Ajakan



Jangan tanya seberapa kesal Jevear, sebelum ia mendapatkan pesan singkat dari Jordi.

Sejak tadi Jevear tertawa begitu lepas bersama dengan Elisabeth, semula memang Jevear hanya ingin mengantarkan Elisabeth ke kamarnya.

Namun hal tersebut ia urungkan, sebab Elisabeth mengajaknya untuk mengobrol. Membuat dirinya yang semula tidak ingin berbicara dengan semangat mengajak Elisabeth bercerita, oborolan-obrolan di pagi hari membuat mereka tertawa bersama.

“Jeve mau kemana?” tanya Elisabeth.

“Ini oma, aku di ajak pergi sama Jordi” jawabnya.

“Pantesan tawaran dari oma kamu tolak, ternyata udah janjian duluan sama Jordi ya, hmm dasar anak muda” ucap Elisabeth.

“Nggak kayak gitu oma, ini loh si jordi yang maksa banget aku ikut” sambung Jevear.

“Iya deh oma percaya, semoga sukses pendekatannya” goda Elisabeth kepada Jevear.

“Oma, siapa yang lagi pdkt coba” protes Jevear.

“Udah sana, kamu siap-siap”


Jevear pun pergi keluar dari kamar Elisabeth, walau dia sempat di ejek sebentar tak lantas membuatnya menaruh dendam pada Elisabeth.

Jevear berjalan kembali ke kamar dengan kesal, sebab Jordi yang terus memaksa agar mengikuti keinginannya.

Pintu kamar pun dia banting dengan sedikit keras, Jevear membutuhkan tidur. Dia benar-benar ingin tidur, namun keinginannya di ganggu oleh Jordi.

Jevear beralih ke kamar mandi, berjalan sambil mendengus kesal. Berbeda dengan Jordi yang sudah bersiap-siap, waktu yang telah ditentukan olehnya untuk Jevear kini sudah habis.

Jordi pun lalu keluar dari kamarnya, melangkah berjalan menuju ke kamar Jevear. Tak mendengar bunyi apapun, membuat Jordi langsung masuk ke dalam.

“AAAA MESUM”

teriak Jevear dengan keras dari dalam kamar, Jordi dengan santai membalas teriakan Jevear.

“Nggak usah teriak”

Jevear dengan lilitan setengah handuk, menggunakan tangannya untuk menutupi bagian dadanya.

“Keluar nggak lo, dasar mesum” teriak Jevear sambil melempar sisir rambut yang berada di meja rias.

“10 menit, telat awas lu” ancam Jordi lalu kembali menutup pintu kamar Jevear.


Selesai mandi Jevear dengan percaya diri berjalan santai untuk melihat kembali dirinya di depan cermin rias.

Jevear sangat senang berkaca, ia suka melihat dirinya di depan cermin. Ketika ia selesai mandi, baginya dia akan terlihat cantik berkali-kali lipat.

Sebenarnya sejak tadi Jordi telah menunggu di depan pintu Kamar Jevear, tak mendengar balasan dari dalam lantas membuat Jordi terpaksa untuk masuk.

Bukan karena Jordi mesum, akan tetapi Jordi takut jika Jevear melakukan sesuatu yang membahayakan.

Waktu yang ditentukannya telah usai, beberapa kali Jordi berteriak memanggil Jevear dan mengetuk pintu kamarnya.

Namun karena asik melihat dirinya membuat Jevear tak menghiraukan teriakan atau ketukan apapun dari luar kamarnya.

Dengan cepat Jevear kembali menggunakan bajunya yang semalam, ia tak memiliki baju lain untuk ia kenakan.

“Dasar gila, mesum. Ih benci banget gue” Jevear berujar sembari memakai pakaiannya, ia kesal saat mengingat Jordi masuk dengan santainya ke dalam kamar.

Jevear pun menyelesaikan kegiatan berpakaiannya dengan cepat, agar Jordi tidak membuatnya kembali kesal.