He Forgot Me ; (5)
Johnny sedang berada di dalam kamar tidur Jaehyun, Johnny datang ke rumah Jaehyun. Selain perintah dari sang ibu, dia juga sebenarnya merasakan rasa khawatir ketika mengetahui Jaehyun sedang jatuh sakit.
Nyonya Jung baru saja keluar dari kamar Jaehyun, ia membawakan obat penurun panas agar Jaehyun meminumnya.
Namun sayang Jaehyun tidak ingin meminumnya. Jaehyun juga terus mengeluh, membuat Nyonya Jung menjadi sungkan dengan sikap yang dilakukan Jaehyun di hadapan Johnny.
Melihat reaksi Jaehyun berlebihan terhadap obat, membuat Johnny terpaksa turun tangan. Ia mencoba meminta Jaehyun secara baik-baik agar mau untuk meminum obat, bukannya jawaban yang di dapatkan malah Jaehyun melempari Johnny dengan bantal guling yang berada di tempat tidurnya.
Johnny tak marah, hanya saja Johnny menjadi diam. Karena takut, Jaehyun memilih berbicara lewat chat pribadi mereka.
Pesan terakhir dari Jaehyun, yang menyatakan bahwa sang kekasih akan segera ke rumah untuk menjenguknya membuat Johnny berdiri dari tempat duduknya.
“Mau kemana lo?”
Tanya Jaehyun yang melihat Johnny sudah bersiap-siap.
“Saya ingin kembali ke kantor, kekasihmu juga sebentar lagi akan kesini. Jadi tugas saya sudah selesai”
Johnny lalu melangkah berjalan ke arah pintu, belum sempat tangan Johnny memegang gagang pintu kamar, suara teriakan dari Jaehyun membuatnya beralih.
“MAMA..”
Jaehyun berteriak dengan lantang, sambil merengek mencabik-cabik baju tidurnya dengan kesal.
“Kamu kenapa Jaehyun?”
Tanya Johnny dengan tenang.
“Elo ngeselin banget jadi orang, gue benci banget sama lo. Lo ngeselin banget tau nggak”
Kesal Jaehyun yang menahan kekesalannya di hadapan Johnny.
“Saya kenapa, saya tidak apa-apain kamu”
Kelak Johnny yang merasa kebingungan.
“Semua gara-gara lo, gara-gara lo gue jadi demam. Gara-gara lo gue jadi sakit, lo yang udah nyebapin gue kek gini. Terus dengan seenaknya lo pengen pergi, mana tanggung jawab lo”
Jaehyun berbicara tanpa henti.
“Kamu meminta saya untuk pergi, jadi saya harus pergi. Kekasihmu juga sebentar lagi akan datang untuk melihatmu, saya tidak ingin ada terjadi kesalah pahaman disini”
Johnny mencoba memberi penjelasan kepada Jaehyun.
“Ih lo goblok banget jadi orang, pantesan aja lo di jodohin”
Kesal Jaehyun yang semakin tak terkendali.
“Saya harus apa Jaehyun, saya sendiri juga bingung. Saya mencoba melakukan sebisa saya”
Keluh Johnny yang merasa heran.
“Diem disini, tinggal disini beberapa menit dulu. Rawat gue, baru gue maafin lo”
Pinta Jaehyun kepada Johnny.
“Gimana saya bisa rawat kamu, kamu sendiri tidak ingin meminum obat pemberian dari Mama kamu Jaehyun.”
“Ya lo paksa gue kek, suapin atau apa kek gitu. Masa cuma nyuruh doang”
Jaehyun berucap dengan spontan, sebelum ia sadar dan menutup mulutnya dengan cepat menggunakan kedua tangannya.
Sesaat hati Johnny merasa berbunga, ketika mendengar penuturan Jaehyun yang meminta Johnny untuk tetap berada disana menemani dirinya yang sedang sakit.
Johnny lalu mendekat, mengambil bantal guling yang terjatuh. Ia juga meletakkan bantal tersebut di samping Jaehyun, tak lupa dia memperbaiki posisi Jaehyun dengan menyandarkan Jaehyun pada board tempat tidur.
Selimut yang semula berantakan ia rapikan, obat yang berada di meja samping tempat tidurnya Jaehyun ia ambil lalu buka. Dengan perlakuan secara lembut Johnny menyuapi Jaehyun agar meminum obat sirup penurunan panas rasa starwberry itu.
Jaehyun terdiam, saat menerima perlakuan dari Johnny dengan tenang kali ini, sebab dia sendiri yang meminta Johnny untuk merawatnya.
Johnny mengambil tempelan penurun demam, ia menyibak sedikit poni panjang yang menutupi wajah Jaehyun.
Johnny lalu membuka perekat yang ada pada tempelan pereda demam tersebut, kemudian ia tempelkan di jidat Jaehyun.
“Sudah, sekarang kamu tidur. Saya harus kembali”
Ucap Johnny yang sibuk merapikan selimut agar menutupi tubuh Jaehyun.
“Ih, tunggu dulu. Tunggu gue tidur bentar, baru lo boleh pergi. Kalo belum tidur awas aja lo sampai pergi”
Ancam Jaehyun sambil memanyunkan bibirnya.
Johnny pasrah, ia memilih untuk tinggal sebentar. Dari pada harus melihat Jaehyun kembali berulah, Jaehyun telah memejamkan matanya.
Bahkan tangannya tanpa sadar, memegang baju kemeja kantor Johnny dengan erat. Seperti tak ingin membiarkan Johnny pergi.