Chaper 171
Hari ini adalah hari pertemuan Kelvin dengan beberapa klien penting di Perusahaannya, sejak masih di Junior high school.
Kelvin sudah memperlajari tentang Perusahaan milik keluarganya. mau tidak mau, karena saat ini Kelvin hidup sendirian, orang tuanya telah meninggal dunia saat dirinya masih duduk di bangku sekolah menengah pertama.
Beruntung dia memiliki sekertaris Park yang selalu berada di sisinya, sekertaris Park dulu adalah tangan kanan orang tua Kelvin sebelum menjadi sekertarisnya.
Kelvin Kim adalah anak yang jenius, dia memiliki IQ yang terbilang cukup tinggi bagi anak seusianya.
Itu sebabnya dia bisa menjalankan Perusahaan peninggalan mendiang orang tuanya, walau awalnya sedikit terlihat sulit, tetapi lambat laun dia bisa menjalankan itu semua.
Jadi jangan heran saat melihat Kekayaan yang dimiliki Kelvin.
Saat ini Kelvin sedang menunggu kedatangan tamunya, pertemuan itu dilaksanakan pada salah satu cabang Perusahaan miliknya, yang berada di seoul. Perusahaan utama berpusat di Amerika Serikat.
Sesuai dengan perintah Kelvin, Sekertaris Park berhasil mendatangkan Pricilia putri dari Jys Company yaitu Robbert.
Robbert datang dengan Pricilia sesuai dengan permintaan Kelvin, Kelvin sengaja meminta mereka untuk bertemu.
Sekertaris Park mengantarkan Robbert dan Pricilia untuk masuk ke dalam ruang kerja Kelvin.
“Silahkan duduk Mr. Robbert dan Nona Pricilia.” ucap Sekertaris Park.
Robbert dan Pricilia duduk di kursi sofa, setelah mendengar suara Sekertaris Park. Kelvin lalu memutar kursi kebesarannya untuk melihat mereka berdua.
“Welcome to My Company Mr. Robbert.” ucap Kelvin.
“Thank you, Mr. Kelvin.” balas Robbert.
Pricilia kaget saat melihat Kelvin yang menyambut kedatangan mereka, dia tidak menyangkan bahwa Kelvin adalah orang yang akan dia temui hari ini. dan juga termasuk klien penting untuk Papanya.
“Mr. Robbert, aku sangat senang saat melihat grafik perkembangan Perusahaan Jys. itu sangat luar biasa.” ucap Kelvin.
“Terima kasih, itu semua berkat anda Mr. Kelvin Kim. kalau bukan karena Perusahaanmu yang menyuntikkan Dana ke Jys Company, mungkin semua tidak akan terjadi seperti ini.” balas Robbert sambil tersenyum.
“Ah, iya benar. Aku hampir lupa, kalau Perusahaan Kim Company yang menyuntikkan Dana untuk Perusahaanmu Tuan.” sambung Kelvin sambil bersmrik.
Kekehan serta canda tawa menggema di ruang kerja milik Kelvin, ia sebenarnya sudah muak sejak melihat kedatangan Pricilia.
“Mr.Robbert, siapa gadis cantik yang sedang bersamamu saat ini?” tanya Kelvin.
“Perkenalkan, dia Pricilia. Putriku satu-satunya.” jawab Robbert.
“Cantik, tapi tak secantik hatinya.” ucap Kelvin.
“Maksud anda Tuan Kelvin.” balas Robbert.
“Tidak, aku hanya bercanda.” sambung Kelvin.
“Saat ini dia masih sekolah, dia juga tidak memiliki kekasih. siapa tahu anda berminat mendekati Putriku.” timpal Robbert.
“Boleh juga ide anda Tuan, dengan begitu Mr. Robbert bisa menjadi Mertua saya.” ucap Kelvin.
Mendengar hal ucapan Kelvin, membuat Pricilia membisikan sesuatu ke telinga Robbert.
“Papa apa-apaan sih, aku gak sudi di jodohin sama dia.” ucap Pricilia.
“Kamu diamlah, aku sudah lama menunggu Liam untuk menjadi menantuku. tapi kau tidak berhasil juga.” balas Robbert.
“Aku gak suka sama dia Papa.” ucap Pricilia.
“Anak bodoh, kau tidak lihat. dari tadi dia sangat memperhatikanmu. Kalau dia ingin menikahimu, kau harus terima. biar Perusahaan kita, banyak suntikan Dana darinya.” balas Robbert.
Kelvin hanya melihat mereka yang saling berbisik itu, sambil tersenyum. Ia sudah mempelajari keserakahan dari Robbert.
Robbert akan selalu berusaha menjodohkan anaknya dengan para Pria yang kaya raya, agar bisa membantu menguatkan Perusahaan miliknya.
Pricilia awalnya hanya korban dari keserakahan sang ayah, tetapi saat bertemu dengan Liam.
Keserakahannya mulai bangkit, entah apa yang terjadi. yang jelas Pricilia sangat amat menggilai Liam.
“Bagaimana Tuan Robbert, apa sudah selesai berdiskusi?” tanya Kelvin.
“Tidak, Putriku malu-malu saat mendengar ucapanmu.” jawab Robbert.
“Dia tidak perlu malu, bukankah setiap saat dia sudah memalukan.” sambung Kelvin.
Mendengar hinaan yang di keluarkan Kelvin, membuat Pricilia murka. Emosinya langsung meledak.
“DASAR BRENGSEK. LU MAU APAAN ANJING.” ucap Pricilia yang tersulut emosi.
“Nona Pricilia, Aku tidak menyangka ternyata seperti ini hasil didikan dari Mr. Robbert.” balas Kelvin.
“PRICILIA.” ucap Robbert.
“Tapi Pa, dia itu udah kurang ajar sama aku.” balas Pricilia.
“Ayolah Pricilia bukankah kau yang lebih kurang ajar.” timpal Kelvin.
“Maksud lu apaan.” ucap Pricilia.
Kelvin hanya memberikan isyarat kepada Sekertaris Park untuk membawakan sesuatu.
Sekertaris Park membuka pintu ruangan dan mempersilahkan orang lain untuk masuk.
“Tiara, Nina. lu berdua ngapain disini.” ucap Pricilia yang kaget melihat kedatangan mereka.
“KEJUTAN.” balas Kelvin lalu berdiri dari kursinya.
“Ada apa ini?” tanya Robbert.
“Tenanglah Mr. Robbert, setelah ini kau akan mengerti dan akan aku pastikan. kau sendiri yang akan menghajar Putri bodohmu itu.” jawab Kelvin.
“Nona Tiara dan Nona Nina silahkan jelaskan kepada Tuan Robbert.” ucap Sekertaris Park.
Pricilia takut dan wajahnya menjadi pucat saat ini, karena dia melihat kedatangan Tiara dan Nina yang muncul di hadapan Papanya.
“Mr. Robbert, anakmu Pricilia hampir membunuh teman sekolah kami.” ucap Tiara.
“Maksud kamu apa.” balas Robbert.
“Pricilia kemarin mencelaki seseorang, dan itu adalah teman sekolah kami.” sambung Nina.
“Papa mereka itu bohong, Papa harus percaya sama aku.” ucap Pricilia.
”“DIAM KAMU PRICILIA.” teriak Robbert.
“Mr. Robbert kau harus tau, orang yang Putrimu celakai itu adalah calon tunangan saya, dia juga menyuruh orang suruhannya untuk memperkosa dia. Jika saya terlambat saja, mungkin kekasih saya sudah di perkosa oleh mereka semua.” Ucap Kelvin.
“LU SEMUA SENGAJA KAN, JEBAK GUE.” ucap Pricilia.
Plakkkk
Robbert menampar Pricilia dengan keras, dia tak menyangka saat mendengar ucapan mereka semua. Robbert harus malu di hadapan Kelvin karena hampir merusak sesuatu yang berharga.
“Papa, kenapa nampar aku.” ucap Pricilia sambil memegang pipinya.
“Harusnya aku membunuhmu, karena kau sudah membuatku malu. bagaimana bisa, kau menyakiti calon tunangan Tuan Kelvin. apa kau ingin mati, hah.” balas Robbert.
“Dia itu cacat Papa, aku juga gak tau kalau Kelvin brengsek ini jadi partner bisnis Papa.” sambung Pricilia.
“Ayolah Pricilia, bukannya lu udah tau, kalau Kelvin dan Levin pacaran.” ucap Tiara.
“Apaan sih Lu Tiara.” balas Pricilia.
“Lu gak usah ngelak lagi, dari awal emang lu kan pengen jahatin Levin. selama ini Levin gak ngelakuin apapun, lu kok tega banget.” sambung Nina.
“BRENGSEK, LU BERDUA ANJING. GAK TAU DIRI, PENGHIANAT.” ucap Pricilia.
Robbert yang malu lalu menarik Pricilia untuk kembali ke rumah, harga dirinya benar-benar di injak oleh Kelvin. anak remaja yang masih duduk di bangku sekolah menengah atas.
Setelah mengurus itu semua, Kelvin lalu bergegas meninggalkan ruang kantor miliknya.
Kelvin harus segera kembali ke rumah, karena saat ini Levin sedang menantikkan kehadirannya.
Kelvin lalu menyerahkan sisa tugasnya kepada sekertaris Park untuk melanjutkan beberapa pertemuan.
Nina dan Tiara sengaja di panggil oleh Kelvin karena dia ingin membuat Pricilia menyesali perbuatan jahatnya, karena telah berani mengganggu Levin.
