Kembali
Mark mencari keberadaan mereka, saat sibuk memutari rumah sakit. Mark bertemu dengan Hwang., “Tuan Muda..” panggil Hwang kepada Mark.
Mark pun merasa kebingungan, ia sebelumnnya tidak pernah melihat sosok Hwang ini, Hwang mengerti lalu mengantarkan Mark untuk bisa menemui keluarganya.
Haechan duduk sambil melantai, memeluk kedua lututnya. Air mata membanjiri kelopak matanya. Dia hanya berani menunggu diluar depan pintu, sambil mendengar suara Jaehyun yang menangis tersedu-sedu.
Melihat sang adik sedang menangis, membuat Mark kembali mendekat..
“Adek lo kenapa? ngapain lo disini. Dimana papi?” tanya Mark yag merasa kebingungan.
Mendengar suara sang kakak tercinta, membuat Haechan mendongakkan kepalanya, wajahnya memerah. Matanya sembam. Air mata tak kungjung berhenti mengalir.
Mark semakin kebingungan, lalu memeluk adiknya. “Lo kenapa nangis, siapa yang udah nyakitin lo. Papi mana..” ucap Mark kembali.
Haechan tak mampu menjawab, ia hanya memeluk sang kakak dengan erat. Mark masih kebingungan. Ia mencoba menenangkan Haechan dengan mengusap punggung kecil adiknya.
“Hwang dimana papi?” tanya Mark yang memilih bertanya kepada Hwang.
“Tuan besar berada di dalam ruangan itu Tuan muda..” jawab Hwang sambil menunjuk pintu ruang ICU.
Mark semakin kebingungan, dia masih belum mengerti dengan kondisi serta situasi yang sedang terjadi.
“Hwang, kau segera lacak dimana keberadaan Guard Jo, cari dia sekarang. Dari kemarin aku sulit menghubunginya..” pinta Mark pada Hwang.
Mendengar nama sang ayah tengah disebut, membuat Haechan membuka suaranya. “Dad- dad- daddy di dalam kak..” ucap Haechan yang terbata-bata.
Mark kembali menatap wajah adiknya, sebab ia merasa ada sesuatu yang aneh saat ini.
“Daddy..” ucap Mark.
“G.JO, dia, di-di-dia di dalam, Daddy kita di dalam kak..” balas Haechan dengan menangis, sambil melihat ke arah pintu ruang masuk ruangan.
Semakin tak mengerti membuat Mark memilih berdiri dari posisinya, ia benar-benar kebingungan saat ini. Hwang ditugaskan Mark untuk menjaga adiknya, sebab ia harus memastikan sesuatu terlebih dahulu..
Mark melangkah, membuka pintu ruangan dengan perlahan. Ketika masuk, ia bisa melihat Jaehyun yang tengah duduk di kursi sambil menangis memegangi tangan Jo.
“Papi, papi ngapain disini..” ucap Mark yang terkejut melihat Jaehyun.
Melihat kedatangan sang putra, membuat Jaehyun berdiri lalu menghampiri Mark serta memeluknya dengan erat.
“Kamu baik-baik aja nak..” ucap Jaehyun yang menyentuh wajah sang anak.
“Iya, kakak baik-baik aja. Papi kenapa disini, papi sama adek ngapain disini?, kenapa kesini nggak ngasih tau kakak, kakak lagi cari guard Jo. Kemarin perusahaan ada masalah, terus dia menghilang dan sekarang gak ada kabar..” ucap Mark sambil menatap serius wajah Jaehyun.
Jaehyun menangis, dia terisak saat mendengar ucapan penjelasan dari putranya.
“Daddy, kamu kecelakaan nak..” balas Jaehyun.
“Daddy!..” seru Mark.
Jaehyun berbalik lalu menunjuk ke arah Jo yang sedang terbaring lemah.
Melihat perlakuan dari Jaehyun membuat Mark semakin bingung, sebab ia mendengar Jaehyun yang menyebut Jo dengan sebutan Daddy..
“Papi, siapa? Daddy nggak ada. Daddy udah bahagia diatas sana, ayo sekarang kita balik pulang ke rumah dulu..” ajak Mark dengan lembut.
Jaehyun menepis tangan Mark, seketika ia menjerit dan menangis.
“Pi, papi kenapa?” tanya Mark yang begitu khawatir.
“Itu daddy kamu nak, di- di- dia G.JO your daddy..” isak Jaehyun dengan keras.
Mark kaget, “Maksud Papi apa..” ucap Mark yang kembali melihat ke arah Jo.
“Orang yang selama ini menemani kamu, Dia daddy kamu nak. Ayah kamu, Guard Jo ayah kandung kamu nak..” balas Jaehyun.
Mark berjalan mendekati Jo, ia masih bingung dengan situasi yang belum juga bisa dicerna olehnya saat ini. Mark melihat sosok yang terbaring lemah dan tak berdaya itu.
“Papi sama Daddy sepakat buat sembunyiin semuanya dari kamu, karena kondisi kesehatan kamu..” sambung Jaehyun yang mencoba menjelaskan keadaan keluarga mereka.
Jaehyun POV
Mark pernah mengalami kecelakaan, dimana ia dulunya hampir meregang nyawa. Semua bermula dari Jaehyun yang mendapatkan paket kiriman misterius, ia lalu memilih membuka paket tersebut di dalam kamar.
Mark begitu sangat mencintai keluarganya, ia benar-benar menyayangi kedua orang tuanya. Terlebih Jaehyun, ia sangat mencintai Papinya. Lebih dari pada dirinya sendiri, Mark menjadikan sosok Johnny atau G.JO ini sebagai role model dalam kehidupannya. Terutama untuk keluarga, sebab JO sangat mencintai keluarga mereka, apalagi Jaehyun.
Jo sangat memanjakan istrinya, tak tanggung-tanggung. Bahkan Jo menunjukkan kepada kedua putranya, bagaimana dia memperlakukan Jaehyun bak permaisuri di rumah mereka.
Sebab kecintaan dari Jo kepada Jaehyun, membuat Mark semakin kagum dengan sosok sang Ayah. Jo bahkan terkenal royal dengan keluarga. Segala jenis permintaan Jaehyun pasti akan di dapatkannya dari Jo.
Mark yang kala itu masih duduk di bangku kelas 3 SMA, ingin mengajak Jaehyun ke kantor Johnny. Sebab semalam Mark telah berjanji, akan mulai latihan untuk ke depannya bisa mengurus perusahaan keluarga mereka. Belum sempat berbicara, Mark melihat Jaehyun yang kini sedang menangis sambil melihat foto-foto mesra yang berserakan di lantai.
Tanpa berucap, Mark yang sudah emosi lalu memilih pergi ke perusahaan Jo. Jaehyun sendiri tak bisa mengehentikan pergerakan putranya, karena dirinya sedang dirundungi rasa kesedihan.
Tiba di Perusahaan sang Ayah, tanpa mengabari kedatangannya. Mark memilih untuk segera masuk ke dalam ruangan milik Jo, belum sempat bertanya. Dan tak mengetuk pintu terlebih dahulu, Mark menerobos masuk ke dalam, ia bisa melihat seorang perempuan yang sedang membuka pakaian bagian atasannya di hadapan Jo. Melihat hal tersebut, membuat Mark sangat marah dengan Jo.
Mark bahkan memukul Jo, tanpa mendengarkan penjelasannya terlebih dahulu. Lalu setelah itu pergi meninggalkan Jo di perusahaan sendirian. Ketika ingin kembali ke rumah untuk menceritakan kejadian yang terjadi di kantor kepada Jaehyun. Mark mengalami kecelakaan, yang membuatnya hampir meninggalkan keluarganya.
Ketika masih menyimak pembicaraan dari Jaehyun sambil melihat sosok Johnny, membuat kepala Mark menjadi sakit. Ia memegangi kepalanya..
“Kakak, kamu kenapa?” tanya Jaehyun.
Jaehyun yang semula memilih duduk di lantai, kemudian segera berdiri. Dia panik saat melihat Mark yang mulai nampak kesakitan..
“Papi, sakit..” ucap Mark yang memegangi kepalanya.
“Kakak..” balas Jaehyun.
Jaehyun yang sedang memgangi putranya kemudian berteriak meminta pertolongan, Mark begitu merasakan kesakitan yang luar biasa, membuatnya menjadi pingsan sebab tak sanggup merasakan kesakitan yang menyerang kepalanya.