Kangen Daddy
Aeril membawakan semangkok bubur untuk putra bungsunya yang sedang sakit di kamar.
Dia membawa nampan dengan hati-hati menuju ke kamar Harry. Aeril langsung masuk ke kamar milik Harry.
Di dalam kamar saat ini Harry tengah berbaring sakit. Badannya demam, tapi dia hanya diam dan tidak rewel seperti biasa.
“Sayang, bangun dulu. makanlah dan minum obat..” ucap Aeril yang membujuk sang anak.
Harry bangun di bantu oleh Aeril, entah kenapa Aeril merasa sedih melihat putranya itu terbaring sakit dan lemah.
Harry lalu memakan bubur buatan Aeril, tanpa bersuara. Dia makan dan setelah itu meminum obat.
Harry juga langsung berbaring tidur kembali, dia hanya diam. Aeril merasa takut dan khawatir, biasanya Harry itu ceria, tapi kenapa tiba-tiba dia mendadak diam seperti ini.
“Adek kenapa ?” tanya Aeril. sambil duduk mendekati anaknya yang sedang berbaring itu.
“Adek gakpapa...” ucap Harry, sambil menatap langit-langit kamarnya.
“Adek, jujur sama Papi. kalau Adek gak jujur, gimana Papi bisa tau Adek kenapa ?” ucap Aeril yang masih berusaha membujuk anaknya itu.
“Papi..,” kini Harry mulai serius menatap Aeril.
“iya sayang...” balas Aeril.
“hmmm., Adek.., hmmmm., itu..,” ucap Harry yang masih kesulitan mengungkapkan perasaannya.
“Kamu kenapa nak ?” tanya Aeril
“Adek, rindu Daddy.., semalam Adek mimpi kalau Daddy kecelakaan, terus Daddy gak bangun lagi...” ucap Harry sambil memegangi jemari tangan Aeril.
“Maksud Adek, Adek mau ketemu Daddy ?” tanya Aeril kembali.
“gak, Adek cuma mau bilang aja...” balas Harry kemudian memeluk erat tubuh Aeril.
Aeril paham betul keinginan Anaknya itu, saat ini Harry benar-benar merindukan Daddynya. Walau saat ini mereka terpisah, tapi ikatan batin mereka sangatlah kuat.
Aeril kemudian menemani Harry agar dia bisa tidur kembali, Aeril memeluk putra kecilnya itu sambil menyanyikan sebuah lagu pengantar tidur untuknya.