He Forgot Me; (32)



Johnny yang baru menyadari sesuatu pun segera mengambil jas miliknya, bergegas ingin meninggalkan ruangan.

Saat membuka pintu ruangan, salah satu anak buah kepercayaannya berdiri menghalau dia di depan pintu.

“Mau kemana tuan?” tanyanya

“Minggir aku ada urusan” jawab Johnny.

Johnny mengabaikan kedatangan orang kepercayaan nya itu, lalu berlari menuju ke parkiran. Ia segera menyalakan mobilnya, kemudian menginjak pedal gas mobilnya.


Jaehyun berusaha menahan rasa kesal di hatinya, berjalan kaki selama 25 menit dan tak tahu harus kemana. Membuatnya jadi sedikit bingung,

Datang ke tempat proyek berdua dengan Johnny suh. Lalu menggunakan mobil Johnny cukup membuatnya merasa kesulitan.

Pertengkaran yang terjadi di antara mereka berdua, membuat Jaehyun sangat gengsi untuk kembali lalu meminta bantuan pada Johnny supaya mengantarnya pulang ke rumah.

Jaehyun lebih memilih berjalan sendirian, untuk mencari transportasi umum agar bisa ia gunakan.

Namun karena lokasi yang cukup masuk ke dalam jalan kecil jauh dari jalan utama, membuatnya sulit mendapatkan taksi ataupun halte bus

Karena terlalu lelah, dia memilih duduk di pinggir jalan. Sambil melihat ponselnya yang telah rusak, akibat di lempar oleh Johnny.


Johnny suh masih mencari dimana keberadaan Jaehyun, sebab Johnny harus bertanggung jawab atas perbuatannya. Karena belum terlalu jauh, membuat Johnny suh dapat menemukan Jaehyun dengan cepat.

Johnny mengendalikan mobilnya agar dapat mendekat pada Jaehyun, Jaehyun melihat dari jarak jauh dengan segera berdiri.

Jaehyun mengelap celananya yang berdebu itu, menggunakan telapak tangannya.

Jaehyun melambaikan tangan, saat dia melihat siapa sosok yang berada di dalam mobil. Wajah yang semula ceria, kembali menjadi kesal.

Johnny menurunkan kaca jendela mobilnya, kemudian mengeluarkan kepalanya.

“Mau apa lagi lo?” ketus Jaehyun.

“Masuk, saya antar kamu pulang ke rumah” jawab Johnny yang masih memegang setir mobil.

“Gue nggak butuh bantuan orang ngeselin kayak elo, pergi sana jangan ganggu gue” usir Jaehyun pada Johnny.

Jaehyun memilih berjalan, ia tak perduli dengan kehadiran Johnny. Jaehyun kembali melanjutkan perjalanannya.


Johnny mengikuti Jaehyun dengan pelan dari belakang, melihat Johnny yang tak kunjung pergi membuat Jaehyun membalikan badannya.

“PERGI SANA, JANGAN NGIKUTIN GUE” kesal Jaehyun.

“Masuk, mama kamu cariin kamu” ucap Johnny.

“Pergi atau nggak, gue lempar kaca mobil lo” ancam Jaehyun.

Mobil pun berhenti bergerak, Jaehyun kembali berjalan. Dia masih marah, ketika ia kembali mengingat perbuatan dari Johnny suh kepadanya,

Jaehyun pun letih, lalu berhenti sebentar. Saat ingin kembali melangkah, Johnny menarik tangannya.

“Lepasin, gue benci sama lo” ungkap Jaehyun.

Tanpa balasan apapun, Johnny kemudian memeluk Jaehyun.

“Aku minta maaf atas perbuatanku tadi padamu Jaehyun” ucap Johnny.

“Lepas, gue benci orang jahat” Jaehyun mendorong Johnny.

Amarah yang sejak tadi tertahan kemudian meledak menjadi suara tangisan.

“Gue benci sama lo- hiks, pergi.. lo jahat, lo manusia terjahat jo. hiks-, gu-gu- benci sama lo”


Derai air mata membasahi pipi Jaehyun, ia merasa sakit. Sesaat ia seperti tercampakan, lalu tak lama ia seperti dibutuhkan oleh sosok yang tengah berdiri di hadapannya kini.

“Jae, maaf. Aku minta maaf, aku salah. Seharusnya aku nggak gituin kamu”

Jaehyun masih bersedih, ia hanya bisa menutupi wajahnya dengan tangan. Dia benar-benar kesal dengan sikap yang dilakukan Johnny kepadanya.

Johnny suh pun membiarkan Jaehyun melepaskan perasaannya, dia berdiam.

Tanpa berbicara sesaat, setelah melihat Jaehyun kembali diam dan tidak bersedih lagi Johnny mendekat.

“Jangan mengabaikanku, aku nggak suka” Johnny bergumam kecil.

“Lo bilang apa barusan?” tanya Jaehyun yang mendengar dengan samar-samar.

“Aku minta maaf, aku salah. Ambil hpku, bantinglah biar kamu puas” Johnny menawarkan ponsel pintarnya untuk di banting Jaehyun.

“Nggak, gue nggak mau” tolak Jaehyun.

Johnny mencoba memegangi tangan Jaehyun, Jaehyun yang semula ingin melepaskan genggaman dari Johnny. Tertahan olehnya, sebab Johnny menggenggam dengan cukup erat.

“Aku minta maaf atas sikap kasarku barusan, aku mohon kita pulang. Mama kamu cariin kamu” ucap Johnny.

Jaehyun masih diam, dia belum mengiyakan tawaran dari Johnny.

“Ayo pulang, ini sudah hampir malam Jaehyun” ungkap Johnny kembali.

Jaehyun mengalah, ia terpaksa kembali menerima tawaran dari Johnny. Meski masih merasa sakit hati, walau sedikit.


Johnny membuka pintu mobil, membiarkan Jaehyun masuk ke dalam mobil, sebelum pintu di tutup.

Johnny memasangkan seat bealt untuk Jaehyun terlebih dahulu, ia kembali menatap mata Jaehyun. Tanpa sadar, Johnny mendaratkan sebuah kecupan di kening Jaehyun.

Jaehyun terdiam, ia tak mampu mengeluarkan satu patah katapun.

“Maaf” ucap Johnny.

Johnny lalu segera menutup pintu mobil, ia pun bergegas masuk dan kembali pulang bersama dengan Jaehyun.