Aeril dan Perasaannya

Note 📝

– 🔞🔞🔞🔞

– 𝚔𝚎𝚙𝚊𝚍𝚊 𝚙𝚊𝚛𝚊 𝚙𝚎𝚖𝚋𝚊𝚌𝚊 𝚢𝚊𝚗𝚐 𝚖𝚊𝚜𝚒𝚑 𝚍𝚒 𝚋𝚊𝚠𝚊 𝚞𝚖𝚞𝚛, 𝚜𝚒𝚕𝚊𝚑𝚔𝚊𝚗 𝚖𝚎𝚗𝚒𝚗𝚐𝚐𝚊𝚕𝚔𝚊𝚗 𝚕𝚊𝚙𝚊𝚔 𝚒𝚗𝚒 🙅‍♀️🚪

– 𝚍𝚊𝚗 𝚞𝚗𝚝𝚞𝚔 𝚙𝚊𝚛𝚊 𝚙𝚎𝚖𝚋𝚊𝚌𝚊 𝚢𝚊𝚗𝚐 𝚕𝚊𝚒𝚗 𝚜𝚎𝚕𝚊𝚖𝚊𝚝 𝚖𝚎𝚗𝚒𝚔𝚖𝚊𝚝𝚒 𝚍𝚎𝚗𝚐𝚊𝚗 𝚙𝚒𝚔𝚒𝚛𝚊𝚗 𝚔𝚊𝚕𝚒𝚊𝚗 𝚜𝚎𝚗𝚍𝚒𝚛𝚒 😂


Malam ini entah bagaimana Aeril merasakan perasaan senang sekaligus perasaan sedihnya, dua perasaan itu semua bercampur di dalam dirinya menjadi satu.

Gejolak yang di rasakan Aeril malam ini benar-benar luar biasa, Aeril mulai menyadari apa yang dia nikmati saat ini.

''Ae....'' panggilan suara sendu keluar dari mulut Aeril

''iya Sheila....'' ucap Aeron sambil memegang wajah Aeril dengan kedua tangannya

''Ae suka kalau Aeril, maksudnya Sheila begini...” ungkap Aeril dengan membalas tatapan Aeron

''Iya Ae suka, Ae suka saat seperti ini, hanya ada Ae dan Sheila berdua. menikmati malam panas ini...” ucap Aeron kembali, dengan mencium kening Aeril

''Ae kenapa gak mencoba, menerima Aeril...'' ucap Aeril yang mulai menahan rasa sakitnya itu

''Sheila ngomong apa sih, Ae gak bakalan bisa. Ae gak sanggup suka sama orang lain, selain Sheila...'' jawab Aeron dengan mulai mencium leher Aeril

''nghhhhh, ahhhh. Ae tahan dulu..'' ucap Aeril sambil mengehentikan ciuman Aeron pada lehernya itu.

''Kenapa lagi Sheila, Ae hanya ingin menghabiskan malam ini bersama Sheila. hanya itu, yang Ae inginkan...'' ucap Aeron sambil memeluk leher Aeril dengan kuat

''Ae janji ya, setelah malam ini. Ae gak boleh inget Sheila lagi....'' ucap Aeril kembali

''Sheila mau kemana, jangan tinggalin Ae lagi sendirian. Ae janji bakalan luangin waktu selalu buat Sheila...'' ucap Aeron sambil menangis tersedu-sedu

''Aeron dengar, ada atau gaknya Sheila. Ae itu harus sadar, bahwa saat ini Ae sudah menikah...'' Aeril mulai berusaha kuat untuk menyadarkan Aeron

''Tapi Sheila, Ae gak bisa, Ae gak sanggup..'' jawab Aeron

''Ae harus coba, Ae pasti bisa. setelah ini Ae harus tetap menjalani kehidupan baru Ae bersama pasangan Ae...'' ucap Aeron kembali

''Sheila yakin Ae bisa...'' ucap Aeril

''Boleh Ae menghabiskan waktu malam ini dengan Sheila...” ucap Aeron

''Apapun yang Ae inginkan, malam ini menjadi malam untuk Ae...'' ucap Aeril sambil membuka bathrobenya

Aeril dengan perasaan takut itu, mulai melepaskan bathrobenya. bagi Aeril ini adalah malam pertamanya, malam yang tidak pernah dia rasakan dengan pria manapun sebelumnya, selain pria yang berada di depannya ini dengan ucapan suci pernikahan.

Aeron yang melihat Aeril melepaskan bajunya itupun, lalu mulai membuka bajunya sendiri. walau pusing, Aeron berusaha dengan kekuatan yang dia miliki untuk menyalurkan cintanya itu pada Aeril.

Aeron maju dan mendorong Aeril di atas tempat tidurnya itu, Aeron meraup mulut Aeril dengan rakus. bibir Aeril yang menggunakan lipbalm rasa Vanila itu, di hisap dengan kuat menggunakan mulut Aeron. dengan lumatan dan isapan serta gigitan kecil pada bibir itu.

Suara isapan dan gigitan terdengar dalam kamar itu, slurppp slurppp, muach muach muach. slurppp slurppp.. bunyi khas suara ciuman pada umumnya orang yang melakukan pemanasan sebelum bercinta.

Aeron mulai turun mencium leher Aeril dan menghirup aroma sabun mint yang baru selesai dia gunakan tadi saat mandi.

''Nghhhhhh ahhhh Ae...'' suara lenguhan keluar dari mulut Aeril

''iya sayang, Ae suka bau wangi kamu...'' Aeron kemudian melanjutkan ciuman panas itu, Aeron dengan gelora jiwanya mulai bangkit. Aeril hanya bisa pasrah dengan tindakan yang dilakukan Aeron malam ini

''Mhhhhmmm nghhhh aaaahhh Ae, jangan di gigit....'' ucap Aeril pada aeron yang melakukan kiss mark di bagian lehernya.

''Maaf Ae, terlalu bersemangat...'' ucap Aeron sambil memajukan kepalanya menghisap putting susu Aeril.

''Aaaaaaah, nghhhhhh aaaahhh. mhhhmmm.., aaaaah ah ah...'' suara desahan kenikmatan yang baru pertama kali Aeril rasakan itu, keluar dari mulutnya. Aeril merasakan sengatan nikmat di dalam tubuhnya, kakinya mulai resah dia ingin sekali bergerak. tapi tertahan oleh kukungan tubuh Aeron yang besar itu.

''Enak sayang...” ucap Aeron yang menatap wajah Aeril itu.

''iyaa...” tarikan nafas secara perlahan Aeril coba lakukan.

Aeron mulai turun menelusuri tubuh bawah Aeril, seketika Aeron tersenyum senang. melihat Penis Aeril yang mulai tegang itu.

slruppp slruppp clup clup clup..., isapan demi isapan Aeron berikan pada penis Aeril itu. Aeril di buat melayang dengan perlakuan Aeron malam ini.

''Aaaahhhhh, nghhhhh aaaah, ssshhhhhh. oh yesssh. aahhhhhh....'' teriakan frustasi Aeril, Aeril tanpa sadar menjepit kepala Aeron dengan paha miliknya itu, sedangkan tangannya mulai meremas seprei berwarna putih itu.

Hisapan demi hisapan Aeron berikan untuk penis Aeril, Aeril yang di buat melayang itu hanya bisa menjerit akibat perlakuan yang dilakukan suaminya.

crottt crott crottt 💦💦💦

pelepasan pertama di keluarkan oleh Aeril tepat di wajah dan mulutnya Aeron.

''Aaaaahhhh.., ah ah ah...'' bergetar seluruh badan Aeril, Aeril merasa melayang menembus awan

''Enak baby...'' ucap Aeron dengan wajah yang di penuhi lelehan sperma itu, sambil melihat Aeril yang masih merasakan sengatan nikmat itu.

''ih ih iyaaaa Ae, enak...” jawab Aeril yang mulai terbata-bata itu, dengan nafas yang keluar terburu buru itu.

''Sekarang giliran kamu sayang, ayo berikan pelayanan terbaikmu...'' rayu Aeron kepada Aeril

Aeril mulai merangkak, posisi kepalanya pas di depan Penis Aeron sedangkan posisi kepala Aeron berhadapan dengan penis Aeril yang tergantung itu. mereka melakukan posisi 69 tetapi saling menindih satu sama lain.

Aeril berusaha tetap tenang, dia mencoba mengingat perlakuan yang di berikan Aeron tadi kepada penisnya. Aeril anak cerdas, dia dengan cepat memahami ajaran sesaat Aeron tadi kepadanya.

''Sayang, ayolah cepat...'' teriakan manja Aeron pada Aeril

Aeril mulai sadar dari lamunan ingatan sekejapnya itu, kini dia melihat penis Aeron yang besar itu yang sudah mengeras karena tersentuh gesekan tangannya.

Aeril mulai memegang batang kemaluan itu, dia mulai memijat pelan-pelan penis Aeron, jari-jari yang lentik dan cantik itu naik turun pada batang penis yang berotot itu.

''ssshhhhhhh ahhhhhh, yesss hmmm baby....'' suara bariton Aeron mulai keluar

Perlahan Aeril mulai membuka mulutnya, dia menjilati ujung lubang kencing itu. dari ujung penis, mulai turun ke setengah batang, dan semakin turun, semakin turun.

Dia mulai memasukan semuanya, dan Aeril mampu memasukan penis besar itu ke dalam mulutnya, walau keluar sedikit Air mata akibat usahanya itu.

dia mendiamkan beberapa detik batang penis itu di mulut kecilnya, dengan instingnya sendiri dia mulai memajukan kepalanya dengan perlahan.

''yess oh, fuckk yess baby. aaah begitu sayang. mainkan dengan cepat lagi....'' suara Aeron dan perintahnya.

Aeril mulai memainkan tempo hisapan itu dengan cepat, dia melakukan Blowjob dengan sangat baik. kecepatan dan tempo yang dia berikan sebagai seorang pemula itu luar biasa.

Aeron mulai memegang penis Aeril, dia mengocok dengan cepat, agar dia bisa menggunakan sperma milik Aeril itu di dalam holenya Aeril.

''aaaahhhh ah nghhhh....'' Aeril mendesah dengan penis besar yang berada di mulutnya itu. sperma milik Aeril berhasil keluar tepat di dada Aeron. Aeron langsung mengambil itu semua, dan memasukan jarinya ke dalam hole milik Aeril.

''Aaahhhhh, Ae sakit aaahhhh....'' suara rintihan itu keluar dari mulut Aeril.

''Sayang lanjutkan blowjob mu...'' ucap Aeril dengan sibuk mengocok-ngocok hole milik Aeril.

Aeril berusaha menahan desahannya, dia ingin Aeron cepat-cepat merasakan pelepasan pertamanya. dia mulai menggila dengan memainkan penis di dalam mulutnya.

crottt crottt crotttt 💦💦💦💦

''Aaaahh, aahhhhh aaaaahhh...'' lenguhan nikmat kini dirasakan Aeril yang merasa berkedut akibat Penis dan Holenya di mainkan oleh Aeron.

''Aaahhh, fuckkk baby. oh yess...'' balas Aeron yang merasakan pelepasan itu, dia menggila dengan permainan blowjob yang diberikan Aeril. benar-benar nikmat, hanya beberapa menit saja, langsung keluar.

Aeril jatuh ke arah samping kanan Aeron, Aeron yang melihat itu. kemudian bangkit dari tempat tidur, Aeron melentangkan badan Aeril ke hadapnya dan membuka paha itu lebar-lebar.

Aeron memasukan penisnya yang kembali menegang itu ke dalam hole Aeril, Aeril tidak berdaya tubuhnya cukup lemas merasakan sensasi klimaks yang dirasakannya itu, dia hanya menerima perlakuan Aeron.

_''Aaaaahhhhh nghhhhh shhhh, Ae sakit sayang...” teriak Aeril saat merasakan penis yang tak bertulang namun besar itu, masuk ke dalam hole miliknya.

''Tahan sayang, sabar ya. sebentar juga akan enak, kalau mau cakar atau pukul, kamu lakuin aja ya...'' ucap Aeron sambil meyakinkan Aeril itu.

Aeril hanya bisa menutup matanya, sambil menggoyangkan kepalanya. kini Aeron bergerak dengan tempo perlahan, masuk keluar sedikit demi sedikit dia lakukan pada lubang sempit itu.

''Aaaahh, shhhhh. aaaaaaahhh, Ae ayo cepat. ini sangat sakit...'' jeritan sakit dan nikmat kini keluar dari mulut Aeril

Aeron mulai menggenjot penisnya di dalam hole milik istrinya itu, Aeron dan Aeril melakukan aktifitas panas itu dengan nafsu yang memuncak dan semangat yang memburu.

''Oh aaaahhh, nghhhhhh Ae. itu enak, shhhhh ahhhh mhhhmmmm...'' suara pujian keluar dari mulut Aeril

''Yess baby, ahhhh, yesss. shhh we need to fucking cum...” suara Aeron yang menjawab kegiatan panas itu.

Tusukan demi tusukan kini membuat Aeril semakin gila, dia ingin suaminya itu terus menghujani dia dengan penis besarnya itu.

Aeron semakin tidak terkendali dia menusuk penisnya itu keluar masuk dengan tempo yang sangat cepat. Aeron benar-benar ingin keluar.

''Sayang, Ae aaaahhh yess oh yessss aaahhhh aahhh ah ah. lebih dalam...'' ucap Aeril dengan nada sensualnya itu.

''Baby your hole is really delicious, oh fuckkk yesss ah yesss baby....'' jeritan kenikmatan Aeron keluarkan.

Posisi saat ini Aeril yang terlentang, dengan mengangkang serta membuka pahanya dan kakinya. dia letakkan di atas pundak Aeron dengan kondisi pinggul yang dia angkat sedikit.

Aeron dengan posisi stengah jongkok dengan lututnya itu, memegang pinggul kecil Aeril dengan kedua tangannya. dia masih menikmati tusukan yang dia berikan pada hole itu.

''Ae aaaaahhhh, mau keluar Ae...'' teriak Aeril sambil tangan kanannya memainkan penisnya

''Tahan sayang, bersama. okey...'' kecepatan mulai di tambah Aeron, dia menggenjot Penisnya yang mulai mengembung itu, dia mulai merasakan akan terjadi pelepasan.

''Baby aaaaaah, i want to cum...'' ucap Aeron dengan gerakan genjotan penisnya itu

''Aahhhh, ah ah fasterr Ae. aaaahhh shhh....'' jeritan yang tak kalah heboh.

dan crottt crottt crottt 💦💦💦💦

Pelepasan nikmat mereka berdua keluar, malam ini kamar yang bersuhu dingin, dengan nuansa gelap itu menjadi saksi percumbuan panas dan liar yang pasangan itu lakukan, mereka terus melakukan aktifitas panas mereka itu sampai suasana pagi datang menghampiri mereka.