Long Time No See
Aeril saat ini menunggu Rey di sebuah cafe, dia sangat bersemangat menunggu Rey.
Dia bahkan sudah memesan minuman kesukaan Rey. Coklat Panas adalah minuman favorite Rey.
Aeril masih mengingat minuman yang biasa Rey pesan jika mereka sedang bersama.
Setelah beberapa menit kemudian, Rey muncul di Cafe tempat dia dan Aeril janjian.
Dia segera masuk ke dalam, Aeril yang melihat Rey kemudian berteriak memanggilnya.
“Mas Rey..” suara Aeril sambil melambaikan tangan pada Rey.
“Aeril..” balas Rey yang kemudian berjalan mendekati Aeril.
Aeril lalu memeluk Rey, Rey juga membalas pelukan Aeril sambil mencium kening Aeril.
“Aku merindukanmu Mas...” ucap Aeril.
“Aku juga sayang...” balas Rey.
“Kamu kemana saja Mas, Aku bingung mencarimu...” ucap Aeril.
“Aku sibuk dengan Perusahaanku...” balas Rey.
“Kau ini, masih saja sibuk bekerja. Kamu masih suka melewatkan jam makan siangmu ?” tanya Aeril.
“Sedikit., jika aku terlalu sibuk...” jawab Rey.
“Kamu ini, kalau sakit bagaimana. Aku kan tidak ada di sampingmu...” protes Aeril.
“Ayolah sayang, kita duduk dulu. tidak enak orang-orang memandangi kita. Apa kamu ingin berbincang sambil berpelukan seperti ini...” ucap Rey.
“Aku tidak perduli dengan tatapan mereka, Aku kan merindukanmu Mas..” balas Aeril lalu mengecup singkat bibir Rey.
Aeril dan Rey kini duduk, Rey masih belum percaya saat ini mereka kembali bertemu.
Rey juga sangat merindukan Aeril. Baginya tidak ada orang lain yang bisa menggantikan Aeril di hatinya.
Saat ini Aeril menggenggam tangan Rey, Rey pun menggenggam tangan Aeril mereka berdua seperti sedang di mabuk Asmara.
“Mas jangan menatapku seperti itu..” ucap Aeril.
“Kenapa, Aku ingin melihat wajah cantikmu...” ucap Rey sambil menggoda Aeril.
“Ayolah Mas Jangan menggodaku terus...” sambung Aeril.
“Kamu menggemaskan sekali sayang...” ucap Rey lalu mencium tangan Aeril.
“Mas ayo kita menikah, Aku tidak bisa hanya seperti ini saja. Aku ingin kita tinggal serumah dan menghabiskan waktu bersama...” balas Aeril.
“Baiklah jika itu mau kamu, Aku akan segera mengurus pernikahan kita..” ucap Rey.
“Makasih sayang...” balas Aeril.
Kini mereka berdua meminum minuman pesanan Aeril, Rey menyesap minuman yang di pesan Aeril dengan bahagia.
“Mas karena kita sebentar lagi akan menikah, Aku rasa kita harus mulai terbuka saat ini...” ucap Aeril.
“Tentu saja...” balas Rey
“Sekarang Aku ingin bertanya, Siapa itu Daren. Dia dulu pernah berkenalan denganku tapi hanya melalui chat..” ucap Aeril.
“Dia bukan siapa-siapaku..” balas Rey.
“Aku pikir itu kekasihmu...” sambung Aeril.
“Apa kamu cemburu ?” tanya Rey.
“tentu saja Aku cemburu, Jika dia kekasihmu. Untung saja dia bukan kekasihmu..” jawab Aeril.
“Aeril sayang, dengar aku. gak ada yang bisa menggantikanmu di hatiku. kamu tau kan dari dulu aku mencintaimu..” sambung Rey.
“Syukurlah jika perasaanmu tidak pernah berubah untukku. Aku bahagia mendengarnya. Aku gak salah memilihmu menjadi pengganti Papanya anak-anak..” ucap Aeril.
“Aku juga senang, Akhirnya kamu mau menerimaku..” balas Rey.
Aeril kemudian berdiri dan duduk di pangkuan Rey. Aeril sangat manja hari ini.
Rey tidak menolak, dia bahkan sangat senang. Setelah menunggu sekian lama Akhirnya cintanya terbalaskan juga.
“Kamu ini kenapa manja sekali hari ini..” ucap Rey.
“Kenapa, Mas gak suka ya. Mas kan tau selama Aku bersama dengan Aeron dia tidak pernah memperlakukanku dengan manis seperti dirimu..” balas Aeril.
“Aku suka, Aku senang jika kamu manja padaku..” ucap Rey.
Rey kemudian mendekap pinggang Aeril, kini posisi mereka sangat intim. Rey bahkan sudah tidak perduli lagi dengan tatapan orang-orang di sekitar.
Jari-Jari lentik Aeril bermain di dada bidang Rey. Rey hanya tersenyum melihat tingkah laku Aeril.
Aeril bahkan mencium bibir Rey. Rey pun membalas ciuman itu.
Seseorang tiba-tiba berdiri di hadapan mereka. Dan bertepuk tangan, melihat keintiman dari Rey dan Aeril.
“Hebat, Kamu sungguh Hebat Rey...” ucap Daren.
Rey kaget saat mendengar suara yang dia kenal. Rey langsung melepas tautan bibir Rey dari Aeril.
“Kau sudah dengar sendiri kan Daren..” ucap Aeril. lalu kemudian berdiri dari pangkuan Rey.
“Rey kau bajingan., jadi kau memanfaatkanku untuk merebut Aeril dari suaminya..” ucap Daren.
“Kamu salah paham sayang, Aku tidak pernah memanfaatkanmu. Aku sayang sama kamu dan juga anak kita...” balas Rey.
“Rey Aku pikir kau benar-benar mencintaiku dan menerimaku beserta anak kita. ternyata Aku salah. Aku menyesal membantumu untuk melenyapkan Aeron...” ucap Daren.
“Aeril, Kau harus tau. laki-laki yang berada di depanmu ini adalah penyebab kematian dari suamimu, dia bekerja sama dengan Brian saudaranya untuk menghancurkan keluarga kalian. Dia sangat menggilaimu. Selain itu dia juga ingin membalas dendam kematian Brandon yang dilakukan Aeron...” sambung Daren.
“Jadi karena kematian Brandon, kamu membunuh suamiku Rey ?” tanya Aeril.
“Dia memang pantas mati, Dia bajingan keparat. Dia membunuh Anakku dan juga mengambilmu dariku. kematiannya bahkan tak mampu membalas rasa sakit hatiku....” jawab Rey.
Aeril benar-benar geram, emosinya meledak. Dulu dia berpikir bahwa Rey adalah laki-laki yang baik.
Karena tidak ingin mempermasalahkan kematian Brandon. Tetapi dugaannya salah, Rey bahkan lebih Jahat dari pada Aeron.
“Aeril kau juga harus tau, dia juga sengaja memanfaatkan teman-teman Brandon untuk menyakiti Jerial putramu...” ucap Daren.
Daren memberitahukan seluruh kejahatan yang dia lakukan bersama Rey. Daren benar-benar emosi saat mengetahui dirinya di manfaatkan oleh Rey.
Karena rasa cintanya yang besar untuk Rey, Dia rela melakukan apapun yang Rey inginkan.
Aeril sangat terpukul mendengar itu semua, dia akhirnya mengetahui siapa dalang dibalik kematian suaminya.
Gabriel lalu membawa masuk seorang anak laki-laki kedalam cafe tersebut.
“Daren, berikan ucapan terakhir untuk putra kecilmu ini...” ucap Aeril.
“Langit, maafin Papi ya nak. Kalau kamu besar nanti. Jangan mudah di manfaatkan sama orang lain ya nak. Meskipun itu orang terdekatmu, Langit maafin Papi. Papi gak bisa lihat kamu tumbuh dan besar nanti. Papi sayang kamu...” ucap Daren sambil mencium Putra kecilnya itu.
Aeril hanya melihat perpisahan antara Seorang anak dan Orang tuanya. Aeril bahkan tidak memiliki rasa ampun di dalam dirinya.
“Aeril, Aku minta maaf atas segala perbuatanku untuk keluarga kecilmu. Aku titip anakku, tolong rawat dia. Biar aku menebus segala perbuatanku ini...” ucap Daren.
“Gabriel berapa lama lagi Cafe ini akan meledak ?” tanya Aeril.
“lima belas menit lagi Tuan...” jawab Gabriel.
“Bawa langit keluar sekarang..” perintah Aeril untuk Gabriel.
Gabriel lalu membawa Anak kecil itu keluar dan menjauh dari cafe. kini tersisa Aeril, Rey dan Daren.
“Rey, jika aku menjadi dirimu. Aku akan mencoba mencintai orang yang tulus padaku...” ucap Aeril. lalu berjalan meninggalkan cafe itu.
“Daren maaf, Aku menyesal. Aku sungguh minta maaf. Aku bodoh, seharusnya dari awal aku sadar kalau aku sudah di tolak olehnya. Tapi aku tetap nekat..” ucap Rey.
“Bodoh, mau sampai kapan kau melihat orang yang tidak menyukaimu..” balas Daren.
“Aku bersyukur memiliki anak darimu, kau tau kenapa dulu Aku pergi meninggalkanmu saat kamu hamil. Karena Aku tidak sengaja, Itu karena aku baru kehilangan seseorang yang aku cintai. Kau sahabat terbaiku. Maaf sudah sering menyakitimu sejak dulu..” ucap Rey.
Daren hanya bisa menangis, mendengar ucapan Rey, bagaimana bisa Rey baru jujur sekarang. Kenapa tidak dari awal.
“Rey, bahkan disaat hari terakhirku. kenapa aku masih saja mencintaimu..” ucap Daren.
“Maafkan aku, setelah ini. ayo kita memulai kembali semuanya dari awal. Aku menyayangimu, terima kasih telah melahirkan putra kita..” ucap Rey.
Rey lalu mendekat ke arah Daren, dia mendekap tubuh Daren.Rasanya penyesalan di hatinya tak bisa membuat mereka hidup bersama putra mereka.
Rey mencium Daren, Dia memeluk tubuh itu dengan Erat. mereka berdua berpelukan. Daren tidak sedih, karena dia mati bersama orang yang dia cintai.
Tak lama kemudian, waktu bom telah habis. Cafe itu meledak. Rey dan Daren mati bersama Akibat ulah mereka sendiri.
Aeril menyaksikan cafe yang meledak itu, sambil menggendong langit yang sedang tertidur di pangkuannya.
Aeril masih memiliki hati nurani, dia membiarkan anak dari Rey dan Daren untuk tetap hidup. Dia mengabulkan keinginan Daren.