KEJUJURAN
Jaehyun pergi untuk menemui Johnny di Apartment milik Johnny, dia benar-benar khawatir dengan sahabat sekaligus orang yang dicintai itu. Jaehyun hafal betul dengan salah satu kebiasaan Johnny, jika sahabatnya itu sedang merasa sedih ataupun marah, dia akan menghabiskan waktunya seharian di Apartment dan meminum beberapa minuman kesukaannya sambil meracau seluruh isi hati serta pikiran yang memenuhi dirinya.
Jaehyun menggendarai kendaraannya dengan sedikit terburu-buru, dia menambah sedikit kecepatan mobilnya, agar bisa segera tiba. tak menunggu waktu yang lama, Jaehyun kini telah tiba di apartment. Ia bergegas turun dari mobil tak lupa mengunci mobilnya dan langsung berlari menaiki lift, dia sudah hafal nomor pin apartment milik Johnny. dia memencet angka-angka yang tertera, dan pintu kemudian terbuka, ia langsung masuk ke dalam untuk memastikan keadaan Johnny.
Jaehyun melangkahkan kakinya, membuka pintu kamar Johnny perlahan-lahan. saat pintu kamar terbuka dia melihat beberapa botol wine yang berserakan di lantai, tempat tidur yang berantakan. jendela kamar yang terbuka, Johnny duduk di lantai menyandarkan punggungnya di tempat tidur dengan memegangi segelas wine sambil memandangi jendela kamar yang terbuka itu.
Jaehyun menarik sedikit nafasnya, dia berjalan mendekati jendela kamar dan menutup jendela, Jaehyun menatap sebentar ke arah Johnny tanpa berbicara, ia lalu kemudian mulai merapikan kamar tidur milik Johnny yang sedang berantakan itu. Jaehyun memunguti botol-botol wine, dan merapikan tempat tidur, sehabis itu dia mendekat ke arah Johnny. Jaehyun mengambil segelas wine yang dipegang oleh Johnny.
“berhenti Jo, mau sampai kapan lo minum terus” ucap Jaehyun.
“jangan di ambil Jae, gue pengen minum.” balas Johnny yang berusaha ingin mengambil gelas wine miliknya dari tangan Jaehyun.
“lo udah mabok, cukup Jo. 5 botol emang gak cukup.” protes Jaehyun lalu berdiri.
Johnny terkekeh “lucu ya gue, kek orang tolol. nangisin Alina yang jelas-jelas udah ngelupain gue.” ucap Johnny.
“lo gak tolol, cinta lo itu tulus Jo.” balas Jaehyun yang menatap Johnny.
“Jae gue capek.” tutur Johnny.
Mendengar hal itu, Jaehyun kemudian menaruh gelas wine sebentar dilantai, dan membantu Johnny untuk berdiri agar bisa berbaring di tempat tidur. Setelah itu Jaehyun lalu mengambil gelas wine kembali dan membawa gelas bekas wine ke dapur.
Jaehyun lalu bergegas kembali ke kamar untuk melihat keadaan Johnny, belum sempat membuka pintu kamar, Jaehyun bisa mendengar suara Johnny yang sedang muntah, akibat terlalu banyak minum. Ia lalu membuka pintu dan melihat Johnny sedang muntah di lantai, lantai kamar kotor dan juga tempat tidur yang mengenai muntahan membuat Jaehyun harus kembali membersihkan kamar Johnny.
“Jo” ucap Jaehyun yang mendekati Johnny
Johnny tidak bisa berbicara, yang dia lakukan hanya memuntahkan seluruh isi makanan yang ada di dalam perutnya, Jaehyun jadi tak tega. dia lalu membantu Johnny dengan menepuk pelan-pelan pundak Johnny. Johnny benar-benar lemas, Jaehyun lalu membantu Johnny, dia memapah Johnny menuju ke kamar mandi, dan mengganti baju milik Johnny yang terkena muntahan dengan pakaian yang lain.
Sebelumnya Jaehyun membasahi sedikit badan Johnny terlebih dahulu, agar Johnny bisa merasakan nyaman. Jaehyun dengan tulus mengurus Johnny yang sedang lemah, setelah selesai. Jaehyun memapah Johnny ke ruang tv untuk beristirahat sebentar, karena dia harus membersihkan kamar tidur yang sedang kotor.
Jaehyun kembali mengganti sprei tempat tidur, kemudian berlanjut mengepel lantai yang kotor. melihat kedaan kamar yang nampak sudah bersih, Jaehyun kembali ke ruang tv. Dia berniat untuk memindahkan Johnny kedalam kamar, Jaehyun melihat Johnny yang sedang tertidur lelap, menggunakan bantal sofa kecil sebagai pengalas untuk kepalanya. Jaehyun mulai mendekat, dan berlutut sambil mengusap lembut punggung Johnny.
“Jo, bangun dulu. pindah ke kamar, jangan tidur disini. nanti badan lo sakit.” ucap Jaehyun dengan nada suara lembut.
Perlahan Johnny membuka matanya, dia bisa melihat secara dekat wajah milik Jaehyun. Kulit yang putih, mata yang indah, bulu mata yang lentik, hidung mancung, dan bibir kecil nan menggoda. semua terlihat jelas oleh Johnny.
“Jae, kenapa gue gak cinta aja sama lo. kenapa harus Alina? orang yang gak perduli sama sekali ke gue.” ucap Johnny.
Jaehyun kaget ketika mendengar ucapan Johnny, “maksud lo apaan?” tanya Jaehyun.
“Alina mutusin gue, gara-gara dia gak suka kalau gue bahas tentang lo setiap saat. Gue bohong, gue bukannya gak bisa ldr Jae. tapi Alina gak suka sama lo.” Ucap Johnny yang masih dalam pengaruh minuman.
Jantung Jaehyun berdetak lebih cepat, dia tak menyangka hal yang tidak diketahui olehnya selama ini. Diam-diam Johnny selalu mengingat tentang dirinya, saat Johnny dan Alina sedang berpacaran.
Johnny mendekatkan wajahnya, dia mencium bibir Jaehyun. Jaehyun kaget dan hanya bisa diam, merasa tidak ada perlawanan dari Jaehyun. Johnny semakin memperdalam ciumannya kepada Jaehyun, dia membuka mulut Jaehyun menggunakan lidahnya. Merasa seperti ada sengatan di dalam diri, Jaehyun lalu membalas isapan tersebut.
Jaehyun secara naluriah membalas lumatan isapan yang diberikan Johnny pada bibirnya. Mereka menikmati ciuman panas yang dilakukan oleh mereka berdua, sadar akan kondisinya, Jaehyun lalu mendorong tubuh Johnny agar berhenti melakukan hal tersebut.
Jaehyun bangkit dari posisinya, dan pergi meninggalkan Johnny di ruang tv sendirian. Jaehyun pergi ke kamar Johnny untuk menenangkan pikiriannya. Dia sungguh kaget dengan kondisi yang terjadi diantara dia dan Johnny, ia berputar kesana-kemari sambil memberikan pukulan kecil pada pipinya. Merasa belum puas, Jaehyun pergi ke kamar mandi, untuk mencuci muka. Saat keluar dari kamar mandi. dia melihat Johnny sedang berdiri di depan pintu kamar, Jaehyun tersentak kaget.
“hmmm, Jo gue balik dulu., ini udah jam malam, mending lo lanjut istirahat deh.” ucap Jaehyun sambil berusaha menenangkan dirinya.
Johnny tak membalas ucapan dari Jaehyun, dia berjalan mendekat ke arah Jaehyun. Jaehyun yang merasa panik, memundurkan badannya.
“Jo, gue cabut dulu.” ucap Jaehyun yang ingin pergi.
Belum sempat pergi, tubuh Jaehyun sudah ditarik terlebih dahulu oleh Johnny. Johnny memeluk erat Jaehyun sambil menghirup aroma tubuh Jaehyun, lagi-lagi Jaehyun tidak bisa berkutik. Ada rasa ingin pergi, tetapi rasa lain menahan langkah kakinya.
“Jae, gue sayang sama lo. jangan pergi.” ucapan keluar dari mulut Johnny.
“Johnny” balas Jaehyun.
“gue gak ngerti sama diri gue sendiri Jae, gue bingung. gue gak suka lihat lo sama orang lain. apalagi sama cowok yang lo posting fotonya.” keluh Johnny.
“cowok!” ucap Jaehyun.
“iya, cowok yang lo posting beberapa hari kemarin.” balas Johnny yang masih memeluk Jaehyun.
“itu sepupu gue, bukan cowok gue Jo.” sambung Jaehyun.
Johnny lalu melepaskan pelukannya, dan menatap kembali wajah Jaehyun. sedangkan Jaehyun masih bingung melihat tingkah Johnny.