Jebakan

narasi ini mengandung kekerasan, ucapan kasar dan juga adegan dewasa 18+


Karena mendapatkan pesan dari Aeron untuk beretemu, Aeril pergi sendirian ke lokasi yang di kirimkan Aeron.

Aeril tidak memberitahukan kepada siapapun bahwa malam ini dia Akan bertemu dengan Aeron.

Jika anak-anaknya tau, mungkin mereka akan bersikeras menemani Aeril untuk menemui Aeron.

Aeril menaiki taksi untuk menuju ke tempat pertemuannya bersama Aeron. Taksi yang kini di tumpangi Aeril melaju saat Aeril memberitahukan Alamat tujuannya.

Taksi itu memasuki kawasan Apartment mahal, tempat yang Aeril datangi itu merupakan salah satu Apartment mewah yang Aeron miliki.

Aeril kemudian membayar biaya Taksi dan segera turun, dia langsung masuk ke dalam lobi Apartment dan memencet tombol lift untuk segera naik ke tempat Aeron.

Aeril sudah di beri tahu Aeron, nomor unitnya, dia lalu memencet bel Apartment milik Aeron. Pintu Apartment itu terbuka otomatis, Aeril langsung masuk ke dalam dan pintu itu kembali terkunci.

Aeril kaget melihat suasana gelap, dia mengambil ponsel di sakunya untuk memberikannya cahaya penerangan pada langkahnya.

“Mas., Mas.., Mas Aeron..” ucap Aeril yang berusaha memanggil suaminya itu.

“Mas beneran ini gak lucu, kamu dimana ?” ucap Aeril kembali karena tidak mendengar jawaban dari Aeron.

Aeril masih berjalan mencari keberadaan Aeron, tiba-tiba dia menabrak tubuh seseorang yang berada di sofa.

“Aww..” ucap Aeril.

Aeril terjatuh, badannya menabrak Tubuh besar itu.

“Kamu sudah datang...” ucap Aeron.

“Mas., itu kamu..,” balas Aeril yang kemudian berusaha menyalakan lampu kecil yang berada di samping sofa tersebut.

Lampu kecil itu menyala, kini Aeril bisa melihat wajah Aeron dengan jelas. Aeril kaget saat melihat beberapa botol minuman yang sudah habis di atas Meja.

“Mas Aeron, kamu mabuk ?” tanya Aeril.

“Aku, gak. hik.., hik.., Aku gak mabuk..” jawab Aeron sambil menggelengkan kepalanya.

“Terus ini apa, kalau kamu gak mabuk..” ucap Aeril sambil menunjuk botol minuman yang ada di meja.

“Aku, hanya minum sedikit. Aku gak mabuk...” balas Aeron.

Aeril tidak memperdulikan ucapan Aeron, dia lalu mengambil kantong plastik kemudian membersihkan kekacuan yang saat ini sedang terjadi.

Aeron hanya diam, melihat istrinya yang tengah sibuk membersihkan Apartmentnya yang berantakan itu.

Aeril kemudian membawa botol-botol itu ke tempat sampah, dan setelah itu kembali menemui Aeron.

“Jadi, jelaskan maksud chatmu tadi. kamu ingin menemuiku kan..” ucap Aeril yang kemudian duduk di sofa.

“Aku, menghubungimu. kapan ?” tanya Aeron.

“Ayolah Mas, Aku gak punya banyak waktu buat bercanda..” balas Aeril dengan nada jengkel.

“Sebegitu semangatnya kamu datang kemari untuk berpisah denganku dan juga anak-anak..” ucap Aeron yang kemudian meminum sebotol minuman kecil yang berada di tangannya.

“Aku sedang serius Mas..” balas Aeril.

“Siapa bilang kau sedang bercanda..” ucap Aeron.

“Aku datang kesini, agar bisa berpisah denganmu..” ucap Aeril.

“Sepertinya kamu senang sekali, membuatku pisah dengan anak-anak. Apa kamu sudah menemukan laki-laki lain yang akan mengurus kalian..” balas Aeron.

“Bukan urusanmu..” ucap Aeril.

Aeron geram mendengar penuturan Aeril, dia langsung melempar botol minuman yang ada di tangannya ke tembok.

Aeril sangat terkejut melihat sikap Aeron kepadanya.

“Mas, kamu ini apa-apaan..” ucap Aeril.

“Siapa lelaki itu, Rey muller. oh, ya. dia ya, BAJINGAN SIALAN ITU, harusnya Aku membunuhnya saja. karena dia sudah berhasil membuatmu membantah ucapanku..” balas Aeron dengan nada kesalnya.

“Kamu jangan gila Mas, kenapa kamu menyalahkan orang lain..” ucap Aeril.

“Aku gila, Ah, lihat. sekarang kamu mengataiku gila demi laki-laki sialan itu. Apa yang sudah dia berikan padamu..” balas Aeron.

“Kamu brengsek Aeron..” balas Aeril.

Aeron emosi mendengar pernyataan Aeril, sedari tadi dia masih terus membela Rey di depan Aeron. Aeron mulai berdiri dan menarik tubuh Aeril.

“Kamu bilang Aku BRENGSEK, sini Aku perlihatkan bagaimana cara laki-laki brengsek ini bermain-main dengan tubuhmu yang sudah tidur dengannya..” ucap Aeron.

Aeron kini menarik tubuh Aeril dengan kuat menuju kamarnya, Aeril tidak bisa bergerak. tubuhnya tidak kuat melawan Aeron, apalagi saat ini Aeron tengah mabuk berat.

Aeron melemparkan tubuh Aeril ke kasur, dan langsung menindih tubuh Aeril dengan kuat, agar Aeril tidak bisa bergerak.

“Lepasin, Mas. BANGSAT, BAJINGAN, LEPASIN. keparat kau...” ucap Aeril yang berteriak keras.

“Tenanglah, kenapa kau berisik sekali. sepertinya mulut ini harus di berikan pelajaran..” balas Aeron.

“Mas, sadar. kamu jangan gini, Aku kesini untuk bicara baik-baik...” ucap Aeril yang mencoba mengontrol nada bicaranya.

“Aku, gak peduli. kamu sendiri yang menginginkan perpisahan, siapa bilang Aku ingin berpisah denganmu dan anak-anak..” balas Aeron.

“BRENGSEK KAMU PENIPU AERON, BAJINGAN, LEPASIN AKU, BRENGSEK AKU MAU PULANG...” teriak Aeril yang kemudian meronta-ronta dalam kungkungan Aeron.

“Sudah ku bilang tenanglah, Aku ingin membersihkan tubuhmu dari ulah laki-laki itu bukan...” ucap Aeron.

“Mas, aku mohon lepasin. Aku mau pulang. ku mohon..” ucap Aeril yang mulai mengeluarkan air matanya.

“Aku gak mau. nanti kamu bakalan ketemu lagi sama Rey..” balas Aeron.

“Aku mau pulang, Aku mau ketemu sama anak-anak. Mas Aeron Aku mohon lepasin Aku...” ucap Aeril yang masih memohon agar di lepaskan.

Aeron tidak perduli dengan tangisan yang saat ini keluar dari mulut Aeril, yang dia inginkan malam ini bersama dengan istrinya.

Dia sangat kesal saat mendapat kabar bahwa Aeril dan anak-anaknya menghabiskan waktu bersama dengan Rey.

Aeril pasrah dengan keadaan yang terjadi padanya malam ini, meski dia memohon. Aeron tidak akan melepaskannya.

Aeron kemudian membuka ikat pinggangnya, dan mengikat tangan Aeril agar tidak bisa kabur.

“Sakit, Mas Aku mohon. lepasin, ini sakit Mas.. tolong lepasin..” Aeril memohon agar ikatan itu lepas dari tangannya.

“Tidak, kalau ini di lepas. kamu akan kabur..” balas Aeron.

Aeron kemudian membuka bajunya, dia lalu mencium bibir Aeril. Aeril menghindar, tapi kepalanya di pegang oleh Aeron. jadi dia tidak bisa bergerak.

Aeril hanya menutup matanya dengan kuat, dia benci saat ini melihat Aeron. dia bahkan berusaha menutup bibirnya rapat-rapat.

Aeron yang melihat penolakan dari Aeril, kemudian mengigit bibir itu, agar mulut Aeril bisa terbuka dan lidahnya bisa masuk ke dalam.

Karena merasa sakit, Aeril membuka mulutnya, kini lidah Aeron sudah masuk menjelajahi mulut itu. Aeron bahkan menikmati ciuman paksa yang dia berikan kepada Aeril.

Aeron mengabsen satu-satu gigi Aeril yang ada di dalam mulut, dia bahkan mencium dan menghisap bibir itu dengan kuat. Aeron menikmati sampai dia lupa bahwa Aeril hampir kehabisan nafas.

Aeron yang melihat Aeril yang sulit bernafas itu, kemudian melepaskan ciumannya.

“hah, hah., hah.., BRENGSEK, sialan kau..” ucap Aeril yang berusaha menghirup banyak oksigen.

“lihatlah walau sudah ku cium, mulutmu masih saja kurang ajar..” balas Aeron.

“BAJINGAN, lepaskan Aku., Aku tidak sudi melayanimu KEPARAT..” ucap Aeril sambil memandangi Aeron dengan wajah sinis.

“Kita lihat saja, apa kamu bisa menolak. setelah ini..” balas Aeron.

Aeron lalu berdiri, mengambil sebuah pil perangsang di laci nakas samping tempat tidurnya, dan memasukan pil itu ke dalam mulut Aeril.

Aeril menolak, dia menutup mulutnya, tetapi lagi-lagi dia kalah. karena Aeron menggunakan mulutnya untuk memasukan obat itu kedalam mulut Aeril.

Aeril di paksa untuk menelan obat itu, karena dalam posisi terdesak dan tidak bisa bergerak, Aeril menelan pil perangsang itu.

Tidak membutuhkan waktu yang lama, obat itu bekerja dengan sangat cepat. Aeril merasakan debaran jantung yang kuat, dan panas yang menggerogoti tubuhnya.

“Sialan, Apa yang kamu kasih ini. Aeron, kenapa panas..” teriak Aeril yang mulai frustasi.

“Lihatlah cara obat itu bekerja, kamu akan di buat pusing sendiri..” balas Aeron sambil tersenyum memandangi Aeril.

“Panas, aaaa., kenapa panas sekali di ruangan ini...” ucap Aeril yang menghentakkan kakinya di atas tempat tidur.

“bodoh..” balas Aeron.

Aeron kemudian bangkit dan duduk di kursi yang berada di kamarnya, dia juga melapaskan ikatan tangan yang mengikat kedua tangan Aeril.

Aeril furstasi, dia mulai mengacak-ngacak rambutnya. dan mengipas-ngipas dirinya menggunakan tangan.

“Mas, kamu apain Aku. hiks! hikss..! ini sakit..” ucap Aeril sambil mulai membuka bajunya.

Aeron hanya duduk tersenyum melihat Aeril yang mulai melepaskan baju dan celananya satu persatu...

“Sakit, panas., tolong., hah! hah! hah! bantu Aku Mas.., Mas Aeron tolong sentuh Aku...” ucap Aeril yang mulai meminta Aeron untuk menyentuhnya.

“Apa, kamu meminta apa ?” tanya Aeron.

“Mas, sen., sentuh Aku, tolong sentuh Aku. badanku sakit.., tolong Mas..” jawab Aeril.

Aeron masih tak perduli dengan rasa sakit yang di rasakan Aeril, dia hanya tersenyum melihat tingkah Aeril yang menggerakan badannya di atas tempat tidur.

Aeron mulai mengambil sebotol minuman yang ada di kamarnya, dia menuangkan sebotol wine di gelas. sambil melihat tingkah laku Aeril di depannya.

Karena tak kunjung mendapatkan bantuan dari Aeron, Aeril kemudian menyentuh dirinya sendiri yang sudah telanjang bulat itu.

“sshhh.., mhhh.., aaaahhh..” suara desahan keluar dari mulut Aeril. Aeril mulai menyentuh Penisnya sendiri.

Tangan Aeril yang kanan dia gunakan untuk menyentuh batang kemaluannya, sedangkan yang kiri dia pakai untuk mencubit dan memutar-mutar putting susunya.

“bodoh, kamu seperti jalang..” ledek Aeron sambil meminum segelas winenya.

Aeril kemudian melebarkan kedua pahanya dan menyandarkan tubuhnya pada bagian sandaran tempat tidur, dia tidak bisa mengontrol dirinya untuk tidak menyentuh dirinya sendiri.

“sshhh., aahhhhh., ah! ah., nghhhh..” suara desahan Aeril yang mulai mengocok penisnya sendiri.

“sayang, jangan seperti itu. kasihan kamu bisa melukai penismu sendiri..” ucap Aeron sambil bersmirk melihat tingkah Aeril.

“kalau begitu, bantu Aku.. sshhhh.., ahhh., sen.., sentuhlah. ini. aaahhhhh...” balas Aeril sambil memandangi Aeron.

“tidak, itu hukuman untukmu.. karena mulut itu sangat lancang mengataiku sayang..” ucap Aeron yang masih melihat tingkah liar Aeril.

Aeril menjambak rambutnya dengan frustasi, dia seperti seorang jalang saat ini. yang haus akan sentuhan dan belaian dari seseorang.

Aeril kemudian mempercepat kocokan pada penisnya, karena sesungguhnya dia sudah tidak tahan lagi. lubang analnya sudah berkedut sedari tadi karena ingin di sentuh.

“ah! ah! shhhhh., aahhhhhh. aaaa., mhhhhpmtt.. ah, Mas.” teriak Aeril akibat pelepasan pertama yang dia rasakan.

“lihat, kau bahkan berharap Aku bisa menyentuhmu..” ucap Aeron yang sedari tadi merasakan penisnya menegang akibat mendengar desahan Aeril.

Aeril lemas, tapi dia masih ingin menyentuh dirinya lagi. karena efek rangsan dari obat yang diberikan Aeron padanya.

Aeril berusaha bangkit dari tempat tidur, dia berjalan mendekati Aeron yang sedang duduk. dia lalu duduk di pangkuan Aeron.

“Apa yang kau lakukan..” ucap Aeron

“Aku, ing.. tidak., Aku hanya.., ssshh., Ah! Ah, sentuh Aku. ku mohon..” balas Aeril sambil memohon.

Wajah Aeril merah, seluruh tubuhnya berkeringat. jika di lihat dia sangat seksi dan cantik. Aeril sangat liar berkat obat perangsang yang dia telan.

“Tidak, sudah ku bilang kan Aku tidak akan menyentuhmu..” balas Aeron sambil meminum segelas wine.

“Mas., Aeron., sentuh ini, dia membutuhkan sentuhanmu. Ah..” ucap Aeril sambil menunjuk penisnya yang sudah mulai kembali menegang.

Aeron tak bergeming, dia hanya menatap wajah Aeril yang masih memohon kepadanya itu.

Aeril mulai memajukan wajahnya dan mencium bibir Aeron, dia menyesap dan mengigit bibir tipis itu. dia mencium bahkan memasukan lidahnya ke dalam mulut Aeron.

Aeron hanya melihat aksi liar istrinya, dia baru sadar jika Aeril sangatlah cantik. jika dilihat secara dekat saat ini, mata coklat yang indah, wajah yang mulus, hidung yang kecil dan mancung, bibir tipis. Aeril sangat indah.

“cukup., hentikan..,” ucap Aeron lalu menarik kepalanya agar tidak melanjutkan ciuman panas itu.

Aeron menggeser tubuh Aeril dari atas pangkuannya, lalu dia berdiri. dia berdiri mendekati Jendela kamarnya dan membelakangi Aeril yang sedang duduk di kursi.

“Mas., bantu Aku., sentuh Aku, tolong Mas., Aku ingin di sentuh olehmu, kalau tidak Aku bisa mati..” ucap Aeril yang masih berusaha agar Aeron menyentuhnya.

“Aku sudah bilang, Aku tidak akan menyentuhmu. itu hukuman untukmu, karena telah berani tidur dengan Pria lain..” balas Aeron yang masih memandangi pemandangan malam luar jendela kamarnya.

“Ah., jadi. karena itu., kamu ingin Aku kesini., kamu ingin Aku tersiksa., hahahaha. bodoh sekali Aku, masih mempercayai orang jahat sepertimu..” ucap Aeril yang masih tidak percaya dengan balasan yang diberikan Aeron.

Aeron hanya diam dan tak perduli dengan rengekan Aeril, Aeril yang merasa sia-sia meminta bantuan suaminya itu.

Aeril melihat ke arah gelas di sampingnya, dia kemudian meremas gelas wine itu dengan kuat. Aeril pikir dengan begitu, maka rangsan obat akan berhenti dalam tubuhnya.

Prankkkkk.

bunyi retakan pecah membuat Aeron membalikan tubuhnya. dia kaget melihat tangan Aeril sudah berdarah Akibat memecahkan gelas di tangannya.

“APA YANG KAU LAKUKAN..” teriak Aeron yang kaget melihat tangan Aeril yang sudah berdarah.

“Ini kan yang kamu mau, kamu ingin Aku mati. kamu ingin Aku tersiksa.,” ucap Aeril sambil melihat tangannya yang berdarah itu.

“Bodoh, dasar bodoh kau Aeril..” balas Aeron.

Aeron kemudian maju mendekati Aeril, sungguh dirinya khawatir saat ini melihat kondisi Aeril. dia tidak menyangka bahwa Aeril akan senekat ini melukai dirinya sendiri.

Aeron kemudian menggendong Aeril ke tempat tidur, dia mengambil kotak p3k dan mulai mengobati Aeril.

Saat ini Aeron benar-benar takut jika sesuatu yang buruk terjadi pada Aeril. Aeron sangat ketakutan.

Aeril hanya diam, dia melihat tingkah laku suaminya saat ini yang sedang mengobati dirinya.

Aeron membersihkan luka Aeril, beruntung lukanya tidak terlalu dalam. kini tangan luka itu di balut menggunakan kasa, Aeron masih fokus mengobati Aeril.

“Kenapa kau mengobatiku, bukannya ini yang kamu inginkan Mas. biarkan saja Aku mati, dengan begitu kamu bisa merasa senang..” ucap Aeril

“Bodoh, jika kamu mati. siapa yang akan merawat anak-anak, kamu ini bodoh atau apa. kamu pikir anak-anak akan senang, jika kamu mati..” balas Aeron.

Aeril memalingkan wajahnya, sungguh dia tidak ingin lagi berdebat dengan Aeron. kini bulir air mata miliknya keluar, dia terlalu sakit, rasa sakitnya saat ini keluar.

Aeron melihat getaran tubuh itu, Aeron tau saat ini Aeril sedang menangis. Aeron merasa bersalah pada Aeril, tangannya mulai menyentuh wajah cantik itu agar menghadap ke arahnya.

“Kenapa kamu menangis ?” tanya Aeron.

“Kamu jahat, Ak- Aku., benci padamu. kamu sangat kejam, kamu hiks! bukanlah manusia. Mas kamu kejam..” jawab Aeril.

“Maaf, aku minta maaf, Aku sudah terlalu jahat padamu. maafkan aku.,” ucap Aeron yang kini mulai menyesali tindakan bodohnya barusan.

Aeril diam, dia tidak menjawab. sungguh rasa sakit di hatinya saat ini ingin keluar, Aeril bahkan tidak tau lagi bagaimana mengungkapkan rasa sakit yang dia alami selain dengan sebuah tangisan.

Aeron yang melihat itu, kemudian membaringkan tubuh Aeril. dia menutupi tubuh telanjang itu dengan selimut tebal. Aeril diam dan tidak merespon dia tak bersuara, tapi Air mata terus mengalir di wajahnya.

Aeron yang merasakan rasa nyeri di dadanya itu, kemudian memeluk tubuh Aeril, dan mencium kelopak mata yang tertutup itu.

cup! cup! cup! cup!

“Maaf, Maaf, Maaf, Maaf, dan Maaf..” hanya suara itu yang keluar dari mulut Aeron.

Aeril mencoba membuka matanya pelan-pelan, bisa dilihat kini wajah mereka berdekatan. ada tatapan rasa sakit dan cinta dari keduanya.

“Maaf, Aku sudah banyak melukaimu. Maaf Aku sudah membencimu, maaf karena rasa cemburuku yang bodoh ini, membuatmu merasakan sakit.” ucap Aeron.

“Mas.,” balas Aeril.

“Aku mencintaimu., Aku sayang padamu., jangan pergi. jangan tinggalkan Aku dan juga anak-anak..” ucap Aeron.

Aeron langsung mencium bibir Aeril sebagai bentuk ucapan cinta tulus darinya, walau saat ini dirinya tengah mabuk. tapi percayalah ucapan orang mabuk itu adalah sebuah kejujuran.

Aeron mencium bibir itu dengan sangat dalam, ungkapan perasaannya itu dia luapkan dengan ciuman lembut yang dia berikan pada Aeril.

Aeril diam, matanya tertutup. Aeril seperti merasakan ada ribuan kupu-kupu yang berterbangan di perutnya. Aeril tersentuh dengan ucapan cinta yang di ucapkan Aeron.

Setelah sepuluh menit, Aeron mengehentikan ciumannya dan menatap ke wajah Aeril. Aeril seperti mengingat kembali moment malam pertama mereka.

“boleh Aku menyentuhmu ?” tanya Aeron kembali.

Aeril kaget mendengar ucapan dari suaminya, Aeron yang dari tadi menolak untuk menyentuh dirinya kini meminta dirinya.

“Aeril, boleh Aku menyentuhmu ?” tanya Aeron.

“kenapa, bukannya tadi Mas menolak...” jawab Aeril.

“Aku tidak tega denganmu, obat itu nanti akan bereaksi lagi. jika Aku tidak melakukan itu padamu..” balas Aeron.

“tapi tanganku terluka, Aku. ti-..” ucap Aeril.

Belum sempat menyelesaikan ucapannya, Aeron sudah mencium bibir itu kembali, kini Aeron yang mengambil alih permainan itu.

sebenarnya Aeron tak tega, tapi karena kekuatan obat perangsang yang dahsyat. maka mau tak mau, dia harus menyentuh Aeril. Agar reaksi obat itu hilang dari tubuhnya.

Aeril yang merasa akan kehabisan nafas itu mencoba mendorong tubuh Aeron. Aeron yang sadar, kemudian menghentikan ciuman mereka.

“hah., hah., hah., apa ah. aku akan mati..” ucap Aeril yang berusaha menarik nafasnya.

Aeron tersenyum melihat istrinya itu, dia kini menyentuh wajah itu dengan lembut. dia mulai mencium kening Aeril.

Aeril tentunya menikmati setiap sentuhan yang diberikan suaminya, selain dari efek obat. sebenarnya cinta yang besar untuk suaminya yang membuat dia mau menerima segala perbuatan baik ataupun buruk dari Aeron.

Aeron kemudian melanjutkan kegiatan mereka, kini dia mulai turun menghisap kedua putting Aeril.

“hhhhmmm., ssshhhhhh., Mas.., aahhhh..” suara desahan keluar dari mulut Aeril.

Aeron terus menghisap dan bahkan menyedot putting susu milik Aeril. karena merasakan sensasi nikmat, tangan kanan yang tidak terluka itu kemudian menekan kepala Aeron agar semakin dalam menghisap kedua putting susunya.

Aeron bahkan memberikan sedikit gigitan kecil pada putting susu Aeril.

“sshhhh.., sakit Mas..” ucap Aeril.

Aeron kini mulai mencium dan menjilati leher milik Aeril, dia bahkan menghisap leher putih itu dengan kuat. sehingga meninggalkan bekas tanda keunguan di leher Aeril.

“nghhhhh.., ahh! ssshshhhh..” ucap Aeril.

Aeron kemudian membuang selimut yang menutupi tubuh mereka berdua ke lantai, kini Aeron turun ke bagian sensitive Aeril.

sebelumnya Aeron menggeser tubuh Aeril ke tengah, dan membuka kedua paha Aeril. agar dia bisa mudah menghisap batang kemaluan Aeril.

slrupppp slruppp slurpp

bunyi isapan kini terdengar, Aeron menghisap penis milik Aeril. dia menjilat serta mengulum penis sedang itu seperti perment, dia bahkan mengocok-ngocok penis itu..

“Aaaahhh.. Mas. ja- se- aahhhhh, nghhhh, yah sentuh itu..” ucap Aeril yang mulai meracau tak jelas, akibat sensasi nikmat yang diberikan Aeron.

Aeron kini mempercepat kocokannya, dia membuat Aeril terbang melayang ke nirwana kenikmatan. Aeron membuat Aeril tak berhenti berteriak karena sensasi rasa nikmat yang dia berikan untuk Aeril.

Kocokan itu terus Aeron berikan, sentuhan gila serta permainan yang luar biasa Aeril terima dengan balasan erangan nikmat yang keluar dari mulutnya.

Sungguh permainan Aeron memanglah terbaik, tidak ada yang mampu membuatnya bisa menggila seperti ini, selain suaminya sendiri.

“Masss., Aku mau.., nghhhhh., aahhhh.., shhhhhh.. ah! ah! ah! keluar.., sshhhhh..” ucap Aeril.

Tak membutuhkan waktu yang lama, sperma milik Aeril keluar. Orgasme yang sedari tadi dia inginkan akhirnya bisa dia rasakan.

“Aahhhh., Mas.. nghhhh. ah! ah! ah...” ucap Aeril yang merasakan sensasi nikmat dari Aeron.

“Kamu suka, permainanku ?” tanya Aeron.

“Ah., Ak- sshhh., suka., selalu. suka..” balas Aeril yang berusaha menyadarkan dirinya.

Aeron berlanjut, dia mengambil lube di dalam laci meja tempat tidurnya, dia mulai membaluri pada Penis besar miliknya, dia tidak ingin membuat Aeril merasakan rasa sakit.

Sebelum memasukan Penis besar miliknya, Aeron mengocok terlebih dahulu hole milik Aeril. dia memasukan 3 jari miliknya ke dalam. dia memaju mundurkan tangannya, agar hole milik Aeril bisa terbuka.

“nghhhhh., Mas.,, Ah., Mas,, shhhhhh., mpppphh, nghhhh..” ucap Aeril yang merasakan sensasi sakit namun nikmat yang saat ini dia rasakan.

“Sabar, biar holemu ini longgar. Fuck, kenapa sempit sekali, Apa aku tidak pernah menyentuh ini..” ucap Aeron kesal karena merasakan sensasi terjepit pada jarinya.

“nghhhhh., Mas., shhhhh., cepatlah..” ucap Aeril yang sudah tidak tahan itu.

setelah beberapa menit, kini hole milik Aeril mulai longgar. Aeron mulai memasukan Penis besarnya ke dalam hole milik Aeril.

“Mas.., ah! sakit.., sakit., nghhhhh, tolong itu sakit.,, aahhhhh., shhhhh” ucap Aeril yang merasakan sakit luar biasa saat Penis milik Aeron menghantam lubangnya.

“Maaf, tahan sebentar ya. kalau kamu mau cakar punggung Aku. cakar aja..” balas Aeron.

Aeron tidak langsung menggerakan penisnya, dia mendiami dulu sebentar agar hole milik Aeril bisa menyesuaikan.

Tiga menit, kini Aeron berusaha memaju mundurkan Penisnya. dia memborbardir hole milik Aeril.

“Mas.., ah. shhhhh.. nghhh.., itu. nikmat., terus Mas...” ucap Aeril yang merasakan sensasi nikmat.

Aeron mulai menggenjot tubuh itu, kini tangannya memegang kedua paha milik Aeril. Posisi Aeril saat ini tidur terlentang tetapi pantatnya di angkat oleh Aeron agar bisa dia gerakan Penis miliknya.

“sshhhh, ahhh.,, Aeril. fuck, kenapa kau nikmat sekali. Aku menyesal tidak pernah menidurimu..” ucap Aeron yang kini merasakan sensasi enak pada penis miliknya.

Aeron semakin semangat menggenjot penisnya masuk ke dalam hole milik Aeril. dia terus menyodok Penis besar miliknya itu masuk kedalam.

“nghhhhh., ah! ah! Mas, lagi. tusuk lebih dalam. shhhhh., ahhhhhh..” suara desahan Aeril yang mulai menggila, Akibat merasakan gempuran suaminya.

“Aeril, kamu.. shhhh., sayang. jangan jepit Penisku. sshhhhh, aaahhh fuck, Aeril kau nikmat sekali. Aku tidak berhenti, lubangmu sungguh enak..” ucap Aeron yang masih semangat menggenjot lubang milik Aeril.

Aeron sambil memaju mundurkan penis miliknya, menggunakan tangannya untuk mengocok penis milik Aeril.

Aeril mengacak-acak rambutnya, sesekali dia menggoyangkan bokong miliknya. sungguh naluri nafsunya bekerja secara alamiah. dia mabuk kepayang, sodokan demi sodokan membuat Aeril semakin liar. obat perangsang itu bekerja dengan sangat baik di tubuhnya.

Aeron masih berusaha, menggenjot sambil mencari titik spot nikmat milik Aeril.

sungguh dia benar-benar sangat menikmati perbuatannya. dia tidak menyesal mengajak Aeril untuk bertemu.

“Dapat, sshhhhh., ah, yesss., baby. Aeril ini sangat nikmat, haruskah kita sampai pagi melakukan ini...” ucap Aeron.

“shhhh, lebih cepat Mas., nghhhh., ah! ah! aaahhh., lebih kuat lagi Mas..” balas Aeril.

dua puluh menit, Aeron menumbuk lubang itu dengan penisnya. kini mereka berdua merasakan akan ada sesuatu yang keluar dari penis mereka..

“ngghhh, Mas., Aku.., sssshhhh, aahh, mppphhhh, ssshhhh, aaahhh, gak tahan lagi. mau keluar Mas..” ucap Aeril sambil meremas seprei putih mikik Aeron.

“sshhhh, sebentar. Aku juga, mau. aahhhh keluar..” balas Aeron.

“Mas, shhh, Aku gak tahan lagi, mau keluar “ teriak Aeril.

“ssshhhhh, aaaahhh, yess., fuck, Aeril. aahhhh...” teriak Aeron.

crot crot crott 💦💦💦

Pelepasan mereka telah keluar, mereka bahkan saling menindih satu sama lain. Akibat kenikmatan yang mereka rasakan. Mereka sama-sama menikmati malam panas mereka berdua.

“enak.., kamu sangat enak..” ucap Aeron sambil menatap wajah Aeril.

“hah! hah! hah!..” suara Aeril mengambil nafas.

“Aku masih mau lagi, bisakah sekali lagi.. sungguh ini benar-benar nikmat, hole milikmu membuatku gila..” ucap Aeron.

Aeril tak menjawab, dia masih sibuk memperbaiki nafasnya. dia juga menyukai perbuatan Aeron kepadanya.

“Aeril, apa bisa sekali lagi. aku masih ingin..” tanya Aeron.

Akibat dari rangsangan obat, mereka masih melanjutkan malam panas berdua. dengan berbagai macam gaya, Aeron juga berhati-hati agar tangan Aeril yang terluka tidak sakit.

Beberapa jam mereka habiskan waktu untuk bercinta, sungguh mereka berdua sama-sama menggila. seperti tidak akan ada hari esok, Aeron dan Aeril masih sama-sama bergulat dengan posisi panas mereka.

Waktu menunjukan pukul lima pagi, dimana mereka harus segera berhenti melakukan aktifitas panas.

Aeron tak langsung tidur begitu saja, dia membersihkan tubuh mereka berdua. Aeril sudah kelelahan, dia lebih memilih untuk tidur.

Aeron membersihkan tubuh istrinya dan juga dirinya, serta mengganti sprei yang sudah penuh dengan banyaknya cairan sperma. Dan memakaikan Aeril baju dan dirinya.

“Terima kasih, Aku mencintaimu..” ucap Aeron sambil mencium kening Aeril.

Setelah itu mereka berdua tertidur, Aeron memeluk tubuh istrinya dengan erat. Dia membiarkan dirinya mendekap tubuh Aeril. dia tidak ingin Aeril pergi meninggalkannya bersama dengan anak-anaknya.