Aeron Berkunjung Ke Rumah
Saat mendapatkan kabar dari Aeril, Aeron langsung buru-buru menuju rumah milik Papanya.
Dia ingin sekali melihat kondisi anak bungsu kesayangannya itu, Aeron juga benar-benar merindukan Harry putra kecilnya yang ceria itu.
Aeron mengemudikan mobil miliknya dengan kecepatan penuh, sungguh saat ini dia benar-benar khawatir dengan kondisi anaknya. butuh waktu lama Aeron agar tiba di rumah masa kecilnya itu.
Setelah melewati perjalanan yang panjang, kini mobil milik Aeron terparkir di halaman rumah milik Allen.
Dia turun dari mobilnya dan masuk ke dalam rumah, dia berjalan dengan cepat. yang dia inginkan saat ini hanya melihat anaknya.
Aeron berjalan menuju kamar tempat Harry istirahat saat ini, dia lalu membuka pintu tersebut dengan perlahan. saat ini terlihat Harry sedang tertidur lelap.
Aeron berjalan maju mendekati putra kecilnya itu, dan duduk di sampingnya. Ada perasaan sedih dan khawatir yang terlihat dari wajahnya.
“Maafin Daddy nak..” ucap Aeron sambil membelai halus rambut milik Harry.
Harry tak menjawab, saat ini dia tertidur pulas, dia tak mendengar apapun yang di katakan Aeron.
“Adek, pasti sedih yaa.. Adek sakit yaa, maaf ya Daddy kejam padamu dan keluarga kita...” ucap Aeron yang kini mulai meneteskan Air matanya.
Aeril yang sementara ingin membawa air di baskom untuk mengompres sang anak di buat terkejut saat melihat Aeron yang sedang duduk di samping Harry.
Aeron yang melihat kedatang Aeril itu, kemudian mengambil baskom berisi air dari tangan Aeril. Dia kemudian mengompres Harry menggunakan handuk kecil.
Aeril hanya melihat perlakuan Aeron pada Harry, dia hanya diam tanpa berucap apapun kepada Aeron.
Aeron mengurus Harry dengan telaten, mengompresi dan menunggu demam Harry agar turun. Demam Harry cukup tinggi sampai dia mengiggau.
“Daddy.., Daddy.,” ucap Harry dengan kondisi mata tertutup.
“iya nak, ini Daddy..” balas Aeron yang membelai wajah anaknya.
Aeril kemudian pergi dari kamar Harry, meninggalkan mereka berdua, Aeril menuju ke dapur untuk membuatkan mereka semua makan malam.
Aeron masih sibuk menunggu demam Harry turun. Dia bahkan tertidur di samping Harry sambil memeluknya.
Harry tersadar, matanya terbuka perlahan-lahan dia merasakan tangan besar milik Aeron memeluknya. dia melihat ke arah samping siapa yang memeluknya itu. Dan ternyata itu adalah Daddynya.
Harry diam melihat Aeron yang saat ini sedang tertidur di sampingnya. Di dalam hatinya dia sangat senang melihat Aeron berada di sampingnya.
“syukurlah Daddy tidak apa-apa, Adek kangen sama Daddy...” ucap Harry dalam hatinya.
Setelah itu Harry kemudian melanjutkan tidurnya kembali.