He Forgot Me ; (24)



Dengan senang hati Jaehyun menunggu kedatangan sang ibu yang sedang singgah ke sebuah toko es krim, sebenarnya Jaehyun hanya sekedar iseng saja. Akan tetap rasa cinta dari Nyonya Jung membuat beliau melakukan apa yang semestinya hati kecilnya ingin lakukan.

Sebelum Nyonya Jung ke tempat penjualan es krim, notification berupa sebuah peringatan keras diberikan oleh Tuan Jung untuk istrinya, Tuan Jung meminta kepada Nyonya Jung supaya tidak menuruti permintaan dari Jaehyun.

Kini Jaehyun sedang berbaring di tempat tidur sambil menyalakan film kartun kesukaannya, meski umurnya bukanlah lagi anak-anak. Akan tetapi, film kartun kesukaannya masih menjadi kegemarannya sampai saat ini, terlebih jika Jaehyun sedang mengalami stress.

Ia akan seharian menghabiskan waktunya dengan menonton semua film Disney ataupun film romantic kesukaannya. Beberapa menit menunggu kedatangan Nyonya Jung, membuatnya sedikit mendengus.

“Mama, kenapa lama banget sih.” Keluhnya sambil memanyunkan bibirnya.

Tak berselang beberapa detik kemudian, bunyi pintu terdengar. Membuatnya menengok ke arah pintu.

“Mama” Jaehyun berucap dengan semangat.

“Maaf sayang, mama agak lama. Tadi cukup antri disana..”

“Nggak masalah kok Ma”

Mata Jaehyun lalu beralih melirik kantongan yang dibawakan oleh Nyonya Jung.

“Ini, tapi jangan kamu habisin semua nak..”

“Iya mama”

Jaehyun berucap tak berselang beberapa detik kemudian, dia pun membuka kantongan tersebut lalu melahap satu tempat es krim yang dibawakan oleh sang ibu.

Maid juga disuruh untuk membawa beberapa es krim sisa lainnya ke lemari pendingin yang ada di dalam kamar Jaehyun. Memakan dengan lahap, sambil di perhatikan oleh Nyonya Jung membuat Jaehyun kembali tersadar.

“Mama kenapa lihatin aku kayak gitu?”

Nyonya Jung lalu duduk mendekati Jaehyun yang tengah duduk di kursi sofa.

“Mama mau nanya sama kamu”

“Tentang?”

“Semalam gimana bisa kamu balik sama Johnny”

“Oh. Itu.. Aku cuma lagi panic aja ma”

“Panik gimana, seminggu ini kamu baik-baik aja..”

“Aku juga nggak ngerti Ma, hmm. Tapi Mama kok Johnny bisa tau rumah kita, bukannya dia nggak ingat aku ya!” Jaehyun bercerita sambil melahap es krim.

“Kalau tentang itu, Mama juga kurang tau sayang. Bisa saja dia nyuruh orang-orangnya buat cari tau..” Nyonya Jung menjelaskan kepada Jaehyun.

Jaehyun mengangguk sebagai tanda bahwa ia mengerti, namun di hati kecilnya ia ingin sekali bahwa Johnny juga dapat mengenali dirinya dan ingatan tentang dia benar-benar diingat oleh Johnny.

Namun semuanya seperti sia-sia, balasan dari percakapan mereka sangat terlihat jelas bahwa Johnny telah melupakannya.

“Kenapa kelihatan sedih gitu kamu nak”

“Nggak Ma, aku baik-baik aja”

“Semalam waktu dia nganterin kamu balik ke rumah dalam keadaan kamu yang berantakan, buat kita semua di rumah jadi panik. Semalam karena Johnny juga kamu malah jadi lebih tenang, sampai dia mau pulang ke rumah dia aja nggak kamu izinin..”

“Seingatku semalam aku ketiduran deh Ma..”

“Kamu nggak ingat karena semalam kamu dalam keadaan nggak sadar.”


Jaehyun meletakkan es krim, dia tak berniat untuk lanjut memakannya. Dia kembali mengingat kejadian yang semalam.

“Nak, kamu baik-baik aja?”

“mmhh, kenapa ma!”

Melihat Jaehyun kembali murung membuat Nyonya Jung memeluk sag putra tercinta.

“Don't be sad, walau dia nggak inget sama kamu. Kamu nggak perlu takut, kamu masih punya Mama, Papa dan Kakak. Kita semua bakalan selalu ada dan ngelindungin kamu”

Nyonya Jung berusaha menghibur Jaehyun, sebab ia tahu. Betapa besar harapan Jaehyun agar sang tunangan kembali mengingatnya. Banyak hal yang ingin Jaehyun sampaikan kepada Johnny, meski kini terdengar mustahil.

“Makasih, makasih mama sama papa dan kakak selalu ada buat aku. Maaf aku masih suka nyusahin, belum bisa banggain kalian semua”

“Syutt, nggak boleh kamu ngomong kayak gitu. Kamu itu kebanggaan keluarga, Dan juga banyak kok diluar sana yang suka sama anak mama. Salah satunya nak Yuta”

“Ma”

“Loh, emang bener kok nak. Kalau dia nggak tertarik sama kamu, dia nggak mungkin setiap saat nanyain kamu di mama. Terus juga nggak mungkin dia mau sibuk pagi-pagi buat jengukin kamu”

“Dia beneran datang?”

“Jadi dia nggak nyamperin kamu di kamar”

“Nggak, soalnya aku lagi pengen sendiri ma”

“Kalian berantem?”

“Nggak, cuma aku nggak mau dia lebih berharap. Mama, aku mau sendiri dulu saat ini. Aku masih trauma sama kisah yang dulu, aku nggak siap”

“Sayang, Jae. Anak mama”

Nyonya Jung kembali mendekap erat sang putra, dia benar-benar tahu perasaan Jaehyun. Bagaimana perjuangan Jaehyun melewati masa pahitnya.