Perayaan


Sesuai janji Doni kepada Tara dia membuat masakan kesukaan istri tercinta untuk menemani perayaan ulang tahun Tara.

Spaghetti adalah makanan kesukaan Tara, apalagi makanan itu di buat oleh sang suami tercinta.

Doni membuat Spaghetti sederhana dengan bumbu resep rahasianya untuk Tara.

Membuat masakan kesukaan sang istri tidak begitu lama, hanya membutuhkan waktu yang sebentar.

Doni mulai mendekor sedikit ruang TV di rumah mereka, dengan beberapa balon serta ucapan Happy Birthday.

Tak lupa Doni mengeluarkan kue yang sudah dia beli sejak pulang dari kantor.

Doni dan Tara berpacaran sudah cukup lama, mereka berpacaran sudah sekitar lima tahun dan usia pernikahan mereka dua tahun. Mereka telah hidup bersama selama tujuh tahun lamanya.


Doni adalah suami yang baik, dia selalu mencoba untuk mengerti pasangannya. Dia tidak ingin menjadi pasangan yang suka menuntut, dia lebih memilih untuk membiarkan pasangan hidupnya melakukan apapun yang dia inginkan.

Seperti Tara saat ini, yang lebih memilih sibuk bekerja dari pada menjadi seorang istri di rumah, menunggu suami yang pulang dari tempat kerja dan menyambutnya.

Tara dari dulu senang sekali bekerja, dia tidak bisa hanya berdiam diri di rumah. Dia ingin melakukan aktifitas yang dia senangi itu.


Doni telah siap dengan seluruh kejutan kecilnya untuk menyambut Tara di hari ulang tahunnya.

Saat ini Tara sedang dalam perjalanan menuju ke rumah mereka. Doni sendiri tidak sabar melihat ekspresi istri tercintanya itu.

Tak menunggu waktu lama, kini Tara sudah berada di rumah kediaman milik mereka dan berjalan masuk ke dalam rumah.

“surprise...” teriak Doni yang menyalakan lampu di ruang TV milik mereka.

“Mas...” balas Tara yang terkejut.

“Sini tiup lilinnya dulu...” ucap Doni.

Tara lalu berjalan mendekat ke arah Doni yang saat ini sedang memegang kue ulang tahun untuknya.

“Make a wish dulu...” ucap Doni.

“iya..” balas Tara.

Tara mulai menutup matanya dan membuat permohonan untuk dirinya, setelah itu dia meniup lilin kue ulang tahunnya.

“yeaaah...” suara teriakan semangat dari Tara.

“kamu suka ?” ucap Doni.

“iya aku suka, makasih Mas...” balas Tara sambil memberikan senyuman indahnya.


Doni lalu menaruh kue di atas meja dan mengajak Tara untuk duduk dan makan makanan kesukaannya.

“ini makan dulu...” ucap Doni yang memberikan Spaghetti untuk Tara.

“waw, makasih sayang...” balas Tara dengan mata berbinar.

Tara memakan masakan yang di buat Doni dengan lahap, dia benar-benar kelaparan saat ini.

Doni hanya melihat tingkah lucu dari istrinya, yang begitu semangat untuk memakan masakan yang di buat olehnya.

“Pelan-pelan aja, semua makanan ini untuk kamu...” ucap Doni.

“uhmm, winyi wenyak banget Mas...” balas Tara yang masih menguyah makanan di dalam mulut.


Doni hanya tersenyum melihat tingkah Tara, dia senang akhirnya malam ini mereka akan menghabiskan waktu bersama.

Tara sudah selesai makan, dia merasa sangat kenyang. Tara lalu mulai menyandarkan tubuhnya di Sofa.

Doni kemudian memijat lengan tangan milik Tara, dia tahu bahwa Tara pasti benar-benar lelah hari ini.

Tara menikmati pijatan yang di berikan Doni kepadanya, sambil menatap Doni dengan penuh cinta.

“Mas Doni...” ucap Tara.

“iya. sayang...” balas Doni.

“Makasih ya, udah mau selalu ngertiin aku..” ucap Tara.

“sama-sama sayang...” balas Doni.


Tara lalu mendekat dan memeluk Doni dengan erat. Doni yang merasa bahagia melihat kehadiran Tara kemudian membalas pelukannya.

Tara mulai memandang wajah Doni dengan dekat, kini mereka berdua saling menatap satu sama lain.

Tara lalu memajukan bibirnya untuk mencium Doni, Doni juga membalas ciuman itu. Kini mereka saling menikmati lumatan di bibir masing-masing.

Tara mulai membuka baju Doni, dia berniat untuk memberikan hadiah kepada sang suami. Doni yang merasa bahagia tentunya menikmati itu semua.

Doni hanya melihat tingkah yang di lakukan oleh Tara. Dia menikmati ciuman panas mereka.

bunyi isapan terdengar memenuhi ruangan itu, tiba-tiba aktifitas mereka berhenti saat mendengar suara bunyi telphone berdering.

kring kring kring

Tara lalu mengambil handphone miliknya dan melihat ke layar ponsel miliknya.

“Mas, aku angkat telphone dari Bos dulu ya...” ucap Tara.

“iya, kamu angkat saja dulu. siapa tau itu penting...” balas Doni.

Tara lalu berjalan menjauh meninggalkan Doni sendirian, dan menjawab telphone dari sang Bos.

Doni hanya bisa menatap kepergian Tara, kemudian dia lanjut memakai bajunya kembali dan membereskan ruang TV yang sedang berantakan itu.

Doni bisa menebak, setelah ini. maka tidak akan ada lagi lanjutan mengenai pergulatan panas mereka. Karena setelah itu pasti Tara akan langsung istirahat.