He Forgot Me ; (22)



Setelah membasuh wajahnya di toilet umum, Jaehyun kembali ke tempat dimana Nyonya Jung tengah menunggu kedatangannya.

Nyonya Jung berulang kali melihat jam tangan yang melekat di pergelangan tangannya saat ini, sosok Jaehyun masih juga belum terlihat.

Nyonya Jung cukup tegang, sebab ia lupa akan pesan dari suaminya. Tuan Jung meminta kepada Nyonya Jung agar selalu memperhatikan Jaehyun, sebab kondisi Jaehyun yang terkadang kurang stabil dapat membahayakan dirinya sendiri.

Penuh dengan kecemasan, tiba-tiba Nyonya Jung di kagetkan dengan suara dari Jaehyun.

“Ma..”

Jaehyun memanggil Nyonya Jung, mencari dimana sumber suara itu berasal, membuat Nyonya Jung langsung mendekat dan memeluk sang anak.

“Sayang, nak. Kamu dari mana aja? kenapa telfon dari mama kamu nggak jawab. Mama panik, hampir aja mama hubungin papa kamu. Kamu kalau mau pergi lain kali, kasih tau sama mama. Mama takut terjadi sesuatu sama kamu..”

Nyonya Jung mengutarakan keresahannya, beberapa kali hampir kehilangan Jaehyun membuat keluarga mereka cukup protect terhadap Jaehyun.

Tak jarang, Jaehyun tidak dibiarkan berpergian sendirian. Sebab mereka tidak ingin, ada sesuatu yang dapat menyebabkan Jaehyun kembali terguncang.

“Ma, aku baik-baik aja..”

“Mata kamu, mata kamu kenapa sayang?”

Nyonya Jung mengetahui sesuatu saat melihat Jaehyun.

“Aku baik-baik aja Ma..” Jaehyun mencoba membohongi Nyonya Jung.

“Nggak mungkin, sayang kasih tau mama. Mata kamu kenapa?”

“Nggak ada apa-apa ma, mata aku cuma kelilipan doang..”

“Jung Jaehyun, jangan coba bohongin mama. Kamu anak mama, mama tau kalau sesuatu sedang terjadi sama kamu. Jawab mama, ada apa?”

Nyonya Jung benar-benar mempertegas ucapannya, dia tahu bahwa sesuatu sedang menimpa putranya. Ia juga semakin sadar, jika ada sesuatu yang tidak beres dengan Jaehyun.

Jaehyun kembali memeluk sang ibu.

“Ma, aku ketemu sama johnny”

“Nak”

“Dia beneran nggak ngenalin aku ma, aku lihat matanya. Dia benar, dia nggak ingat sama sekali tentang aku..” Jaehyun menangis dalam pelukan sang ibu.

Nyonya Jung mengusap punggung Jaehyun yang sedang bergetar itu, perasaan bersalah yang selama ini Jaehyun pendam membuat Jaehyun cukup menderita.

Setiap hari Jaehyun selalu meminta ingin bertemu dengan Johnny, akan tetapi. Kondisi yang kurang sehat, dan keberadaan Johnny yang tidak diketahui membuat keluarga Jaehyun semakin bingung.

Johnny suh telah kembali, namun ada bagian yang hilang. Kenangan tentang Jaehyun tidak di ingat oleh Johnny sama sekali.

“Sayang, Jaehyun. Dengerin mama, jangan salahin diri kamu nak. Kamu masih punya Mama, Papa dan Kakak, kamu masih punya kita..”

“Tapi ma, aku nggak tau. Hati ini sakit ma, hati ini cuma mau lihat Johnny..”

“Kamu sayang sama dia?”

Jaehyun menggeleng kepalanya,,

“Jawab jujur nak, kenapa kamu terus mau Johnny ingat sama kamu. Dia jelas-jelas udah lupain kamu..”

“Aku nggak tau ma, hiks- sa- sakit.. Saat dia bilang lupa sama a-akuu hati ini sakit ma..”

Jaehyun berbicara sambil menahan nyeri sesak di dada, dia sendiri juga masih belum mengerti dengan dirinya.

Hatinya sendiri terus memaksa dia, untuk bertemu dengan Johnny. Meski ia tahu bahwa Johnny telah melupakannya.