Ingin Lagi



Jefri memandangi Johan yang saat ini sedang terdiam dalam lamunannya, sambil ia memegangi remot tv. Johan hanya terdiam, setelah membaca dan mendengar isi pesan si sulung Melvi..

Sebenarnya di hati kecil Johan, ia ingin sekali menghabiskan waktunya bersama dengan keluarga kecilnya, akan tetapi hal tersebut agak sedikit sulit ia wujudkan. Pun hari ini, Johan terpaksa harus izin di kantor untuk menemani Jefri dan Melvi ke rumah sakit..

Rasa bersalah, dan rasa takutnya-lah membuat Johan mengambil langkah tindakan tegas hari ini. Dan benar saja, keputusan yang dilakukan Johan tidak salah. Istri dan anak-anaknya begitu bahagia hari ini, saat menghabiskan waktu bersama setelah selesai mengantarkan Melvi ke dokter..

Bahkan sang istri terus menerus menggandeng lengannya, saat mereka berdua jalan bersama. Seperti tak ingin berpisah. Keceriaan dari mereka semua membuat Johan merasa senang sekaligus sedih..

“Hey, kamu kenapa mas” ungkap Jefri.

Lamunan Johan seketika buyar, akibat mendengar suara dari Jefri. “Kenapa yang, kamu nanya apa tadi” ucap Johan.

Melihat suami yang seperti sedang kebingungan menatapnya, membuat Jefri lalu menyentuh kedua pipi Johan menggunakan kedua tangannya..

“Kamu kenapa, kok ngelamun gitu. Aku dari tadi nanyain kamu, kamu kenapa? kalau ada sesuatu yang ganggu pikiran kamu. Kasih tau aku” balas Jefri.

Johan tersenyum sambil menatap wajah istrinya., “Enggak sayang, mas baik-baik aja kok. Mas cuma lagi inget keseruan tadi sore aja, bareng sama kamu dan anak-anak” ucap Johan.

“Aku pikir ada apa, aku udah panik tau ndak mas” balas Jefri dengan wajah cemberut.

Johan memeluk Jefri, sambil menyandar- kan tubuhnya pada sandaran tempat tidur. Ia mengerti bahwa istrinya ini cepat sekali ketakutan, jika ada hal yang mengganggu isi pikiran Johan, membuat Jefri kembali ikutan terganggu..

“Mas minta maaf yah, karena kesibukan mas. Kita jadi jarang dinner sama-sama diluar, maaf sayang” ucap Johan yang kemudian mencium kening Jefri.

“Aku sama anak-anak ndak masalah kok mas, kita ngerti kalau kamu sibuk” balas Jefri.

Johan kembali mendekap Jefri ke dalam pelukannya, sama hal-nya dengan Jefri yang memeluk suami tercinta. Jefri merasa senang hari ini, sebab Johan memilih menghabiskan waktu bersama dengan dia, dan anak-anak seharian.

Jefri beruntung memiliki suami yang bertanggung jawab seperti Johan, Johan memang tak akan pernah tinggal diam jika keluarga kecilnya mengalami masalah..

Johan-lah orang yang akan sibuk, kesana-kemari demi mengurus semua permasalahan yang terjadi, seperti kejadian percobaan perampokan yang terjadi pada Melvi. Ia memilih meninggalkan pekerjaannya, lalu mencari tahu keberadaan sang anak..

Setelah berhasil menemukan sang anak, Johan dengan gesitnya pergi melaporkan kejadian naas yang menimpa Melvi ke kantor polisi. Johan tak tinggal diam, saat melihat anaknya menjadi korban tindak kejahatan.

Johan ingin supaya para pelaku yang mengganggu putranya dapat merasakan hukuman, atas tindak kejahatan yang mereka lakukan. Johan melakukan itu semua tanpa memberitahukan kepada istrinya, dia benar-benar tahu hal apa yang mesti ia kerjakan, demi melindungi keluarga kecilnya..

Jefri mengangkat tangannya, dia ingin memperlihatkan kepada Johan cincin yang melingkar di jari manisnya..

“Lihat ini deh mas, cincin yang kamu kasih ke aku pas banget. Aku suka banget mas” ucap Jefri dengan sedikit manja.

“Indah sekali sayang, mas tadi agak sempet ragu. Takut ukurannya gak pas sama kamu” balas Johan sambil menggenggam tangan istrinya.

“Kamu tuh selalu tau ukuran aku, semua pemberian kamu selalu pas di aku tau” ucap Jefri.

“Iya juga yah, mas aja heran kok bisa. Padahal mas selama ini gak pernah loh nanya ukuran kamu” balas Johan.

“Mas pakai hati yah kalau belanja, makanya suka pas gitu” ucap Jefri.

“Pakai hati sama cinta, makanya selalu berhasil ngasih kamu sesuatu” balas Johan.

“Makasih udah mau nemenin aku dan anak-anak seharian, makasih juga hadiahnya Mas. Aku beruntung banget punya kamu” sambung Jefri sambil memandangi lekat wajah Johan.

“Iya sama-sama sayang, aku juga mau makasih sama kalian. Karena kamu dan anak-anak selalu sabar nungguin aku, makasih juga kamu udah milih aku buat jadi suami kamu. Makasih juga kamu udah ngasih aku anak-anak yang pintar, lucu, dan menggemaskan sayang” timpal Johan.

Mendengar ucapan tulus dari Johan, membuat Jefri mendaratkan ciuman di bibir plum milik suaminya. Jefri bahkan tak segan-segan memberikan isapan serta lumatan pada bibir Johan..

Tak tinggal diam, Johan lalu kembali membalas ciuman beserta isapan tersebut. Ada rasa senang di hati Johan, saat melihat istrinya yang selalu berusaha memberikan kesenangan untuknya.


Jefri bahkan tak ragu menghirup aroma di bagian leher suaminya., “ssshh, sayang” ucap Johan.

“Mas, malam ini yah, aku kangen” pinta Jefri pada Johan dengan tatapan berbinar.

Jefri ingin bercinta dengan sang suami, mendadak ia ingin merasakan jamahan suaminya kembali, padahal baru seminggu yang lalu Johan menggempur holenya secara habis-habisan..

“Kamu mau?” tanya Johan.

“Mm iya, aku kangen kamu mas. Kapan lagi punya waktu berdua kek gini” jawab Jefri sambil meraba-raba perut berotot milik Johan.

Johan lalu membalikkan tubuh Jefri dengan cepat, saat ini Johan menindih tubuh kecil milik Jefri. Johan kemudian menarik piyama yang digunakan Jefri, celana dan baju semua dilepas oleh Johan..

Jefri bahkan tak malu-malu memberikan tatapan wajah liar kepada Johan, dia bahkan kini membuka kedua pahanya dengan lebar. Jefri seperti sudah bersiap, ingin segera di terjang oleh suaminya..

Johan tak ingin membuang-buang waktunya, ia melepaskan semua baju piyama yang dia kenakan..

Sebelum Johan memasukan penisnya ke dalam lubang milik Jefri, ia menghisap serta bermain-main dengan penis kecil milik Jefri yang kemerah-merahan itu..

“Aaah, mas.. sshhhh” desahan yang keluar dari mulut Jefri.

Jefri tentu menggelinjang saat merasakan klimaks yang berulang kali diberikan Johan kepadanya, tak sampai disitu. Johan memasukan ketiga jarinya ke dalam lubang anus milik Jefri. Sambil memaju mundurkan ketiga jarinya yang besar itu.

“Ah, Mas. mmmmpht. Lagi, lebih cepat ssshhh mas Jo” ucap Jefri.

“Ssshhh, sayang. Kenapa lubang kamu kembali sempit, minggu kemarin mas udah longgarin ini loh” balas Johan yang masih sibuk memaju mundurkan jari-jarinya.

Jefri menggila, permainan Johan sukses membuatnya ingin lagi dan lagi. Jefri seperti tak mampu mengeluarkan kata sudah, untuk mengakhiri permainan mereka malam ini..

Jefri benar-benar merasakan kehausan, dia sangat merindukan tubuh kekar milik Johan.

“Aaaaaah, nghhhh..., ah, aaaaah” erangan Jefri saat ia kembali merasakan orgasme yang kesekian kali.

Merasa cukup, Johan lalu memasukan kembali penis besarnya ke dalam lubang anus Jefri. Walau lubang Jefri sering dimasuki oleh penis besar milik Johan, tak lantas membuatnya tidak merasakan sakit. Penis besar dan berotot milik Johan sukses membuat Jefri meringis kesakitan serta merasakan kenikmatan..

“Aaah, mas. sshh, dalam.. Lebih dalam sayang.., aaaahhh... ngghhh” ucap Jefri sambil menggigit bantal.

“Sayang, ssshhh. lubang kamu enak.. aaah, mas gak mau berhenti.. sssshh” balas Johan yang terus menggenjot hole Jefri.

“Jangan berhenti Mas, aaaah., penismu ah., ah.., aku ssshhhh aaaaaaaaahh suka” ucap Jefri.

Johan terus menerus memberikan tusukan ke dalam hole milik Jefri, tak sampai disitu ia bahkan menjilati serta menghisap kedua putting Jefri yang sudah menonjol dari tadi..

“Oh, ssshhh.. aaaah, gi- sshhhh, aaah, aaahhhh” Jefri mengucap terbata-bata.

Jefri ingin suaminya menggigit kedua puting susunya, bahkan Jefri menekan kepala Johan, agar supaya Johan jangan berhenti menghisap nipple yang menonjol itu..

Merasa sebentar lagi akan keluar, Johan mempercepat tusukannya. Ia memeluk Jefri serta menambah kecepatan sodokannya.

“Aaahh, Mas pengen cum sayang” erang Johan

tak lama setelah itu, disusul Jefri yang mengeluarkan cairan putih kental miliknya 💦💦💦

Johan lalu mencabut penisnya, dan menyemportkan di wajah Jefri. Jefri menikmati semprotan sperma Johan di wajahnya, ia lalu membuka mulut kecilnya dengan lebar. Agar penis besar itu bisa ia kulum.., “ssshhh, enak sayang.., Mas suka isapan kamu” ucap Johan yang menikmati sepongan dari Jefri.

Merasa cukup Johan lalu mencabut penisnya keluar dari mulut sang istri, Johan memberikan ciuman kepada Jefri.

“Makasih sayang hadiahnya” ucap Johan.

“Makasih juga kamu udah mau penuhin lubang aku, pakai penis besarmu” balas Jefri secara seduktif di telinga Johan.

“Kita mandi yuk, sebelum tidur” ajak Johan kepada Jefri.

“Iya” ucap Jefri.

Johan lalu menggendong Jefri ala bridal style, ia membawa Jefri untuk masuk ke dalam kamar mandi. Agar membersihkan tubuh mereka dari sisa-sisa sperma dan juga keringat yang membahasi tubuh mereka..

Jefri benar-benar dibuat bahagia malam ini, keperkasaan Johan sukses membuatnya merasakan nikmat yang bertubi-tubi.

Mereka memilih untuk membersihkan diri sebelumnya, walau Jefri tau Johan akan kembali menggempur lubangnya di dalam kamar mandi..