He Forgot Me ; (18)



Jaehyun masih terdiam sejak Johnny pergi meninggalkannya, pesan dari Krys maupun Tuan Jung membuat ia semakin terguncang.

Ponsel yang semula di genggam olehnya kini terjatuh, ia sungguh tidak peduli. Sebab rasa sakit tiba-tiba memenuhi ruang hatinya.

Dia pun kesulitan bernafas, bayangan kejadian kecelakaan bersama dengan Johnny kembali berputar pada memori otaknya.

Jaehyun berusaha bangkit, ia terus memukul dadanya. Sesak, tanpa dia sadari dia terus berjalan mendekat ke arah air laut.

“Sakit., sakit sekali..” Jaehyun meracau tanpa sadar berjalan ke arah laut.

Kakinya terus melangkah tanpa sadar, ia sendiri bahkan tidak menyadari bahwa dirinya tengah dalam bahaya.

Jaehyun memukul-mukul kepalanya, berusaha menyadarkan ia dari trauma yang sedang menyerangnya kini.


“Johnny, tolong..”

“Jae, ayo ambil ini..”

“Nggak bisa jo, tolongin gue..”


Suara-suara itu terus memutar di dalam kepalanya,

“Gue pembunuh, gue pembunuh. gara-gara gue johnny terluka..” ucap Jaehyun.

Jaehyun berjalan dengan mata yang sayu, air laut kini sudah sejajar di atas dadanya.

Jaehyun seperti sedang berhalusinasi, air semula sampai pada bagian dada. Kini telah menutupi dirinya, dan membuatnya tak terlihat lagi.

Jaehyun tenggelam, dan tak bisa berenang. Ia meronta-ronta di dalam air laut, Jaehyun semakin kesulitan. Air laut di telannya dengan sangat banyak, tanpa tersisa.


“Papa, mama, kakak tolong..” ungkap Jaehyun di dalam hati.

Seseorang dari kejauhan berlarian dengan cepat, lalu melompat masuk ke dalam air.

Dengan mata yang sedikit tertutup Jaehyun dapat melihat sosok yang sedang menolongnya itu.

Tenaganya pun terkuras habis, akibat mencoba menyelamatkan dirinya di dalam air.

Sosok tersebut berenang lalu menariknya ke tepi pantai, Jaehyun sendiri telah pingsan dan tidak menyadarkan diri.