Kejutan Untuk Mereka
Fran Lavigne dan Elis Laurent membuat kejutan untuk Aeril, mereka sengaja mendatangkan sahabat-sahabat Aeril beserta keluarga mereka ke Perancis untuk menemui Aeril.
Mereka di bantu oleh Andrew dan Nail, berkat bantuan mereka berdua. Malam ini semuanya berkumpul di kediaman milik Keluarga Fran Lavigne.
Saat ini Aeril dan anak-anaknya sedang dalam perjalanan pulang menuju ke rumah. Aeril dan ketiga putranya tidak tau bahwa mereka semua diberikan kejutan malam ini.
Marko, Harry dan Jerial hanya mengetahui bahwa Grandpa dan Grandma mereka ingin membuat kejutan untuk Papi mereka saja. Tetapi mereka juga tidak tau bahwa saat ini mereka juga diberikan kejutan.
Mobil yang mengantar Aeril dan anak-anaknya kini sudah tiba di halaman rumah mereka. Mereka semua turun tanpa ada rasa curiga sedikit pun.
Aeril dan anak-anaknya masuk ke dalam Rumah besar dan mewah milik mereka. Para maid yang bekerja di rumah itu menyambut kedatangan mereka.
“Selamat Datang Tuan Aeril dan Tuan-tuan Muda...” ucap Para Maid yang membungkukan badan memberikan hormat.
“Dimana Papa dan Mama ?” tanya Aeril.
“Saat ini Tuan Besar dan Nyonya sedang berada di halaman belakang rumah Tuan Aeril..” ucap salah satu Maid.
Mendengar hal itu, Aeril beserta ketiga anaknya menuju halaman belakang rumah milik mereka. Tak lupa para Maid mengambil barang bawaan milik Aeril.
Saat tiba di halaman belakang rumah, Aeril dan ketiga putranya di buat kaget dengan kedatangan sahabat-sahabatnya itu beserta keluarga mereka.
“Kalian...” ucap Aeril.
“Selamat Datang Aeril...” Teriakan kompak terdengar dari mulut El, Nail dan Willy.
Aeril kemudian berjalan mendekati ketiga sahabatnya itu dan memeluk mereka semua, sungguh rasa rindunya kini mulai terobati saat melihat kedatangan mereka semua.
“Sudah dulu pelukannya Nak, sekarang ayo kita semua makan malam..” ucap Elis.
Kini mereka semua duduk pada kursi yang telah di siapkan di halaman belakang rumah mereka. Semua jenis makanan kini berjejer di atas meja makan.
Malam ini Aeril benar-benar bahagia, selain karena dia seharian bersama ketiga jagoannya. Dia juga diberikan kejutan dengan kedatangan sahabat-sahabatnya.
Marko, Harry dan Jerial juga kaget saat melihat kedatangan Kelvin dan Rian.
Harry bahkan tidak menyangka bahwa kedua sahabatnya itu kini sudah berada di rumahnya.
Makan malam mulai berlanjut, mereka makan dengan lahap sambil tertawa bahagia.
Setelah makan Fran Lavigne dan Elis Laurent meninggalkan mereka semua. Karena masih memiliki urusan penting.
Marko, Harry, Jerial, Rian dan Kelvin juga meminta izin untuk bermain bersama karena mereka juga rindu.
Kini tersisa Nail, El, Willy, Andrew, Matthew dan Kris mereka masih duduk di meja makan dan melanjutkan obrolan singkat mereka.
“Aeril, bagaimana kabarmu ?” ucap El.
“Seperti yang kalian semua lihat, Aku baik-baik saja...” balas Aeril.
“Jangan memaksa dirimu untuk terlihat baik-baik saja Aeril..” ucap Nail.
“Iya benar, Aerilku sayang. Willy kangen..” ucap Willy yang langsung mendekap tubuh Aeril.
“Aku juga kangen willy dan yang lain..” sambung Aeril.
Andrew, Matthew dan Kris hanya melihat perbincangan mereka berempat saja.
Mereka juga merindukan sahabat mereka yaitu Aeron yang saat ini telah tiada.
“Kalian bertiga apa kabar..” tanya Aeril kepada sahabat-sahabat suaminya.
“Kami semua baik...” ucap Matthew.
“Aeril, kami sudah mendengar semua cerita tentang keluargamu dari Nail dan Andrew. Ah, kami sangat sedih mendengar itu semua...” ucap El.
“Willy, nyesel kenapa gak tau dari dulu. Pasti Aeril capek ya. Maaf ya kita terlambat lagi....” ucap willy yang terdengar seperti putus asa.
Aeril hanya membalas dengan memberikan senyuman untuk mereka semua.
“Aeril kau benar-benar istri yang kuat, pantas saja. Aeron mati-matian mempertahankanmu...” sambung Kris.
“Maksud kamu apa Kris ?” tanya Aeril.
“Dulu sebelum Aeron kecelakaan, dia meminta bantuanku. untuk menolongnya...” jawab Kris.
Semua orang yang ada disitu kaget mendengar pernyataan dari Kris saat ini termasuk Aeril.
“Maksud lu apaan Kris ?” ucap Matthew
“Sebelum berita kabar pertunangan itu keluar, Aeron hubungin gue duluan. Dia bilang ke gue kalau Audry hamil. Saat itu gue marah banget sama Dia. Tapi dia bilang kalau dia gak yakin itu anaknya dia..” ucap Kris.
“Terus kalau bukan anak dia, anak siapa. masa anak monyet...” timpal El.
“Sabar dulu El, jangan marah-marah..” ucap Nail yang berusaha menenangkan El.
“Terus, apalagi kris..” ucap Andrew.
“Dia bilang dia berani jamin kalau itu bukan anak dia, terus dia minta bantu ke gue. Gue bilang terima aja dulu. Nanti kita bareng-bareng cari tau, apa benar Audry itu hamil anaknya atau bukan..” sambung Kris.
“Terus hasilnya apa Mas ?” ucap willy kepada suaminya.
“Hasilnya, Audry bukan hamil anaknya melainkan anak dari Brian. orang kepercayaannya...” ucap Kris.
“Bangsat, jadi Aeron di jebak maksud lu ?” ucap Andrew.
“Bisa di bilang begitu, Aeron di jebak oleh mereka....” sambung Kris.
“Lalu dari mana lu bisa tau kalau Audry itu hamil anaknya brian...” ucap Matthew.
“Ayolah, kita bukan baru mengenal Aeron. pertemanan kita itu sudah lama. Dari awal gue udah curiga sama Audry. gue diam-diam cari tau tentang itu semua...” timpal Kris.
“Jadi benar dulu dugaan kita, kalau orang dalam yang nyerang Aeron itu Audry sama Brian...” ucap Andrew.
“benar..” balas Kris.
“Wah, emang dasar jalang Audry. brengsek gara-gara dia hubungan pertemanan kalian jadi renggang...” timpal El.
“Mas Aeron itu dia gak tau cara menilai orang mana yang tulus dan mana yang jahat, semua orang dia anggap baik. bahkan musuhnya sekalipun...” ucap Aeril.
Semua dibuat kaget mendengar penuturan dari Aeril, mereka tau betul saat ini Aeril sedang merindukan mendiang suaminya.
“Ayolah, jangan menatapku seperti begitu. apa kalian semua saat ini kasihan denganku...” ucap Aeril.
“Kalau tentang berita pertunangan itu, siapa yang menyebarkannya ?” tanya Nail yang mencoba mengalihkan suasana.
“Itu juga termasuk ulah dari Brian dan Audry. mereka berdua yang menyebarkan ke media...” ucap Kris.
“Wah benar-benar keterlaluan mereka. dasar brengsek..” ucap Willy.
“Brian, Brian.., Brian itu kek gak asing. gue kek pernah lihat dia dulu. tapi gue lupa dimana...” ucap Matthew.
“Coba Papa inget-inget lagi..” ucap El untuk suaminya.
“Gue ingat. Dia itu salah satu anak dari Pesaing bisnisnya Aeron. Perusahaan mereka hancur karena, Perusahaan milik Aeron yang memenangkan Tender..” ucap Matthew.
“Jadi ini unsur balas dendam begitu...” timpal Nail.
“iya..” balas Matthew.
Malam ini mereka hanya membahas tentang Aeron semasa hidupnya kepada Aeril. Hal-hal yang tidak di ketahui Aeril di ceritakan semua oleh sahabat-sahabatnya Aeron.
Mereka berharap dengan menceritakan itu semua, setidaknya dapat mengobati rasa rindu Aeril pada mendiang suaminya.
Aeril hanya mendengar cerita dari Andrew, Kris dan Matthew tentang suaminya saat masih hidup.
[Di Ruang Bermain]
Marko, Harry, Jerial dan Kelvin mereka semua saat ini sedang bermain. mereka bermain bersama sambil bercerita.
“Gue tu udah putus asa sama Rian buat cari kalian semua..” ucap Kelvin.
“Bener, kita berdua kek orang gila. nyari kalian bertiga...” balas Rian.
“Makasih ya, udah di cariin...” sambung Marko.
“Aduh, Kak Marko jangan hilang lagi dong. kan Kelvin jadi sedih...” ucap Kelvin.
“Ehemmm..” suara batuk keluar dari mulut Jerial.
“Mampus, Adik gue ngamuk...” sambung Harry yang menakuti Kelvin.
“Jeri, kelvin becanda doang. suer..” ucap Kelvin sambil mempoutkan bibirnya.
“Duduk deketan Jeri sini, baru Jeri maafin Kelvin..” ucap Jerial
Kelvin hanya pasrah, dia kemudian berdiri dan duduk di sebelah Jerial.
Jerial yang melihat Kelvin mengikuti perintahnya untuk duduk di sampingnya membuatnya tersenyum.
Dia bahkan menggenggam tangan Kelvin di sebelahnya.
Debaran jantung Kelvin saat ini berdetak dengan cepat, dia di buat salah tingkah oleh Jerial.
Wajah Kelvin saat ini merah, akibat mendapat perlakuan mendadak dari Jerial.
“Ciye yang wajahnya merah, ciyee..” goda Rian untuk kelvin.
“Apaan sih lu Rian..” sahut Kelvin yang mencoba menetralkan perasaannya.
“Rian, Arvin udah nyatain perasaannya buat kamu belum...” ucap Marko yang penasaran dengan hubungan sahabatnya itu.
“Kita udah pacaran Kak Marko...” balas Rian.
“Hah, jadi lu udah pacaran ama temannya Kak Marko...” ucap Harry.
“iyalah, emangnya lu. sendirian mulu..” ledek Rian untuk Harry.
“Siapa bilang, Harry sendirian. Dia punya Kak Marko...” timpal Marko untuk melerai perdebatan mereka.
Harry hanya diam mendengar penuturan sang Kakak. sungguh dia benar-benar bingung dengan dirinya saat ini.
“Udah jangan berantem., ternyata gue baru tau kalau Harry sama Jerial saudara kembar..” ucap Kelvin.
“iya bener, gue tau dari Papi gue. gue syok sih. pantesan sifat mereka mirip..” balas Rian.
“Kelvin awas ya, lu nyakitin perasaan Adek gue. Gue bakalan bikin perhitungan..” ucap Harry.
“Posesip bener lu jadi sodara...” sahut Kelvin.
“Kalian kapan balik, kita udah kangen tau, main bareng lagi...” ucap Rian.
“Gak dalam waktu dekat ini, kita juga gak tau kapan. soalnya Papi masih belum mau balik..” ucap Jerial.
“Rumah kalian gede amat, gue pusing mau keliling rumah. Takut kesasar, Gue gemetaran tau waktu turun dari Jet Pribadi Grandpa kalian. Ya gimana ya, Tempat parkirannya aja, langsung di samping rumah...” ucap Rian yang masih syok melihat kemewahan yang ada.
“Jangan udik deh lu..” sambung Harry.
“Gue sih, bakalan betah Rian. kalau tinggal disini..” ucap Kelvin.
“Emang Kelvin mau tinggal bareng sama Jeri disini ?” tanya Jerial.
“ya maulah, Rumah bagus begini. siapa yang gak mau..” jawab Kelvin.
“Tunggu dewasa dulu ya, nanti Jeri nikahin Kelvin. terus kita tinggal bareng..” ucap Jerial yang penuh dengan kepolosan itu.
Marko yang mendengar ucapan Adiknya itu di buat pusing. Dia lebih memilih melanjutkan bermain game, dari pada melihat kisah cinta kembaran Harry itu.
Aeril dan ketiga anaknya sangat senang di kunjungi oleh sahabat-sahabat mereka.