He Forgot Me ; (29)



Jaehyun menghela nafas dalam, ini merupakan hari pertama ia bekerja. Dan tantangan baru telah ia dapati di hari pertama.

Pagi-pagi sekali ia keluar dari rumah mewahnya, untuk menuju ke lokasi dimana tempat hotel mewah akan di bangun oleh mereka.

Jarak tempuh sejam membuatnya terpaksa memilih lebih awal pergi, membuat orang tua dan kakak yang tengah tertidur di pagi hari tidak tahu akan kepergiannya.

Seseorang mengetuk pintu ruang kerja Jaehyun.

“Masuk”

Ucap Jaehyun yang memerintah kan seseorang itu untuk segera masuk.

“Maaf saya mengganggu waktu istirahat anda Tuan”

“Ada apa Manager Byun”

“Kita memiliki sedikit masalah”

“Masalah” ucap Jaehyun sambil spontan berdiri dari kursinya.

“Iya Tuan Jaehyun, beberapa alat yang dikirimkan ternyata memiliki kerusakan. Dan kerusakan tersebut mengganggu para pekerja untuk bekerja”

“Sial” gerutu Jaehyun.

Jaehyun kembali membuka filenya yang ada di ipad, dia lalu melihat tim bagian penanganan alat.

Dengan sangat serius dia membaca beberapa urutan pihak-pihak yang terkait dalam projek besar mereka.

Setelah melihat daftar urutan yang tertera, Jaehyun lalu menekan angka-angka yang tertera di layar ponsel pribadinya.

“Sial, malah nggak di jawab” Jaehyun kembali kesal, sebab beberapa panggilan darinya tidak di jawab oleh pihak tersebut.

“Manager Byun kemari, berikan ponselmu padaku”

Jaehyun memerintah dengan cepat, membuat Byun sang kepala yang membantu Jaehyun untuk mengawasi bagian lapangan segera mengeluarkan ponselnya.

“Halo, ini aku Jung Jaehyun bagian PM”

Jaehyun sedang sibuk menjelaskan kondisi mereka yang sedang terjadi saat ini, membuatnya sibuk memutar mengelilingi ruangan kerjanya.

“Sial” teriaknya dengan kesal.

Dasi yang semula melekat di bagian kerah lehernya pun, ia lepaskan. Sebab dia merasa kesal saat ini.


“Manager Byun, dimana alat-alat yang rusak itu”

Jaehyun berjalan dengan Byun untuk melihat keadaan alat-alat yang rusak. Beberapa alat berat hanya berdiam saja, Jaehyun pun bertanya kepada para petugas yang akan menggunakan alat berat tersebut.

“Apa kau hanya bisa mengendalikan alat berat saja”

“Iya pak”

“Apa hanya itu bidangmu?”

“Iya pak”

Jaehyun kembali menahan kekesalannya, waktu terus berjalan. Jika masalah ini tidak kunjung selesai mereka tangani, maka pekerjaan tersebut harus di lanjutkan besok.

“Di antara kalian semua yang bekerja disini, apa ada yang mampu memperbaiki alat-alat ini?” tanya Jaehyun pada seluruh pekerja yang sedang berdiri di bawah teriknya sinar matahari.

Tidak ada satupun yang menjawab pertanyaan dari Jaehyun, membuat Jaehyun mengusap wajahnya yang gusar.

“Brengsek, masalahnya datang lagi” Jaehyun membatin di dalam hati.

Bunyi klakson mobil memecahkan keheningan mereka, Jungwoo telah tiba di tempat Jaehyun bekerja saat ini. Jungwoo menurukan kaca mobilnya lalu berteriak dengan keras.

“Yuhu, gue dateng”

Jaehyun menepuk jidatnya, dia sempat terkejut melihat sahabatnya yang datang dengan riang ke lokasi pembangunan.

Jungwoo tidak perduli dengan tatapan semua orang, dia memarkirkan mobilnya. Lalu bergegas menghampiri Jaehyun.

“Heh kenapa lo?” Jungwoo bertanya sambil berbisik.

“Alat-alat di depan kita ini nggak berfungsi, gue udah kabarin pihak yang ngurusin ini. Tapi kata mereka semua alat lagi di pake, kalo mau kita harus nunggu besok”

“Mana bisa gitu, enak di mereka dong” ketus Jungwoo.

“Makanya gue bingung, mana ini hari pertama lagi” seru Jaehyun.

“Udah tenang aja, gue punya solusinya”

“Apa”

“Sini ikut gue”


Jaehyun mengikuti Jungwoo kembali ke ruangannya, sambil menjelaskan rencana nya kepada Jaehyun.

“Kok lo pinter sih”

“Gue emang pinter”

“Makasih, lo emang selalu jadi penolong gue”

Jungwoo kembali menguyah makanan yang dia bawa. Jungwoo telah memanggil beberapa kenalannya yang kebetulan tinggal di daerah sekitar pengerjaan proyek pembangunan mereka.

Beberapa alat pengganti telah datang, Jungwoo memanggil orang-orang tersebut. Jaehyun berhak meminta kepada pihak yang merugikan untuk mengganti rugi biaya yang dilakukan oleh mereka.

Jaehyun sebenarnya tidak membaca isi kontrak secara keseluruhan secara selesai. Membuatnya menjadi bingung, beruntung Jungwoo sangat cermat. Sehingga ia mampu memberikan solusi kepada Jaehyun.

Pekerjaan pun kembali dilakukan, dengan Jungwoo yang menemani Jaehyun sambil mengerjakan revisinya di tempat Jaehyun.