Kamu dan Aku

disclaimer! bukan untuk minor, bijaklah dalam memilih bacaan


Johan telah tiba di rumah, saat ini Johan sedang berbaring di kasur sembari menatap wajah Jefri yang tengah duduk sambil cemberut., “Sayang, kamu kenapa cemberut gitu?” tanya Johan.

“Mas Johan, ini udah sejam kamu lihatin aku kek gini tau ndak. Mas bilang mau masak buat makan siang kita, mana coba!” jawab Jefri.

“Bentar lagi, mas masih pengen lihat kamu dulu. Masak makan siang buat kita berdua itu gampang sayang” ucap Johan sambil bergerak mendekat ke arah Jefri lalu memeluk pinggulnya dalam posisi tertidur.

“Mas, kamu kenapa sih. Dari tadi kok aneh banget, ini juga ngapain peluk aku segala. Tidur ya tidur aja mas” balas Jefri yang masih merasakan kebingungan.


Johan tidak membalas ucapan dari Jefri, dia masih memeluk istrinya. Bahkan Johan juga membenamkan wajahnya di perut Jefri, posisi Johan saat ini adalah.

Paha Jefri menjadi tumpuan pengalas untuk sandaran kepalanya, sedangkan tangan kirinya merangkul pinggang Jefri dengan erat. Johan menghirup wangi tubuh istrinya, sambil terdiam tanpa mengeluarkan satu kata pun.

“Mas, kamu baik-baik aja kan. Mas johan, hey” ucap Jefri sambil menggerakkan tubuh Johan secara lembut.

Johan beralih menatap wajah istrinya, “Maafin mas Jef, mas belum dapetin kerjaan baru buat keluarga kita” balas Johan yang merasa bersalah.

Melihat wajah sedih suaminya, tentu membuat Jefri ikut merasakan kesedihan. “Sabar, Mas kan baru coba masukin lamaran di perusahaan. Tunggu dulu balasan dari mereka” ucap Jefri.

“Makasih sayang, kamu udah sabar mau nungguin usaha mas” balas Johan.

“Makasih juga Mas, kamu udah mau kerja keras buat aku dan anak-anak” ucap Jefri.


Jefri mendaratkan sebuah ciuman pada bibir Johan, Johan pun membalas ciuman dari istrinya. Tautan ciuman mereka terlepas, karena Jefri merasa hampir kehabisan nafas saat berciuman dengan Johan.

“Mas” tegur Jefri sambil menarik nafas.

“Maaf mas kelepasan” ucap Johan sambil tersenyum.

Johan masih belum bergerak dari posisi semula, dia masih menatap wajah istrinya secara intens.

Tangan Johan bergerak bermain-main di baju Jefri “Mas, kamu kenapa. Kamu lagi mau itu?” tanya Jefri.

“Nggak, kamu lagi sakit. Kapan-kapan aja, lagian mas cuma pengen lihat kamu, kita juga udah lama nggak berduaan kayak gini” ucap Johan.

“Jangan bohong mas, kalau kamu ndak pengen kenapa tangannya dari tadi ngeraba bagian dada aku” balas Jefri yang terkekeh melihat tingkah suaminya.


Johan menjadi salah tingkah, istrinya memang sudah mengerti keinginan dari Johan. Jefri tahu betul keinginan Johan, jika Johan ingin melakukan hubungan dengannya.

Johan akan bertanya terlebih dahulu, atau memberikan sinyal berupa kode-kode sebagai tanda. Apakah Jefri ingin atau tidak, Jefri sendiri sebenarnya sudah lama tak bercumbu dengan suaminya. Mendapatkan sebuah musibah, membuat dia dan suaminya melupakan kegiatan mereka yang satu itu.

Padahal kebutuhan biologis mereka harus mereka penuhi juga, akan tetapi mereka sampingkan persoalan mereka. Mereka berdua juga tidak ingin untuk terlalu saling menutut, satu sama lain soal hubungan kegiatan ranjang mereka.


Posisi Jefri saat ini sudah berada di atas Johan, Johan dan Jefri telah melepaskan pakaian mereka berdua. Johan bahkan saat ini sedang menggempur lubang milik Jefri.,

“Aaah, Mas. ngghh.., aaahh., ah ah” desah Jefri.

Johan masih terus menghentakan pinggulnya, menumbuk hole milik Jefri. Suara desahan serta keringat mengalir dalam kegiatan panas mereka di siang hari, tanpa perlu berpikir bahwa kedua anak mereka akan mendengar desahan mereka. Karena saat ini Melvi dan Milo sedang berada di sekolah.

“Ssshh, aaah, mmphhh Mas lebih cepat., aku ssshhh., aaaah” Jefri meracau keenakan.

Walau Johan yang bergerak saat ini, Johan memegangi pinggul ramping milik Jefri, dan terus memaju mundurkan penisnya dari bawah.

“Aah, ssshh. sayang, mas mau keluar” ucap Johan yang sebentar lagi akan melepaskan cairan sperma miliknya.

Johan terus mempercepat gerakan -nya, pinggulnya Jefri ia cengkram dengan erat. Johan masih semangat menumbuk lubang kenikmatan milik Jefri, Jefri meracau sambil mengocok penisnya.

“Mas, aaah., aku ah ssshh.., ngghh., aaah” erangan Jefri.

💦💦💦

Johan dan Jefri bersama-sama mengeluarkan cairan sperma mereka, meski Jefri dalam kondisi kurang enak badan. Dia masih ingin melakukan hubungan intim dengan suaminya, Jefri lemas dan memilih jatuh ke dalam pelukan Johan.


“Maaf, Mas buat kamu jadi makin sakit” ucap Johan sambil memeluk Jefri dalam pelukannya.

“Bukan salahnya Mas, aku juga udah lama ndak beginian sama Mas” balas Jefri sambil memeluk Johan.

Jefri tak menampik rasa nikmat yang diberikan oleh Johan, Johan selalu mencoba memberikan rasa nyaman saat melakukan hubungan intim dengan Jefri. Meski kondisi Jefri kurang sehat hari ini, Johan tak memaksa Jefri untuk banyak bergerak.

Johan membiarkan Jefri berada diatas tubuhnya saat bercinta, Johan juga terpaksa menerobos untuk melakukan kegiatan percumbuan mereka.

Karena Jefri sudah lebih dulu memancingnya, untuk melakukan itu semua. Meski awalnya memang Johan ingin sekali bercinta dengan istrinya, akan tetapi dia mencoba untuk mengontrol nafsu yang sedang datang menghampirinya.

Satu jam melakukan pergumulan panas, membuat mereka jadi lupa untuk menyiapkan makan siang mereka. Johan dan Jefri terlalu asyik bercinta, sampai melupakan rasa lapar yang sesaat menghampiri perut mereka.