He Forgot Me ; (12)
Saat ini semua keluarga telah berada di rumah sakit, Jaehyun masih terus menangis.
“Adek udah ya, kakak ngerti lo sedih. Tapi jangan nangis terus, mending kita berdoa aja. Supaya Johnny baik-baik di dalam..”
ujar Krys yang masih menenangkan Jaehyun.
“Kak, dia kecelakaan gara-gara gue kak. Gue pembawa sial buat dia, kak gue pembunuh..” Jaehyun terisak sambil melihat kedua tangannya.
“JAEHYUN LO BUKAN PEMBUNUH, INI MURNI KECELAKAAN..”
Krys berteriak menyadarkan Jaehyun yang tak henti-henti menyalahkan dirinya sendiri, Jaehyun bahkan berulang kali memukuli dirinya.
Nyonya Suh telah siuman, ketika mereka tiba di rumah sakit dan saat bertemu dengan dokter ia langsung jatuh pingsan kala mendengar kondisi buruk putranya. Johnny saat ini sedang melakukan operasi, semua orang menanti dengan penuh kecemasan.
“Johnny, nak bertahan..” isak Nyonya Suh yang tak kuasa melihat putra semata wayangnya terbaring di dalam ruang operasi.
Jaehyun berdiri, ia berjalan mendekati Nyonya Suh,
“Mom”
Nyonya Suh tanpa berbicara langsung menampar Jaehyun.
“PUAS KAMU, PUAS KAMU LIHAT ANAK SAYA HAMPIR MATI.” Kesal Nyonya Suh yang telah mengetahui kejadian yang sebenarnya.
“NYONYA SUH, KENAPA ANAKKU KAU TAMPAR.”
Geram Nyonya Jung yang tak menerima perlakuan Nyonya Suh kepada Jaehyun.
“Apa salah anakku Jaehyun, apa yang sudah dia lakukan padamu..”
Nyonya Suh memukul-mukul dada Jaehyun sambil terisak, dia menangis sejadi-jadinya.
Tak sanggup Nyonya Suh membayangkan perjuangan Johnny untuk menolong Jaehyun yang tengah mengalami kesulitan saat itu, Nyonya Suh jatuh tersungkur. Kakinya lemas, ia tak sanggup berdiri, Nyonya Jung sendiri kini berdiri di samping Jaehyun untuk memberikan perlindungan.
“Maaf, aku minta ma-ma-aaf..” Jaehyun sama terisak.
“Sayang bangun, ayo berdiri. Johnny nggak suka lihat kamu nangis. Anak kamu paling benci lihat kamu sedih. Trust me, putra kita bakalan baik-baik aja. Johnny kita kuat, ayo sayang..”
Tuan Suh berusaha menguatkan istrinya, walau sebenarnya di hati kecilnya ia juga sama takutnya kehilangan anak semata wayang mereka.
Nyony Jung memeluk Jaehyun, Jaehyun menangis sejadi-jadinya di dalam pelukan sang ibu.
“MA, JAE PEMBUNUH. MA JAE PANTAS DI HUKUM MA.” Jaehyun terisak.
Krys tak mampu menyembunyikan kesedihannya, dia tak sanggup melihat Jaehyun menangis terus-terusan. Ia merasa kesakitan juga,
“KAMU BUKAN PEMBUNUH, KAMU ANAK BAIK. INGAT ITU, INI KECELAKAAN KAMU NGGAK SALAH..”
Nyonya Jung menyadarkan Jaehyun, kalau ini semua murni kecelakaan. Jaehyun bukanlah seorang pembunuh, meski keegoisan sesaat menjadikan Johnny sebagai korban.
“Ma”
“JAEHYUN, SAYANG BUKA MATAMU NAK, MAS. JAEHYUN PINGSAN..”
Nyonya Jung berteriak memanggil suaminya yang sedang berbicara sebentar dengan Tuan Suh, Tuan Jung lari memanggil suster untuk meminta bantuan.
“Mr. Suh, saya minta maaf atas kekacauan yang terjadi hari ini.”
“Aku mengerti, pergilah. Urus Jaehyun dulu, biar aku menunggu operasinya disini..”
Tuan Jung, Nyonya Jung dan Krys pergi melihat kondisi Jaehyun. sedangkan Tuan Suh dan Nyonya Suh masih menunggu kabar dari dalam ruang operasi.