He Forgot Me ; (13)
Jungwoo kini telah berada di kediaman keluarga Jung, setelah mendapatkan penjelasan dari masalah yang terjadi pada Jaehyun.
Jungwoo mencoba pergi menuju ke kamar Jaehyun, Jungwoo yang awalnya mengetuk pintu kamar Jaehyun sebelumnya terlebih dahulu, dan karena Jungwoo tidak mendapatkan jawaban dari Jaehyun.
Membuatnya memutuskan untuk memilih masuk, dengan tenang Jungwoo membuka pintu kamar yang gelap tersebut. Suasana di dalam kamar tidur Jaehyun begitu hening,
“Jaehyun” panggil Jungwoo dengan lembut
Jungwoo berjalan mendekat sambil dibantu cahaya dari layar ponsel pribadinya, ia melihat di tempat tidur Jaehyun tidak sedang berbaring disana.
“Jae..”
Jungwoo masih berusaha memanggil-manggil Jaehyun, ia mencari dengan teliti. Sampai dia melihat sosok Jaehyun yang tengah duduk sambil memeluk kedua lututnya di sudut bagian kamar.
“Jaehyun..”
Jungwoo mendekati Jaehyun yang tengah duduk bersembunyi.
“Jaehyun ini gue, Jae. Lo kenapa? Jaehyun jangan kayak gini Jaehyun..”
Jungwoo menyentuh sahabatnya itu, dia tak bisa menyembunyikan rasa keterkejutannya kala melihat Jaehyun yang seperti mayat hidup. Tubuh yang kurus, wajah yang lesu, dan tidak memiliki gairah hidup. Jungwoo sendiri tak bisa menyembunyikan kesedihannya, ia terus berusaha memanggil Jaehyun agar sadar.
“Jungwoo..” lirih Jaehyun dengan tatapan datar melihat Jungwoo.
“Iya Jae, ini gue. Mm.. M-maafin gue, maaf gue nggak tau keadaan lo yang sebenarnya. Maafin sahabat lo ini, Jae..” Jungwoo menangis sambil berucap permintaan maaf kepada Jaehyun.
“Jungwoo..” Jaehyun memeluk Jungwoo dengar erat, ia menangis sejadi-jadinya di dalam pelukan sang sahabat, mereka berdua sama-sama menangis di dalam kegelapan.
Jungwoo baru dapat mengetahui keadaan yang sebenarnya, hari dimana pesta pertunangan Jaehyun. Jungwoo tidak sempat hadir, sebab ia mengikuti permintaan Jaehyun.
Jaehyun meminta bantuan kepada Jungwoo untuk mencari tahu keberadaan Mingyu sang kekasih, Jungwoo sendiri pun bingung bagaimana cara menghubungi Jaehyun sebab semua pesannya tak pernah di balas oleh Jaehyun.
Keterbingungannya pun semakin menjadi-menjadi ketika Jungwoo ke rumah Jaehyun dan ingin mencari tahu keberadaannya, namun hasilnya nihil. Rumah mewah tersebut selalu kosong, dan hanya terisi oleh Maid. Selama sebulan Jaehyun di rawat, akibat mengalami depresi dan ptsd semua itu disebabkan oleh insiden yang menimpa dirinya dan Johnny.
Satu jam Jaehyun menyalurkan kesedihannya dengan menangis, menangis dalam pelukan Jungwoo. Pelan-pelan Jungwoo mencoba membantu Jaehyun untuk kembali ke tempat tidurnya. Jungwoo begitu menyayangi sahabat satu-satunya itu. Jaehyun lelah dengan dirinya sendiri, ia merasakan keletihan yang begitu dalam.
“Jungwoo”
“Iya, Jae.. gue disini..”
“Gue pembunuh woo, gue udah jadi penyebab Johnny celaka. Gue jahat jungwoo, gue pantas mati..”
Jaehyun berulang kali menyumpahi dirinya sendiri dan menyalahakan dirinya sendiri, Jungwoo menggenggam erat tangan Jaehyun. Ia memberikan usapan ketenangan kepada Jaehyun.
“Lo bukan pembunuh Jae, lo anak baik. Gue yakin Johnny juga bakalan ngomongin hal yang sama kayak gue, elo nggak jahat. Tolong jangan nyalahin diri lo sendiri..” rayu Jungwoo kepada Jaehyun.
“Kalau dia nggak nyelametin gue, dia nggak bakalan kecelakaan seperti sekarang woo. Dia pasti udah bahagia, harusnya gue yang di rawat disana. Bukan Johnny..” Jaehyun berbicara sambil berlinang air mata.
“Nggak, dia juga bakalan sama kayak lo. Dia juga pasti sama sedihnya, kalau lihat elo sakit..”
“Jungwoo, Johnny baik. Dia orang baik wo, gue pengen lihat dia. Gue pengen ketemu sama dia Jungwoo..”
“Ayo sehat Jae, supaya gue temenin lo pergi buat ketemu sama dia. Gue yakin dia juga senang lihat kedatangan lo..”
Junwoo mencoba membujuk serta merayu Jaehyun agar ia bisa bangkit kembali
“Woo, apa gue bisa? gue takut kalo nggak bakalan ketemu sama dia Jungwoo, sebelum gue minta maaf. Sampai sekarang pun gue belum ketemu sama Johnny, gue pengen minta maaf. Andai aja gue nggak ceroboh malam itu, Johnny mungkin nggak bakalan korbanin dirinya demi nyelametin gue. Sakit woo, sakit banget lihat dia jatuh langung depan mata gue, dan gue nggak bisa apa-apa..”
Jaehyun masih merasa bersalah, ketika mengingat kejadian itu. Setiap hari ia merasakan perasaan bersalah, benar-benar diluar dugaan bahwa Johnny akan merelakan dirinya demi menyelamatkan Jaehyun.
Jungwoo memeluk sahabatnya, Jungwoo hanya mampu memberikan kalimat penenang, agar Jaehyun tidak terus-menerus merasakan perasaan bersalah dengan perbuatan yang dilakukannya tanpa sadar.