He Forgot Me ; (30)
Jaehyun yang mendapatkan perintah dari Krys lebih memilih untuk mengalah, kesal namun tidak bisa membantah.
Itulah saat ini yang tengah dirasakan Jaehyun, di hari weekend yang seharusnya dan biasanya dia dan keluarga gunakan untuk menghabiskan waktu bersama. Harus tertunda sebentar, dikarenakan Jaehyun harus menyelesaikan pekerjaannya.
Jaehyun merenggangkan badannya sedikit, otot tegangnya membuatnya lelah. Jaehyun melihat sebentar kondisi kamarnya yang begitu berantakan ;
“huftt” lenguhnya..
Jaehyun berdiri dari tempat duduknya, lalu segera menuju ke bawah. Tidak melihat siapapun di ruang keluarga, membuat Jaehyun menjadi bingung.
“loh dimana mereka!” ucap Jaehyun yang sedang berada di ruang keluarga yang kosong.
Maid yang sedang bertugas pun menjadi tempat Jaehyun untuk bertanya.
“Papa, mama sama kakak dimana?”
“Tuan dan Nyonya beserta nona muda di halaman belakang tuan muda”
Mendengar jawaban dari Maid Jaehyun lalu segera menuju ke taman belakang rumahnya.
Jaehyun berjalan dengan rasa malasnya, dia benar-benar kelelahan. Namun ancaman dari sang kakak, tentu membuat nya memilih untuk bertemu keluarganya.
“Pa, Ma, Kakak” teriak Jaehyun yang masih berjalan ke luar dari rumah.
Keluarga Jung tengah bersantai di taman rumah mereka, dengan meminum teh sambil menikmati pemandangan yang ada.
“Johnny” ucap Jaehyun kembali.
Johnny melihat ke arah Jaehyun.
“long time no see” jawab Johnny kepada Jaehyun.
“Sayang, nak. Kamu belum mandi juga” ucap Nyonya Jung dengan spontan.
Jaehyun kembali melihat dirinya, rambut yang berantakan. Piyama yang masih belum di ganti sejak pagi, menjadi pemandangan tersendiri untuk mereka semua.
“Dek, lo kok jorok banget jadi cowok. Dari pagi belum mandi, sekarang udah sore masih belum mandi juga!” ucap Krys yang pusing melihat penampilan adiknya yang masih berantakan.
“Cerewet banget lo kak” ketus Jaehyun.
“Jeje” tegur Tuan Jung.
“Kakak duluan loh pa, pake ngatain aku segala. Aku mandi juga karena punya alasan” dengus Jaehyun di depan mereka semua.
“Sesibuk apapun kamu, kamu jangan sampai lupa mandi nak” balas Tuan Jung.
Johnny masih melihat Jaehyun dengan sikap protesnya di hadapan keluarga.
Piyama berwarna pink, dengan headband membuat Jaehyun terkesan begitu lucu jika dilihat oleh siapapun.
“Udah jangan berantem lagi, sini sayang duduk dulu” panggil Nyonya Jung.
Jaehyun mendekat sambil memasang wajah yang cemberut.
“Jangan manyun gitu jae, ada Johnny tuh” ledek Krys.
“Sekali lagi makasih nak Johnny, hadiah nya bagus sekali” ucap Nyonya Jung.
“Sama-sama Nyonya Jung” balas Johnny.
Johnny baru saja pulang dari swiss, ia membawakan sebuah jam tangan yang dia pesan dengan khusus saat berada disana.
“lo kok nggak bilang kalau udah balik”
“Memangnya kenapa?”
“iya juga ya kenapa” (Jaehyun menjawab di dalam hati)
“Suka-suka dialah, loh aneh deh adek” ucap Krys setelah itu meminum tehnya.
“Saya kesini ingin mengajakmu pergi sebentar”
“Kemana, gue nggak bisa kalau mau jalan-jalan. Kerjaan gue banyak, gue sibuk” jawab Jaehyun.
“Saya tidak ingin mengajakmu jalan-jalan. Saya ingin kamu menemani saya ke tempat lokasi projek kita” balas Johnny.
Krys tertawa melihat perubahan wajah pada Jaehyun, Jaehyun benar-benar malu dengan ucapannya. Ia terlalu percaya diri, dia berpikir bahwa Johnny datang untuk mengajaknya keluar di hari weekend.
“Kak, udah cukup” tegur Tuan Jung.
Jaehyun yang kesal melihat sikap Krys pun beranjak pergi meninggalkan mereka semua.