He Forgot Me ; (17)



Jung Jaehyun pergi berjalan sendirian, beberapa hari lagi liburan keluarga mereka akan usai.

Meski sempat bersedih karena kepergian sang mantan kekasih, membuatnya tak lantas ingin berdiam diri di salah satu vila milik keluarga mereka.

Tuan Jung, Nyonya Jung dan Krys ingin menemani Jaehyun untuk berjalan-jalan, namun hal tersebut di tolaknya secara mentah-mentah. Sebab ia ingin sendiri, meski dirinya juga bingung harus kemana.

Mengitari pantai seorang diri, sambil memandangi laut. Membuatnya menjadi kembali termenung, pergulatan batin dan banyaknya kejutan tak pernah dapat ia bayangkan di dalam hidupnya.

Sang mantan orang yang dulunya ia percayai dengan sepenuh hati, tak dapat di sangka olehnya bahwa dia adalah iblis berwujud manusia.

Menghela nafas panjang dengan gusar, ia memilih untuk duduk di atas pasir putih sambil memainkan pasir yang ada pada genggaman tangannya.


“Mas tolongin saya, saya nggak mau sama dia. Dia tinggal maksa saya buat ikut sama dia..”

“Kamu apa-apaan sih, nggak gini caranya. Kita bisa omongin baik-baik..”

“Lihat kan mas, saya dipaksa. Tolongin saya mas..”

Jaehyun yang tengah bermain itu, mendadak menoleh untuk mencari sumber suara keributan. Ia bisa melihat dari kejauhan kalau seorang wanita dan dua orang pria sedang melakukan perdebatan.

Semula ia tidak perduli, namun salah seorang pria yang berada di kejauhan sana membuat Jaehyun menjadi penasaran.

Jaehyun berdiri, lalu mengebas pasir yang menempel di celananya. Ia berjalan mendekat dengan tenang.

“Sayang, ayo balik. Nggak enak, kita obrolin di hotel baik-baik..” ajak salah seorang pria tersebut.

“Gue bilang nggak mau, lo kok nyolot sih. Gue maunya putus titik..” wanita tersebut menolak ajakan pria yang tengah berdiri membujuknya.

“Mbak, mending kalian selesaikan masalah kalian berdua secara baik-baik..”

“JOHNNY..”

Seru Jaehyun yang sedang menyaksikan perdebatan tersebut.

Semua mata tertuju pada Jaehyun.

“Kamu siapa?” tanya Johnny.

“Lihat, kekasih mas ini sudah datang. Ayo sayang kita pergi..” ungkap pria yang masih sibuk membujuk kekasihnya.

“Ada apa ini?” tanya Jaehyun.

“Mas siapa?” tanya wanita tersebut.

“Saya tunangannya pria yang kamu peluk itu, lepasin tunangan saya..” pinta Jaehyun kepada wanita tersebut.

“Tuh kan, ayo pergi yang. Jangan bikin malu..”

“Ih, lepasin.. lepasin..”

Pria tersebut telah membawa kekasihnya meninggalkan Johnny dan Jaehyun berdua.

“Kamu bilang tunangan saya? sepertinya kamu sedang menginggau..”

Johnny berucap dengan sinis saat memandangi Jaehyun.

“Jo, kamu nggak ingat aku!, aku tunangan kamu. Aku Jung Jaehyun, kita udah tunangan..” ujar Jaehyun dengan tak percaya.

“Kamu tidak usah membual, banyak orang yang mengaku menjadi tunangan saya. Dan kamu adalah orang ke 100 mengakui saya sebagai tunangan kamu..”

“Lihat ini, ini cincin tunangan kita. Kamu juga punya cincin ini Jo..” lirih Jaehyun sambil memperlihatkan cincin tunangan yang melingkar di jarinya.

“Mana, kamu bisa lihat. Kalau tangan saya ini kosong bukan..” balas Johnny sambil memperlihatkan kedua tangannya.

Jaehyun tersentak seketika, ia pun maju mendekat kemudian melihat dengan terkejut cincin tunangan mereka tidak melekat di jari Johnny.

“Kamu apa-apaan sih, jangan gila. Kamu tidak diajarkan sopan santun..”

Johnny mendorong Jaehyun dengan sedikit kesal, membuat Jaehyun menjadi mundur.

“Johnny, aku beneran tunangan kamu. Kita di jodohin sama kakek kita..”

Jaehyun masih berupaya menjelaskan siapa dirinya kepada Johnny.

“Up to you. Yang jelas saya tidak mengenal anda, saya permisi..”

Ucap Johnny lalu kemudian pergi meninggalkan Jaehyun dengan kebingungannya.

Jaehyun terduduk seketika, memandangi Johnny suh yang berjalan pergi meninggalkannya seorang diri.