Chapter 163


Ketika Levin berada di salah satu toilet sekolah, ada beberapa anak laki-laki yang datang menemuinya, dan langsung menghajarnya di Toilet sekolah.

Karena saat itu sedang jam pelajaran di kelas, makanya tidak ada orang yang bisa tahu.

Levin tidak bisa melawan, tubuhnya di pegang oleh dua orang. dan yang satunya lalu menghajar dia habis-habisan.

Mereka membawa Levin ke salah satu gudang yang sudah tidak terpakai di sekolah, lokasi gudang sangat jauh dari bangunan utama sekolah.

AF7-C27-F5-5-D38-49-E2-A076-66-FD0188-E85-E

Banyak murid sekolah yang tidak tahu tentang lokasi gudang yang sudah usang itu.

Tempat yang sunyi dan lokasi yang jauh membuat banyak orang malas untuk melihat kondisi sekitar sekolah mereka, apalagi sekolah mereka sangat besar dan luas.

Levin pingsan dengan kondisi tubuh yang sedang terikat, mulutnya juga di tutupi dengan lakban agar dia tidak bisa berteriak.

“si cacat ini bikin ribet aja. kenapa juga bisa jadi rebutan orang-orang di sekolah.” ucap salah seorang murid lelaki.

“udah cacat nyusahin banget lagi.” balas salah satu temannya.

“heh, Yoan, Daren. lu berdua gak usah debat. walau dia cacat, lu berdua lihat aja tu badannya, mulus banget.” sambung Rain.


Levin yang sudah pingsan sejak tadi, kini mulai membuka matanya perlahan-lahan.

Kepalanya pusing, dia mencoba untuk melihat kondisi sekitar, ruangan itu gelap dan hanya ada sedikit pencahayaan.

“Aku dimana.” gumam Levin di dalam hati.

“si cacat udah sadar.” ucap Yoan.

Dengan cepat Rain lalu melepaskan mulut Levin yang tertutupi lakban itu.

“Kalian siapa, aku dimana?” tanya Levin.

“DENGER YA CACAT. YANG JELAS LU BUKAN DI RUMAH.” jawab Daren.

Daren dan Yoan lalu tertawa terbahak-bahak, mereka suka saat melihat wajah Levin yang penuh dengan ketakutan.

Levin saat ini benar-benar tidak tau dia berada dimana, dan juga ia sangat ketakutan. saat melihat mereka bertiga yang sedang menatapnya dengan jahat.

“Tolong lepasin aku, Aku janji gak bakalan laporin kalian kepada siapapun. Asal kalian bertiga bebasin aku, aku mohon.” ucap Levin

“Ngapain kita bebasin lu, biarin aja lu menderita disini.” balas Yoan dengan nada ejekan.

“lu mau gak kita lepasin?” tanya Rain.

Levin hanya menganggukan kepalanya, saat ini tubuhnya dia tidak berani untuk banyak berbicara. dia juga merasakan kesakitan pada dirinya.

Tubuh yang terikat, dan luka memar yang memenuhi wajahnya, serta dada yang sakit, akibat pukulan dan hantaman tendangan dari mereka membuat Levin semakin lemah.

Daren lalu maju mendekat ke arah Levin, dia lalu membuka resleting dan menurukan celana seragamnya.

Levin kaget saat melihat perlakuan Daren kepadanya, dia benar-benar takut. Levin di paksa untuk memenuhi hasrat Daren.

“Mau bebas kan lu, sepongin kontol gue buruan.” ucap Daren.

“HAHAHAHA.” suara kekehan dari Rian, Yoan dan Daren menggema dalam ruangan.

“Jangan, jangan lakukan ini padaku. kalian boleh pukulin aku. tapi jangan ini.” ucap Levin.

“HEH CACAT, LU TUH TINGGAL NYEPONG DOANG RIBET BANGET DEH.” balas Rian.

Pukulan, Ejekan dan juga Hinaan di rasakan Levin saat ini, Levin tidak tau hal apa yang telah dia perbuat. sampai ada orang yang tega menyakitinya.


Kelvin saat ini sedang mengelilingi sekolahnya, dia sangat yakin bahwa Levin masih berada di sekolah.

Saat Alexi memberitahukan keanehan yang terjadi pada Levin, Kelvin dengan cepat mencari tahu tentang kebenaran tersebut.

Awalnya Kelvin pikir bahwa Levin hanya marah padanya, makanya dia pergi menjauh dari Kelvin.

Tetapi nyata tidak, Levin justru tersakiti oleh beberapa orang suruhan Pricilia.

Kelvin masih berputar-putar mengelilingi setiap gedung sekolah untuk mencari tahu keberadaan Levin.

“sial, dimana lagi aku harus mencarimu Levin.” ucap Kelvin yang merasa frustasi.

Kelvin merasakan rasa penyesalan pada dirinya, andai dia tak bodoh melakukan hal konyol semacam itu. mungkin Levin saat ini sedang di rumah atau bersama dengannya.

Sebenarnya Kelvin sengaja ingin mengerjai kekasihnya, sebelum ia memberikan sebuah kejutan besar untuk Levin.

Bulir keringat kini membasahi pelipis Kelvin, dia masih berusaha keras untuk mencari tahu keberadaan Levin.

Sampai dia ingat, bahwa dia pernah memasang aplikasi pelacak untuk bisa mengetahui keberadaan kekasihnya, meski Levin tidak bersama dengannya.

Melihat titik lokasi Levin saat ini, membuat Kelvin bergerak lari menuju lokasi dimana Levin berada.


Plakkkk

“Goblok, eh cacat. mau sampai kapan lu kita hajar. Mending lu buruan sepongin kontol gue pake mulut seksi lu itu.” ucap Daren.

“tau, tuh. padahal tinggal isep doang. habis itu kita bebasin.” balas Yoan sambil menjambak rambut Levin.

“Aaa, sakit. hiks! lepasin aku. lepasin, kepalaku sakit.” ucap Levin sambil menangis.

“Makanya, kalau gak mau kita siksa. tinggal lu isep ini kontol kita bertiga. ribet banget anjir.” balas Rian sambil mencengkram mulut Levin.

“Atau, kalau lu gak mau. kita telanjangin lu aja deh. terus kita rekam dan kita sebarin video bugil lu.” sambung Daren.

Tanpa berpikir panjang, Yoan, Daren, dan Rian lalu memaksa Levin untuk membuka baju miliknya.

Levin berusaha keras untuk menggerakan dirinya dari ikatan yang menyiksa dirinya itu.

Sampai bunyi tendangan keras terdengar dari pintu gudang. Kelvin berhasil tiba dengan tepat waktu.

“LEVIN.” teriak Kelvin.

“Kelvin, tolongin aku. hiks.!” sambung Levin dengan isakan tangisan.

“NGAPAIN LU KESINI, MAU CARI MATI.” ucap Yoan.

“gak usah sok-sokan lu mau jadi Romeo buat si cacat. mending lu balik, sebelum kita hajar sampai mati disini.” sambung Daren.

“BRENGSEK, LU SEMUA APAIN DIA.” timpal Kelvin.

“Mau kita perkosa.” ucap Rian.

“BAJINGAN.” balas Kelvin.

Mendengar ucapan Rian membuat Kelvin geram, Kelvin yang melihat kondisi Levin dengan wajah yang penuh luka-luka, dan kancingan baju yang sedikit terlepas membuat ia sangat murka.

Meski Kelvin sendirian dia bisa mampu untuk menghajar mereka bertiga, Kelvin memukuli ketiga murid bejat itu dengan sangat buas.

Ia tak memberikan ampunan kepada mereka, bahkan Kelvin menghajar Rian sampai kepalanya berdarah dan jatuh pingsan.

Yoan dan Daren lalu berusaha untuk kabur, saat melihat Rian yang sudah pingsan dan bersimbah darah.

Mereka tidak bisa membiarkan diri mereka untuk tetap berada di situ. kini tersisa Kelvin dan Levin.

Kelvin bergerak maju melepaskan ikatan yang melilit badan Levin, setelah semua terlepas. Kelvin lalu menggendong Levin dan membawanya pergi dari sekolah.


[Tiba di Rumah Kelvin]

FA859876-AA92-47-CB-84-D6-C98-B145-C250-C

Saat dalam perjalanan dari sekolah menuju ke rumah, Kelvin sudah terlebih dahulu menghubungi Dokter pribadinya. untuk segera datang ke Mansion megah serta luas miliknya.

Sebenarnya Mansion yang dia tempati saat ini adalah salah satu dari beberapa Mansion yang dia miliki.

Levin sedang terbaring dengan kondisi lemah, dia terpaksa harus di infus. Levin juga sudah berganti pakaian seragam miliknya dengan menggunakan salah satu pajama kesayangan milik Kelvin, sewaktu mereka tiba di rumah Kelvin. Levin di bantu oleh beberapa Maid yang bekerja di Mansion Kelvin.

1-F0-BE6-C9-40-EB-4063-807-A-CA12917-D5-C26

Kelvin saat ini sedang mengamati salah satu Dokter pribadinya, yang sedang sibuk memeriksa kondisi tubuh kekasihnya itu.

“Dokter gimana kondisinya?” tanya Kelvin.

“Dia harus istirahat untuk beberapa hari, agar bisa kembali membaik. karena tidak makan seharian membuat kondisinya begitu lemah, dan juga beberapa pukulan yang ia dapatkan.” jawab Dokter.

“Apa perlu kita membawanya ke rumah sakit.” ucap Kelvin.

“Tidak perlu Tuan Muda, kita cukup memantau dia di rumah saja. saya juga lihat, sepertinya dia juga masih syok dengan kondisi yang menimpanya. Jika dia melihat banyak orang, saya takut itu akan mengganggu kesehatan mentalnya.” balas Dokter.

“Baiklah kalau begitu.” sambung Kelvin.

“Saya permisi dulu Tuan Muda, jika anda membutuhkan sesuatu, anda tinggal menghubungi saya saja.” timpal Dokter.

Dokter lalu berjalan keluar meninggalkan kamar milik Kelvin, Levin di biarkan istirahat di kamar pribadi Kelvin.

Alasannya agar ia bisa melihat dan memantau kondisi Levin, dia terlalu takut membiarkan Levin sendirian. sepertinya Kelvin cukup trauma.


Kelvin memilih untuk duduk di samping Levin, rasanya ini masih seperti mimpi. Ia baru saja sembuh dari sakit yang di deritanya, kini orang yang merawatnya juga harus ikut terbaring sakit.

Levin mulai sadar, obat untuk rasa sakitnya sudah mulai hilang. jadi matanya sudah bisa kembali terbuka.

“Kelvin.” ucap Levin.

“iya.” balas Kelvin.

“Makasih, udah nyelamatin aku.” ucap Levin.

“Aku yang harusnya minta maaf, kalau aku gak nyuekin kamu di sekolah tadi. kamu mungkin gak bakalan kek gini. Maafin Aku Levin.” balas Kelvin dengan penuh penyesalan.

“enggak, itu bukan salah kamu. ini hanya kebetulan Kelvin.” sambung Levin.

Kelvin menyesali kejadian yang terjadi, ia benar-benar merutuki kebodohannya. sebenarnya ada hal lain yang ingin dia lakukan untuk Levin.

Tapi karena momentnya saja yang kurang pas, membuatnya malah jadi penuh rasa bersalah.

Kelvin bahkan menggenggam tangan Levin dan meminta maaf berulang kali kepada Levin.

“Mau sampai kapan minta maaf terus Kelvin.” ucap Levin.

“Aku gak tau, aku cuma pengen minta maaf.” balas Kelvin.

“Dari pada minta maaf, mending kamu peluk aku aja deh. Pelukan kamu lebih menenangkan dari pada permintaan maaf yang jelas-jelas gak kamu lakuin.” sambung Levin.

Kelvin memeluk dan mendekap tubuh Levin, ia benar-benar takut. andai dia terlambat sedikit saja, mungkin Levin akan hilang keperjakaannya.

Levin sangat menyukai pelukan Kelvin, pelukan hangat itu rasanya seperti pelukan hangat mendiang Papanya yang telah lama meninggal.

“Hangat.” ucap Levin.

“Apa yang hangat Levin.” balas Kelvin.

“Pelukan kamu, persis seperti Papa aku. Hangat dan menenangkan.” sambung Levin.

Rasa sakit tidak bisa ia bendung lagi, Levin harus menangis karena kejadian buruk yang menimpa dirinya hari ini.

“hiks, Kelvin. hiks- hiks! Kelvin.” suara tangisan keluar dari mulut Levin.

“Nangis aja, kalau itu bisa buat kamu lega.” ucap Kelvin.

Kelvin paham dengan kondisi yang terjadi, Levin sangat kaget dengan kondisi yang menimpanya seharian ini.

Bagaimana ia hampir di celakai oleh orang-orang jahat tadi. Kelvin hanya bisa memeluk dan memberikan usapan ketenangan untuk Levin.

“Kamu disini aja dulu, nanti aku hubungi orang tua kamu. sampai kamu sembuh baru boleh pulang ke rumah.” timpal Kelvin.

Levin tak menjawab, dia malah semakin erat memeluk dan menenggalamkan wajahnya, yang dia butuhkan hanyalah itu.

Seharian terkurung dan di siksa, membuatnya sangat takut. Apalagi jika dia ingat dia hampir di perkosa oleh orang suruhan Pricilia.

Selama tiga puluh menit, Levin memeluk Kelvin. Levin harus memperbaiki kondisi hatinya dan juga emosinya, serta harus menghilangkan rasa takutnya.

“Pelukannya udah dulu Levin, sekarang kamu makan. terus minum obat.” bujuk Kelvin yang masih di peluk itu.

“Bentar dulu, aku gak laper.” balas Levin yang masih memeluk Kelvin.

“Jangan gitu sayang, kamu belum makan seharian. kalau kek gini, kamu gak bakalan bisa sembuh.” ucap Kelvin.

“Aku mau makan, tapi habis itu kamu peluk aku lagi. sampai aku tidur.” balas Levin.

“iya janji.” sambung Kelvin.

“beneran janji yaa.” timpal Levin.

Kelvin kemudian melepaskan pelukan hangat mereka, dia kemudian menyuapi makanan ke dalam mulut Levin. sungguh ia benar-benar khawatir melihat kondisi Levin saat ini.

Levin sebenarnya masih takut, dia hanya berusaha untuk berpura-pura terlihat baik di depan Kelvin. Agar Kelvin tidak terus-terusan meminta maaf kepadanya.

Dia sedih saat orang yang ia sayangi itu merasa bersalah, padahal perbuatan yang Levin terima itu bukan kesalahan Kelvin. Tetapi masih saja Kelvin meminta maaf padanya.

Setelah selesai makan, Kelvin lalu memberikan obat untuk Levin. Kelvin mengurus Levin dengan sangat terampil.

Levin mulai membaringkan diri ke kasur, sesuai dengan janji Kelvin. kini Kelvin memeluk Levin sambil berbaring di sampingnya.

Kelvin mengusap rambut halus milik Levin sambil menatap Kelvin secara Lekat.

“Maaf ya, karena aku kamu jadi kek gini.” ucap Kelvin.

“Masih aja minta maaf, ini udah ke seratus kali kamu ucapin maaf.” balas Levin.

“Aku janji bakalan balesin perbuatan mereka.” ucap Kelvin.

“Gak perlu, aku gak mau mereka gangguin kamu.” balas Levin.

“Hati kamu itu terbuat dari apa sih? padahal mereka udah jahat sama kamu. kamu masih aja mau maafin mereka.” sambung Kelvin.

“Kalau aku biarin kamu ngebales mereka, urusannya bakalan panjang. Aku gak mau kamu ikutan kena masalah juga. kamu gak usah ngapa-ngapain. diam aja ya aku mohon.” ucap Levin dengan wajah memohon.

“Terus kamu mau aku ngapain, kalau kamu gak bolehin aku bales perbuatan mereka?” tanya Kelvin.

“Kamu jangan tinggalin aku, itu aja udah cukup.” jawab Levin sambil memeluk Kelvin.

“sorry and i love you.” ucap Kelvin sambil mendekap Levin.

Kelvin sangat sayang dengan Levin, entahlah hal apa yang sudah di perbuat Levin kepadanya. Kelvin begitu menyayangi Levin dengan tulus.

Levin begitu menyayangi Kelvin, kehidupannya berwarna saat muncul sosok Kelvin di dalam kehidupannya