Apartment

narasi ini mengandung adegan dewasa 18+, pembaca di harapkan untuk bijak.


Audry yang sengaja memberikan pesan untuk menggoda Aeron saat ini merasa senang, Akhirnya setelah satu bulan tidak bertemu dengan tambang emasnya kini dia bisa bertemu kembali.

Jujur saja, Audry saat ini membutuhkan uang. makanya dia harus menggoda Aeron agar bisa diberikan uang olehnya.

Aeron yang mendapat pesan itu, kini meninggalkan perusahaannya. dia bergegas menuju tempat tinggal Audry.

Saat ini dia membutuhkan sesuatu untuk menghilangkan beban di pundaknya.

Tak butuh waktu lama, kini Aeron sudah membunyikan bel pintu Apartmentnya Audry. Audry yang sudah semangat menunggu mesin uang berjalan itu, membuka pintu Apartnya.

“Sayang..,” ucap Audry sambil menarik Aeron masuk.

“Babe...” balas Aeron dengan tatapan tercengang melihat baju yang di gunakan Audry.

Aeron melihat dari ujung rambut sampai ujung kaki Audry, Rambut yang terurai, baju yang seksi, lipstick berwarna merah pada bibir dan wangi tubuh beraromakan bau khas Audry tercium indra penciumannya.

Audry yang merasa bahwa dirinya menang itu. kemudian, bergelantungan manja, tangannya melingkar pada leher Aeron. Dia mencium bibir Aeron.

Aeron masih melihat Audry yang saat ini bermain-main dengan bibirnya, Audry mulai menarik dasi yang Aeron pakai, membuka Jas serta kemeja yang dia kenakan.

Aeron lalu memeluk pinggang Audry dengan intim, dan langsung menggendong Audry untuk masuk ke kamar.

Saat Aeron meletakkan Audry di tempat tidur, tiba-tiba gambaran wajah Aeril muncul di kepalanya. dia langsung terdiam.

“Sayang., Kamu kenapa ?” tanya Audry.

dengan cepat Aeron menggelengkan kepalanya. “gakpapa...” jawab Aeron.

Audry kemudian bangkit, dan mendorong tubuh Aeron untuk bersandar di tempat tidur. Adury membuka celana milik Aeron.

Entah apa yang sedang di pikirkan Aeron malam ini kini dia menjadi sangat pasif dalam berhubungan, tidak seperti biasanya.

Audry lalu membuka bajunya, dia melepaskan semua. Kini dia tidak menggunakan apapun, tubuh telanjang milik Audry terlihat dengan jelas.

Tapi sekali lagi, itu tidak membuat gairah Aeron bangkit kembali. bahkan Aeron hanya menatap dengan diam.

Audry mulai bekerja, dia mulai mengulum penis milik Aeron. dia menghisap dan memaju mundurkan kepalanya. selama lima belas menit, tapi Penis besar itu belum juga mengeluarkan cairannya.

Audry masih tetap berusaha, Aeron hanya melihat bagaimana cara Audry memanjakan junior miliknya yang tidak bereaksi apapun itu.

Aeron bahkan seperti tidak bernafsu dengan pelayanan yang diberikan Audry untuknya, kembali tiba-tiba dia teringat dengan Aeril. seketika ada sengatan listirk di dalam dirinya.

“yess.., ahhh.. begitu Aeril...” ucap Aeron yang tak sadar.

Tanpa sadar Aeron menjambak rambut Audry dan memaju mundurkan kepala Audry, sambil membayangkan bahwa yang mengulum penisnya adalah Aeril.

Aeron jadi semakin bersemangat, dan meracau tak jelas.

“sshhhh.., aaah.., mpphhh., terus Aeril, lebih dalam..” ucap Aeron.

Mendengar nama Aeril di sebut membuat Audry kaget, dia langsung menghentikan hisapannya itu.

“Aeron, siapa yang kamu sebut itu..” ucap Audry dengan nada kesalnya.

Aeron kaget dari lamunannya itu, karena saat ini dia sedang bersama dengan Audry.

“Aku gak sebutin siapapun...” balas Aeron.

Audry sebenarnya mendengar dengan jelas nama Aeril, hanya saja dia pura-pura tuli. demi uang yang akan dia dapatkan. Tapi karena dia emosi, Audry lalu bangkit dan menggunakan pakaiannya kembali.

“Pulanglah, Aku malas melihatmu..” ucap Audry lalu keluar dari kamar.

Aeron yang merasa bingung dengan kondisi dirinya kini, lalu bergegas merapikan pakaiannya dan pergi dari Apartment itu.