He Forgot Me ; (25)



Jaehyun kini telah tiba di perusahaan raksasa milik sang ayah tercinta.

Perusahaan Jung tentunya sangat begitu terkenal di kalangan para pembisnis, banyak perusahaan-perusahaan yang ingin bekerja sama dengan perusahaan Jung.

Namun hanya segelintir perusahaan yang masuk kriteria dari Jung Group dan setelah sekian lama, pada akhirnya Jung Jaehyun.

Salah satu ahli waris yang nanti akan melanjutkan perusahaan keluarga kembali mendatangi perusahaan keluarga mereka.

Hal tersebut tak lain dikarenakan ia kembali ingin menemui sang calon tunangan yang tengah amnesia tersebut, mendapat balasan yang kurang menyenangkan di hati beberapa minggu yang lalu.

Membuatnya sempat menjadi risau, alih-alih ingin berterima kasih. Tetapi yang ia dapati adalah balasan yang pasif, membuat ia. Jaehyun. tentu mengalami rasa kekecawaan terhadap Johnny.

Informasi dari sang kakaklah. Jung Kris—yang membuatnya nekat, untuk kembali bertemu dengan sang calon atau mantan calon tunangannya.

Senyum sumringah Jaehyun nampakkan di wajahnya, akhirnya setelah melewati malam-malam kerinduan, kini dirinya dapat kembali bertemu dengan Johnny.

Siulan demi siulan pun bersenandung indah keluar dari mulutnya, berjalan tanpa menghiraukan sapaan namun hanya memberikan balasan senyum kepada semua pegawai yang melihat kedatangannya.


Jaehyun mendek ke arah lift memencet tombol, pintu terbuka dan ia segera masuk. Kemudian memencet angka 40, lift yang semula diam pun bergerak naik untuk segera menuju ke atas. Tidak membutuhkan waktu yang lama, pintu lift pun segera terbuka.

Masih melakukan hal yang sama, dia berjalan dengan santai sambil bersiul. Tak ada seorang pun yang berjaga di depan ruangan Tuan Jung, membuatnya tidak perduli.

Jaehyun masih dengan rasanya yang penuh semangat itu sambil berjalan, ia mendorong pintu ruangan Tuan Jung.

“25 menit”

Sambutan kalimat pertama dari Johnny, yang tengah duduk sambil melihat pada jam tangan yang ia kenakan.

Dan juga menyilangkan kakinya serta memasang wajah yang sangat datar kepada Jaehyun yang baru saja tiba.

“Jo”

“25 Menit Jung Jaehyun, apa begini cara seorang pemimpin perusahaan Jung Group bertemu dengan tamunya!”

Johnny kembali mempertegas ucapannya, berbeda dengan Jaehyun yang kebingungan.

Jaehyun berjalan mendekati Johnny yang tengah duduk, dia mendekat dalam keadaan serba kebingungan.

“Mana papa?”

“Pertama kamu sudah membuang waktu berharga milik saya, kedua saya tidak tau dimana papa kamu”

“Papa bilang hari ini kalian rapat?”

Johnny melempar sebuah map di atas meja, Jaehyun semakin kebingungan.

Jaehyun memilih untuk melihat Tuan Jung di ruangan santai yang ada di ruang kerja, berjalan masuk melihat sang ayah. Mencari-cari seperti kehilangan induk, membuat Johnny semakin kesal.

“Jung Jaehyun, siapa yang kau cari?”

“Papa gue dimana Jo, dia bilang kalo-”

“Cukup”

Johnny mencelah pembicaraan mereka.

Jaehyun kembali merasa terncam, mendengar ucapan dari Johnny.

“Duduk sekarang, dan kita bahas kerjasama antara perusahaan Jung Group dan perusahaan Suh

Mata Jaehyun seketika langsung melotot.

“Kok gue, bukannya papa!”

“Tuan Jung sendiri yang bilang, kalau kamu yang akan mewakili perusahaan untuk pertemuan haru ini”

“ANJING”

Jaehyun mengumpat dengan keras, namun dengan cepat ia menutup mulutnya.

“Bukan buat lo jo, gini. Kasih gue waktu 10 menit. Iya 10 menit, setelah itu kita rapat”

Ujar Jaehyun dengan cepat, kemudian berjalan keluar dari ruangan sang Ayah.