He Forgot Me ; (21)



Jaehyun kini bersama dengan Nyonya Jung ke sebuah toko branded yang menjadi tempat langganan Nyonya Jung untuk berbelanja, setelah mengambil beberapa gambar untuk sang ibu.

Jaehyun berjalan mengelilingi toko branded tersebut, setelah meminta sang anak memotretnya sebentar.

Nyonya Jung kembali memilih beberapa tas yang ingin ia beli untuk keperluan koleksi pribadinya dan beberapa juga akan dia hadiahkan untuk rekan kerjanya dan juga suaminya.

Karena bosan, Jaehyun memilih untuk keluar dari toko tersebut.

Toko itu berada di salah satu tempat pusat perbelanjaan, Jaehyun mengerti bahwa ibunya akan berada di dalam dengan waktu yang cukup lama.

Nyonya Jung juga sering menggunakan layanan antar barang, membeli secara langsung ketika barang-barang pilihannya datang ke rumah. Namun hari ini, dia ingin pergi berjalan bersama dengan sang anak.

Berbelanja hanyalah sebuah akal-akalan Nyonya Jung saja, sebab ia mengerti. Bahwa putra semata wayangnya sedang bosan di dalam rumah.

Jaehyun bisa saja pergi sendirian, atau pergi bersama dengan sahabatnya yaitu Jungwoo.Namun, niat tersebut ia urungkan. Sebab ia merasa sedang tidak bersemangat, untuk melihat dunia luar.

Sejak insiden bertemu dengan Johnny bersama dengan seorang wanita yang mengaku kekasihnya, membuat Jaehyun terkadang menjadi murung.

Berjalan sendirian sambil mengitari pusat perbelanjaan, hal tersebut Jaehyun lakukan.

Seorang anak kecil berlarian dan tak sengaja menabrak Jaehyun, membuat anak tersebut menjadi jatuh.


“Huwaaa, hiks. sakit, Mommy.. Huwa..”

Anak kecil tersebut menangis, sebab merasakan kesakitan. Pantatnya mengenai lantai, yang membuatnya merasakan kerasnya lantai pusat perbelanjaan.

Jaehyun membantunya berdiri, lalu menghapus air mata yang membasahi pipi anak kecil tersebut.

“Hey anak kecil, jangan menangis..”

Jaehyun berucap sambil menenangkan anak kecil yang berumur 7 tahun itu, wajah anak tersebut memerah, akibat menangis.

“Dimana ibumu, biar aku antar..”

Jaehyun bertanya kepada anak kecil yang polos itu, pertanyaan Jaehyun membuat anak kecil tersebut menatapnya dengan penuh kebingungan.

Sebab anak kecil yang saat ini bersama dengan Jaehyun tak kunjung menjawab pertanyaan darinya, membuat Jaehyun menjadi kebingungan.

“Kita cari ibu kamu sama-sama mau?” tawar Jaehyun.

Anak kecil hanya diam saja, ketika di ajak Jaehyun untuk mencari ibunya. Membuat Jaehyun kembali membujuk

“Kamu mau nggak makan es krim sama aku?” Jaehyun menawarkan pilihan lain.

Anak kecil tersebut mengangguk, membuat Jaehyun tersenyum. Lalu mengandengnya untuk pergi bersama membeli es krim.

Kini Jaehyun dan Anak kecil tersebut, sedang menyantap es krim bersama.

Semula anak kecil itu nampak diam, namun setelah di ajak oleh Jaehyun membuatnya menjadi ceria dan banyak berbicara.

“Sekarang ayo kasih tau uncle, dimana ibu kamu?” tanya Jaehyun kembali.

“Aku nggak tau uncle, tadi mommy bilang aku nggak boleh pergi. Mommy ketemu sama orang, Mommy sibuk kerja. Aku bosan, aku main. Terus Mommy hilang..”

Ujar sang anak dengan begitu polos.

“Kasihan, nanti uncle bantu cariin Mommy kamu, sekarang makan dulu es krimnya..”

Jaehyun menambahkan es krim miliknya ke tempat es krim anak tersebut.


Saat tengah menikmati es krimnya, seorang wanita dengan wajah yang khawatir panik. Berlarian mendekati mereka berdua.

“Jason, sayang. Nak kamu kemana aja, mommy khawatir..” ungkap wanita yang berbicara sambil memeluk anak kecil tersebut.

“Mommy..” lirihnya yang senang sebab bertemu dengan sang ibu,

“Are you okay Jason?”

“Yes mommy, tadi Jason takut. Jason cari mommy tapi nggak ketemu, tapi ada yang nolongin Jason. Uncle cantik ini, jason di ajak makan es krim mommy”

Jason menjelaskan kepada ibunya, bahwa ia di tolong oleh Jaehyun.

“Thank you, telah menjaga putra saya, maaf jika dia membuatmu repot.”

“Don't worry, saya Jaehyun..”

“Amanda, senang mengenalmu Jaehyun..”

Mereka berdua saling berjabat tangan, saling memperkenalkan diri. Ketika sedang bercengkrama seseorang berjalan mendekat.

“Mrs. Amanda, saya minta maaf atas kecerobohan kekasih saya..”

“Johnny..” ucap Jaehyun.

Pria itu adalah Johnny Suh, sejak tadi dia mencari Amanda.

“Mr. Johnny Suh, saya hampir kehilangan putra saya. Akibat kecerobohan kekasih anda, jika bukan karena dia anak saya bisa dibawa kabur oleh orang lain..” ungkap Amanda yang masih kesal.

“Anda menyalahkan saya? anak anda sendiri yang pergi meninggalkan saya. Padahal saya sudah berniat menjaganya..” ketus Zyana.

“Kamu menyalahkan anak saya? kau benar-benar arogan. Wanita sepertimu hanya pembuat masalah, Mr. Johnny Suh sepertinya perjanjian kita untuk bekerja sama saya batalkan. Saya tidak sudi perusahaan saya bekerja sama dengan perusahaan anda yang memiliki calon pasangan buruk..” timpal Amanda yang geram.

“Mrs. Amanda, saya mohon tidak seperti ini, beri perusahaan saya kesempatan..”

“Udah sayang, nggak perlu lagi kamu kerja sama dengan perusahaan dia. Apa bagusnya sih, perusahaan mereka. Perusahaan kamu lebih baik dari pada mereka..” ungkap Zyana.

Jaehyun tidak mengerti dengan situasi keributan yang tengah terjadi, dia hanya bisa menyaksikan perdebatan yang terjadi.

“ZYANA DIAM KAMU..” bentak Johnny yang sudah tidak terkendali.

“KAMU BENTAK AKU HANYA GARA-GARA WANITA INI” Zyana menunjuk Amanda yang berada di hadapan mereka.

“ZYANA ENOUGH” Johnny diluar kendali, sebab Zyana berani bersikap arogan pada salah satu investor penting perusahaan mereka.

Merasa tengah di permalukan membuat Zyana pergi meninggalkan mereka semua, dia pergi dengan wajah yang kesal serta menahan rasa malu. Sebab Johnny membentaknya di hadapan mereka semua.


“Saya rasa pertemuan kita sampai disini, anda boleh pergi Mr. Johnny”

Amanda mengusir Johnny secara halus.

“Mrs. Amanda, beri saya satu kesempatan lagi, perusahaan anda benar-benar penting untuk kami..” Johnny kembali memohon.

Amanda hanya diam, Amanda bahkan tidak perduli dengan Johnny yang mencoba meminta bantuan kepadanya.

Melihat Johnny yang terus memohon tanpa di perdulikan membuat Jaehyun membuka suara.

“Amanda, maaf jika aku lancang. Tapi, bisakah kamu memberinya kesempatan sekali lagi..”

Jaehyun meminta tanpa duga, membuat Johnny tercengang.

“Jaehyun, jika kekasihnya tidak ceroboh. Anakku tidak akan mungkin hilang, dan jika dia tidak di tolong olehmu. Mungkin saat ini, aku bisa menghancurkan perusahaan mereka dengan sekali pukulan..” ujar Amanda dengan kesal.

“Jika karena diriku putramu tidak jadi hilang, maka bisakah kau mengabulkan permintaan kecilku Amanda!” seru Jaehyun yang sedang mencoba bernegosiasi.

Amanda belum menjawab, sampai Jason anaknya kembali menatapanya.

“Mommy, would you help uncle jaehyun for me?”

Amanda terkejut mendengar ucapan dari Jason, Jason meminta sang ibu untuk mengabulkan permintaannya.

“Why Jason?”

“Cause he's an angel for me, he bought me ice cream mommy” Jason meminta dengan tatapan berbinarnya.

“You win Jason”

Amanda kalah, dia mengabulkan permintaan Jaehyun. Sebab Jason membantunya.

“YEAY UNCLE CANTIK KITA MENANG” teriak Jason yang memeluk Jaehyun.

“Thank you Mrs. Amanda”

Johnny yang semula tegang kembali merasakan kelegaan, sebab Amanda akan tetap melanjutkan kerja sama mereka.

Jaehyun dan Jason masih berpelukan, mereka berdua seperti lupa. Bahwa saat ini Johnny dan Amanda sedang menyaksikan mereka berdua.

“Jason, Mommy udah kabulin keinginan kamu sama uncle Jaehyun. Kamu nggak mau kasih Mommy pelukan juga kayak uncle Jaehyun!”

Amanda mendadak cemburu, melihat putranya berpelukan lama dengan Jaehyun. Jason yang mendengar ucapan sang ibu membuatnya lalu beralih memeluk Amanda.

“I love mommy”

“I love you too honey”


Saat pertemuan Amanda dengan Johnny, Zyana juga ikut. Sebab mereka sedang makan siang, Amanda meminta tolong Zyana untuk melihat putranya sebentar.

Bukannya menjaga dan menemani Jason, Zyana malah memilih melihat ponselnya. Membuat Jason yang semula ingin bermain dengan Zyana mengurungkan niatnya lalu bermain sendiri, sampai ia tak sadar jika dia telah tersesat.

Beruntung Jaehyun yang menemukan Jason dan menemaninya sesaat, ketika Jason hilang, Zyana seperti santai saja. Membuat Amanda menjadi kesal, Amanda memilih mencari Jason sendirian tanpa memperdulikan bantuan dari Johnny.

Bukannya mencari, Zyana malah menyalahkan Jason. Membuat Amanda semakin murka, Amanda memiliki perusahaan yang sangat berpengaruh dalam bidang pembangunan.

Perusahaan manapun ingin sekali bekerja sama dengan perusahaan miliknya, namun Amanda adalah seorang pemilih. Dia sangat menjaga nama baik perusahaannya, salah satu pilihannya jatuh pada perusahaan Johnny.


Amanda dan Jason telah pergi meninggalkan Johnny dan Jaehyun sendirian, mereka berdiri sambil terdiam.

“Jo..” panggil Jaehyun.

“Terima kasih atas bantuanmu Jaehyun” ucap Johnny kepada Jaehyun.

“Johnny, lo beneran nggak ingat sama gue?” tanya Jaehyun.

“Saya tidak mengerti maksudmu Jaehyun”

“Gue tunangan lo Johnny, Jaehyun. Lo beneran nggak ingat, lo juga nggak ingat kejadian malam itu?”

“Saya tidak mengerti maksud kamu Jaehyun”

“Jo lihat mata gue, tatap baik-baik..”

Jaehyun meminta kepada Johnny agar melihatnya, Jaehyun ingin melihat mata tajam itu. Mata yang benar-benar dapat menghipnotis jiwanya, Jaehyun dapat melihat tak ada kebohongan di balik mata elang itu. Mata Johnny dan Jaehyun saling beradu, mereka saling memandangi satu sama lain.

Johnny melepaskan kedua tangan Jaehyun yang melekat di pundaknya, Johnny menghela nafas.

“Cukup, sepertinya kau terlalu berlebihan..” Johnny berujar kepada Jaehyun.

Guratan kekecewaan nampak terlihat pada raut wajah Jaehyun, Jaehyun benar-benar sedih.

“Saya permisi, sekali lagi terima kasih untuk bantuannya..”

Johnny pergi tanpa melihat kearah belakang, kalau Jaehyun sedang berusaha menahan air mata agar tak jatuh membasahi pipinya.