istri..
“Sayang, katanya kamu mau kasih lihat sesuatu” ucap Johan.
Seketika wajah Jefri memerah, semuanya terlihat jelas. “Jef, are you okay?” tanya Johan.
“Mas, aku malu. aku ndak jadi ngasih lihat kamu” jawab Jefri.
Johan menyentuh wajah Jefri untuk kembali menatapnya, kini mereka saling beradu pandang. Jefri masih saja malu-malu, seperti saat malam pertama mereka..
Johan lalu menarik tali piyama yang terikat, agar dia bisa melihat tubuh istrinya. Jefri menutup matanya, ia benar-benar tak kuasa melihat wajah suaminya..
Johan tercengang saat melihat pakaian dalam yang digunakan Jefri, pakaian tersebut bisa membuat birahi Johan seketika langsung memuncak.
Memiliki tubuh yang mulus, badan yang ramping, serta payudara yang membusung, dan penis kecil milik Jefri. Sukses membuat Johan ingin mencumbuinya malam ini..
Bayangan Johan tentang sejak tadi siang, bahkan diluar dari ekspektasi. Jefri bagaikan pahatan yang berbentuk nyata, meski telah memiliki dua anak. Jefri masih saja tetap terlihat awet muda, padahal umurnya berusia 37 tahun. Jefri nampak terlihat belia, seperti saat masa mereka masih berpacaran..
Johan lalu menarik pinggul ramping Jefri agar mendekat dengannya. Jefri tersentak, saat lengan kekar itu mendadak mengeluarkan kekuatannya.
“Mas” ucap Jefri.
“Malam ini boleh ya sayang” pinta Johan kepada Jefri.
“Iya boleh” ucap Jefri.
Berhasil mendapatkan persetujuan dari Jefri, membuat Johan kembali bersemangat. Ia membaringkan tubuh Jefri, kini Johan berada diatasnya.
Johan mencium bibir Jefri, bibir mereka berdua saling bertaut. Johan menyesap, dan bahkan mengabsen menggunakan lidahnya di dalam mulut Jefri..
Jefri tentu juga menginginkan jamahan dari Johan, memiliki kesibukan membuat mereka berdua, terkadang sulit menghabiskan waktu untuk bercinta.
Beberapa kali jika hasratnya datang, selalu berusaha dia tepis. Jefri tidak ingin membebani pikiran Johan, apalagi saat Johan kembali pulang ke rumah.
Tentu yang Johan inginkan adalah waktu untuk beristirahat, Johan sendiri jika sedang ingin, biasanya dia akan meminta Jefri untuk menjilat batang kemaluannya. Apalagi saat Johan sedang dalam keadaan sibuk..
Ritme bercinta mereka juga semakin berkurang, yang dulunya bisa seminggu tiga kali menjadi dua minggu sekali. Itupun mereka berdua berusaha mencuri waktu yang Johan punya..
“Aaahh, mas.. shhhhh” suara lenguhan Jefri.
Johan masih terus menyesap putting Jefri, dada yang berisi dan putting susu menonjol membuat Johan semakin bersemangat untuk menghisap serta menyedot dada Jefri..
Bunyi isapan bisa di dengar oleh Jefri, mendapat rasangan dari Johan. Membuat penis Jefri menegang, kedutan lubang miliknya juga bisa ia rasakan.
Jefri ingin mendorong suaminya, tapi ia masih menginginkan perbuatan Johan. tangan Johan kemudian berjalan turun, ia memasukan tangannya ke dalam celana dalam Jefri, dia mengelus ujung kemaluan Jefri. Membuat jefri semakin mennggelinjang bak cacing kepanasan..
“Aah, mas. ja- ja- itu.. aahh sshhh” Jefri hanya bisa meremas seprei tempat tidur.
Johan lalu beralih pada penis mungil milik istrinya, dia mengocok serta menghisap penis yang berwarna kemerah-merahan itu.
“Nggghh, mas Jo.. aaaah., sssh., ah, enak, aaaah” Jefri mendesah sambil mengigit bibir bawahnya.
Johan benar-benar membuat Jefri klimaks berulang kali, cairan putih menyembur keluar dari lubang penis milik Jefri. Jefri merasa puas, saat sang suami melayaninya di ranjang, Jefri tak pernah ragu dengan pelayanan Johan di kasur, ia bahkan suka saat mereka bercinta..
Melihat Jefri sudah lemas, membuat Johan bangkit. Johan ingin merasakan kembali goyangan Jefri diatasnya..
Jefri bangun, lalu mendorong tubuh Johan di tempat tidur. Kini giliran Jefri yang melayani Johan, semua pakaian Johan sudah ia lepaskan.. Tak ingin membuang waktu, Jefri lalu memberikan blowjob pada penis Johan.
“Yeaah, sayang. ssshhh. kau pintar” ucap Johan sambil melihat cara kerja Jefri.
Jefri menjilat serta mengulum penis besar dan berurat milik Johan, dia memaju mundurkan mulutnya sampai tersedak akibat ukuran penis Johan.
“Uhukkk” suara tersedak Jefri.
Mata yang berair serta sperma yang menetes, membuat Johan semakin bersemangat. Johan memegangi kepala Jefri, untuk kembali menghisap kemaluannya. Jefri menuruti keinginan Johan, ia kembali menghisap. Johan membantu dengan memaju mundurkan kepala Jefri yang sedang asyik menghisap penisnya..
“Aaah, ssshh.. sayang, lebih cepat lagi” ucap Johan yang menikmati isapan Jefri.
beberapa saat, sperma Johan kembali keluar. Jefri kemudian menelan semuanya, dan sisa sperma ia baluri ke wajahnya..
Jefri mulai duduk diatas tubuh Johan, ia menggerakan Penis besar itu untuk masuk ke dalam lubang anusnya, penis berukuran besar milik Johan berhasil masuk ke dalam lubang Jefri.
Jefri kemudian menggoyangkan pinggulnya..
“Aaaahh, mas.. ssshh, ini aaahh. ah ah.. ssshh” Jefri hanya bisa meracau.
“Sayang, punyamu selalu sempit, ssshhh” ucap Johan.
Johan tak membiarkan Jefri bekerja sendirian, ia membantu Jefri dengan mengocok penis Jefri yang kembali menegang..
“Mas, aaaaah. ah ah. ssshh, aku mau keluar, mas jo” ucap Jefri.
“Tahan sebentar, mas juga mau ssshhh. mau keluar” ucap Johan.
Jefri terus menggoyangkan pinggulnya, tak lama setelah itu ia bisa merasakan sesuatu.
“Mas, aaaah aku mau sshh aaah ah” desah Jefri yang masih terus menaik turunkan pinggulnya.
“Sayang, mas ssshhh. mau cum” ucap Johan.
💦💦💦
Sperma Johan menyembur di dalam lubang Jefri, sedangkan sperma milik Jefri menyembur keluar di perut berkotak milik Johan.
Malam ini Jefri dan Johan menghabiskan waktu mereka untuk bercinta, mereka berdua ingin menyalurkan hasrat masing-masing..
Rasa rindu serta libido mereka terus mereka salurkan, yang Johan dan Jefri inginkan saling mencumbui satu sama lain.