Breakfast and Touch
Rey membersihkan dirinya, sesuai dengan perintah Aeril. dia mandi dan mengganti baju yang dia pakai dari kemarin itu.
Kini Rey tampak wangi dan segar, Rambut yang basah, Baju kaos putih yang ketat dengan ukuran tubuhnya. membentuk tubuhnya dengan proporsi yang sempurna, Celana abu-abu panjang dia pakai. Setelah siap Rey mulai turun ke bawah untuk menemui Aeril.
Aeril saat ini sedang sibuk dengan masakan buatannya, sebenarnya dia ingin sekali membuat banyak makanan. Tapi dia langsung sadar, bahwa saat ini di rumah Rey hanya ada mereka berdua.
Aeril berusaha menepis pikirannya itu dengan cepat agar dia tidak kembali bersedih, Aeril buru-buru meletakan hasil makanannya di meja makan.
Rey yang melihat Aeril tengah sibuk itu, berjalan mendekatinya dan Memeluk tubuh Aeril dari belakang. Aeril kaget, dia diam saat mendapatkan reaksi pelukan dari Rey.
“Hanya sebentar, 5 menit. biarkan Aku memelukmu., Aku hanya butuh pelukan..” ucap Rey untuk Aeril.
Aeril diam dan tidak menjawab, Aeril sibuk menata kembali makanan dan piring yang ada di mejanya.
sudah 5 menit mereka berdua berdiri dalam keadaan posisi berdiri sambil berpelukan.
“Makasih..” ucap Rey sambil memberikan ciuman kecil pada punggung Aeril.
Aeril kemudian membalikan badannya, dan menatap ke arah Rey.
“Kalau mau makasih, sekarang Mas Rey harus makan. biar ada tenaga..” ucap Aeril sambil menarik Rey untuk duduk di kursi.
Rey hanya diam melihat Aeril yang saat ini memperlakukannya seperti anak kecil. Rey duduk di kursi dan Aeril duduk disampingnya.
Aeril membalikan piring yang dia atur tadi, untuk menaru masakannya di atas piring Rey. Rey hanya melihat pemandangan masakan itu di atas meja.
Rey saat ini kembali mengingat Brandon, jika dia masih ada. mungkin dia akan makan masakan Aeril dengan lahap, karena makanan Aeril adalah salah satu dari sekian makanan kesukaannya.
Rey hanya melamun, menatapi itu semua. Aeril yang melihat itu, kemudian menepuk bahunya. dengan tujuan untuk menyadarkan Rey.
“Mas, makan. mau sampai kapan makanan ini kamu lihatin terus ?” tanya Aeril.
“Maaf, aku hanya ingat Brandon.” jawab Rey.
“Mas, Aku mohon ya kamu makan dulu sebentar saja. setelah itu kamu boleh kok pikirin Brandon lagi...” sambung Aeril
Rey berusaha makan, dia mencoba menelan seluruh masakan Aeril saat ini untuknya. Rey hanya memaksa dirinya agar Aeril tidak tersinggung.
Saat memasukan makanan kedalam mulutnya, tiba-tiba Rey tersedak. dia ingin memuntahkan seluruh makanan yang dia masukan tadi ke dalam mulutnya.
Rey berlari ke arah wastafel dapur, dan memuntahkan seluruh makanan yang ada di dalam perutnya. Dia ingin menelan itu semua, tapi sebenarnya dia tidak bisa.
Aeril panik, dan mengikuti Rey dari belakang. Dia kemudian membantu Rey dengan menepuk-nepuk pundak milik Rey.
“Huek., huek., huek..,” suara muntahan keluar dari mulut Rey.
“ya ampun Mas, kalau kamu gak suka jangan di paksa..” ucap Aeril yang masih berusaha mengelus punggung Rey.
Semua makanan kini keluar dari Mulut Rey, Rey lemas dia benar-benar seperti kehabisan tenaga. Dia terkulai lemas jatuh ke lantai.
Aeril yang tak tega itu, kemudian memapah tubuh Rey yang lumayan sedikit tinggi darinya, menuju ke Sofa ruang TV.
Aeril membaringkan Rey, dan kemudian membuatkan segelas minuman. pengangkal mual. Dia lalu memberikannya untuk Rey. Rey langsung mengambil dan meminumnya.
“Makasih dan maaf sekali lagi merepotkanmu..” ucap Rey sambil memberikan gelas kosong pada Aeril.
“Kamu ini kenapa Mas, jangan ngomong begitu. kamu mau buat aku marah..” sahut Aeril yang tak menerima ucapan dari Rey.
Aeril kini duduk di samping Rey, Aeril ingin marah saat ini. dia benar-benar kesal. seharusnya dia yang menderita, bukan Rey.
“Kamu jangan marah, maaf ya makanan kamu aku muntahin..” ucap Rey yang kembali menatap Aeril.
“Mas, aku gak masalah kalau kamu muntahin semua masakan Aku. tapi kamu gak perlu minta maaf begini dong...” protes Aeril.
“Aku gak tega, aku takut kamu kecewa..” sambung Rey.
“Mas, Mas Rey lihat Aku..” kini Aeril menarik tubuh Rey semakin dekat.
“Kamu gak perlu takut Aku kecewa, saat ini kamu harus kuat. Aku cuma punya kamu. dan Kamu cuma punya Aku.. kalau Mas seperti ini terus, bagaimana bisa bahagia..” ucap Aeril.
Rey kaget mendegar pernyataan Aeril, dia bingung melihat sikap Aeril di depannya saat ini.
“Mas harus bisa, ayo kita sama-sama. saling menguatkan, supaya Brandon bahagia diatas sana..” ucap Aeril yang tiba-tiba mengeluarkan Air matanya itu.
“Aeril maaf..,” Rey langsung menghapus buliran air mata yang jatuh membasahi pipi Aeril.
“Mas..,” Aeril hanya bisa mengeluh panjang, dan menutup matanya.
Rey yang tak tega itu kemudian mencium kening milik Aeril, Rey bahkan mencium kedua mata Aeril yang tertutup itu. Sadar dengan perlakuannya, Rey langsung memundurkan tubuhnya menjauhi Aeril.
Aeril kaget, dia membuka matanya perlahan-lahan. dan melihat ke arah Rey.
“Salah, ini salah., maaf aku tidak bermaksud lancang menyentuhmu..” ucap Rey sambil melontarkan permintaan maaf.
“Kenapa kamu minta maaf ?” tanya Aeril yang melihat sikap yang diberikan Rey.
“Aku gak boleh sentuh kamu, maaf. Aku lupa kamu sudah memiliki pasangan..” jawab Aeril
“Kenapa kau tidak ingin menyentuhku, bukannya kamu menyukaiku Mas ?” tanya Aeril kepada Rey.
“Aku tidak bisa, ini salah. ini bukan Aku..” jawab Rey.
“Kalau Aku biarkan kamu menyentuhku, Apa kamu mau ?” ucap Aeril.
“Kamu jangan becanda Aeril.,” sahut Rey yang masih kaget mendengar ucapan dari Aeril.
“Sentulah jika kamu ingin menyentuhku Mas..” ucap Aeril memberikan kesempatan untuk Rey.
Rey kaget, dia masih belum percaya dengan ucapan Aeril yang saat ini berbicara di depannya. Bagaimana bisa Aeril dengan mudah memberikan dirinya untuk orang Asing seperti dia, yang bahkan tak memiliki ikatan hubungan.
Aeril membaringkan dirinya di sofa, dia sengaja membiarkan Rey menyentuh dan menjamah dirinya.
Rey seperti terbius dengan pergerakan Aeril, kini Rey mendekati tubuh Aeril. dan menindihnya dari Atas.
“Kamu yakin.. ?” tanya Rey kembali untuk Aeril.
Aeril hanya memberikan sebuah anggukan, bahwa dia menerima segala perlakuan yang diberikan Rey padanya hari ini.
Rey kemudian mencium bibir Aeril, dia mengecup bibir itu dengan lama. dia membiarkan dirinya merasakan keintiman dia dan Aeril saat ini.
Aeril hanya pasrah, dia diam melihat seluruh pergerakan yang di lakukan Rey padanya. Sudah lama juga dia tidak di sentuh oleh suaminya sendiri. Jadi mungkin dia sudah lupa caranya bercinta.
Rey kemudian melepaskan baju mereka berdua, pertama dia melepaskan baju milik Aeril, Saat baju itu terlepas. nampak terlihat badan Aeril saat ini, tubuh indah itu saat ini di lihat langsung oleh Rey.
“Cantik..,” ucap Rey kembali.
Aeril hanya diam dan melihat perlakuan yang diberikan Rey itu. Kini Rey mulai menggerakan bibirnya untuk mencium seluruh tubuh milik Aeril. Dia tidak melewatkan satu inci tubuh indah milik Aeril.
Kini Rey mulai melucuti celana yang di pakai Aeril, Celana luar dan Celana dalam. Sungguh Rey benar-benar terkejut. melihat pemandangan di depannya saat ini.
Dia kemudian mengelus batang kemaluan milik Aeril, dengan lembut.
“shhhh.., Mas..,” ucap Aeril yang merasakan sensasi merinding saat penis miliknya di sentuh oleh Rey.
“Maaf., Aku janji akan bersikap lembut padamu..” ucap Rey yang kemudian mencium kembali bibir Aeril.
Rey kini sudah melucuti semua pakaian miliknya, Rey dan Aeril saat ini sama-sama bertelanjang bulat. di atas sofa ruang TV itu. untungnya saat ini kondisi rumah sepi dan pintu rumah juga sedang terkunci.
Rey kemudian mengangkat satu Kaki Aeril dan menaruh di atas bagian sofa, dia mencoba untuk membantu Aeril agar bisa merasakan rileks dengan tubuhnya.
Rey bermain-main sedikit di bagian Hole milik Aeril, tetapi sebelum itu. dia mengocok penisnya agar sperma miliknya keluar dan bisa dia gunakan untuk membaluri lubang anal milik Aeril.
“sshhhhh.., aaahh..” suara Rey yang berhasil mengeluarkan cairan spermanya.
Kini Rey mengambil cairan sperma yang berada di tangannya, dan kemudian memasukan ke dalam hole milik Aeril untuk dijadikan pelumas. Agar penis milik Rey bisa masuk ke dalam.
“Aahhhh., mphhhhh..., ssh.., Mas., Ah. ah., ah.., shhh..” suara desahan keluar dari mulut Aeril. Aeril tak menyangka bahwa dirinya akan bercinta dengan pria lain selain suaminya sendiri.
“sabar ya, Hole milik kamu sempit, apa dia tidak pernah menyentuhmu..” tanya Rey pada Aeril.
Aeril hanya memberikan anggukan, saat ini dia bingung menjawab. karena saraf kenikmatan kini tengah dia rasakan. Sentuhan dari Rey membuatnya sedikit gila.
“shshhhhh., Mas.., cepatlah.., Aahhhh.,, yah.., shhhh.. ahhh.., mphhhh..” racau Aeril saat ini yang mulai tidak sadar menggerakan pinggulnya sedikit, akibat gerakan yang diberikan Rey.
setelah beberapa menit, Akhirnya Rey berhasil mengendorkan hole milik Aeril. dia dengan cepat Memasukan Penis besar miliknya ke dalam lubang itu...
“aaahhh...” suara teriakan kecil keluar dari mulut Aeril. sungguh saat ini Aeril merasa dirinya hampir terbelah menjadi dua. Penis yang besar dan berurat itu kini tertancap masuk di dalam lubang kecil miliknya.
“Maaf, kalau kamu mau. kita bisa berhenti sekarang..” ucap Rey yang tak tega melihat kesakitan yang Aeril rasakan.
“Cepatlah Mas, aku tidak.., shhhh.., kuat.. ahhhh..” ucap Aeril sambil memejamkan matanya.
Mendengar ucapan dari Aeril, Rey kini menggenjot Penis miliknya ke dalam hole milik Aeril.
Posisi Rey saat ini berada di atas tubuh Aeril, Aeril hanya mencengkram punggung milik Rey. dan melingkarkan kakinya pada pinggang Rey.
Genjotan demi genjotan Rey berikan pada lubang milik Aeril, sesekali Rey menjeda sekaligus mengocok Penis milik Aeril.
“Aaah.., Mas.., lebih cepat.., yah.., mhhhh.., shhhh...” teriakan Aeril yang sedang menahan puncak klimaksnya itu.
Rey yang mendengar desahan dari mulut Aeril semakin bersemangat untuk memaju mundurkan penisnya di dalam.
satu jam waktu yang mereka butuhkan untuk bertukar cairan sperma.. Kini puncak pelepasan sama-sama mereka rasakan. Aeril dan Rey sama-sama melepaskan cairan milik mereka.
“Mas, aku gak tahan.. shhhh mau keluar, ahhh.. shhhhhh..” teriak Aeril yang segera ingin mengeluarkan cairan kental miliknya.
“bersama, sayang...,, shhhhh..ahhh..” balas Rey untuk Aeril.
crottt crottt crottt 💦💦💦
Akhirnya pelepasan mereka yang ke 5 kali keluar untuk menutupi kegiatan panas di pagi hari mereka.
Kini mereka masih sama-sama berpelukan, Rey masih berada di atas tubuh Aeril. dengan posisi tangannya yang melingkar di kepala Aeril. yang dijadikan sebagai bantalan untuk mengalas kepala milik Aeril.
“Makasih.., dan Maaf..” ucap Rey yang menyesal telah melakukan perbuatannya pada Aeril.
“Tidak, Mas tidak perlu meminta maaf..” balas Aeril sambil memegang wajah Rey dengan kedua tangannya. Serta mencium lembut bibir Rey dengan menyesap pelan bibir lembut itu.
Setelah melakukan sesi bercinta di ruang TV. Rey membantu Aeril dengan menggendong tubuh Aeril layaknya bridesmaid dan membawa Aeril ke kamarnya, untuk membersihkan diri mereka.
Biarkanlah mendiang Brandon yang menyaksikan perbuatan kedua orang tuanya itu. di rumah milik Rey.