He Forgot Me ; (1)



Jaehyun menuruni anak tangga dengan wajah yang kesal, bayangannya semalam akan menikmati waktu tidurnya sedikit lebih lama menjadi hilang seketika.

Johnny Suh sang calon suami datang di pagi hari, dengan tujuan untuk menemui Jung Jaehyun yaitu sang calon istri.

Perintah dari Tuan Jung lah yang membuat Jaehyun rela bangkit dari pembaringannya, meski ia benar-benar terpaksa.

“Morning sweety”

Nyonya Jung menyapa sang putra bungsunya, yang sedang berjalan mendekat ke meja makan.

“Jaehyun, duduklah. Makan dulu sebentar, selesai makan, nak Johnny akan mengantarmu ke kampus”

Tuang Jung memerintah Jaehyun untuk menikmati sarapannya, sebenarnya ia bisa saja sarapan bersama kedua orang tuanya. Namun melihat Johnny yang duduk bersama keluarganya sedang sarapan membuatnya semakin murka.

“Nggak pa, di kampus aja. Aku masih kenyang”

Jaehyun berbohong, ia sebenarnya tak ingin makan bersama dengan Johnny. Jaehyun lalu menciumi pipi kedua orang tuanya, lalu berjalan meninggalkan Johnny Suh sendirian.

“Jaehyun”

Panggil Tuan Jung yang merasa tak enak hati dengan Johnny Suh.

“Saya permisi Tuan dan Nyonya Jung” ucap Johnny lalu berjalan mengikuti Jaehyun.

Jaehyun hanya melambaikan tangan kepada kedua orang tuanya.


Suara dari mobil bugatti berbunyi, pertanda pintu mobil telah di buka. Jaehyun langsung masuk ke dalam tanpa berbicara panjang lebar.

Johnny bergegas menyalakan mesin mobil, lalu mengijak pedal gas mobil. Tanpa bertanya lebih dahulu kepada Jaehyun, mobil tersebut melaju dengan tenang. Tidak ada suara yang mengiringi perjalanan mereka, belum setengah perjalanan Jaehyun mulai melakukan aksinya.

“Berhenti di depan”

Jaehyun berucap tanpa memandangi Johnny terlebih dahulu.

“Jaehyun, kita masih jauh dari kampus kamu”

Balas Johnny yang masih fokus mengendarai mobil, tak perduli dengan ucapan dari Johnny.

Jaehyun mendadak mengeluarkan sesuatu dari dalam tasnya, kunci inggris telah ia siapkan sebelum pergi bersama dengan Johnny. Kunci berat itu ia hantam ke jendela mobil, tepat dimana Jaehyun sedang duduk.

“JAEHYUN, KAMU JANGAN GILA..”

Johnny berteriak dengan lantang di dalam mobil, ia menginjak rem mobil secara mendadak.

“Elo yang gila, gue udah bilang gak pengen ketemu sama lo. Lo ngapain nekat hah!”

Jaehyun berseru di dalam mobil bersama dengan Johnny, Johnny mengehela nafas dalammya. Ia lalu menekan kunci agar pintu mobil dapat terbuka, kaca mobil milik Johnny retak namun tidak pecah.

“Okay, saya minta maaf. Tapi kamu tidak perlu sampai mencelakai dirimua sendiri Jaehyun”

Johnny hanya khawatir jika serpihan kaca mobil mengenai Jaehyun, ia tak perduli dengan niat Jaehyun yang ingin merusaki mobilnya. Johnny hanya menginginkan agar Jaehyun tetap aman.

“Gue nggak mau ke kampus sama lo, inget itu. Ini Pertama dan terakhir kali, kalo elo masih nekat juga. Gue bisa lebih dari pada ini”

Setelah mengucapkan ancamannya kepada Johnny, Jaehyun bergegas turun dari mobil milik Johnny. Ia bahkan membanting pintu mobil dengan kasar, tanpa perduli dengan Johnny yang masih berada di dalam.

Jaehyun memberhentikan taksi, lalu ia pergi melanjutkan perjalanannya sendirian. Tanpa perduli dengan Johnny, yang masih kebingungan melihat sikap Jaehyun yang nekat dia tunjukkan kepadanya.