He Forgot Me ; (20)
Setelah mendapatkan obat dari sang ibu, Jaehyun yang semula perutnya kesakitan. Perlahan-lahan rasa sakitnya mulai mereda sedikit demi sedikit, dia sendiri bingung makanan cemilan yang terakhir kali dia makan apa.
Sebelum keluar dari toilet restoran, Jaehyun merapikan penampilan nya yang berantakan, terdapat keringat yang menempel di jidatnya ia usapkan dengan menggunakan sapu tangan yang memang sengaja ia bawa.
Tidak lupa ia mencuci tangan, dan menggunakan sapu tangannya untuk mengeringkan kembali tangannya. Sapu tangan mahal itu ia buang di tong sampah yang berada di dalam toilet.
Jaehyun berjalan sambil memperbaiki perasaannya, dengan tegap ia melangkah kembali ke meja dimana tempat keluarga dan penyelamatnya menunggu.
Canda, tawa bisa dilihat dari kejauhan oleh Jaehyun. Orang tua dan kakaknya nampak sibuk bercengkrama dengan seorang pria memiliki penampilan yang rupawan berbalut jas mahal malam ini.
“Sorry, I’m late..” ucap Jaehyun lalu menarik bangku di samping lelaki tersebut.
“Sweetie, are you okay?” tanya Nyonya Jung.
“Not bad ma, udah enakan.” jawab Jaehyun sambil memandangi ibunya.
“Jae, ini dia orang yang waktu itu nyelametin kamu nak. Pas kamu lagi tenggelam..” Tuan Jung memperkenalkan pria yang sedari tadi menunggu kedatangan Jaehyun.
“Hai, thanks for helping me. Kalau kamu nggak nolongin aku saat itu, mungkin aku nggak bisa ngumpul lagi bareng sama keluarga aku..”
Ungkap Jaehyun dengan melemparkan senyuman manisnya.
“You’re well. Itu hanya kebetulan saja, aku senang kau bisa berkumpul dengan keluargamu..” balas pria yang duduk bersebelahan dengan Jaehyun.
“Aku Jaehyun, senang mengenalmu..” Jaehyun mengulurkan tangan.
“I’m Yuta, nice to meet you Jae..” Yuta menjabat tangan.
Pria tersebut ialah Yuta, seseorang yang kebetulan tak sengaja sedang berjalan mengelilingi pantai. Dan melihat Jaehyun yang sedang mengalami kesulitan.
“Ehem. Duh adek lama banget salaman doang..”
ledek Krys yang mencoba menggoda Jaehyun. Sebab Jaehyun dan Yuta tak kunjung melepaskan jabatan tangan mereka.
“Sorry.” Yuta melepaskan tangannya dari Jaehyun.
Jaehyun melirik sang kakak yang sedang menggodanya, sebenarnya ia tidak masalah dengan ledekan Krys. Hanya saja ia tak enak hati dengan Yuta.
“Udah, Krys..” tegur Nyonya Jung.
Krys menutup mulutnya secara rapat-rapat, agar ia tidak tertawa. Sebab dia masih senang mengerjai sang adik, apalagi moment Jaehyun yang melaporkan padanya tentang kesakitan sesaat yang di alami oleh adiknya, membuatnya ingin tertawa dengan keras.
Krys sangat senang melihat Jaehyun marah, sebab jika Jaehyun marah dia akan memanyunkan bibirnya dengan sendirinya, lalu memasang wajah kesal. Bukannya Krys takut, tapi baginya itu malah semakin menggemaskan.
“Nak Yuta, ayo silahkan di makan hidangannya..” Tuan Jung menawarkan Yuta untuk menyantap semua makanan yang ada.
Mereka semua kembali menyantap hidangan makan malam yang sudah disediakan, ketika makan Jaehyun tiba-tiba ingat akan sesuatu.
“Pa, gimana. Papa udah dapet informasi dari Johnny, mereka sekarang tinggal dimana?” tanya Jaehyun sambil memotong daging steak kesukaannya.
Nyonya Jung dan Krys saling menatap satu sama lain, Tuan Jung yang sedang mengunyah daging di dalam mulutnya pun menangangkat kedua alisnya.
Kemudian menelan makanannya, lalu menggunakan serbet untuk membersihkan mulutnya.
“Dek, mending makan dulu. Lo belum makan dari siang kan..” celah Krys yang memotong pembicaraan Jaehyun.
“Nanti dulu kak, pa gimana?” tanya Jaehyun kembali.
“Sayang, kamu makan dulu ya nak. Nanti perut kamu sakit lagi loh..” Nyonya Jung mencoba membujuk Jaehyun.
“Pa..” lirih Jaehyun yang berhenti memotong daging yang berada di piring.
“Jae, lupain Johnny yaa.” ujar Tuan Jung.
“Papa kok ngomongnya gitu!” atensi Jaehyun kembali naik seketika.
“Adek..”
“Nak, Jaehyun..”
“Papa, papa jelasin..”
Jaehyun meminta penjelasan dari Tuan Jung, tanpa memperdulikan ucapan dari Krys dan Nyonya Jung. Bahkan ia tidak peduli jika saat ini Yuta berada dengan mereka.
“Jae, dengerin papa. Johnny hilang ingatan, dia nggak bakalan ingat kamu, terus orang tuanya nggak mau maksain Johnny buat ingat apapun..” jelas Tuan Jung kepada Jaehyun.
“Tapi Pa, aku tunangannya. Masa dia nggak inget sama aku..” protes Jaehyun.
“Adek..” tegur Krys.
“Pa, aku mau ketemu sama Johnny. Kemarin aku ketemu sama dia di pantai, aku ingin minta maaf.” Jaehyun berujar kepada sang ayah.
“Jae, dengerin mama. Sekalipun kamu mau ketemu dan bahkan minta maaf sama dia, dia belum tentu ingat sama kamu.” Nyonya Jung mencoba menjelaskan keadaan.
“Tapi Ma, gimana mau tau. Kalo aku aja belum coba, aku yakin Johnny bakalan ingat sama aku..” ucap Jaehyun.
“Adek, gini. Semakin elo maksa dia, maka kemungkinannya bakalan fatal buat lo sama dia..” Krys mencoba mengambil alih pembicaraan mereka.
“Fatal gimana?” Jaehyun kembali terheran-heran.
“Jae, dokter bilang kalo Johnny bisa hilang ingatannya secara permanen. Jika sesuatu yang nggak ingin dia ingat dipaksa buat di ingat nak..” Tuan Jung mencoba menjelaskan kembali.
“Nggak mungkin, papa pasti bohong. Nggak mungkin, papa bohongin aku kan..” Jaehyun mulai sebal mendengar penjelasan dari Tuan Jung.
“Sayang, yang di omongin papa emang bener. Papa dapet informasi langsung dari Mr. Suh, mereka ngasih tau sendiri nak..” Nyonya Junng menjawab kembali.
Mendengar hal tersebut, membuat Jaehyun menjadi sebal seketika. Dia berdiri dari tempat duduk, dan pergi berjalan meninggalkan mereka semua.
“Jae..”
“Nak..”
“Adek.”
Tuan Jung, Nyonya Jung dan Krys panggilan dari mereka bertiga diabaikan oleh Jaehyun.
“Saya permisi dulu Tuan Jung, saya akan mengejar Jaehyun..” Yuta pamit lalu mencoba mengejar Jaehyun.
Jaehyun berjalan dengan kesal, berjalan sambil menunduk merupakan salah satu kebiasaan Jaehyun. Dia berjalan ingin pergi keluar dari restoran, ketika berjalan pada bagian pintu keluar. Tak sengaja dia menabrak seseorang.
“Awww..” Jaehyun menjerit karena merasa sakit pada bagian kepalanya.
“Kamu..”
“Johnny” ungkap Jaehyun yang terkejut sambil memegang kepalanya.
“Sayang, dia siapa?” tanya seseorang yang sedang merangkul mesra Johnny.
Jaehyun dibuat semakin bingung, melihat sosok wanita dengan balutan dress mewah dan seksi sedang berdampingan berdiri di sebelah Johnny.
“Dia, bocah aneh. Yang aku ceritain waktu itu loh yang..” ungkap Johnny pada wanita di sebelahnya.
“Jadi kamu yang ngaku-ngaku jadi tunangan pacar saya..” ketus wanita tersebut.
“Ih, siapa yang ngaku-ngaku orang gue tunangan dia. Lo juga siapa sih, ngapain gatel sama tunangan orang..” balas Jaehyun yang tak kalah kesal.
“Aku Zyana, pacar sekaligus calon tunangan Johnny Suh. Kamu jangan halu mengakui pacar sekaligus calon tunangan saya sebagai tunagan kamu. Dasar miskin..” Zyana mengatai Jaehyun.
“APA LO BILANG GUE HALU! WAH EH NENEK LAMPIR ASAL LO TAU AJA, GUE INI JUNG JAEHYUN. JUNG JAY HYUN, ANAKNYA JUNG YUNNO PEMILIK JUNG GROUP. HARGA DIRI LO BISA GUE BELI. KALO GUE MAU! LO BILANG GUE APA? NGAKU-NGAKU? NGACA. DISINI GUE APA ELO YANG NGAKU-NGAKU, TANYA SANA SAMA MR. SUH GUE SIAPA?..” Jaehyun dengan amarahnya yang mulai meledak.
“Pelankan suaramu, jangan bertingkah disini JUNG JAEHYUN..” tegur Johnny.
“Lo kok malah marahin gue Jo..” timpal Jaehyun.
“Kamu mengatai calon istri saya yang bukan-bukan, asal kamu tau saya juga bisa membeli harga diri kamu. Jika saya mau..” sarkas Johnny.
Jaehyun terdiam dan tercengang, ia tak menyangka akan mendapatkan ucapan keji dari Johnny seperti ini. Dia tidak seperti Johnny dulu, Johnny sekarang benar-benar berbeda.
Johnny dulu lebih mementingkan Jaehyun. Bahkan apapun yang menjadi keinginan Jaehyun akan dengan mudah ia dapatkan berkat Johnny.
“Hey bung, jaga ucapan anda..” tegur Yuta.
Johnny yang semula menatap Jaehyun kembali melirik dengan sinis, “Who are you?”
Yuta berjalan mendekat, ia menghampiri Jaehyun yang tengah berdiri seperti patung. Akibat tidak menyangka akan mendapatkan ucapan kasar dari Johnny.
“Kamu, silahkan bawa pacar kamu ini. Dia sudah menganggu calon suami saya dari tadi..” tutur Zyana sambil menatap remeh Jaehyun.
“Jae, are you okay?” tanya Yuta sambil memegang tangan Jaehyun.
Jaehyun kembali sadar, ia tak menjawab ucapan dari Yuta. Dia melepaskan tangan Yuta yang sedang menggenggam tangannya.
Jaehyun berjalan lalu kemudian menggeser Johnny dan Zyana menggunakan kedua tangannya. Sebab mereka menutupi jalan pintu untuk keluar, dengan kasar Jaehyun mendorong mereka berdua. Bahkan tak sengaja kaki Zyana dia injak.
“AAAA..” teriak Zyana
Jaehyun tak perduli, dia pergi berjalan keluar dari restoran meninggalkan mereka semua, Yuta masih terus mengejar Jaehyun. sedangkan Johnny sibuk mengurusi Zyana yang sedang menangis kesakitan.