Interview
Johnny dan Jaehyun saat ini sedang berada di dalam bus, mereka berdua hari ini akan berjuang agar bisa mendapatkan pekerjaan yang mereka inginkan. Berpenampilan rapi layaknya para pelamar kerja, Johnny dan Jaehyun hari ini mendapatkan panggilan interview setelah melewati ujian pengetahuan. Mereka masih saja terus untuk tetap bersemangat, sering kali mendapatkan penolakan dari beberapa perusahaan. Tak membuat kedua pasang sahabat ini harus berputus asa, Johnny dan Jaehyun tinggal di sebuah kontrakan yang cukup untuk mereka berdua. Datang ke seoul dengan tujuan untuk mencari pekerjaan, setelah selesai menyelasaikan pendidikan di bangku kuliah.
Jaehyun dan Johnny sudah bersahabat semenjak mereka berdua masih kecil, mereka tidak pernah bisa untuk dipisahkan. Johnny dan Jaehyun saling mengikuti satu sama lain, dimana ada Johnny pasti akan ada Jaehyun. Begitupun sebaliknya, kedekatan mereka tentu membuat beberapa orang di sekitar mereka sering bertanya. Apakah mereka berdua sepasang kekasih, tetapi pertanyaan itu selalu ditampik oleh keduanya. Mereka dengan tegas akan menyatakan kepada orang-orang bahwa mereka berdua hanyalah sepasang sahabat. Walau bersahabat, hubungan mereka terlihat bak sepasang kekasih.
Johnny turun dari bus disusul oleh Jaehyun yang mengekorinya dari belakang. Mereka harus berjalan sedikit, agar bisa sampai pada salah satu perusahaan yang menjadi tempat mereka melamar pekerjaan. Gedung mewah kini nampak terlihat jelas di hadapan mereka, bangunan tinggi dan kokoh serta desain mewah membuat Johnny dan Jaehyun nampak berdecak kagum. Mereka berjalan sambil menelan air liur, saat melihat kantor yang mereka datangi. Johnny dan Jaehyun masuk ke dalam gedung, mereka bertanya kepada salah satu recepsionis setelah itu mereka lalu di arahkan ke lantai yang akan menjadi tempat untuk mereka wawancara.
Pintu lift terbuka, Jaehyun dan Johnny berjalan masuk kedalam. Sesuai arahan, Johnny menekan nomor lantai 20. Tempat untuk melakukan wawancara. Tak lama, pintu lift pun terbuka, Johnny dan Jaehyun bisa melihat banyaknya jumlah para pelamar kerja, yang tengah duduk sambil menunggu nomor antrian mereka di panggil. Johnny dan Jaehyun duduk sesuai nomor kursi yang telah disiapkan oleh para pegawai, Jaehyun nomor urut 09 sedangkan Johnny nomor urut 10. Mereka berdua lulus ujian tahap kedua tertulis dengan masuk pada urutan 10 besar, yang artinya mereka berdua termasuk calon peserta ujian yang pintar. Jumlah peserta yang lolos 200, Johnny dan Jaehyun tidak perlu harus menunggu lama untuk nomor mereka agar bisa di panggil.
Jaehyun duduk dengan gelisah, Johnny bisa melihat dari gerakan Jaehyun. Johnny mengerti, bahwa Jaehyun selalu merasa khawatir saat mengerjakan sesuatu. Johnny memegang tangan Jaehyun “Jae, lu gak usah takut. gue yakin, kita berdua bakalan berhasil hari ini.” ucap Johnny yang mencoba menenangkan Jaehyun.
“Tapi Jo, gue takut. gue takut kita berdua gagal lagi, ini udah yang ke 10 kali Jo.” balas Jaehyun sambil menatap Johnny.
“Gue ngerti, tapi Jae. kita harus yakin, lu jangan nyerah. Lu harus nunjukin di depan mereka, kalau lu dan gue bisa. Ini hanya tentang waktu Jae. Lu harus semangat, jangan gugup ataupun takut. Ada gue disini.” sambung Johnny.
“Thanks Jo, udah selalu nguatin gue. Lu juga harus semangat, semoga kita berdua lulus yah. Biar bisa kerja bareng, gue gak pengen sendirian, gue mau bareng-bareng sama lu.” timpal Jaehyun.
“Iya, gue yakin kita berdua bakalan lulus bareng.” ucap Johnny.
Johnny mengerti keresahan yang kini dia dan Jaehyun alami, sudah berulang kali mereka mencoba untuk mengajukan lamaran pekerjaan, namun hasilnya tetap sama. Johnny dan Jaehyun belum juga berhasil, mereka selalu saja gagal, padahal kemampuan mereka berdua luar biasa. Johnny dan Jaehyun sama-sama cerdas, makanya tak heran sejak sekolah mereka berdua selalu menjadi juara di sekolah, sebenarnya Johnny juga merasakan hal yang sama seperti Jaehyun. Akan tetapi, perasaan yang Johnny rasakan ia sembunyikan rapat-rapat. Johnny tidak ingin Jaehyun menjadi pesimis, dia ingin agar Jaehyun selalu merasa baik. Johnny sungguh menanyangi Jaehyun, tak lama setelah itu seseorang keluar dan memanggil mereka berdua.
“Nomor 09, Nomor 10. silahkan masuk.” ucap salah satu pegawai.
Mendengar nomor mereka berdua disebut, Johnny dan Jaehyun lantas berdiri dari kursi mereka. Johnny dan Jaehyun harus bersiap-siap untuk masuk ke dalam ruangan karena mereka akan di wawancarai. Jaehyun berusaha menarik nafas dalam-dalam sambil merapikan penampilannya, Johnny masih sibuk memperhatikan Jaehyun dan mengeratkan sedikit dasi yang terikat pada kerah baju. Mereka berdua berjalan sambil membusungkan dada untuk masuk ke dalam ruangan.
[Beberapa Jam Kemudian]
Johnny dan Jaehyun sudah berdiri di luar gedung Perusahaan, dasi yang awalnya melekat pada kerah baju Johnny, saat ini sudah terlepas. Johnny memegangi dasi tersebut. Wajah Johnny nampak terlihat gusar, sedangkan Jaehyun sudah tertunduk lesuh..
“Perusahaan macam apa ini, sial. Apa manager itu gila! kenapa dia meminta uang untuk bisa masuk kerja, apa gajinya tidak cukup.” Keluh Johnny sambil melihat bangunan gedung dari luar.
“Dari mana kita punya uang sebanyak itu, untuk biaya hidup saja. kita kesusahan Jo.” ucap Jaehyun.
“Makanya gue bilang dia gila. 30 juta supaya kita berdua bisa lolos. Apa gak sinting, dari pada gue kasih 30 juta ke dia. Mending buat buka usaha.” balas Johnny
“Kita pulang aja yuk Jo.” ajak Jaehyun.
Johnny lalu menarik tangan Jaehyun, agar segera meninggalkan Perusahaan. Johnny dan Jaehyun tidak lulus ketika mereka wawancara, awalnya pada saat sesi tanya jawab. Johnny dan Jaehyun menjawa dengan penuh percaya diri, tetapi. Ketika pertanyaan tentang financial membuat mereka berdua kalang kabut, pertanyaan tersebut hanyalah sebuah pancingan dari manager HRD untuk mengetahui sampai dimana kemampuan mereka untuk membayar dia. Supaya Johnny dan Jaehyun bisa bekerja disini.