He Forgot Me ; (8)
Johnny telah tiba di salah satu rumah sakit, dia berlarian ke arah unit gawat darurat. Johnny juga sama paniknya dengan Jaehyun, sebab acara makan malam yang seharusnya diikuti Jaehyun tidak dilakukan olehnya.
Jaehyun sendiri sedang berdiri ketakutan di depan ruang gawat darurat, ia terus mengintip pada celah kaca kecil yang melekat di pintu. Takut dan cemas namun penasaran, dia begitu khawatir dengan kondisi kekasihnya.
Johnny berhasil menemukan Jaehyun, ia berjalan mendekati Jaehyun yang sedang sibuk melihat ruangan yang tak bisa terlihat itu,
“Jaehyun”
Panggil Johnny sambil menyentuh pundak Jaehyun, Jaehyun yang semula terkejut dengan spontan memeluk Johnny yang sudah tiba di rumah sakit.
“JOHNNY”
Lirih Jaehyun yang menahan isak tangis, Johnny berusaha mencoba menenangkan Jaehyun. Tubuh Jaehyun bergetar hebat, ia takut setakut-takutnya. Johnny pun juga membalas pelukan dari Jaehyun, sesaat perlakuan dari Johnny dapat membuat Jaehyun sedikit dapat menjadi tenang.
Johnny mengelus punggung Jaehyun dengan lembut, ia bahkan tak sungkan memberikan usapan pada bagian belakang kepala Jaehyun.
“Jo, gue takut”
Ungkapan Jaehyun pertama kali kepada Johnny.
“Kamu tenang ya, dia pasti baik-baik aja di dalam..”
“Kalau dia pergi gimana Jo?”
Jaehyun masih bertanya, sebab ia tidak mampu mendengarkan jawaban buruk dari dokter.
“Aku yakin dia bakalan baik-baik aja”
Johnny masih berusaha meyakinkan Jaehyun, meski ia tak tahu apa yang sebenarnya sedang terjadi dengan mereka berdua.
Johnny mengajak Jaehyun agar duduk sebentar di bangku kosong, sebab karena kehabisan tenaga Jaehyun berjalan sambil memeluk Johnny.
Johnny dapat melihat baju yang penuh dengan darah, penampilan Jaehyun acak-acakan. Johnny berdiri meninggalkan Jaehyun sebentar, ia meminta bantuan pertolongan dari salah satu suster yang bertugas untuk mengobati Jaehyun. Ada luka lecet di sekitar pergelangan tangan Jaehyun, ketika di obati oleh suster tangan Jaehyun menggenggam erat tangan Johnny yang duduk bersebelahan dengannya.
Ketika membantu Mingyu ke rumah sakit, Jaehyun terjatuh saat sedang memapah Mingyu yang memiliki ukuran tubuh yang jauh lebih besar darinya. Dia kesulitan untuk berpikir jernih, yang ia tahu adalah ingin menyelamatkan Mingyu.
Kala Jaehyun mengalami insiden buruk tersebut, seorang petugas yang tengah bertugas melihat kejadian naas tersebut. Dengan cepat ia membantu Jaehyun, Jaehyun juga tak sadar jika ia mengalami luka pada sekitar pergelangan tangan.
Suster telah selesai mengobati Jaehyun, Johnny yang memakai jas lalu membuka dan memakaikannya pada Jaehyun.
Baju yang Jaehyun gunakan begitu tipis, Johnny takut jika Jaehyun jadi jatuh sakit kembali. Selain itu, Johnny sedang berusaha agar Jaehyun tidak kembali fokus, ketika ia melihat bercak darah yang masih menempel di baju putihnya.
“Udah enakan Jae?”
Johnny bertanya kepada Jaehyun, Jaehyun menjawab dengan anggukan.
“Cerita sama aku, kenapa bisa jadi seperti ini. Apa yang sedang terjadi?”
Ujar Johnny yang ingin mengetahui kronologis kejadian sebenarnya.
“Mingyu sakau, gue ke tempatnya mau lihat kondisi dia. Tapi, waktu gue tiba, dia udah lukain dirinya sendiri. Terus dia juga kejang-kejang, gue takut Jo” ucap Jaehyun.
“Sakau!” Johnny bingung mendengar cerita dari Jaehyun.
“Jo, pacar gue pemakai. Dia pecandu Jo, makanya sulit bagi dia buat kontrol dirinya sendiri, gue dulu juga hampir jadi pecandu kalo papa nggak nemuin gue waktu itu. Gue bodoh, kenapa dulu penasaran sama barang itu, Mingyu sekalipun nggak pernah ajarin gue. Cuma gue doang yang pengen coba..”
Jaehyun tanpa sadar mulai bercerita kepada Johnny.
“Pemakai!” Johnny berseru.
“Iya, alasan papa selalu ngelarang gue buat pacaran sama dia karna papa mikirinya dia bawa pengaruh buruk ke gue. Padahal nggak sama sekali, ini emang gue aja yang bandel. Gue suka coba-coba Jo, apa aja kalau bikin gue penasaran gue bakalan lakuin..”
Penjelasan Jaehyun kepada Johnny.
“Jae aku ngerti, mungkin karena rasa penasaran kamu yang tinggi. Tapi, kamu juga harus bisa mikir baik buruknya atas hal yang kamu lakuin, jangan karena rasa penasaran kamu, papa kamu jadi mikir yang bukan-bukan sama hubungan kalian..”
Johnny mencoba untuk mengarahkan Jaehyun.
“Gue nyesel jo, coba aja gue dulu nggak ngelakuin semuanya. Mungkin hubungan kita saat ini udah di restuin sama papa dan mama..”
Jaehyun berucap dengan sedih, sesaat ia kembali menundukkan wajahnya. Entah apa yang dipikirkan olehnya, membuat Johnny kembali menjadi tak tega.
“Aku minta maaf, aku nggak bermaksud menggurui kamu apalagi nambah beban pikiran kamu jaehyun. Aku cuma ingin, apapun yang kamu lakuin nanti kamu harus selalu pikir baik buruknya. Dengan begitu orang yang ada di sekitar kamu jadi nggak salah paham..”
Johnny mencoba menjelaskan kembali secara pelan, ia tidak ingin ucapannya membuat Jaehyun kembali menjadi terluka.
“Jo, gue boleh minta satu hal sama lo” ucap Jaehyun.
“Apa itu?”
Johnny bertanya kepada Jaehyun.
“Lo jangan ngasih tau siapapun tentang masalah ini ya. Gue nggak pengen ada yang anggap pacar gue bawa pengaruh buruk buat gue..”
Jaehyun melakukan sebuah permintaan kepada Johnny, Johnny membalas dengan memberi anggukan.
Jaehyun kembali memeluk Johnny, sebab ia tak tahu harus berbagi rasa sedih dan ketakutannya untuk siapa.
Malam ini Johnny menemani Jaehyun di rumah sakit, mereka berdua masih menunggu tindakan yang sedang diberikan dokter kepada Mingyu.