Insiden
Bel pulang sekolah sudah berbunyi, Jacelyn telah membereskan semua barang-barangnya.
Jacelyn telahberpamitan dengan sahabat-sahabatnya, sebelum dia pergi ke parkiran.
Jacelyn berjalan dengan semangat, untuk menemui kedua orang tuanya.
Johnny Suh dan Jaehyun hari ini bersama-sama pergi ke sekolah untuk menjemput Jacelyn.
Dari kejauhan, Jacelyn bisa melihat mobil mewah milik daddy nya. Dia segera berlari mendekati mobil yang terparkir agak berjauhan, dari parkiran siswa.
Jacelyn berdiri di depan mobil, dia mengetuk kaca mobil. Jaehyun menurunkan kaca mobil, lalu tersenyum pada Jacelyn.
“Adek kenapa lari?” “Kalo adek jatuh gimana sayang?”
Johnny menimpali ucapan Jaehyun, Jacelyn hanya membalas dengan senyuman. Dia senang, dapat melihat kedua orang tuanya yang datang menjemputnya di sekolah.
“Masuk dulu sayang, ayok.”
Pinta Jaehyun dengan lembut pada putrinya, Jacelyn segera membuka pintu mobil belakang dan langsung duduk.
“Adek seat beltnya nak.”
Johnny menegur sambil melihat kaca spion mobil, Johnny harus memastikan bahwa putri mereka dalam kondisi aman.
Jaehyun segera berbalik, dia melihat Jacelyn yang sedang memakai sabuk pengaman.
“udah nak?” “iya ibun.”
Jacelyn berbicara sembari mengangguk, melihat semuanya aman.
Johnny pun segera menyalakan mobilnya kembali, dia dengan santai menginjakkan pedal gas mobilnya.
Di dalam perjalanan, Jaehyun mengeluarkan sesuatu dari dalam tas miliknya.
“ini buat adek.”
Jaehyun menyodorkan sekotak bekal kecil, Jacelyn menerima dengan antusias.
“cookies.” “iya sayang, tadi sebelum kesini ibun buatin untuk kamu.”
Jacelyn mendekat, dia memeluk Jaehyun yang sedang duduk di kursi depan.
“makasih ibun.” “sama-sama sayang.”
Jaehyun suh kerap kali membuat berbagai macam masakan, entah itu kue ering atau apapun.
Menurut Jaehyun jika selama itu merupakan kesukaan keluarga kecilnya, maka akan dia buatkan.
“daddy mau?”
Jacelyn menawarkan cookies lembut pada Johnny yang masih menyetir.
“boleh kalau putri daddy kasih.”
Jacelyn menyuapkan satu potong cookies ke dalam mulut Johnny, melihat tindakan manis dari anak kesayangan mereka.
Johnny segera membuka mulutnya, dia menerima suapan dari tangan mungil putrinya.
“Thank you sayang.”
Ucap Johnny sambil tangan kirinya mengusap lembut kepala Jacelyn yang sedang menyandarkan kepalanya di kursi Jaehyun. Sedangkan tangan kanannya, sibuk memengangi kemudi.
Jaehyun terharu melihat interaksi manis antara ayah dan anak perempuan mereka, Johnny Suh begitu tulus menyayangi dia dan juga ketiga anak-anak mereka.
Selama perjalanan, mereka sibuk mengisi dengan bercengkrama. Sampai akhirnya, mobil mereka tiba di salah satu restoran mewah.
Tempat dimana Johnny Suh akan melakukan pertemuan bersama dengan rekan bisnis barunya.
“disini dad?” “iya, ayo turun sayang.”
Jaehyun segera melepaskan seat beltnya begitupun juga dengan Johnny dan Jacelyn.
Mereka bertiga segera berjalan masuk, mobil diambil alih oleh pegawai restoran yang bertugas memarkirkan mobil tamu.
“Selamat sore Mr. Thom.” “Selamat sore Mr. John.”
Johnny dan Thom saling berjabat tangan, tidak lupa Johnny juga memperkenalkan Jaehyun dan Jacelyn pada Thom. Kolega baru bisnisnya,
“Saya juga ingin memperkenalkan putra saya, sebentar lagi dia akan datang.”
Thom kembali melihat arloji yang ia kenakan, saat sedang duduk bersama dan sambil menunggu.
Tiba-tiba saja seorang anak remaja berjalan masuk melangkah ke dalam restoran.
“Papa.”
Jacelyn seperti merasa tak asing ketika mendengar suara yang ia dengarkan.
Membuat Jacelyn segera berbalik, dan betapa terkejutnya dia melihat sosok lelaki yang berdiri tepat di belakangannya.
“ELO.”
Ucap Jacelyn dengan lantang, saat melihat sosok yang kini melihat padanya.
“Kalian udah saling kenal Anton?”
Johnny melihat pada Jaehyun yang duduk tepat disamping Jacelyn.
Jaehyun mencoba menenangkan Jaeclyn, Anton yang cuek itu segera membungkuk memberi hormat. Dan langsung duduk tepat di samping Thom.
“Adek kenal sama anaknya Mr. Thom?”
Jacelyn menatap sinis, lalu kembali ingin membuka suara. Belum sempat berbicara Anton segera memotong obrolan mereka.
“Saya baru pindah ke sekolah anak anda nyonya, makanya dia bisa berisik seperti tadi.”
Anton menyindir halus Jacelyn, membuat Jacelyn memanyunkan wajahnya dengan kesal.
Jacelyn bahkan melotot pada Anton yang tak perduli dengan aksi Jacelyn.
Johnny juga telah mengobrol dengan Thom, meski sesekali Johnny melirik Jacelyn yang nampak kesal pada Anton.
Jaehyun menyantap makanan, sambil sesekali ikut masuk dalam obrolan Johnny dan Thom.
Anton siswa pindahan dari amerika yang dingin, ketika di kantin Jacelyn tak sengaja menabrak Anton.
Bukannya mereka berdua saling meminta maaf, justru Anton malah mencueki Jacelyn. Membuat Jacelyn murka, dan akhirnya melakukan perdebatan.
Para sahabat yang semula tak tahu sebab sedang sibuk mengantri membeli makanan, tiba-tiba saja mendekat lalu membantu Jacelyn.