Bertemu
Setelah mendapat informasi dari Gabriel, Aeril pergi menuju ke lokasi yang sudah di atur untuk bertemu dengan Daren.
Daren saat ini sedang duduk di sebuah cafe, dia sedang sibuk untuk mempersiapkan beberapa bahan yang akan dia gunakan untuk presentasi.
Aeril yang sudah tiba di Cafe itu dan melihat Daren yang sedang sibuk, kemudian mendekatinya. Aeril langsung duduk di kursi, saat ini mereka berdua sedang berhadapan.
“Maaf anda siapa, kenapa anda duduk disini ?” tanya Darent.
Datang Seorang Pelayan cafe yang mengantarkan segelas Americano pada Aeril.
“C'est votre commande monsieur..” ucap pelayan yang mengantarkan segelas Americano untuk Aeril.
“Merci..” balas Aeril sambil menatap pelayan itu.
Pelayan lalu meninggalkan mereka berdua. Saat ini Daren sedang bingung melihat tingkah orang yang tidak dia kenali di depannya.
“Tuan, tolong silahkan pergi dari sini. masih banyak kursi kosong. Saya sedang sibuk menunggu Klien..” Ucap Daren.
“Ayolah Daren, masa seperti ini caramu menyambutku..” balas Aeril.
“Kamu ini siapa, kenapa bisa tau namaku..” tanya Daren.
“Kau lupa padaku, dulu kau yang mengajakku berkenalan duluan..” ucap Aeril sambil tersenyum.
“Siapa kau sebenarnya ?” tanya Daren.
“Aku adalah Klien yang akan kau temui hari ini Daren..” ucap Aeril.
“Tidak mungkin, pasti mereka salah..” balas Daren.
“Hubungi mereka, jika kamu tidak percaya..” sambung Aeril.
Setelah mengucapkan itu, handphone Daren berbunyi. dan benar saja, Mereka menyebutkan bahwa Aeril Lavigne adalah orang yang akan dia temui hari ini.
“Aeril..” ucap Daren yang kaget mendengar ucapan seseorang dari handphonenya.
“Bonjour Daren c'est moi Aeril, senang bertemu denganmu secara langsung..” ucap Aeril yang memberikan smirk pada Daren.
“Mau apa kamu membawaku kesini..” ucap Daren yang mulai ketakutan.
“Tenanglah, tidak usah takut. Aku hanya ingin bertanya sedikit tentang dirimu...” balas Aeril.
Aeril kemudian menyeruput segelas Americano yang sudah dia pesan tadi. Matanya kini menatap tajam ke arah Daren. Sungguh ada banyak hal yang ingin dia tanyakan.
“Mau apa kamu mencariku ?” tanya Daren
“Kenapa kamu pergi meninggalkan Papa mertuaku. Apa yang telah kamu lakukan..” jawab Aeril sambil melipat kedua tangannya.
“Ak- Ak- Aku hanya bosan..” balas Daren.
“Sungguh, apa hanya karena itu ?” ucap Aeril yang terkekeh mendengar penuturan Daren.
Tiba-tiba seorang anak kecil berjenis kelamin laki-laki yang berumur dua tahun berjalan mendekati mereka.
“Papi.., tatu atuh uss (Papi Aku haus)..” ucap anak kecil itu.
“Sayang kamu haus ya, ini minum dulu..” balas Daren sambil memberikan minuman untuk putranya.
“Halo anak manis..” ucap Aeril
“Hayo ancel cancik (halo uncle cantik)” balas anak kecil itu.
“Kamu bermain sangat jauh ya, makanya haus ?” tanya Aeril pada anak lelaki itu.
“hiya ancel, tatu usss usss..” jawab anak kecil.
Jantung Daren berdebar begitu cepat, saat melihat Anaknya berbicara dengan Aeril. Daren saat ini sungguh ketakutan. Rasanya dia ingin lari saat ini juga.
“Anak manis, bisa tinggalkan uncle dengan Papimu sebentar. Uncle mau ajak Papi kamu bicara..” rayu Aeril untuk anak kecil itu.
“hohe ancel hatu hihi huyuu (oke uncle, Aku pergi dulu)” balas anak kecil.
Anak kecil itu lalu pergi meninggalkan mereka berdua. Keringat membasahi wajah Daren. Dia sangat ketakutan saat ini.
“Ayolah, santai saja Daren. ini untukmu, bersihkan dulu keringat di wajahmu..” ucap Aeril sambil memberikan sapu tangan miliknya.
“Apa yang kamu inginkan ?” tanya Daren.
“Jelaskan Padaku apa yang sebenarnya terjadi...” ucap Aeril.
“Aku membantu Brian untuk membakar Perusahaan..” balas Daren.
“hanya itu ?” tanya Aeril kembali.
“Aku tidak sepenuhnya menghancurkan Perusahaan, Perusahaan utama di Kanada itu Aku yang mengatur Pemindahannya kesana..” sambung Daren.
“Menarik sekali..” ucap Aeril sambil menepuk tangan.
“Aku benar-benar minta maaf padamu, tolong ampuni Aku..” balas Daren yang mulai memohon pengampunan.
“Aku tidak bisa mengampunimu Daren, berkat ulah bodohmu itu. Suamiku tercinta meninggal..” ucap Aeril sambil menahan emosinya saat ini.
“Apa, Aeron meninggal ?” tanya Daren.
“Jadi kau tidak tau Aeron sudah meninggal..” balas Aeril sambil tertawa.
“Aku benar-benar tidak tau Aeril, setelah melakukan itu. Aku langsung kabur ke Jepang..” ucap Daren.
“Ayolah Daren, jangan menyembunyikan Orang lain. Apa kau ingin melihat anakmu pergi meninggalkanmu ?” tanya Aeril sambil bersmirk.
“Anaku tidak ada hubungannya dengan ini semua, dia tidak bersalah. Aeril jangan sentuh anakku. Aku mohon..” Jawab Daren.
“Sekarang kau pilih Daren, Anakmu atau Orang yang kau sembunyikan itu..” ucap Aeril yang melakukan penawaran pada Daren.
Daren bingung dia tidak tau harus memilih yang mana, Anaknya atau orang yang ingin dia lindungi.
“Daren, Jangan lupa atur pertemuanku dengan orang itu. Atau anakmu yang akan menebus semua dosa-dosamu..” ancaman Aeril pada Daren.
Aeril lalu berdiri meninggalkan Daren di cafe sendirian. Saat ini Daren benar-benar ketakutan. Dia sangat takut kehilangan Putra tercintanya.