🔞🔞🔞🔞


Mobil yang di kemudikan Doni kini tiba di apartment miliknya. Ini adalah tempat tinggalnya dulu, sebelum menikah dengan Tara.

Doni kemudian membawa Jean dengan sisa tenaga yang dimiliknya untuk masuk ke dalam Apartment miliknya.

Doni membaringkan Jean di kasur milik kamarnya itu, dia melepaskan sepatu milik Jean. Saat melepaskan sepatu milik Jean, tiba-tiba Jean bangun dan memuntahinya.

“oeekkk.... wleeee, wleee...” suara muntahan Jean

“aisssh.... Jean, kau membuatku repot saja...” ucap Doni yang mulai pusing melihat muntahan itu.

Doni kemudian membersihkan dirinya, dan juga muntahan yang mengenai Jean dan lantai yang kotor itu. Doni sudah bersih, dan kesadarannya mulai kembali.

Lantai kamar juga sudah dia bersihkan, tapi ada satu hal yang belum dia lakukan, yaitu membantu Jean.

Doni membantu membersihkan badan Jean, dengan cara mengusap air menggunakan handuk kecil pada tubuh Jean. Kini baju Jean basah jadi harus di ganti.


Doni deg degan karena dia harus mengganti baju milik Jean yang basah itu, dia pusing memikirkan caranya.

Jean belum sadar, saat ini dia sedang berbaring dengan baju yang basah. Doni yang melihat itu merasa kasihan, dia akhirnya membantu Jean membuka bajunya dengan cara menutup Mata.

Doni mulai membuka baju atasan milik Jean, beruntung hanya baju saja yang basah. Doni akhirnya mencoba membuka baju itu sambil menutup matanya.

Dia menangkat tangan Jean ke atas. lalu menarik baju ke atas dan mengeluarkan siku tangan Jean.

“Aaahhhhh...” teriakan seperti desahan keluar dari mulut Jean

“Maaf Jean...” Doni masih berusaha untuk mengabaikan suara itu, matanya juga masih fokus tertutup.

Baju kotor akibat muntahan kini sudah berhasil Doni lepas, kini dia harus memasang baju miliknya ke tubuh Jean.


Saat ingin memasang, Doni meraba baju yang ada di sekitar tempat tidur yang sudah dia letakan tadi.

“Aahhhh, Mas Doni jangan di pegang...” suara desahan Jean lolos dari bibirnya

Doni kaget, matanya terbuka langsung. Dia melihat tangannya menyentuh payudara milik Jean. Doni sangat kaget melihat posisi tangannya itu.

“Maaf Jean...” ucap Doni yang mulai kelabakan itu.

Dia lalu mengambil baju di sebelah Jean dengan cepat. Dan memasang ke tubuh Jean, belum sempat terpasang kini mata Jean dan Doni saling beradu pandangan.

Bohong kalau Doni tidak terpesona dengan mata dan tubuh indah itu. Jean walau mabuk, dia masih bisa melihat dengan jelas wajah milik Doni secara dekat, wajah Doni benar-benar tampan.

Jean seperti merasa terhipnotis dengan tatapan itu, dalam keadaan mabuk dia mulai mencium bibir Doni yang cantik itu.

Doni tidak memberikan penolakan, dia menyambut ciuman itu dengan baik. Kini Doni juga terbuai oleh nafsunya, biarkan malam ini mereka merasakan kesenangan.

Jean mencium bibir milik Doni, kedua tangannya memegang wajah Doni dan mencium dengan buas, lumatan demi lumatan mereka saling berikan.

Doni menyesap bibir Jean yang tipis itu, mereka berdua saling bertukar saliva. Jean menggigit bibir milik Joni, pertanda kehabisan nafas.


“awwww...” suara rasa sakit keluar dari mulut Doni

“hah, hah, haaahh...” suara tarikan nafas terdengar dari mulut Jean

“Maaf jean, ini tidak seharusnya terjadi...” ucap Doni yang mulai bangun dari tempat tidur.

“Mas Doni, jangan pergi. Temani aku malam ini...” tangan Doni di pegang oleh Jean, wajah dia kini sendu. Doni yang melihat itu jadi tak tega.

“Jangan begini, aku takut tidak bisa menahan diri...” ucap Doni

“Aku mau Mas Doni...” satu permintaan keluar dari mulut Jean

Mendengar hal itu membuat Doni susah berpikir jernih, dia ingin pergi dari kamar itu.

Tapi disisi lain, ada sesuatu yang sudah mengeras dibawah sana.

“Kamu yakin...” ucap Doni sambil menatap Jean

“Iya aku yakin...” balas Jean dengan tatapan meyakinkan itu.


Doni langsung membuka baju miliknya, dan juga celana milik Jean. Kini mereka berdua telah telanjang bulat bersama.

Doni kemudian membaringkan kembali tubuh Jean, Doni menindih tubuh Jean sambil mencium bibir manis itu, mereka bertukar saliva.

Tangan Jean melingkar di leher milik Doni, saat ini mereka berdua sama-sama hanyut dalam hubungan sesaat ini.

Setelah mencium bibir Jean, kini Doni mulai turun mencium leher Jean. Dia memberikan ciuman serta hisapan pada bagian leher milik Jean.

“Ssshhhh, aaahhhh.. Mas...” ucap Jean sambil meramas rambut milik Doni.

“Aku suka baumu Jean...” balas Doni sambil menatap wajah cantik Jean.

“Aku juga suka baumu Mas...” sambung Jean sambil menyentuh wajah milik Doni.


Kegiatan panas mereka kini berlanjut, Doni mulai turun ke bagian bawah milik Jean.

Doni melihat bahwa saat ini Penis milik Jean sudah mengeras, dia kemudian mengocok Penis itu.

“Aaahh, aah.. sshhhh. Mas.. mphttt..” suara desahan keluar dari mulut Jean.

Tubuh Jean menggelinjang, dia bahkan tak kuasa menahan rasa nikmat yang dia rasakan ini.

Jean menyentuh tangan milik Doni karena tidak sanggup merasakan kocokan nikmat yang diberikan oleh Doni.

Doni kini mulai mengganti kocokan dengan menghisap batang kemaluan milik Jean. Dia memberikan sensasi nikmat yang luar biasa untuk Jean.

“Owwh, yesss. sshhh., nghhhh.. aaahhhh.. isap yang kuat Mas., sshhhh.. aaaah. it-it- lebih dalam Mas. aaaahhhh...” teriak Jean yang sambil memainkan putting susu miliknya.


Butuh beberapa menit agar Jean bisa merasakan pelepasan pertamanya, selain menghisap kemaluan milik Jean.

Doni juga memberikan kocokan serta pijatan pada batang penis itu.

“Mas Doni, ssshhhh., ak- ak.., shhh.., aaaahh., mau keluar aaah ah ah...” ucap Jean yang telah merasakan pelepasan pertamanya itu.

Tangan Doni penuh dengan sperma milik Jean, bahkan kasur miliknya itu kini sudah ternodai oleh sperma Jean. Akibat ulah dari Doni sendiri.

Jean mengambil nafas, sungguh hal inilah yang dia inginkan selama ini dari Yuda suaminya. Tapi Yuda tidak pernah perduli dengan permintaannya.

Bahkan untuk berlama-lama dengan Jean saja, sepertinya Yuda tidak bisa. Jean tidak perduli dengan Yuda, malam ini dia hanya ingin senang.

“Jean...” ucap Doni.

“Mas, aku suka. mau lagi...” rengek Jean untuk Doni.


Doni kembali mempercepat kocokan yang dia berikan untuk Jean, dia tak tega melihat wajah Jean yang meminta agar diberikan kenikmatan untuknya.

Tidak membutuhkan waktu lama, kini pelepasan kedua di rasakan oleh Jean. Jean sungguh menyukai permainan yang di berikan oleh Doni.

“Mas.., sshhhh. sekarang kamu. hah. baring...” ucap Jean.

Doni kini mulai berbaring sesuai dengan permintaan Jean. Kini giliran Jean yang harus memuaskan Doni.

Jean kini mulai memegang Penis besar milik Doni. Dia mengelus ujung kemaluan itu. Dia menyentuh dengan lembut.

“Ssshhhh, je...” gumam Doni.

Jean mulai mengeluarkan lidahnya, dia menjilat Penis besar milik Doni yang sudah mengeras sejak tadi.

Doni di buat pusing akibat ulah liar yang diberikan Jean pada Penisnya. Doni hanya bisa mengeram saat ini, dan menatap perlakuan Jean.

Jean mulai mengemut serta menghisap Penis besar milik Doni. Dia bahkan menyedot dengan kuat buah zakar milik Doni.

“mphttt, ssssshhhh., aaaaahhh..” suara desahan dengan nada barington keluar dari mulut Doni.


Jean mulai memaju mundurkan kepalanya dengan menghisap Penis besar milik Doni itu.

Jean sangatlah handal dalam memberikan pelayanan terbaik saat bercinta.

“aaaahhh.., ssssssshhh., Je- ja- ssshhhhh...” suara Doni yang tidak bisa mengontrol permainan Jean.

Bunyi isapan bisa di dengar jelas oleh Doni. Doni begitu menikmati perlakuan Jean malam ini.

Tak membutuhkan waktu lama kini pelepasan pertama keluar dari Penis besar milik Doni.

“shhhhh aaaahhhhh...” suara desahan keluar dari mulut Doni.

Semburan cairan kental sperma memenuhi rongga mulut dan wajah Jean. Jean langsung menelan seluruh sperma yang ada di dalam mulutnya.

“Jangan di telan Jean...” ucap Doni yang sedang mencegah.

“Enak Mas, cairan Mas manis...” balas Jean sambil mengusap sisa sperma yang berada di ujung mulut Jean.


Jean kini mulai bangkit, dia duduk di atas tubuh Doni, dan membuka lebar Pahanya. serta memasukan Penis besar itu ke dalam holenya.

Tetapi sebelum itu, dia menggunakan air liurnya sedikit untuk melumuri batang kemaluan milik Doni, agar bisa mudah menembus hole miliknya.

Jean memasukan Penis besar itu secara perlahan-lahan, dia mendorong sambil menarik nafas dalamnya. Agar tidak terlalu merasakan kesakitan.

“nghhhh, aaaaw.. sssshh, besar banget sih...” racau Jean.

Penis besar itu telah masuk kedalam hole miliknya, kini Jean memaju mundurkan tubuhnya dia atas tubuh Doni.

Doni yang tak tinggal diam itu, kemudian memagang penis milik Jean dan mengocok Penis sedang itu.

“ssssssh, aaaaahh.., mphhhtttt.. ah ah ah, enak Mas...” suara desahan keluar dari mulut Jean.

“ssssshhhhh...” balas Doni sambil menatap wajah liar Jean.

Jean masih semangat memaju mundurkan pinggulnya, bahkan sesekali dia memutar pinggulnya.

Doni benar-benar kacau dibuat Jean. Karena tidak tahan, Doni mulai mengubah Posisi mereka.


Doni menindih tubuh Jean, kaki milik Jean dia lingkarkan di Pinggangnya. Dia kemudian memasukan Penis besarnya kembali ke dalam hole milik Jean.

Dengan cepat Doni menyodokan keluar masuk Penis besar miliknya, sambil menggenjot tubuh Jean.

Bibir mereka berdua saling bertaut, kini suara isapan serta bunyi decitan tempat tidur mengiringi pergulatan panas mereka.

Doni mempercepat pergerakannya, agar mereka berdua bisa saling melepaskan cairan mereka.

Doni bahkan membantu Jean dengan mengocok Penis milik Jean. sambil memaju mundurkan Penisnya.

Dua puluh lima menit, kini mereka sudah berada di ujung puncak pelepasan. Mereka sama-sama merasakan akan adanya semburan pada kemaluan masing-masing.

“Aaaah, Mas.., aaahhh, ssshhhh. ak- ak- shsshhh mau keluar mphhhhttt.., aaaaaahhh...” teriak Jean.

“Je, sssssssh..., aaaah.. ber- sshhhh aaaah..” balas Doni.

crot crot crott 💦💦💦💦


Orgasme kini mereka berdua telah rasakan, mereka menarik nafas dalam-dalam agar bisa mengumpulkan kembali tenaga mereka.

“hah hah, m- mas. hah, kau hah. hebat..” puji Jean.

“Jeh- hah., kamu luar biasa hah..” balas Doni.

Keringat dan sperma bercampur menjadi satu, setelah berhasil mengeluarkan sperma mereka. Kini kondisi mereka sudah kembali.

“Mas., sekali lagi. Aku mohon..” ucap Jean.

“Tapi Jean..” balas Doni.


Doni yang tak tega melihat wajah murung dari Jean, mulai melakukan aksinya lagi.

Kini mereka tak mau berhenti, sampai salah satu di antara mereka ada yang tumbang.

Berbagai macam gaya mereka lakukan, berdiri, berjongkok, maupun tertidur semua mereka lakukan. Doni dan Jean tak bisa berhenti melakukan aksi panas mereka.

Lima jam waktu mereka lakukan untuk bercinta, sampai Jean mulai jatuh dan menyerah.

“Mas, akh- hah. capek. sshhhh..” ucap Jean.

“Maaf, aku terlalu bersemangat..” balas Doni.


Doni yang masih memiliki stamina itu, kemudian berhenti. Dia bangun dan mengangkat Jean ke kamar mandi, untuk membersihkan tubuh mereka berdua.

Setelah bersih, Doni memakaikan Jean kimono besar miliknya pada tubuh Jean.

Doni sendiri menggunakan handuk untuk melilit bagian pinggangnya. Kemudian Doni menggendong Jean untuk keluar dari kamar mandi.

Sebelum memakai baju, Doni mengganti dulu sprei kamar miliknya yang sudah penuh dengan banyaknya cairan.

Agar mereka berdua bisa tidur nyenyak malam ini. Doni juga membawa sprei yang kotor itu dengan menaruh di tempat kotor yang ada di dalam kamar mandinya.

Jean sudah sadar, dari mabuknya setelah di guyur air tadi saat mandi. Kini Jean bisa melihat dengan jelas dan sadar apa saja yang di kerjakan Doni.

Jean menunggu Doni yang sedang bekerja sebentar itu sambil duduk di Kursi. Dia menatap kagum dengan Perlakuan Doni kepadanya.

Dia bahkan tidak pernah merasakan perlakuan yang di dapatkannya itu dari Yuda.


Setelah selesai membereskan tempat tidur, Doni berjalan mengambil baju tidur miliknya untuk dia pakaiankan pada Jean.

Lagi dan lagi Jean hanya bisa terkesima dengan perlakuan Doni kepadanya.

Mereka berdua telah berganti pakaian, Doni kemudian memindahkan Jean ke tempat tidur. Doni bahkan mengatur bantal agar posisi tidur Jean menjadi nyaman.

“Makasih Mas..” ucap Jean.

“Aku yang seharusnya berterima kasih Jean, maaf juga telah membuatmu kewalahan barusan...” balas Doni sambil menggaruk kepalanya.

“Mas Doni lucu, padahal aku yang mengajak...” sambung Jean.

“Jean, aku boleh tanya satu hal sama kamu ?” ucap Doni.

“Apa itu Mas..” balas Jean.

“Kenapa kamu mabuk..” sambung Doni.

“oh, itu. Aku stress memikirkan nasib rumah tanggaku dengan Mas yuda, dia gak perduli sama perayaan hari pernikahan kami...” ucap Jean.

“Maaf, aku gak tau...” balas Doni.

“tenglah Mas, aku tau...” sambung Jean.

“Jean kalau kamu hamil, aku mau bertanggung jawab...” ucap Doni.

“Mas, aku itu di diagnosa sama dokter kalau susah hamil. Jadi Mas gak perlu khawatir...” balas Jean.

“Tapi Jean, di dunia ini gak ada yang gak mungkin. Kalau itu beneran terjadi, kamu jangan pernah gugurin kandungan kamu ya..” ucap Doni.

“iya Mas, aduh kamu itu kenapa menggemaskan sekali sih...” balas Jean sambil mencubit pipi milik Doni.

“Ayo tidur...” ucap Doni sambil mengajak Jean untuk istirahat.


Mereka berdua kemudian berbaring, Jean bahkan tak segan menyandarkan kepalanya pada dada bidang milik Doni.

Doni yang mengerti itu kemudian mengeratkan pelukannya, dia mendekap tubuh Jean dengan memberikan kehangatan untuknya.

Jean sangat senang mendapat perlakuan manis yang dia inginkan itu. Dia bahkan menghirup aroma tubuh milik Doni.

Doni mengelus punggung Jean, agar dia bisa tertidur dengan tenang. Jean yang merasakan rasa nyaman itu mulai memejamkan matanya.

Mereka berdua tertidur akibat rasa lelah yang datang menghampiri mereka berdua. Bagai sepasang suami istri mereka berdua tertidur saling memeluk satu sama lain.