Kehilangan
Yuda yang mendapatkan kabar dari ibunya, langsung menuju ke rumah sakit, dia pergi untuk melihat kondisi istrinya yaitu Wira.
Tiba di rumah sakit, dia kemudian menanyakan kepada salah satu petugas rumah sakit, ruangan yang di gunakan wira, petugas lalu menunjuk ruangan tersebut.
Ruang ICU salah satu ruangan yang wira gunakan saat ini, Yuda masuk kedalam ruangan tersebut menggunakan baju khusus agar ia bisa masuk ke dalam.
Yuda berjalan mendekati Wira yang saat ini sedang terbaring lemah menggunakan alat rumah sakit di seluruh badannya. Dia berjalan mendekat dan duduk di sampingnya.
“Wir, sayang. ini aku...” ucap Yuda.
Wira mulai membuka matanya pelan-pelan dan melihat sosok yang sedang berbicara itu.
“M-Mas...” balas Wira
“Kenapa bisa jadi begini ?” tanya Yuda.
“Hah- ku hmm Hah kit...” balas Wira yang kesulitan berbicara itu.
“Sakit apa kamu sayang, kenapa gak ngasih tau aku...” ucap Yuda sambil meneteskan air matanya.
Wira hanya bisa menyentuh wajah milik suaminya, Yuda kemudian menggenggam tangan milik Wira dan mencium tangan itu berulang-ulang kali.
Yuda masih kaget saat ini, begitu banyak cobaan yang menimpanya hari ini. Dia di pecat dari perusahaan dan mendengar kabar bahwa Wira orang yang ia cintai saat ini masuk rumah sakit.
“Mas, Aku mau pergi. Aku udah gak kuat...” ucap Wira.
“Kamu mau kemana, kamu gak boleh pergi. Kamu harus tetap disini sama Aku dan Seana...” balas Yuda.
“Aku gak bisa, Aku gak sanggup. Tolong jaga putri kecil kita...” sambung Wira.
“Aku gak mau, aku mau kita sama-sama rawat dia...” ucap Yuda.
“Aku sakit kanker, waktuku gak banyak. ku mohon, bantu aku...” balas Wira.
“Siapa yang akan menemaniku untuk merawat Seana, kalau kamu pergi...” ucap Yuda.
“Mas, sayang. kembalilah pada Jean. hany- nya dia yang bisa membantumu menjaga putri kecil kita. Minta maaflah kepadanya...” balas Wira.
“Tapi, Wir. aku gak tau dia dimana, bagaimana bisa aku menemukannya...” sambung Yuda.
“Aku yakin, kamu bisa menemukannya sayang. Pakai hatimu untuk menemukan dia, Aku tau kau masih mencintainya....” ucap Wira.
Setelah mengatakan hal itu, Wira langsung menghembuskan nafas terakhirnya. Alat yang membantu Wira kini berbunyi.
titttttttttttt
Wira telah pergi meninggalkan Yuda dan anak mereka selama-lamanya. Yuda telah kehilangan istrinya. Yuda menangis dan memeluk mayat Wira yang sedang berada di hadapannya.
“Wira, Mantuku...” teriak Mamanya Yuda yang histeris saat melihat Wira telah tiada.
Mamanya Yuda menangis, dia sangat sedih kehilangan menantu kesayangannya itu. Ia tak percaya bahwa Wira menjadi menantunya hanya dalam waktu singkat.
“Mama, aku titip Wira dan Seana sebentar...” ucap Yuda.
“Kamu ingin kemana ?” tanya Mamanya.
“Aku harus mengabulkan permintaan terakhirnya Wira...” balas Yuda.
Yuda lalu pergi keluar dari rumah sakit, dan mencari keberadaan Jean. Jeanlah orang yang saat ini ingin dia temui.
Wira sudah lama menderita penyakit kanker otak stadium akhir, dia sama seperti mendiang ibunya yang mengalami sakit kanker otak.
Wira sudah lama menyukai Yuda, diam-diam ia sudah menaruh hati pada lelaki tersebut, Wira adalah sosok yang pemalu.
Pernah dia bersama ibunya pergi ke rumah Mamanya Yuda untuk sebuah acara, di situ ada Yuda. Tetapi dia tidak berani mendekat atau bahkan menyapanya.
Yuda orang yang bisa di bilang ramah, dia bisa berbaur dengan siapa saja. Itulah sebabnya dia bisa berkenalan dengan Wira.
Suatu hari ibunya Wira mengadakan acara di rumah mereka, semua sahabat ibunya di undang beserta keluarga mereka. Banyaknya minuman beserta makanan ada di acara tersebut.
Yuda dan Wira kemudian saling bertemu, dan melipir ke bagian yang sepi untuk mengobrol sambil minum dan bercerita. Debaran jantung Wira rasakan saat bersama dengan Yuda.
Karena keasikan mengobrol sambil minum, Yuda kini sudah mabuk berat sedangkan Wira tidak. Ia hanya minum sedikit saja, Yuda yang mabuk itu melihat Wira sebagai Jean.
Ketika itu, Yuda sedang menjalin hubungan dengan Jean. Mereka sedang berpacaran sebelum akhirnya menikah.
Yuda kemudian mengajak Wira yang ia pikir adalah Jean untuk berhubungan badan. Wira tentunya mau, karena dia menyukai Yuda. Malam itu mereka habiskan waktu panas bersama di dalam kamar tidur milik Yuda.
Wira tak mengetahui bahwa Yuda telah memiliki seorang kekasih yang begitu dia cintai. Saat ia mengetahui hal tersebut, Wira pun hamil.
Wira bertekad untuk menemui Yuda agar memberitahukan kehamilannya, Awalnya Yuda kaget dan tidak percaya. Tapi setelah Wira memberikan bukti video mereka sedang bercinta, dia kemudian percaya.
Saat itu Yuda bingung, apa yang harus dilakukannya. Karena dia telah menikah dengan Jean. Yuda sendiri sebenarnya senang karena akan memiliki anak, itu juga yang dia idam-idamkan selama ini.
Tetapi dia tidak mungkin memberitahukan isi hatinya pada Jean, dia ingin menjaga perasaan Jean. Yuda kemudian memberitahukan kondisi hubungannya dengan Jean pada Wira.
Wira tak perduli, yang dia inginkan di dalam hatinya adalah bersama dengan Yuda. Orang yang ia cintai itu.
Wira kemudian memberikan penawaran pada Yuda kalau mereka tidak perlu menikah, cukup dengan membesarkan anak mereka saja.
Yuda lalu menerima tawaran tersebut, dia pikir karena ia tidak mencintai Wira. makanya dia mau saja. Mereka sepakat menyembunyikan rahasia besar milik mereka ini.
Selama waktu itu juga, Wira harus menahan rasa sakit hati yang ia rasakan. Karena melihat orang yang ia cintai bersama dengan orang lain.
Wira bertekad di dalam hatinya, ia harus bisa membuat Yuda mencintai dirinya. Akhirnya benar, lambat-laun Yuda mulai menyukai Wira.
Alasan Yuda yang sibuk bekerja hanya isapan belaka, diam-diam Yuda sering menghabiskan waktu bersama dengan Wira dan anak mereka, di Apartment pribadi milik Wira. Dan bahkan Yuda dan Wira sering melakukan hubungan intim layaknya sepasang suami istri.
Yuda adalah lelaki yang serakah, dia tidak bisa memilih atau bahkan melepaskan salah satu di antara mereka berdua. Dia mencintai Jean dan Wira, ia ingin memiliki keduanya. Walau banyak resiko yang harus dia terima.