He Forgot Me ; (28)



Jaehyun melompat dari tempat tidurnya, sepulang nya bersama dengan Jungwoo membuatnya menjadi kelelahan sehingga tidur menjadi bablas. Efek samping dari obat penenang yang ia minum pun tak luput membuatnya ingin terlelap tidur secara terus-menerus.

Ketukan pintu dan beberapa bunyi panggilan telphone dari sang kakak tercinta tak kunjung di respon olehnya. Sebab rasa kantuk yang ia alami, insiden buruk membuatnya harus kembali memakan beberapa pil, yang memiliki manfaat supaya dapat bisa menenangkannya.

Jaehyun juga kaget, mana kala ia melihat beberapa notif panggilan beserta satu gelembung chat dari Johnny. Seingatnya Johnny membatalkan pertemuan mereka pada minggu ini, namun entah kenapa tanpa kabar Johnny kini telah berada di kediaman milik keluarganya.

“Tenang-tenang jangan panik jae, huftt” Jaehyun berseru menenangkan dirinya di depan cermin sembari memikirkan tindakan apa yang harus ia lakukan.

Jaehyun tidak pernah sepanik ini, namun nyatanya kali ini sungguh berbeda. Berbeda dari biasanya, dulu seingatnya ketika pertama kali bertemu dengan Johnny suh ia tidak merasakan perasaan aneh seperti yang dia rasakan saat ini.

“Jantung gue kayak mau lompat, gue kenapa deh” gerutu Jaehyun sambil menyentuh dada bagian kirinya.

Jaehyun berusaha tidak memperdulikan bunyi detakan Jantung cepat yang ia rasakan, mencoba mengalihkan perasaannya yang terasa aneh baginya itu. Dia pun segera mandi lalu kemudian bersiap-siap.


Berkaca di depan cermin, dengan penampilan yang sempurna. Balutan jas mewah ia kenakan pada malam ini. Dia pun segera berlanjut turun ke bawah untuk menemui keluarganya dan juga Johnny suh.

Jaehyun melangkah dengan gagah ke ruang tamu tempat untuk menyambut tamu, tangan kanan nya memegang sebuah dokumen yang berisikan tentang proyek yang akan mereka bahas. Dia melangkah dengan fokus pandangan ke depan, ia muncul;

“Nak, kamu mau kemana?”

“Jae, kamu rapih kayak gini mau ngapain”

Johnny mengerutkan alis, nampak terlihat wajahnya yang kebingungan melihat penampakan Jaehyun yang tengah berdiri di hadapan mereka semua. Sama seperti Johnny, Tuan Jung dan Nyonya Jung terheran-heran melihat penampilan Jaehyun dengan setelan rapih. Berbeda dengan Krys yang harus menahan rasa ingin melepaskan tawanya.

Jaehyun menatap tajam ke arah Krys sang kakak, seketika Krys memalingkan wajahnya demi menghilangkan rasa gelitik yang ada di perutnya.

“Sini duduk nak” panggil Nyonya Jung yang meminta Jaehyun untuk bergabung dengan mereka semua.

Jaehyun menahan rasa malunya, benar-benar dia ingin sekali memukul kepala sang kakak tercinta dengan tumpukan berkas yang ada di tangan kanan nya.

Jaehyun mengambil posisi duduk bersebalahan dengan Johnny suh, berbeda dengan Krys dan Nyonya Jung yang memilih duduk bersebalahan. Sedangkan Tuan Jung yang selalu duduk pada kursi singgana pemimpin keluarga.


“Jadi begitu Tuan Jung” ujar Johnny.

“Aku mengerti” balas Tuan Jung.

Jaehyun merasa semakin bodoh, sebab ia masih belum mengetahui pembahasan apa yang tengah dibincangkan keluarganya bersama dengan Johnny.

“lo bilang bakalan pergi urusan, kok udah balik”

Johnny menoleh ke samping, melihat Jaehyun yang sedang membuka obrolan dengannya.

“Kenapa? kamu tidak suka saya kesini?” ungkap Johnny dengan tenang.

Jaehyun melihat Johnny dari ujung rambut sampai ujung kaki, setelah itu dia kembali lagi melihat dari ujung kaki sampai ke rambut.

“Kenapa dengan penampilan saya?”

Johnny berpakaian santai, tidak seperti biasanya yang selalu memakai setelan jas, membuat Jaehyun semakin kebingungan.

“Dek lo ngapain lihatin Johnny kayak gitu” ledek Krys.

Jaehyun beralih melihat sang kakak dengan sinis.

“Johnny kesini mau ngasih tau, kalau dia bakalan pergi lama sekitar beberapa minggu. Makanya proyek kerjasama bakalan di tunda”

“Loh kok di tunda” protes Jaehyun dengan lantang.

“Kenapa memangnya?” seru Johnny.

“Aduh gini ya Tuan Johnny Suh yang terhormat, ini perencanaan udah matang banget loh, perincian dari biaya anggaran udah, lokasi juga udah, ini tinggal masuk di tahap pengerjaannya doang. Terus masa gara-gara lo pergi ngurusin urusan yang lain, terus proyek yang sekarang malah jadi di undur, bayangin kalo ini di mundurin kapan selesainya coba? sedangkan kita punya jangka waktu, kalo lewat dari jangka waktu yang tertera sesuai kesepakatan, ini juga bisa terjadi biaya tambahan, bukannya itu sebuah kerugian untuk perusahaan!”

Semua terdiam mendengar Jaehyun yang tengah berujar dengan berapi-api, sungguh ia tidak habis pikir dengan tindakan yang akan dilakukan Johnny. Baginya itu sebuah kesalahan, ketika sebuah perencanaan yang sudah disusun secara matang harus di tunda.

“Jeje, emang jeje tau nak Johnny perginya berapa lama?”

“Emang berapa lama ma?”

“2 minggu” Johnny menjawab lalu beralih menatap Tuan Jung.

“ANJING. GOBLOK BANGET GUE” Jaehyun membatin di dalam hati.

“Johnny jadi bagaimana?” tanya Tuan Jung.

Johnny kembali melirik Jaehyun yang berada disampingnya

“Tuan Jung, saya rasa pembangunan dari project hotel kita besok bisa segera mulai di bangun. Dan saya harap, Tuan Jung Jaehyun bisa ikut berkonstribusi dalam pengerjaan ini. Mengingat dia yang paling bersemangat tentang proyek kita ini” Johnny berbicara sambil mengeluarkan smirk

“Saya setuju”

“Papa”

“Aku juga setuju pa”

“KAKAK LO KOK”

“Mama juga”

“Ma”

Jaehyun kalah, ia tidak bisa menolak ataupun membela diri. Sebab keputusan final bahwa ia harus ikut mengambil bagian dari kerja sama ini.