He Forgot Me ; (11)
Hari ini adalah malam pesta pertunangan Jung Jaehyun dengan Johnny Suh, dan hari ini merupakan hari dimana Jaehyun semakin membenci Johnny terlebih dengan dirinya sendiri.
Rasa sakit semakin terasa, kala Jaehyun mendapatkan informasi, bahwa Mingyu sang kekasih telah menghilang tanpa meninggalkan pesan apapun kepadanya.
Pengurungan yang dilakukan Tuan Jung secara sepihak tak mampu dilawan oleh Jaehyun, sebab jika ia memberontak sedikit saja. Dapat dipastikan nyawa Mingyu dalam bahaya, sakit namun ini adalah kenyataan pahit yang harus diterima oleh Jung Jaehyun.
Acara pesta pertunangan dilakukan dengan mewah, seluruh rekan bisnis dari kedua keluarga di undang untuk menyaksikan penyatuan kesepakatan antara mendiang dari kakek Jaehyun dan kakek Johnny.
Bertempat di salah satu hotel berbintang, hotel tempat diselenggarakan acara pesta pertunangan Johnny dan Jaehyun meruppakan salah satu hotel yang menjadi bagian dari bisnis keluarga suh, meski terkesan mewah namun acara yang dilaksanakan masih bersifat privasi.
Jaehyun sedang berada di salah satu kamar hotel, ruangan yang memiliki kemewahan dan indah itu sangat tak berarti apapun baginya. Dia sedang duduk sambil melihat bayangannya sendiri yang berada pada cermin besar di hadapannya, wajah amarah yang dihiasi rasa sakit memenuhi sekujur tubuhnya.
Tak dapat di bayangkan olehnya malam ini merupakan sebuah malam yang akan menjadi kenangan buruk baginya, ditinggalkan oleh sang kekasih tanpa meninggalkan jejak serta dipaksa untuk melakukan pertunangan dengan pria lain. Membuatnya semakin membenci dirinya sendiri, ia bahkan tak mampu berteriak kerasa di dalam kamar. Air mata berbentuk kekesalan mengalir di pipi halusnya, rasa sesak itu menyerang rongga pernafasannya.
Ketika sedang bersedih, ketukan pintu membuat Jaehyun dengan cepat mengusap air matanya. Berbalut dres mewah dan elegan sosok sang kakak berjalan masuk ke dalam dan mendekat, Krys masuk untuk menjemput sang adik tercintanya.
“Jae..” Krys berucap sambil memegangi pundak Jaehyun.
Jaehyun berdiri dari tempat duduk
“Maafin kakak, kakak nggak bisa bantu kamu..”
Krys meminta maaf kepada Jaehyun, sebab keputusan dari orang tua mereka membuat keduanya juga sama terkejut. Krys memang tidak menyukai hubungan Jaehyun dan Mingyu, akan tetapi Krys juga tak membenarkan tentang perjodohan yang direncanakan orang tua mereka.
Sebagai kakak, Krys hanya menginginkan Jaehyun sendirilah yang memilih jalan hidup kisah cintanya, tanpa campur tangan orang tua mereka. Tapi keinginannya tak mampu ia utarakan pada kedua orang tuanya. Sebab ia tahu bahwa Tuan Jung tak akan pernah menerima saran apapun, terutama untuk urusan Jaehyun.
Jaehyun memeluk Krys, ia menangis dalam pelukan sang kakak. Membuat Krys ikut larut dalam kesedihan, tak mudah menjalani kehidupan yang tak disenangi oleh adiknya.
“Kak, dia pergi. Dia ninggalin aku kak, Mingyu pergi dan aku nggak tau dia kemana..” lirih Jaehyun dalam pelukan sang kakak.
“Sabar Jae, kakak minta maaf..” Krys hanya mampu meminta Jaehyun untuk tetap bersabar, meski sebenarnya ia sendiri juga bingung dengan apa yang terjadi.
Krys mengusap wajah Jaehyun yang basah, ia merapikan sedikit penampilan adiknya.
“Sekarang kita turun, semuanya udah pada nunggu dibawah..” ajak Krys kemudian menggenggam tangan Jaehyun.
Krys di minta oleh sang ibu untuk menjemput Jaehyun yang masih bersiap-siap di kamar, sebenarnya Nyonya Jung lah yang akan menjemput putranya. Namun niat itu ia urungkan, sebab ia tak sanggup melihat wajah sedih Jaehyun kembali. Makanya dia meminta sang putri untuk menjemput adiknya.
Berjalan dengan tegak sambil melangkah lurus, arah lampu menyoroti Jaehyun dan Krys, benar-benar layaknya seperti sebuah hari pernikahan. Krys mengantar adiknya ke depan, sebelum ia kembali turun kebawah.
Johnny sendiri tentu terkesima melihat kecantikan serta keindahan yang dipancarkan Jaehyun dalam balutan jas mewah berwarna biru navy, beberapa tamu pun dibuat terkagum melihat penampilan dari sang calon pria.
MC pun memulai acara pertukaran cincin, kedua orang tua dari masing-masing berdiri mendampingi disebelah mereka. Johnny memasukkan cincin di jari manis Jaehyun, sambil sesekali memandangi wajah Jaehyun.
Jaehyun sendiri hanya memasang wajah datar tanpa ada senyuman yang melekat di wajahnya, ia benar-benar membenci acara malam ini, jika saja ia mampu berteriak. Mungkin Jaehyun akan melakukan sumpah serapahnya kepada semua tamu undangan yang sedang berteriak malam ini.
“Cium., cium., cium..” goda para tamu kepada Johnny yang telah di pasangi cincin oleh Jaehyun.
Johnny sendiri tersipu malu, Mr. Jung dan Mr. Suh tertawa ketika mendengar teriakan dari beberapa tamu yang meminta Johnny untuk mengecup Jaehyun.
“Kiss aja Johnny, kalian kan udah tunangan.” ucap Nyonya Jung.
“Iya nak, tuh udah dikasih kode sama mertua.” sambung Nyonya Suh.
Jaehyun sendiri tak memberikan reaksi, ia hanya menatap lurus Johnny. Merasa tak ada penolakan dari Jaehyun, Johnny mencoba memberikan sebuah ciuman di bibir Johnny. Belum sempat ia menautkan bibirnya dengan Jaehyun, sebuah tamparan keras membuat semua orang menjadi tercengang.
“JAEHYUN..” teriak Tuan Jung dengan lantang.
“WALAUPUN LO CALON SUAMI GUE, JANGAN HARAP LO BISA SEMBARANGAN NYENTUH GUE.”
Jaehyun memberikan pernyataan tegas kepada Johnny, dan terutama kepada kedua orang tuanya. Sebab sejak awal ia memang tidak menyukai perjodohan ini.
Bisik-bisik terlihat jelas dari beberapa tamu undangan, hal tersebut tak diperdulikan oleh Jaehyun. jaehyun berjalan pergi sendirian meninggalkan mereka semua.
“Son, are u okay?” Tuan Suh menanyakan kondisi putranya.
“I’m okay dad” Johnny memegangi pipinya yang sudah tertampar itu.
“Mr. Suh, Maaf atas tindakan yang dilakukan Jaehyun. Saya akan memberikan hukuman padanya, maaf juga telah mempermalukan keluarga besar kalian.”
Tuan Jung meminta maaf akibat perlakuan kasar dari Jaehyun, ia benar-benar tidak menyangka jika Jaehyun akan mempermalukan Johnny di depan umum.
“Saya mengerti Mr. Jung..” balas Tuan Suh.
“Kalau begitu saya permisi sebentar..”
“Pa..” cegah Johnny yang menahan pergerakan Tuan Jung.
“Ada apa?” tanya Mr. Jung
“Biarin aku aja Pa, ini semua salahku. Aku akan menjelaskan semuanya kepada Jaehyun..”
Johnny tak berhenti sampai disitu, ia pun pergi meninggalkan keluarganya yang masih berada di dalam ballroom.
Penuh dengan kekesalan Jaehyun berjalan melangkah keluar, ia menarik dasinya kemudian membuangnya di pinggir jalan. Berjalan tanpa arah dilakukan oleh Jaehyun seorang diri, ia benar-benar kesal saat ini.
Johnny sendiri masih kebingungan mencari keberadaan Jaehyun, sampai dimana Johnny melihat sosok Jaehyun yang tengah berdiri menaiki pembatas jembatan.
“JAEHYUN..”
Jaehyun yang semula telah membentangkan tangan ingin melompat terjun bebas kebawah, sejenak berhenti melihat Johnny yang sedang berteriak dengan kencang.
“LO MAU NGAPAIN, PERGI SANA. BELUM PUAS LO HANCURIN KEHIDUPAN GUE..”
Jaehyun mengusir Johnny yang sedang berjalan perlahan-lahan mendekatinya.
“Jaehyun, aku minta maaf. Kamu tenang, aku salah. Kamu boleh tampar aku, kamu boleh benci aku. Kamu boleh mukulin aku, apapun yang kamu mau lakuin aja sesuka kamu. Tapi tolong, jangan hancurin diri kamu sendiri Jaehyun, aku mohon.”
Johnny sedang berusaha menghentikan Jaehyun yang ingin mencoba bunuh diri, Jaehyun tertawa sambil meneteskan air mata.
“Gila, lo sendiri yang hancurin kehidupan gue dan lo datang terus mohon-mohon kayak gini!”
Jaehyun berucap dengan geram, ia benar-benar kesal. Ada rasa ingin membunuh di dalam hati Jaehyun ketika melihat Johnny saat ini.
Johnny berlutut, “Jangan bunuh diri, aku akan membatalkan pertunangan ini. Aku sendiri yang akan berbicara langsung kepada mereka..”
“Lihat ini, buka mata lo baik-baik. Cincin bodoh ini udah melekat di jari gue. Lo orang yang gue pikir baik, orang yang bisa ngebantuin gue. Malah elo sendiri yang hancurin hubungan gue, gue benci sama lo Jo. GUE BENCI, hikss-hikss- SALAH GUE APA SAMA LO JO, SALAH GUE APA..”
Jaehyun berteriak dan berbicara sambil menunjuk cincin yang telah melekat pada jari manisnya, ia bahkan tak sungkan memukul-mukul dadanya sebab rasa sakit yang kini menghinggap di dadanya.
“Jaehyun, aku bakalan cari pacar kamu. Aku sendiri yang akan menikahkan kalian berdua, tapitolong. Aku minta sama kamu buat turun dari sana, aku minta maaf Jaehyun..”
Johnny benar-benar ingin menggila, ia bahkan tak kuasa menahan buliran air matanya. Rasa cinta yang dalam membuatnya tak sanggup melihat Jaehyun secara langsung memperlihatkan tangisannya, kini ia tahu bahwa Jaehyun tak memberikan ruang kepadanya sama sekali di hatinya. Menangis dengan kondisi tidak terkendali membuat Jaehyun terjatuh dari atas.
“JAEHYUN..” Johnny berteriak dengan kencang,
Jaehyun terjatuh, Johnny berdiri lalu mendekat melihat kebawah. . . . . .
“JOHNNY TOLONG..”
Jaehyun bersuara pelan, ia meminta pertolongan kepada Johnny. Tangannya memegangi besi yang ada pada jembatan, Johnny melepaskan jasnya membuat ikatan kecil pada pergelangan bagian tangan jas.
“JAEHYUN AYO PEGANG INI..”
Johnny berusaha mengarahkan jas kepada Jaehyun, Jaehyun berusaha meraih meski angin sedang berhembus membuatnya kesulitan untuk menggapai bantuan dari Johnny.
Johnny terlihat berusaha dengan kuat, meski ia nampak kesulitan. Sebab pembatas pinggiran jembatan yang tinggi membuatnya cukup kesulitan.
“Johnny gak bisa, gue gak bisa..” ucap Jaehyun dengan isak tangis.
“Bisa Jaehyun, kamu bisa. Ayo tangkap ini..” Johnny masih berusaha mengarahkan jasnya, Johnny pun sama sulitnya.
Jaehyun kesulitan menangkap, ia benar-benar kelelahan menangkap bantuan dari Johnny. Peluh keringat membasahi seluruh badannya,
“Come’on.. come’on.. come’on..SHIT..”
Johnny menggeram dengan kesal, sebab kekuatan angin menghalangi pertolongannya pada Jaehyun.
“Johnny sakit, Jo tolong please..” Jaehyun menangis.
Tangan Jaehyun yang semula memegangi besi tersebut dengan kuat perlahan mulai terlepas, tangan yang berkeringat serta tak cukup memiliki kekuatan membuat Jaehyun tak kuasa menahan beban beratnya sendiri.
Jaehyun menutup matanya, ia benar-benar sudah pasrah dengan keadaan yang akan terjadi pada dirinya. Genggaman tangannya terlepas, namun Johnny masih berusaha menangkapnya. Johnny nekat menjatuhkan dirinya untuk menangkap Jaehyun.
“Jo..” lirih Jaehyun.
“Bertahan Jaehyun, aku bakalan bantuin kamu..” Johnny berteriak sambil menahan tangan kanan Jaehyun.
Dengan penuh perjuangan Johnny menarik Jaehyun menggunakan satu tangan keatas, Jaehyun dibantu olehnya meski dia sendiri sangat kesulitan dan rela mengorbankan dirinya.
Jaehyun berhasil memegangi besi pembatas jalan tersebut menggunakan kedua tangannya. Johnny mendorong Jaehyun keatas, dengan sekuat tenaga, Jaehyun terus berusaha meraih pegangan hingga ia berhasil naik keatas.
“Ayo Jo, pegang tangan gue. Ayo cepat..” Jaehyun terisak sambil mengulurkan tangannya yang pendek itu.
Johnny yang ingin meraih, tiba-tiba saja tangannya tergelincir lalu terlepas kedua tangannya. Ia pun terjatuh tepat diatas atap truk besar yang sedang melewati bawah jembatan, kemudian terlempar ke tanah.
“JOHNNY..”
Jaehyun berteriak dengan kencang, dia terisak. Jaehyun menangis sejadi-jadinya menyaksikan insiden terjatuhnya Johnny dari atas ketinggian. Jalanan yang semula sepi, kini mulai ramai. Jaehyun berteriak dengan kencang dari atas jembatan.