He Forgot Me ; (10)
Suasana pagi hari telah tiba, matahari belum terlihat menampakkan dirinya. Hanya saja, Jaehyun sudah bersiap-siap agar segera kembali ke rumah, sebelum dia menyiapkan dirinya untuk kembali masuk ke kampus.
Mingyu sendiri masih terlelap tidur, meski Mingyu telah memberi izin kepadanya. Jaehyun tetap meninggalkan pesan di note kecil kepada kekasihnya, setelah itu Jaehyun mengecup kening sang kekasih kemudian pergi dari ruangan.
Jaehyun sedikit terburu-buru, sebab ia masih mengejar waktu. Berlari kecil ke arah parkiran, ia pun segera masuk ke mobil kemudian berbegas menginjakkan pedal gas mobil lalu melaju di jalanan.
Butuh beberapa puluh menit agar tiba di rumahnya, mobil yang semula masih berada di jalanan kini telah terlihat memasuki pekarangan rumah. Kehadirannya pun di sambut oleh seluruh maid yang bekerja, melihat suasana rumah yang nampak masih sepi. Membuatnya bergegas berlarian menuju ke lantai atas, dimana kamarnya berada.
Ketika membuka pintu kamar, betapa terkejutnya Jaehyun melihat kedua orang tuanya yang tengah menunggu di dalam kamar.
“Papa, Mama.” Jaehyun terkejut melihat Tuan Jung dan Nyonya Jung yang tengah menunggunya.
“Sayang, kamu dari mana?” tanya Nyonya Jung yang berjalan mendekati sang putra bungsunya.
Jaehyun sedikit gugup, ia pun hanya bisa melihat kedua orang tuanya dengan rasa takut.
“JAWAB JUNG JAEHYUN” bentak Tuan Jung
Teriakan sesaat membuat Jaehyun menjadi kaget,
“Dari rumah sakit..” jawab Jaehyun dengan cepat.
“Nak..”
Nyonya Jung berusaha menangkan Jaehyun yang hampir saja menangis, akibat mendengar bentakan dari sang papa tercinta.
“Kamu tau, Papa paling benci sama orang yang suka bohong. Kamu ngapain bohongin Papa sama Mama?”
Pertanyaan pertama yang terlontar dari mulut Tuan Jung.
Jaehyun meremas ujung bajunya, ia tak berani menatap Papanya. Sebab Jaehyun begitu ketakutan, dia takut jika ia semakin jujur. Tuan Jung akan semakin memarahinya..
“Mas..”
Nyonya Jung mencoba memberikan kode kepada suaminya agar supaya tidak terlalu keras kepada Jaehyun
“Mau sampai kapan kamu jalani hubungan konyol dengan bocah berandalan itu.”
Seru Tuan Jung yang mempertanyakan hubungan Jaehyun dengan Mingyu.
“Pa, Mingyu bukan berandalan pa.”
Jaehyun mencoba membela sang kekasih di hadapan orang tuanya.
“Sayang, kamu tau kan. Papa sama Mama nggak pernah setuju sama hubungan kalian.”
Nyonya Jung kembali mencoba memberikan penjelasan dengan pelan, berbeda dengan suaminya.
“Tapi Ma..” Jaehyun memegang tangan sang ibu, seakan seperti meminta bantuan.
“Papa malu sama Mr. Suh, lihat kamu kayak gini, kamu lebih memilih buat lihatin pria brengsek seperti dia. Dari pada ikut makan malam bersama keluarga kita..” ujar Tuan Jung dengan kesal.
“Pa, dia sakit. Mingyu sakit, makanya aku samperin dia ke tempatnya.”
Jaehyun mencoba membela diri saat ini.
“Dia sakit karena ulahnya sendiri, kamu ngapain sibukin diri kamu buat lelaki brengsek macam dia. Dia itu cuma mau hancurin masa depan kamu, selama ini dia cuma mau manfaatin kamu. Kenapa kamu nggak nyadar juga Jaehyun.”
“Papa apa-apaan sih, papa kenapa selalu maksain aku buat pisah sama dia. Dia sekalipun nggak pernah jahatin aku, tapi kenapa papa suka banget sakitin aku.”
“Kamu bilang dia nggak jahatin kamu, terus yang ngajarin kamu makai obat-obatan itu siapa kalau bukan dia? siapa yang ngajarin kamu minum-minum, siapa yang ngajarin kamu mengabaikan pendidikan kamu itu siapa, papa tanya. Kalau bukan anak nggak tau diri itu..”
Tuan Jung berujar dengan kesal melihat sikap Jaehyun yang masih terus membela sang kekasih.
“Papa, itu semua salah aku. Aku yang salah, aku sendiri yang mau. Dia nggak tau apa-apa, aku yang salah papa..”
“Papa nggak perduli, mulai detik ini juga kamu berhenti temuin dia. Atau, papa sendiri yang bakalan habisin dia. Minggu depan pertunangan kamu dan Johnny akan dilakukan.”
“PAPA, AKU NGGAK PENGEN NIKAH SAMA JOHNNY.”
“JAEHYUN KAMU JANGAN NGEBANTAH PAPA, KALAU BUKAN KARENA JOHNNY. PAPA SUDAH BUNUH DIA SAAT INI DI RUMAH SAKIT..”
Setelah mengatakan hal tersebut, Tuan Jung kemudian beranjak pergi meninggalkan Jaehyun. Nyonya Jung sendiri bingung, sebab ini diluar perencanaan mereka. Dia tak menyangka suaminya akan melakukan hal semacam ini.