Balas Dendam
Kekerasan || Darah || Kata Kasar
Di sebuah Markas Besar yang terpencil yang jauh dari Kota terdapat pasangan yang saat ini sedang di kurung dan disiksa dengan Kejam di ruang Penyimpanan.
Banyak Anak buah berjaga-jaga mengelilingi Markas besar tersebut.
Cambukan demi cambukan menghantam tubuh dua orang itu, teriakan rasa sakit menenami mereka di ruang penyiksaan.
Cetar Cetar Cetarrr
“Aa, sakit. Ampun, Aaaa..” teriakan seorang wanita.
“BAJINGAN, jangan sentuh istriku..” ucap lelaki yang sedang disiksa dan juga terikat tangannya.
“Bodoh, sudah salah. masih juga lancang. HAHAHAHAHA..” balas anak buah Bos.
Cetarrrr Cetarr Cetarrr
Pukulan serta cambukan anak buah dari Bos berikan kepada pasangan suami istri itu. Hantaman demi hantaman mereka berdua rasakan.
Mereka menyiksa Target utama mereka dengan Keji dan tanpa Ampunan. Darah sudah keluar dari pasangan suami istri itu. Tapi mereka tidak perduli, yang anak buah Bos inginkan saat ini adalah menyiksa mereka.
“Sakit, Aaa.., Lepaskan kami..” teriak wanita itu.
“Lepaskan istriku, biar Aku saja yang kalian siksa..” ucap suami dari wanita tersebut.
“Ini belum seberapa, kami bahkan bisa melakukan lebih kejam dari pada ini. Karena kalian berdua yang menyebalkan ini, kami hampir kehilangan pekerjaan..” balas salah satu anak buah Bos yang memegang cambuk di tangannya.
Hantaman pukulan yang diberikan pada laki-laki sangat kuat, bahkan mereka menyetrum mereka dengan sangat bringas.
“Ampun., sakit.. Aaaaa, tolong.. lepaskan Aku...” teriak wanita itu.
“BAJINGAN, KALIAN SEMUA AKAN AKU BUNUH..” ucap suami wanita tersebut.
“LAKUKAN JIKA KAU BISA HIDUP SETELAH INI, HAHAHAHA..” tawa bahagia terdengar dari mereka.
Mobil mewah berhenti di depan Markas besar itu, seluruh para penjaga memberikan penghormatan selamat datang kepada Bos Besar dan juga Bos.
Mereka kemudian di tuntun masuk, menuju ruang eksekusi penyimpanan tahanan.
Saat ini para anak buah yang di tugaskan untuk menyiksa para tahanan sedang bermain-main dengan mereka berdua.
Mereka tidak tau bahwa Bos mereka sudah datang ke Markas.
“Hentikan..” ucap Bos.
“Bos..” balas salah satu anak yang menghentikan siksaannya kepada Target.
“Kalian sangat, bersemangat sekali menyiksa mereka berdua. Ayolah berikan pengampunan pada tikus-tikus ini..” ucap Bos sambil melihat ke arah mereka berdua.
“Gabriel, Gabriel Aku mohon lepaskan kami., Aku berjanji akan melunasi semua hutangku..” ucap lelaki itu.
“Ya bodoh, hutangmu itu sudah tidak penting lagi bagiku. Karena nyawamu lebih berharga saat ini..” balas Gabriel.
“Gabriel, Aku mohon lepaskan kami. atau kau lepaskan saja istriku. dia sedang hamil..” ucap lelaki itu.
“Kau ingin meminta Aku melepaskanmu, Ayolah Brian. Aku tidak akan membuang-buang waktuku lagi..” balas Gabriel.
Target yang di tahan itu adalah Brian dan Audry, mereka yang selama ini di cari oleh Gabriel beserta anak buahnya. Karena masalah hutang besar yang mereka berdua miliki.
“Gabriel, Aku mohon lepaskan Aku dan suamiku. hutangmu akan kami bayar setelah ini..” ucap Audry.
“YA PELACUR DIAM KAU..” teriak Gabriel.
“BANGSAT, ISTRIKU BUKAN PELACUR..” balas Brian.
Cetar Cetar Cetarrr
Cambukan mengenai badan Brian dan Audry, mereka kembali di pukul oleh anak buah Gabriel dengan kuat serta diberikan sengatan listrik.
“Aaaaaa..” teriak Audry dan Brian
“Rasakan, kalian harus mati..” balas Gabriel.
“Aku mohon lepaskan kami..” ucap Audry.
“Tidak semudah itu, Bos Besar ingin menemui kalian berdua..” balas Gabriel.
Seseorang berjalan masuk ke dalam ruangan kecil itu, dan langsung duduk di kursi yang telah mereka siapkan.
“Kau..” ucap Brian yang kaget melihat sosok yang ada di hadapannya.
“Kenapa, Kaget ?” tanya sosok itu.
Audry yang membuka matanya itu kaget melihat sosok yang duduk di hadapannya.
“Aeril..” ucap Audry.
“Halo, Comment ça va...” balas Aeril sambil melambaikan tangannya.
“Jadi ini ulahmu Jalang..” ucap Brian.
Plaaaaaakkkkk !!!
Satu tamparan keras mengenai wajah Brian, Anak buah Aeril menampar pipi Brian dengan kuat dan bahkan mencambuknya.
” Stupide, perhatikan cara kalian berbicara. kalian tidak sadar saat ini berada dimana..” ucap Aeril sambil memperhatikan kukunya.
“Lepaskan kami, Aeril. Aku minta maaf, Aku mohon lepaskan kami. Saat ini Aku sedang hamil, ku mohon berikan anak ini kesempatan..” ucap Audry yang memohon.
“Owhh, hamil.. kasihan, anak yang malang sekali. kenapa dia harus memiliki orang tua brengsek seperti kalian..” balas Aeril.
“Aeril apa yang kau inginkan, cepat lepaskan kami..” ucap Brian, yang berusaha melapaskan ikatan di tangannya.
“Calm down, tenanglah. jangan bergerak, atau kau akan mati..” ucap Aeril yang tertawa melihat mereka.
“Aeril ku mohon, lepaskan. anaku tidak bersalah. lepaskan Aku..” balas Audry.
“syuttt, Jangan bermimpi. setelah Anaku mati dan satunya hampir mati, kau ingin Aku melepaskanmu berdua. tidak honey, Kalian juga harus mati..” ucap Aeril.
Brian dan Audry kaget mendengar pernyataan dari Aeril, sungguh sosok yang di depan mereka saat ini benar-benar kejam.
Orang yang dulu mereka pikir culun dan bodoh ternyata adalah seorang iblis yang menakutkan.
“Gabriel, bunuh mereka berdua. Aku harus kembali ke rumah, banyak hal yang harus Aku urus..” ucap Aeril lalu berdiri dari kursinya.
“Baik Bos Besar..” balas Gabriel.
“oh, satu lagi. potonglah Tangan dan Kaki wanita itu, karena dulu tangan lancang itu berani menggangguku serta menyakiti anak-anakku..” ucap Aeril.
“Siap laksanakan Bos Besar..” balas Gabriel.
Setelah menyampaikan keinginannya pada Gabriel, Aeril lalu berjalan kembali pulang ke rumahnya.
Beberapa anak buahnya mengikutinya dari belakang dan yang lainnya tunduk memberikan hormat.
Audry dan Brian di siksa dan di bunuh langsung oleh Anak Buah Aeril.
Aeril tidak perduli dengan siksaan yang anak buahnya berikan. Yang dia inginkan hanyalah membalas dendam dan rasa sakit yang dia rasakan.