18+


harap bijak dalam memilih bacaan, sex, not for under age


Hujan semakin deras, membuat Johnny mau tak mau harus keluar dari dalam mobil sport miliknya, dia memilih untuk berteduh sesaat di depan kosan milik Jaehyun, ia hanya berdiri diluar tanpa masuk terlebih dahulu ke dalam.

Johnny hanya ingin menunggu sampai hujan reda, Jaehyun saat ini sulit untuk tidur, sudah 20 menit dia membolak-balikan badannya diatas kasur, namun rasa kantuk tak kunjung datang juga, ada satu hal yang mengganggu pikirannya.

Ia masih mengingat pertengkaran hebatnya dengan Johnny, apalagi setelah insiden pertengkaran itu.

Jaehyun melihat tweet Johnny yang sedang berada di sebuah club malam, membuatnya semakin khawatir memikirkan kondisi Johnny. Karena semenjak Johnny bersama dengannya, Johnny sudah tidak pernah menginjakkan kakinya di club malam lagi..

Jaehyun membuka selimut yang menutupi wajahnya, ia kemudian duduk.. “Hah..” suara gusar keluar dari mulut Jaehyun.

Lagi-lagi Jaehyun tanpa sadar mengambil ponsel yang ia letakkan disampingnya, dan tanpa sadar dia membuka aplikasi sosial media miliknya. Jaehyun ingin mengetahui keberadaan Johnny, namun tidak ada postingan selanjutnya dari Johnny..

“Gue kenapa selalu aja mikirin dia” ucap Jaehyun.

Karena tidak ada informasi dari orang yang dia sayangi, Jaehyun meletakkan ponsel genggamnya kembali, tiba-tiba terdengar bunyi suara ketukan pintu.. Mendengar hal itu membuat Jaehyun lekas bangun dari tempat tidurnya, ia lalu segera membuka pintu kamarnya..

“Johnny” ucap Jaehyun.

“Maaf tuan, ini tuan Johnny demam, terus saya lihat dia seperti ingin pingsan tadi di depan. Makanya saya bawa kesini” ucap salah satu penjaga tempat tinggal Jaehyun.

“Iya pak makasih, biar saya saja yang urus dia” balas Jaehyun lalu memapah Johnny masuk ke dalam kamarnya.

Johnny sangat dikenal oleh penjaga keamanan tempat tinggal Jaehyun, Johnny anak yang mudah bergaul, siapapun akan ia sapa. asalkan dia kenal, tak jarang Johnny juga sering membagikan makanan yang ia bawa kepada para penjaga yang sedang bekerja disana..

Johnny ini anak yang sangat baik hatinya, makanya semua penjaga yang bekerja disana mengenal baik pribadi Johnny suh.

Saat Johnny bertedu, para penjaga yang telah mengenalinya mengajaknya untuk masuk ke dalam, tetapi dia menolak dengan alasan ingin numpang berteduh sebentar.

Bukan itu penyebab utamanya, Johnny hanya tak ingin untuk menemui Jaehyun, karena mereka berdua sedang bertengkar.

“Udah tau gampang demam, ngapain lo main hujan si Jo..” ucap Jaehyun dengan kesal.

Badan Johnny sangat dingin, hujan tak kunjung redah dan cuaca yang dingin membuat badan Johnny kedingingan. Tubuh Johnny sangat rentan terhadap dingin, ia tidak bisa bertahan lama jika suasana sedang dingin.

Jaehyun sudah tidak perduli lagi dengan amarahnya, saat ini ia merasa sedih kala melihat wajah Johnny yang luka serta suhu tubuh yang dingin..

“Dingin..” gumam Johnny..

“Iya, bentar. gue ganti dulu baju lo, ini udah basah semua..” ucap Jaehyun.

Jaehyun mengubah suhu ruangan kamarnya, yang semula dingin kini menjadi hangat. Ia menyalakan pemanas ruangan miliknya agar supaya Johnny tak merasakan kedinginan. Baju Johnny telah di ganti Jaehyun, dan luka yang ada pada wajah Johnny sudah dia obati..

Jaehyun mengambil semua selimut miliknya untuk menutupi Johnny, namun sayang, Johnny masih juga merasakan kedinginan.

“DINGIN JAE, DINGIN..” ucap Johnny yang terus berulang.

“Iya gue tau, udah tenang dulu Jo. jangan gerak, supaya dingingnnya gak masuk..” balas Jaehyun.

Jaehyun memeluk Johnny dengan selimut, namun Johnny masih bisa merasakan dingin yang meresap masuk ke dalam tulang-tulangnya..

“Jae dingin..” ucap Johnny yang mulai terbata-bata.

“Ya gue harus apa, ini juga gue lagi usaha Jo..” ucap Jaehyun.

Jaehyun mulai frustasi, dia tak tega melihat Johnny yang terus-terusan menjerit kedinginan, memiliki kondisi tubuh yang tidak kuat merasakan cuaca dingin. Jaehyun mengambil ponsel miliknya dan melakukan pencarian, dia harus segera membantu Johnny.

Johnny terkena hipotermia, kondisi dimana seseorang mengalami penurunan suhu tubuh, yang disebabkan karena berada pada lingkungan yang bersuhu dingin.. Satu hal yang membuat mata Jaehyun terbelalak, saat melihat cara dalam penanganan hipotermia.

Skin to skin, kulit dengan kulit. Hal ini biasa dilakukan oleh ibu saat baru melahirkan, kontak kulit, sebenarnya Jaehyun bisa saja membawa Johnny langsung ke rumah sakit, tapi melihat Johnny yang mulai nampak tak sadar membuatnya menjadi lebih khawatir.

Jaehyun terpaksa membuka bajunya, agar ia bisa membagikan kehangatan yang ada di tubuhnya kepada Johnny.

“Semoga gak salah deh, dari pada dia pingsan..” ucap Jaehyun dengan tegang.

Setelah membuka baju atasan miliknya, Jaehyun mendekat ke arah Johnny, lalu berbaring setelah itu menutupi tubuh mereka berdua dengan selimut.

Jaehyun juga membuka baju milik Johnny, agar kulit Johnny bisa merasakan kehangatan.

“Dingin Jae.” ucap Johnny.

“Tenang ya jo, ini gue lagi nyoba biar lo gak kedinginan lagi..” balas Jaehyun yang memeluk Johnny dengan erat.

Kulit bersentuhan yang tertutupi dibawah selimut sambil berbagi pelukan kehangatan, tampaknya berhasil membuat Johnny untuk berhenti bergumam.

Jaehyun berhasil memberikan pertolongannya kepada Johnny, Johnny semakin erat memeluk Jaehyun..

“Jo, pelan-pelan gue bisa mati..” ucap Jaehyun.

Johnny tak perduli, rasa hangat dari tubuh Jaehyun membuatnya semakin merasa nyaman.

Johnny tak ingin melepaskan Jaehyun, Jaehyun ingin menghentikan pelukan Johnny, akan tetapi mengingat Johnny sedang sakit membuatnya jadi merasa tak tega.

Sesaat Jaehyun terdiam, membiarkan Johnny merengkuh pinggang ramping miliknya. Johnny tertidur dalam pelukan hangat Jaehyun, Jaehyun pun ikut tertidur juga.


Beberapa jam kemudian, Johnny terbangun. betapa kagetnya dia saat melihat tubuh mulus milik Jaehyun yang kini memeluknya..

“Jaehyun...” ucap Johnny.

Mendengar suara Johnny membuat Jaehyun membuka matanya perlahan-lahan.., “Lo udah baikan Jo?” tanya Jaehyun dengan nada pelan.

“Iya, badan gue gak menggigil lagi kok. tapi ini..” ucap Johnny sambil memandangi tubuh mereka yang saling berpelukan.

“Gue ngantuk, lo diem dulu deh. besok aja gue jelasinnya..” balas Jaehyun kemudian tertidur kembali.

Jaehyun lelah mengurusi Johnny yang sakit sedari tadi, dia baru bisa beristirahat jam 01.00 pagi, ketika melihat Johnny yang mulai sedikit tenang saat mereka berpelukan.

Johnny tidak bisa memejamkan matanya, sulit bagi dirinya untuk menutup matanya kembali, kala melihat Jaehyun yang sedang asyik tidur sambil memeluknya.

Baru kali ini Johnny bisa melihat tubuh Jaehyun, selama ini ketika bersama. Jaehyun selalu memakai bajunya, dan tidak pernah memperlihatkan tubuhnya kepada Johnny atau siapapun.

Jaehyun begitu sensitif, dia tak ingin ada orang lain yang melihat tubuh mulus serta body ramping miliknya.

Johnny ingin sekali kembali tertidur, namun bibir ranum merah merona milik Jaehyun tampak mengganggunya. Entah apa yang merasuki Johnny, membuatnya nekat berani untuk memajukan wajahnya mendekati bibir tipis dan kenyal milik Jung Jaehyun...

Perlahan-lahan namun pasti, Johnny mulai menggerakkan kepalanya untuk mendekati Jaehyun, Johnny menempelkan bibirnya pada bibir Jaehyun.

Johnny tak membuat isapan melainkan hanya mencium bibir itu dan diam saja, yah.. Hanya hal itu yang dilakukan Johnny kepada Jaehyun, merasakan sesuatu yang sedang melekat pada bibirnya membuat Jaehyun kembali terusik, matanya kembali terbuka dan betapa kagetnya ketika ia melihat posisi Johnny yang sedang menciumnya.

Jaehyun lalu melepaskan ciuman itu, “Jo lo apa-apaan sih..” ucap Jaehyun dengan nada kesalnya.

“Sorry Jaehyun” balas Johnny.

Merasa sedang dilecehkan sang sahabat, membuat Jaehyun kembali murka. Dia lalu bangun dari tempat tidur, dan langsung memakai kembali bajunya..

“Keluar lo sekarang dari kamar gue..” ucap Jaehyun yang mengusir Johnny.

Johnny bangun dan duduk di tempat tidur.., “Gue minta maaf Jae, gue salah. gue udah ngelakuin hal bodoh lagi buat lo..” balas Johnny.

“Sekarang juga pergi lo dari sini, jangan buat kesabaran gue habis..” sambung Jaehyun.

“Gue minta maaf Jaehyun, gue salah udah nyium lo. Maaf yaa gue emang brengsek, lo pantes marah sama gue, lo pantes benci gue, gue manusia gak tau diri dan kurang ajar. Bukannya terima kasih karma udah ditolongin, malah nyuri kesempatan. Gue minta maaf, gue minta maaf atas perlakuan gue dichat sama lo, gue minta maaf atas tindakan gue yang nyium lo di danau. Gue bingung kenapa juga gue dateng kesini saat lo lagi marah sama gue..” timpal Johnny.

Johnny mengambil bajunya yang setengah kering di lantai lalu memakainya kembali, Johnny berniat untuk pergi dari kosan Jaehyun. Melihat wajah Johnny yang masih pucat membuat Jaehyun kembali tak tega..

“Mau pergi kemana lo..” ucap Jaehyun yang berusaha menghentikan langkah Johnny, sebelum keluar pintu kamarnya.

“Gue mau pulang, gue cukup tau diri Jaehyun..” balas Johnny.

“Bego ya lo, gue emang usir tapi bukan berarti lo beneran pergi.. Lo mau mati di jalan hah..!” ucap Jaehyun.

Johnny bingung, dia bingung atas sikap Jaehyun yang mendadak berubah. Dia kembali terdiam, saat merasakan sikap perubahan yang dilakukan Jaehyun kepadanya.

“Jangan pergi..” ucap Jaehyun dengan suara pelannya.

Johnny bisa mendengar suara Jaehyun, meski ia memelankan suaranya. Johnny bisa mendengar ucapan Jaehyun.


Johnny memutar balikkan badannya dan kembali mendekat ke arah Jaehyun, Johnny memandangi Jaehyun yang sedang menundukkan wajahnya saat ini..

“Jae..” ucap Johnny.

“Jangan pergi..” balas Jaehyun dengan suara pelannya.

Johnny kembali memeluk Jaehyun, tidak disangka Jaehyun membalas pelukan itu.. “Jangan pergi Jo, lo jangan pergi..” ucap Jaehyun.

“Gue minta maaf, gue udah bikin lo kesel dan gue juga udah kurang ajar sama lo..” balas Johnny.

Johnny mendekap tubuh Jaehyun dengan erat, Johnny mengutuk perbuatan bodohnya yang hampir membuatnya kehilangan Jaehyun..

Jaehyun tak rela jika Johnny kembali pergi meninggalkannya lagi, ia merasa seperti kehilangan sebagian hidupnya. Johnny suh berhasil menjadi orang terpenting di hidup Jaehyun, Jaehyun benar-benar menyayangi Johnny.

Johnny lalu melepaskan pelukannya, dan kembali menatap Jaehyun secara lekat. Ia memandangi wajah cantik milik Jaehyun secara dekat..

“Jo..” Jaehyun memanggil Johnny dengan lembut.

“You look so beautiful, why did I just realize this Jae..” ucap Johnny yang sedang mengganggumi wajah cantik milik Jaehyun.

Jaehyun terbius dengan tatapan mematikan dari Johnny, Jaehyun bahkan tak berkedip saat mereka saling memandangi satu sama lain secara dekat. Postur tubuh yang tidak terlalu jauh berbeda, membuat mereka lebih muda melihat satu sama lain..

Johnny tanpa sadar menggerakan tangannya untuk menyentuh wajah Jaehyun, ia mengusap kulit halus milik Jaehyun secara lembut, tangannya begerak perlahan-lahan mengusap lembut wajah putih dan mulus milik Jaehyun.

Jaehyun memejamkan matanya, ia merasakan rasa nyaman saat tangan besar milik Johnny menyentuh wajahnya dengan lembut..

“Jae..” ucap Johnny.

Mendengar Johnny memanggilnya, Jaehyun lantas kembali membuka kedua matanya. Mereka berdua kembali terdiam, dengan posisi tangan Johnny yang masih berada di wajah Jaehyun. Jaehyun memegangi tangan Johnny yang menyentuh wajahnya perlahan ia menggerakan tangan besar itu lalu mengecupnya. ****chupp

Johnny bisa merasakan serta melihat perlakuan spontanitas yang dilakukan Jaehyun kepadanya, mendadak Johnny dibuat tersenyum atas sikap yang dilakukan Jaehyun kepadanya...

Johnny memberanikan diri untuk menyentuh dagu milik Jaehyun, dan memiringkan kepalanya agar bisa mencium Jaehyun. Bak gayung bersambut Jaehyun kembali membuka mulutnya, Jaehyun seperti dirasuki oleh iblis. Ia tak marah saat Johnny kembali menciumnya.

Johnny mencium serta memberikan isapan lumatan pada bibir Jaehyun, Jaehyun sendiri pun membalas perlakuan Johnny kepadanya. Pertukaran saliva kini tak dapat dibendung oleh kedua orang ini. Hal yang ingin mereka berdua lakukan adalah merasakan satu sama lain...

Tanpa perlu aba-aba, Johnny menggerakkan tubuh Jaehyun ke arah tempat tidur. Kamar milik Jaehyun begitu luas dan megah di dalamnya, saat ini mereka sedang berdiri di bar set kecil milik Jaehyun..

Jaehyun sengaja mendesain kamar itu, untuk membuat Johnny merasa nyaman. Entahlah, karena mungkin Jaehyun berpikir Johnny menyukai suasana yang berbeda darinya.

Bunyi isapan bisa terdengar jelas oleh keduanya, Johnny mengarahkan tubuh Jaehyun dan mendorongnya sehingga jatuh di kasur. Johnny tak bisa mengontrol sesuatu yang ada di dalam dirinya, begitupun dengan Jaehyun yang hanya ingin menghabiskan waktu bersama dengan Johnny..

Johnny, Jaehyun, keduanya masih tak melepaskan isapan mereka. Johnny memasukan tangannya ke dalam baju milik Jaehyun..

“Sshhh.., Jo..” suara Jaehyun yang menahan tangan Johnny.

Johnny kemudian menghentikan perlakuannya saat merasakan pergerakan dari Jaehyun, “Maaf..” ucap Johnny.

Johnny ingin bangun dari posisinya, belum sempat bangkit. Jaehyun kembali mengecup bibir Johnny, Johnny menatap wajah Jaehyun mereka kini saling beradu pandang. Johnny berusaha melepaskan tautan bibir mereka, “Jae, are you okay with that?” tanya Johnny.

“Don't leave me alone Jo..” ucap Jaehyun dengan seduktif.

Jaehyun memberikan lampu hijau kepada Johnny untuk melakukan lebih dari pada itu, rasa cinta yang dimiliki Jaehyun membuatnya rela memberikan tubuh mulusnya kepada Johnny.. Johnny lalu melepaskan baju milik Jaehyun agar mempermudah dirinya melancarkan aksi serangan untuk Jaehyun.

Semua baju yang dikenakan Jaehyun berhasil dilucuti oleh Johnny., Johnny mencium tubuh Jaehyun inci perinci, Jaehyun dibuat mabuk saat merasakan perlakuan dari Johnny kepadanya..

“Hmmpp.. Jo..” erangan nikmat keluar dari mulut Jaehyun.

Johnny menghisap serta menyedot nipple Jaehyun yang sudah mengeras sejak tadi, putting milik Jaehyun yang berisi dan menyembul itu, sukses membuat Johnny seperti seorang bayi yang kelaparan.

Tak cukup sampai disitu, Johnny bahkan memberikan tanda pada tubuh Jaehyun.

“Sssshh.. mmmpp. Jo..” suara desahan kembali keluar dari mulut Jaehyun.

Johnny melanjutkan kegiatannya, dia mulai turun pada bagian bawah Jaehyun. Johnny mengendus pangkal paha Jaehyun..

“Hmmmpt.., Ssshhh, aahhh.. Jo.” Jaehyun tak mampu berucap, saat Johnny menerbangkan dirinya menembus dunia kenikmatan.

Johnny memainkan penis Jaehyun yang sudah berdiri, berkat rangsan yang diberikan Johnny kepadanya..

“Look, how is the little dick stiffened..” goda Johnny saat menatap kemaluan Jaehyun yang sudah menegang.

“Hmmppp.., Jo. let's play with me.., ssssshhh..” Jaehyun sudah tak mampu menahan rasanya lagi, ia ingin Johnny segera menghujaninya dengan cinta serta sperma yang Johnny punya.

Johnny lalu kembali bangkit, dan menautkan kembali bibir Jaehyun dengan bibirnya, pertukaran liar saliva menjadi pemicu untuk menambah gairah keintiman mereka pada jam 03.00 pagi.

Johnny memberikan posisi nyaman kepada Jaehyun, agar ia bisa dengan leluasa menyetubuhi Jaehyun. Tangan kirinya ia gunakan sebagai bantalan untuk menyanggah kepala Jaehyun, sedangkan tangan kanannya membuka kedua paha Jaehyun secara lebar dan memainkan penis kemerahan berukuran sedang milik Jaehyun.

Jaehyun dan Johnny saling melahap satu sama lain, dengan berciuman panas itu. Johnny juga mengerjai Jaehyun dengan memberikan kenikmatan dalam permainannya, kocokan penis ia lakukan pada batang kemaluan milik Jaehyun.

Kocokan demi kocokan Johnny suh berikan, membuat Jaehyun semakin menggila. Jaehyun tak bisa meneriaki Johnny untuk berhenti melakukan hal kotor padanya...

“Ssshh.., aaaah.. nggghhh.. Jo.. ssshh..” suara desahan Jaehyun menjadi penyemangat bagi Johnny untuk terus menyetubuhi Jaehyun.

Johnny semakin cepat mengocok penis Jaehyun menggunakan satu tangannya, Jaehyun tak berhenti mengerang. Bokong kenyal miliknya malah ikut terangkat, saat dia merasakan sesuatu akan menyembur keluar dari lubang kencingnya..

“Aaahh.., yesss.. mmmmphh., Jo.. ssshhh.. hmmmppp.. ma-” cairan sperma pertama milik Jaehyun berhasil dikeluarkan dengan bantuan kocokan dari Johnny.

“How do you feel baby? hmmm..“tanya Johnny saat melihat wajah cantik yang kini menatapnya dengan lemas.

“Inside me Jo..” jawab Jaehyun yang meminta Johnny untuk segera memasukinya menggunakan penis besar milik Johnny.


Mendengar hal itu membuat Johnny kembali bangkit dengan gairah, setelah beberapa menit memainkan lubang anus milik Jaehyun, Johnny lalu membuka seluruh pakaiannya.

Tanpa rasa malu, Johnny sudah full naked di hadapan Jaehyun. Wajah Jaehyun seketika memerah kala melihat tubuh atletis Johnny, tubuh yang berotot dan kuat milik Johnny akan menumbuk lubang miliknya malam ini..

Johnny mengangkat sedikit pinggul Jaehyun, dan mencoba memasukan kemaluannya secara perlahan-lahan ke dalam lubang anus milik Jaehyun. Besar dan berurat, hal itulah yang nampak jelas dilihat Jaehyun kala menyaksikan itu semua..

“Ssssshhh.. Jo mmpphhh..” suara desahan Jaehyun saat merasakan penis besar milik Johnny yang berusaha masuk menerobos lubangnya yang sedang berkedut...

“Relax Jae, jangan ditahan. nanti aku bakalan susah buat masukinnya..” ucap Johnny yang mencoba menenangkan Jaehyun.

Jaehyun menghela nafas panjang, dia berusaha untuk bisa tetap tenang. Saat lubang anusnya akan dipaksa untuk memuat benda tumpul namun bisa membawa segudang kenikmatan, dia bahkan tak bisa mencerna kondisi yang terjadi padanya saat ini.

Sosok yang sedang mencumbui dirinya adalah seseorang yang teramat sangat Jaehyun cintai, Jaehyun bahkan rela memberikan tubuhnya pada Johnny.

Entah mantra apa yang berhasil dibisikan oleh iblis melalui gendang telinganya, yang Jaehyun inginkan malam ini ialah.. Johnny suh harus menghujani lubangnya dengan seluruh cairan kental milik Johnny.

Johnny yang melihat kondisi lubang Jaehyun sudah bisa menyesuaikan dengan penis miliknya, membuat Johnny mulai perlahan memaju mundurkan penis besar dan berotot itu, ia sendiri sudah tak tahan ingin menghantam titik kenikmatan milik Jaehyun..,

“Aaaah, Jo.. sssshhh., yeaah.. ssshh, ah ah ah..” Jaehyun menggila dengan permainan lacur dari Johnny, ia bahkan mengeraktkan pegangannya pada lengan kekar Johnny.

“Sssshh, fuck Jae.. sssshhh...” gumam Johnny yang merasakan sensasi gila, karena berhasil merasakan rasa nikmat dari lubang kecil milik Jaehyun.

“Aaaah, fuck me Jo.., aaah.. ah ah..” teriak Jaehyun yang tersentak akibat permainan sodokan dari penis Johnny.

“Baby, your so fucking good.. ssshhh..” ucap Johnny yang masih terus memaju mundurkan penisnya sambil menatap wajah cantik Jaehyun.


Berulang kali Johnny dan Jaehyun menggerang akibat sensasi nikmat dari tiap rasangan yang saling diberikan, Jaehyun bahkan kini sudah duduk diatas tubuh Johnny, sambil melumat bibir Johnny..

“Aaaahh... mphhh, yeah daddy stab me with your dick.. aaaah ah..” Jaehyun berucap sambil menaik turunkan pinggulnya dengan liar.

“Wild.., who taught you.?” Johnny tak percaya dengan sosok liar yang kini ditampilkan oleh Jaehyun.

Semburan cairan putih membanjiri lubang anal Jaehyun, “Aaaah.., ah..” erangan Jaehyun dengan gemetar..

Johnny berhasil membuat mereka berdua berulang kali klimaks. Permainan liar dari Jaehyun dan pengalaman Johnny membuat mereka berdua tak ingin saling berhenti, terkadang Johnny harus menutupi mulut Jaehyun agar tidak lepas kendali saat mengeluarkan suara desahan..

Tempat tidur berantakan, sperma yang mengenai sprei tempat tidur kini sudah mengering. Bercakan darah bisa dilihat oleh mereka berdua dengan jelas pada sprei, Johnny telah merenggut keperjakaan Jaehyun.

Bahkan ia menyisahkan kiss mark pada leher jenjang milik Jaehyun, Johnny sendiri harus menerima bekas tanda cakaran dari Jaehyun, akibat gempuran keras yang diberikan Johnny padanya..

Waktu menujukkan pukul 6 pagi, kondisi langit kini telah berubah. Mereka berdua benar-benar kelelahan, akibat dari permainan mereka sendiri. Johnny dan Jaehyun bahkan tidur dalam keadaan masih telanjang sambil berpekulan...