Penculikan
Saat ini Jumlah tingkat wisatawan yang datang berlibur ke Perancis sangat meningkat. Lonjakan kunjungan para turis yang ingin melihat kota cinta itu sangat banyak.
Beberapa juga dari mereka ingin datang berlibur sekaligus berbelanja disana. Dan menikmati pertunjukan yang ada disana.
Termasuk ketiga orang anak laki-laki yang sedang melakukan liburan. Saat ini mereka sedang berkeliling di pusat perbelanjaan.
Mereka sedang memborong beberapa barang mewah untuk mereka bawa pulang nanti ke negara asal mereka.
Ketiganya asik tertawa dan sibuk memilih barang-barang yang mereka inginkan. Sampai mereka tidak sadar, bahwa ada beberapa orang yang berjalan mendekat ke arah mereka.
“Jika kalian bertiga ingin selamat, jangan ada yang bergerak dan meminta tolong. sekarang kalian jalan ke depan seperti biasa saja...” Ancam salah satu diantara mereka dengan cara berbisik.
“Mau apa kalian, kalian ingin mati di tangan kami. Kalian tidak tau siapa kami..” balas salah satu dari anak laki-laki tersebut.
“Jalan sekarang atau peluru ini menembus perutmu..” sambung lelaki itu.
Karena takut akhirnya mereka bertiga berjalan keluar dari pusat perbelanjaan dan menuju ke mobil yang telah di siapkan oleh orang-orang itu.
Wajah mereka di tutup, mulut mereka di lakban dan tangan mereka di ikat.
Mobil yang membawa mereka kini melaju dengan cepat ke tempat yang sudah di perintahkan.
[Tiba di Markas]
“Cepat bawa masuk mereka, Bos Besar kita sudah menunggu mereka semua di dalam..” ucap kepala keamanan yang memerintah anak buahnya.
Mereka bertiga di seret masuk ke ruangan untuk bertemu dengan Bos Besar yang sudah menanti mereka sejak dari tadi.
Bos Besar saat ini sedang duduk bermain catur dengan Gabriel, Karena dia bosan menunggu kedatangan tamu-tamunya.
Mereka bertiga di tarik dan di dorong sampai terjatuh di depan Bosa Besar.
Tapi penutup wajah mereka belum terbuka. Hanya lakban yang menutupi mulut mereka saja yang dilepas.
“Bangsat, lepasin gue. Anjing lu gak tau ya siapa gue..” teriak salah satu diantara mereka.
“Ya bocah nakal diamlah..” teriak salah satu penjaga.
“Brengsek, lepasin gak. lu mau gue bunuh..” teriak salah satu dari mereka.
“Diamlah kalian, atau lidah kalian kami potong...” balas salah satu penjaga yang mulai kesal.
“Lepasin kita, kalau sampai kita lepas. orang tua kita bakalan datang dan ngebunuh kalian semua..” teriak salah satu dari mereka.
“Tuan Anda blunder, Saya menang Tuan..” ucap Gabriel.
“Gabriel kau curang..” ucap Bos Besar.
“Ayolah Tuan, ini permainan kesukaanku..” balas Gabriel.
“Aku jadi kesal karenamu..” sambung Bos Besar.
Karena sudah merasa kesal, Dia memberikan kode kepada anak buahnya untuk membuka penutup kepala dari ketiga anak lelaki tersebut.
Para penjaga kemudian membuka penutup kepala tersebut dan membiarkan anak-anak itu melihat rupa Bos Besar Mereka.
“Pak Aeril..” ucap salah satu di antara mereka.
“Halo, Alec, Arion dan Marko. lama tidak berjumpa..” balas Aeril yang kini menatapa mereka bertiga.
Alec, Arion dan Marko kaget melihat sosok Aeril yang saat ini sedang duduk di hadapan mereka. Mereka tidak percaya bahwa orang yang menculik mereka adalah Aeril.
“Maaf membuat kalian bertiga kaget, tapi Aku lebih kaget melihat perbuatan kalian pada Jerial...” ucap Aeril.
“Pak Aeril, lepasin saya. Atau Papa saya akan buat perhitungan dengan Anda..” teriak Arion.
“Gabriel Aku takut mendengar ucapan dia..” balas Aeril yang mengejek Arion.
“cih, Anak dan Orang tuanya sama saja, sama-sama menyebelkan...” ucap Miko.
“Jika sudah tau kami menyebalkan, kenapa berani mengganggu keluarga kami...” balas Aeril.
“Keluarga kalian pantas menerimanya, Suamimu itu menyebalkan. Selain sudah membunuh teman kami, dia juga mencoba ingin menghancurkan Perusahaan keluarga kami...” sambung Alec.
“Ayolah anak-anak, kenapa kalian bodoh sekali..” ucap Aeril yang mulai geram mendengar hinaan mereka pada keluarganya.
“Ya, Pak Aeril. Kau itu kenapa, Apa kau gila. kau idiot atau apa, Kamu tidak takut dengan keluarga kami...” ucap Arion.
“Gabriel bagaimana kondisi keluarga mereka semua saat ini ?” tanya Aeril.
“Perusahaan Orang Tua mereka sudah kita hancurkan, seluruh keluarga mereka sudah kita bunuh..” jawab Gabriel.
Alec, Miko dan Arion kaget saat mendengar kondisi keluarga mereka yang telah di hancurkan dalam sekejap oleh Aeril.
“BANGSAT, KEPARAT. BAJINGAN KAU AERIL.. AKU MENYESAL KENAPA JERIAL TIDAK AKU BUNUH LANGSUNG SAJA..” suara teriakan Alec.
“BEDEBAH KAU SIALAN, KENAPA BISA KAU MASIH HIDUP. HARUSNYA KAU JUGA MATI BERSAMA DENGAN JERIAL..” suara teriakan dari Miko.
“DASAR SIALAN, MATI SAJA KAU ORANG GILA..” suara teriakan dari Arion.
“Dasar anak-anak bodoh, mau saja di manfaatkan oleh orang tua kalian dan musuhku..” balas Aeril.
“Gue gak akan pernah menyesal, udah jahatin Jerial..” ucap Alec.
“Apa Jerial sudah mati, makanya kau menjadi gila Aeril...” ucap Arion yang mulai tertawa.
“Arion, Anakku belum mati. Jerial masih hidup. harusnya Aku membawa Jerial dan kedua kakaknya kemari. Agar mereka sendiri yang menghajar kalian...” balas Aeril.
“Aku jadi menyesal, kenapa dulu Brandon tidak membunuh saja Jerial. dan memperkosa Harry. Kenapa dia harus mati dulu, sebelum keinginannya itu terwujud...” ucap Miko.
Karena emosi mendengar kabar kematian keluarganya Miko kelepasan menceritakan salah satu rahasia yang di inginkan Brandon sebelum dia mati.
“Sayang sekali, Anak itu harus mati duluan. karena Daddy mereka yang membunuhnya secara langsung..” ucap Aeril yang mulai geram mendengar fakta mengejutkan yang keluar dari mulut Miko.
“Dan Daddy mereka juga sudah mati bukan Pak Aeril..” kekehan keluar dari mulut Alec.
“Aku menyesal menolak tawaran untuk membunuh langsung Jerial..” balas Arion.
Amarah dalam diri Aeril tidak bisa dia bendung lagi, setelah mendengar rahasia yang selama ini ingin dia ketahui.
Ternyata penyebab kecelakaan Jerial itu karena ulah dari Miko, Alec dan Arion.
Kesabaran Aeril sudah habis, Emosinya sudah di ambang batas. Dia mulai berdiri dari kursinya.
“Gabriel, sekarang bantu mereka bertiga untuk menyusul keluarga mereka. Aku sudah terlalu muak melihat kelakuan mereka kepada anak-anakku..” ucap Aeril.
“Baik Tuan, Perintah dari anda segera dilaksanakan..” balas Gabriel.
“Kasih mereka pilihan, meminum racun atau menembak kepala mereka sendiri..” ucap Aeril.
“Baik Tuan..” balas Gabriel.
Setelah memerintahkan Gabriel Aeril langsung pergi meninggalkan tempat itu.
Dan membiarkan anak buahnya membalas rasa sakit di hatinya.