Kantor
Mark Suh, Haechan Suh dan Jacelyn Suh ketiga bersaudara itu telah tiba di kantor J Crop.
Yaitu Tempat dimana Johnny Suh bekerja, Jacelyn Suh merupakan si bungsu di dalam keluarga.
Jacelyn berjalan bersama dengan kedua kakaknya, untuk menaiki lift kantor menuju ke lantai terakhir. Ruangan dimana Johnny bekerja, pintu lift terbuka.
Seorang receptionist yang bertugas khusus di depan ruangan pribadi Johnny, sudah mengetahui identitas ketiga anak dari pemilik J crop itu memberi hormat, mereka bertiga melangkah bersama untuk masuk ke ruangan.
“Ibun.”
teriak Jacelyn yang lari menubruk dirinya ke dalam pelukan Jaehyun.
Jaehyun Suh lalu memeluk putri kecilnya.
Johnny Suh yang semula sedang duduk serius sambil bekerja di kursi kekuasaannya, segera berdiri. lalu kemudian ia mendekati istri dan juga putri kecil mereka.
“Ibun aja yang dipeluk, daddy nggak nih!”
Johnny memberi aksi protes, sambil kedua tangannya masuk ke dalam saku celananya. Mendengar protes dari Johnny, membuat Jacelyn lalu beralih memeluk Johnny.
“Dad, jangan marahin kakak yah..” Suara parau kecil Jacelyn sambil memeluk Johnny.
Johnny membalas pelukan putrinya, lalu dengan tenang berbicara lembut kepada Jacelyn.
“Siapa yang mau marahin kakak kamu, daddy cuma pengen ngobrol aja sayang.”
Johnny menenangkan Jacelyn, dia memberikan kecupan di kening putrinya, sebelumnya Johnny sudah diberitahu oleh si sulung Mark.
Bahwa sejak perjalanan menjemput Haechan, Jacelyn Suh tidak henti-hentinya menangis.
Jacelyn sangat takut, jika Johnny akan marah besar kepada Haechan. Meskipun, mereka bertiga masih belum tahu apa yang akan Johnny bicarakan dengan Haechan.
Mark dan Haechan masih berdiri di depan pintu ruangan, melihat aksi daddy dan adik kecil mereka.
“Abang sama kakak nggak mau duduk..”
ucap Jaehyun yang melihat kedua kakak beradik yang masih belum bergerak dari tempat mereka.
Mark dan Haechan lalu saling berpandang, kemudian berjalan mendekati Jaehyun yang masih berdiri menyaksikan Johnny dan Jacelyn berpelukan.
Mark dan Haechan mendekat pada Jaehyun lalu secara bergantian untuk memeluk Jaehyun, setelah itu mereka berdua langsung duduk di kursi.
“Adek, udah yah. Daddy nggak marah kakak kamu sayang.”
Johnny masih berusaha untuk menenangkan Jacelyn, Jacelyn sangat menyayangi kedua kakaknya.
Mendengar ucapan Johnny, Jaeclyn mendongakkan wajahnya ke atas melihat sang Daddy.
“Janji, daddy nggak marah sama kakak?”
Jacelyn memberi jari kelingkingnya, ini seperti sebuah perjanjian.
Johnny pun menautkan jari kelingkingnya pada si kecil kesayangan mereka.
“Yes, daddy promise nggak marah sama kakak..”
Setelah itu Jacelyn pun beranjak duduk, dia duduk di antara Mark dan Haechan sambil tangannya merangkul lengan kakak-kakaknya.
Johnny suh hanya bisa menghela nafasnya, dia pun segera duduk di dekat Jaehyun.
“Jadi tujuan daddy ngajak kalian bertiga kumpul disini, mau bahas tentang perusahaan. Abang bakalan daddy tugasin di kantor cabang kita.”
Jacelyn terkejut mendengar penuturan dari Johnny, Mark sebenarnya sudah tau.
Namun, Johnny memang sengaja mengumumkan di depan Jacelyn dan Haechan. Agar keduanya tau, bahwa si sulung akan pindah dari rumah.
“daddy, kalo abang pindah nanti adek cuma main sama kakak doang dong.”
Jacelyn lagi-lagi protes, Jacelyn tak sanggup jika harus berpisah dengan kakak tertuanya. Apalagi, selama ini mereka bertiga selalu bersama.
“Adek, abang harus latih dirinya dari sekarang. Supaya nanti, abang bisa lanjutin perusahaan kita nak.”
“Tapi ibun, kalo abang pergi adek nggak punya temen main.”
Haechan tau betul kondisi adik kecilnya, Haechan menggenggam tangan kecil Jacelyn.
“Tenang aja dek, kan masih ada kakak. Kita masih bisa main berdua,.”
Haechan mencoba memberikan pengertian pada Jacelyn, meski dia tau itu sepertinya sulit.
Johnny masih menyimak tingkah putri kecilnya, dia sendiri sudah menduga bahwa kepergian Mark di tempat baru akan bertentangan dengan putri mereka.
Seringnya bersama dengan kedua kakaknya, membuat ikatan batin Jacelyn, Mark dan Haechan menjadi kuat.
Johnny memberi kode pada Jaehyun yang duduk di sampingnya. Jaehyun yang mengerti segera membuka suara.
“adek, ikut sama ibun kebawah sebentar yuk”
Jacelyn kembali memandangi Jaehyun yang duduk di hadapan nya.
“Mau ngapain ibun?”
“Ibun pengen ice cream, tadi ibun lihat ada varian baru. Ibun yakin adek pasti suka.”
Jaehyun mencoba mengalihkan perhatian Jacelyn, mendengar makanan kesukaannya segera Jacelyn berdiri dari tempat duduknya.
“Ayo ibun, adek siap makan es krim.”
Jaehyun segera berdiri, dia pun merangkul putrinya. Dan tak lupa memberikan kode, agar Johnny segera cepat menyelesaikan pembicaraan mereka.
Melihat kepergian Jaehyun dan Jacelyn, Johnny segera kembali membuka percakapan.
“Kak gimana kuliah kamu?” “Aman dad, kenapa?”
“Nanti kalau kamu udah lulus, daddy mau nempatin kamu juga di cabang baru kita.”
“Dad, apa ini nggak kecepetan? maksud kakak. Gimana kalo adek tau!.”
Haechan memberikan aksi protes, dia terkejut mendengar ucapan Johnny.
“Adek nggak perlu sampai tau, kalian tau sendiri adek kalian kayak gimana.”
Johnny Suh tidak suka jika dibantah, sesuatu yang sudah dia atur sebagaimana mestinya haruslah tetap diikuti.
Terlebih Mark dan Haechan yang akan meneruskan perusahaan keluarga.
Mark hanya bisa menepuk pundak adiknya, dia tahu jika Haechan tak terlalu suka berkecimpung di dunia bisnis.
“Siapa itu injun?”
Johnny menilik pada Haechan, dia dengan serius menatap wajah Haechan.
“Temen aku dad.”
“daddy harap begitu, daddy minta sama kalian berdua. Jangan cuma fokus sama cinta, kalian harus lebih fokus sama perusahaan dan adek kalian. Ngerti?”
“Ngerti dad.”
Mark dan Haechan membuka suara, setelah itu Johnny beranjak pergi meninggalkan mereka berdua di ruangan.
Johnny turun kebawah, untuk ikut bersama Jaehyun dan Jacelyn.
“Bang, lo ngapain diam aja. Harusnya lo protes, lo nggak kasihan sama pacar lo.”
“Gue nggak bisa dek.”
Hacehan mengacak rambutnya, dia cukup frustasi hari ini. Mark sudah memiliki kekasih, namun hubungan mereka masih di tentang oleh Johnny.
Johnny hanya ingin Mark sukses terlebih dahulu, barulah ia boleh memikirkan percintaannya. Dan lebihnya lagi, Johnny ingin Mark maupun Haechan tetap fokus menjaga adik kecil mereka.
Johnny tidak ingin kehadiran orang lain, di samping Mark dan Haechan membuat Jacelyn tersisihkan.
Sebab Jacelyn pernah mengatakan pada Johnny, Jacelyn cemburu jika ada orang lain yang merebut perhatian kedua kakaknya. Saat Jacelyn kelas 6 sd, membuat Johnny mengganggap ucapan Jacelyn adalah keseriusan.