Bermain bersama Rey
Aeril beserta kedua anaknya telah bersiap-siap untuk mendatangi salah satu Mall yang akan mereka kunjungi bersama dengan Rey.
Aeril memilih menaiki taksi bersama dengan kedua anaknya, agar mereka tidak perlu repot-repot mengendarai kendaraan mereka.
Rey saat ini sedang menunggu kedatangan Aeril, Marko dan Harry. Dia menunggu kedatangan mereka di salah satu cafe yang berada di dalam Mall itu.
Dia duduk dan meminum segelas espresso yang dia pesan, sambil memperhatikan jam tangannya.
Cafe tersebut cukup ramai, banyak orang di dalam. ada yang berpasangan dan bahkan ada yang berkumpul dengan teman-temannya.
Ada empat orang wanita, dari tadi memperhatikan Rey. mereka terpesona melihat ketampanan dari Rey, bahkan ada salah satu diantara mereka yang ingin berkenalan.
Rey menyadari dia sedang di perhatikan oleh beberapa wanita yang duduk di depannya. Tapi dia tidak perduli.
Aeril, Marko dan Harry kini sudah tiba di Mall tempat mereka janjian, bahkan saat ini mereka sedang berjalan ke tempat cafe yang Rey gunakan untuk menunggu mereka bertiga.
Salah satu wanita yang berada di depan Rey mulai berdiri dan berjalan ke arah Rey.
“Mas maaf mengganggu..” ucap wanita tersebut.
“iya, ada apa mbak ?” balas Rey.
“Ponsel Aku hilang, Aku gak tau nyimpen dimana. boleh Aku pinjam ponsel Mas, buat menelpon. Karena handphone teman-temanku semuanya mati..” ucap wanita itu.
Rey sebenarnya mengerti maksud wanita di depannya ini, wanita itu ingin meminta nomor telphonenya. Rey sebenarnya tidak ingin meladeni dia, tapi dia pikir dari pada urusannya semakin panjang. dia lalu memberikan Handphone miliknya agar di pakai.
Belum sempat wanita itu mengambil handphone milik Rey, tangan seseorang sudah mengambil duluan.
“Papa, kok Papa ngasih ponsel Papa ke tante genit ini sih...” ucap Harry sambil memandangi wanita di depannya.
Rey kaget saat melihat dan mendengar ucapan dari Harry saat ini.
“Tante, maaf ya. Papa Aku sudah punya istri. Aku anaknya, Tante lihat itu dua orang yang sedang berjalan kemari. nah itu Papi Aku sama Kakak Aku. Kalau Papi tau Tante godain Papa Aku, aku yakin Tante gak bisa pulang ke rumah dengan selamat...” ucap Harry dengan wajah sinisnya.
“Maaf, Aku gak bermaksud godain Papa kamu dek..” ucap wanita itu, dan langsung mengajak teman-temannya untuk pergi.
Rey senang, berkat bantuan Harry dia bisa bebas dari pengganggu seperti wanita-wanita tadi.
“Makasih, Harry..” ucap Rey
“sama-sama Papa., eh Om..” balas Harry.
Aeril dan Marko mulai mendekati mereka berdua.
“Mas, kalian berdua kenapa ?” tanya Aeril.
“Gak, gakpapa...” balas Rey.
“Papi sama Kakak lelet, jalannya kek siput...” ucap Harry yang mencoba mengalihkan pembicaraan.
“Kamu itu yang kecepetan, Kakak sama Papi itu jalan. kamu kan lari..” sahut Marko.
“Sudah-sudah, sekarang kalian jangan berantem. Ayo kalian ingin main kemana ?” tanya Rey yang menghentikan perdebatan mereka.
“Bagaimana kalau kita main di tempat GAME saja uncle, banyak permainan disitu..” ucap Harry.
“Kalau Marko, mau main dimana ?” tanya Rey.
“Aku, ikut Adek aja uncle..” jawab Marko.
“Kalau gitu kita semua pergi main. let's go..” ucap Rey kepada mereka.
Marko dan Harry sudah berjalan duluan, meninggalkan Rey dan Aeril. Rey mulai menggandeng tangan Aeril untuk berjalan bersama mengikuti Marko dan Harry.
Aeril hanya mengikuti kegiatan mereka bertiga hari ini, dia juga membiarkan Rey untuk menggenggam tangannya.
Mereka terlihat seperti sebuah keluarga yang sedang menghabiskan waktu bersama.
[ Di TimeZone]
Rey sudah mengisi saldo yang banyak di Kartu permainan mereka, dia sengaja agar mereka bisa bermain seharian dengan puas.
“Ayo pilih, mulai yang mana dulu..” ucap Rey.
“Uncle, kita main balap-balap yuk, yang sana..” ucap Harry.
“Ayo,..” kini Rey menarik tangan Harry dan Marko
Mereka bertiga bermain mobil balap, teriakan serta suara musik menemani permainan mereka.
Setelah itu, mereka berlanjut memainkan permainan menembak. masih sama, Rey, Marko dan Harry. mereka yang paling bersemangat bermain.
Kini mereka bertiga melihat ke permainan basket, mereka berniat untuk memainkan permainan itu.
“Ayo kita bikin kelompok..” ucap Rey.
“Ayo, Adek sama Uncle Rey..” ucap Harry.
“Kakak sama Papi...” ucap Marko.
“Okey, Papi ikut...” balas Aeril.
Saat ini mereka membentuk dua tim, mereka mengejar Point. jika Ada yang kalah maka Akan diberikan hukuman.
Mereka sangat serius dalam bertanding, bahkan Rey sampai melepaskan Jas yang dia gunakan, dan menggulung lengan kemejanya.
Mereka lalu menggosokan kartu permainan itu, dan menekan tombol start. Bola basket pun keluar.
Mereka semua sangat serius bermain, seperti sedang melakukan pertandingan dunia.
“yes, masuk..,” teriak Harry dengan semangat sambil memberikan tangannya untuk high five dengan Rey.
“Masuk, wuhuuyyy...” teriakan semangat datang dari Marko, bahkan dia memeluk Papinya.
saat ini skor mereka seri, 200 : 200 mereka harus memasukan bola lagi, agar bisa mengetahui Tim mana yang akan menang.
Kini giliran Rey dan Aeril yang akan memasukan bola di ring masing-masing.
Rey dan Aeril memegang bola masing-masing untuk siap di lempar.
Mereka sama-sama melemparkan ke ring. Bola basket Rey masuk ke ring pointnya bertambah, sedangkan Aeril tidak. Sementara bola itu mengenai bagian ring dan berbalik ke arah Aeril.
Rey yang melihat bola basket itu akan mengenai Aeril, langsung berdiri di depan Aeril untuk melindunginya, bola itu mengenai punggung Rey.
Aeril melihat perlakuan Rey yang berusaha melindunginya dari bola tersebut. di buat Kaget, saat ini Rey dan Aeril saling bertatapan.
Mereka berdua lupa, jika saat ini Marko dan Harry sedang melihat ke arah mereka berdua.
“ehemmm..” suara batukan keluar dari mulut Marko.
Rey dan Aeril langsung kaget, dan cepat-cepat memperbaiki posisi berdiri mereka.
“Yes, menang. Adek sama Uncle Rey menang..” ucap Harry dengan semangat, sebenarnya Harry hanya mencairkan suasana kecanggungan yang terjadi saat ini.
“wow.., 240..” ucap Rey.
“Papi sama Kakak harus traktir kita makan..” ucap Harry sambil menatap Aeril dan Marko.
“Makan doang, gampang.. kan Ada Papi yang bayar..” ledek Marko untuk Harry.
“yah, sialan kakak..” balas Harry yang mulai menjepit kepala Marko dengan tangannya.
Rey hanya tertawa melihat tingkah laku dari Marko dan Harry. Bagaimana bisa, mereka begitu bersemangat sekali dan juga rasa rindu yang Rey rasakan saat ini untuk Brandon terbayar lunas, dengan bermain seharian bersama Kakak beradik itu.
[Tempat Makan]
Saat ini mereka berempat sudah berada di salah satu tempat makanan korea, mereka memilih untuk bakar-bakar.
Rey dan Aeril duduk bersama, sedangkan Marko dan Harry. mereka layaknya keluarga kecil yang bahagia.
Pesanan makanan mereka kini di antarkan oleh salah satu pelayan. makanan mereka di tata di atas meja, panggangan panas itu kini telah membara dengan baik.
Aeril mengambil tisu yang ada di meja, kemudian dia pakai untuk melap sendok beserta sumpit yang akan mereka pakai berempat.
Lagi dan lagi Aeril melayani Rey seperti seorang suami. bahkan tak jarang dia berdebat dengan Rey di depan anak-anak.
“Wah..,” teriakan semangat dari Harry yang sedang mengunyah daging sapi premium.
“Wahh, hah. hanas hanas, hahass..” suara Marko yang sedang berusaha mengunyah daging panas di mulutnya.
“Kakak, pelan-pelan..” ucap Aeril.
Rey tersenyum melihat keakraban Aeril dengan anak-anak, saat Rey ingin mengambil daging di atas panggangan menggunakan sumpit, Tangannya di cegat oleh Aeril. Aeril mengambil daging itu dan menaruh di piring kecil Rey.
“Makasih..” ucap Rey.
“Sama-sama, kamu makan yang banyak..” balas Aeril. kemudian memasukan makanan ke dalam mulutnya.
Mereka semua menikmati makanan yang mereka pesan itu, bahkan Harry beberapa kali meminta tambahan daging untuk mereka. Harry sangat lapar, tenaganya sudah habis bermain seharian. makanya dia harus mengisi kembali.
“Harry sama Marko lagi suka apa ?” tanya Rey yang mengisi perbincangan mereka.
“Aku suka baca buku..” balas Marko.
“Aku suka main game..” balas Harry.
“Kalau setelah ini, beli buku dan game. kalian berdua mau ?” tanya Rey.
“MAU..” jawaban kompak dari Marko dan Harry.
“Mas, Kamu jangan manjain mereka berdua dong..” sahut Aeril.
“gak masalah, Aku kan pengen ngasih mereka hadiah..” ucap Rey.
“Tapi kan..” ucap Aeril.
“Udah, gakpapa. Aku suka kalau mereka senang..” balas Rey, yang kemudian mengelus punggung Aeril pelan-pelan.
“Terserah kamu saja..” ucap Aeril yang pusing melihat Rey memanjakan anak-anak.
Marko dan Harry hanya tersenyum, mereka senang karena mereka berdua diberikan hadiah oleh Rey.
Rey tidak tau, bahwa dia harus membeli beberapa hadiah yang Marko dan Harry inginkan.
Mereka melanjutkan acara makan-makan mereka setelah itu pergi membeli barang-barang yang di inginkan Marko dan Harry.