He Forgot Me ; (14)



Hari ini seperti biasa Jaehyun kembali mendatangi rumah kosong milik Johnny, entah kemana Johnny dan keluarganya. Seperti menghilang tanpa jejak, Jaehyun tetap mencari.

Niatnya memang tekad dan bulat, Jaehyun benar-benar ingin menjumpai dan melihat Johnny dan meminta maaf secara langsung.

Setelah sebulan mengurung diri karena perasaan bersalahnya, Jaehyun kembali memberanikan diri untuk melihat dunia luar, keluarganya Jaehyun pun masih belum tau dimana keberadaan Johnnhy.

Saat mengalami insiden buruk tersebut, ketika tuan Jung ingin menjenguk Johnny. Dia mendapatkan kabar dari perawat bahwa Tuan Suh telah memindahkan putranya setelah melewati masa operasi, saat itu Jaehyun juga tengah dirawat sebab mengalami kejadia pasca trauma. Tidak ingin membebankan pikiran sang anak yang terus menerus merutuki kebodohannya membuat Tuan Jung menyembunyikan fakta bahwa keluarga Suh telah menghilang.

Setelah seminggu di rawat, Jaehyun ingin bertemu dengan Johnny. Namun kebenaran yang dilontarkan sang Ayah membuat hati kecilnya kembali terluka. Bukan malah membaik, kondisinya malah menjadi memburuk. Para ahli di datangkan langsung ke rumah, demi menyembukan kondisi jiwa mental Jaehyun yang terguncang.

Selama sebulan dia benar-benar dirawat, namun seperti tak melihat adanya perubahan dari Jaehyun. Kedua orang tuanya pun tampak pasrah. Sebab Jaehyun sendiri tidak memperlihatkan tanda-tanda kemajuan, sampai dimana Jungwoo datang dan memberikan kekuatan kembali kepada Jaehyun.

Kesehatan Jaehyun tak diberitahukan pada siapapun, bahkan Tuan Jung dan Nyonya Jung memilih untuk mengeluarkan Jaehyun dari kampus. Agar supaya dapat menyembuhkan Jaehyun, banyak cara telah mereka upayakan. Semua demi kembalinya keceriaan Jaehyun, kehadiran Krys pun tak lantas menyembuhkan. Krys sang kakak sendiri juga bingung, meski ia telah memberikan wujud cinta kasih dan penguatan tak lantas membuat Jaehyun ingin kembali bangkit. Sampai ide dari Nyonya Jung yang meminta mendatangkan Jungwoo pun dilakukan, dan nampaknya membuahkan hasil.

Perlahan-lahan perubahan mulai terlihat dari Jaehyun, meski kondisinya belum dikatakan benar-benar membaik. Jungwoo telah menjemput Jaehyun di rumah Johnny, ia mengajak Jaehyun untuk berjalan-jalan sebentar ke salah satu kawasan pusat perbelanjaan.


Jungwoo berjalan sambil merangkul pundak Jaehyun, ia mengajak Jaehyun untuk tetap mengobrol dengannya dengan berjalan mengitari pusat perbelanjaan. Hal tersebut sengaja Jungwoo lakukan agar fokus Jaehyun tidak kembali memikirkan Johnny dengan rumah kosongnya, tak bisa dapat dipungkiri sejak mereka berdua dalam perjalanan menuju ke mall, beberapa kali Jungwoo melihat Jaehyun tidak merespon ucapannya sebab Jaehyun terus melamun.

“Jae, itu kita kesana dulu yuk. Gue laper banget nih..” Jungwoo mengajak Jaehyun tanpa mendengar balasan dari Jaehyun, sebab ia tahu jawaban apa yang akan di dapatinya.

“Selamat Datang” salah satu pelayan restoran menyambut kedatangan mereka berdua.

“Mbak, untuk dua orang..” pinta Jungwoo kepada pelayan yang menyambut kedatangan mereka dengan hangat.

Sang pelayan pun kemudian mengantarkan mereka ke meja khusus dua orang, buku menu pun diberikan kepada Jungwoo dan Jaehyun. Steak menjadi menu pilihan makan siang mereka berdua, setelah menerima pesanan dari Jaehyun dan Jungwoo pelayan tersebut kembali untuk menyiapkan menu yang telah di pesan mereka berdua.

“Jae, sambil nunggu makanan. Gimana kalo kita main tebak-tebakkan, mau nggak lo?”

“Tebakan apa?”

“Apa aja, gimana?”

“Okay, lo duluan woo” ucap Jaehyun kepada Jungwoo.

“Ikan, ikan apa yang bisa terbang?”

“Hahaha.., Lele lawar..”

“Ih curang, kok cepet banget jawabnya sih lo..” kesal Jungwoo karena tebakannya terlalu mudah di tebak Jaehyun.

“Ya makanya, tebakannya susah dikit dong. Sekarang giliran gue..” ujar Jaehyun yang mulai terlihat semangat.

“Mulai..”

“Hewan, hewan apa yang nggak pernah salah?”

“Kucing ga wrong, hahahaha..” ucap Jungwoo dengan semangat.

“duh seneng amat, masih awal tuh..”

“Sekarang giliran gue lagi, sayur. Sayur apa yang berpangkat?”

“Sayur mayor, AHAHAHAHAHAHA..” Jaehyun semakin bersemangat menebak.

Jaehyun dan Jungwoo terlampau bersemangat untuk melakukan permainan tebak-tebakan, sampai skor di antara mereka berdua kini seimbang.

“Terakhir dari gue Jae..”

“Ayo, kali ini pasti gue yang menang” Jaehyun berucap dengan percaya diri.

“Telur dulu atau ayam dulu..” tebakan yang tak terduga di keluarkan oleh Jungwoo dari mulutnya, membuat Jaehyun yang semula tertawa, menjadi langsung diam.

“Jae, lo kenapa?” tanya Jungwoo dengan rasa khawatir.

“Gue ingat Johnny, tebakan ini pernah dulu gue kasih ke dia..” ungkap Jaehyun.

“Jae, sorry..” Jungwoo merasa bersalah.

Ketika sedang meminta maaf, pelayan tiba-tiba datang membawa pesanan makanan mereka. Semla suasana yang sedih kembali terisi dengan makanan yang tersaji diatas meja.

“Makan dulu yuk” ajak Jungwoo.

Jaehyun dan Jungwoo kemudian memulai menyantap steak yang di pesan mereka, saat sedang asyik makan. Tiba-tiba minuman yang berada di meja tak sengaja di senggol oleh Jaehyun.

“Jae, lo nggakpapa?” tanya Jungwoo yang berhenti menyatap makananya.

“Iya, gue baik-baik aja. Woo gue ke toilet dulu bentar”

“Gue temenin yah!”

“Nggak perlu, lo lanjut makan aja dulu. Gue Cuma bentaran doang..”

Jungwoo mengerti dan membiarkan Jaehyun pergi sendirian ke kamar mandi, Jaehyun mencoba menetralkan perasaannya kembali. Sebab pikirannya kini kembali memikirkan Johnny, ia pun berulang kali mencoba membasahi wajahnya. Agar pikirannya dapat beralih, kejadian yang tak sengaja itu di sebabkan karena Jaehyun yang makan sambil mengingat Johnny suh sang tunangan. Karena tak ingin Jungwoo menjadi khawatir dengannya, Jaehyun segera keluar dari toilet.

Ketika berjalan ingin menghampiri Jungwoo kembali, saat Jaehyun tengah berjalan. Tiba-tiba dia melewati sebuah ruangan reservasi. Tanpa sengaja matanya melihat ke arah dalam ruangan, yan pintunya kebetulan sedang terbuka.

Betapa terkejutnya ia melihat sang kekasih Mingyu tengah berciuman bersama wanita lain, di restoran tempat mereka makan. Tanpa berpikir panjang Jaehyun langsung melabrak Mingyu di dalam ruangan.

“GOOD JOB, ANJING YA LO. SELAMA BERBULAN-BULAN GUE CARI KEBERADAAN LO DIMANA, TERNYATA ELO MALAH SELINGKUH DI BELAKANG GUE? BAJINGAN LO.”

Jaehyun berbicara dengan kesal, ucapannya sontak membuat Mingyu menjadi kaget. Saat melihat kehadiran Jaehyun yang tengah berdiri sambil mengatainya.

“Jae kamu ngapain disini?”

“Sayang dia siapa?”

“HAHAHAHA, LO NGGAK SALAH NANYA GITU KE GUE? HARUSNYA GUE YANG TANYA. SELAMA INI LO KEMANA, LO NGAPAIN DISINI SAMA DIA?” Jaehyun meluapkan kekesalannya sambil melihat kea rah wanita yang tengah duduk di sebelah Mingyu.

“Aku calon tunangan Mingyu, kamu siapa?” tanya wanita tersebut.

“Lo tunangannya, kenalin gue pacarnya calon tunangan lo.” Jawab Jaehyun dengan kesal

Keributan pun tak terelakan, Jungwoo yang semula ingin melihat keadaan Jaehyun di toilet menjadi terkejut, ketika menyaksikan Jaehyun yang tengah memaki dan bahkan menghardik Mingyu dengan sumpah serapahnya.

“Dulu gue mati-matian ngebelain elo di depan keluarga gue, sekarang gue jadi nyesel. LO EMANG BANGSAT, gue ngerti kenapa bokap gue keras banget nentang hubungan kita. Walau udah bertahun-tahun. Ternyata elo emang parasite dalam hidup gue, lo manusia nggak tau diri. Kurang baik apa gue sama lo BANGSAT..” geram Jaehyun yang ingin melemparkan Mingyu dengan botol wine yang berada di tangannya.

“Jae, ada apa ini?”

“Woo lihat, orang yang selama ini gue mati-matian bela. Selingkuh di belakang gue, dan bahkan bentar lagi dia tunangan..” Jaehyun memberikan penjelasan kepada Jungwoo.

“SI BANGSAT DASAR NGGAK TAU DIRI LO MINGYU..” Jungwoo tak kalah kesal dengan Jaehyun.

“Jaehyun, lo sadar nggak sih. Gue itu nggak cinta sama lo, selama ini gue cuma main-main. Lo pikir gue beneran suka sama lo? Asal lo tau aja, bokap elo nawarin banyak uang buat gue asal gue ninggalin elo. Lagian gue pikir juga, elo sendiri udah tunangan jadi sekarang kita impas dong..” tutur Mingyu dengan tatapan remeh.

Mendengar perkataan tersebut, Jaehyun yang semula ingin melemparkan botol mengenai kepala Mingyu di tahan oleh Jungwoo. Jungwoo pun memberikan pukulan keras pada rahang wajah Mingyu, beberapa kali ia menghantam Mingyu yang tengah duduk itu.

“JUNGWOO, UDAH..” teriak Jaehyun.

“LEPASIN GUE, BIARIN GUE HAJAR MANUSIA NGGAK TAU DIRI INI, BANGSAT. TAU GITU GUE BUNUH LO PAS DI RUMAH SAKIT AJA..” ucap Jungwoo yang mencoba melepaskan dirinya dari Jaehyun.

Jaehyun mencoba melerai pemukulan itu, kerincuhan pun semakin terjadi sebab wanita tersebut berteriak dan memberontak. Membuat suasana restoran pun menjadi tambah kacau, beberapa pegawai melerai pertikaian tersebut.

Jaehyun membawa pergi Jungwoo keluar dari restoran meski dia sendiri sebenarnya masih belum puas sebab dia tak sampai memukul Mingyu. Karena sudah terwakili oleh Jungwoo sahabatnya.