Acara Pertunangan

note : Adegan Kekerasan || Kata Kasar


Hari ini adalah acara Hari Pertunangan Aeron dan Audry.

Banyaknya media yang ingin meliput Acara pertunangan itu. Membuat Aeron harus berpikir keras, agar acara pertunangan bisa berlanjut secara tertutup.

Acara yang sempat di kabarkan oleh media pun membuat Aeron pusing, bagaimanapun dia tidak bisa menutupi hubungannya dengan Audry.

Walau sebenarnya dia ingin meninggalkan Audry, dia juga masih berpikir siapa yang menyebarkan berita pertunangan di media.

Hotel berbintang menjadi salah satu tempat yang dipakai untuk menyelenggarakan Acara Pertunangan, Pengamanan yang di siapkan secara Ekstra ketat oleh pihak penyelenggara sesuai dengan permintaan Aeron.

Tamu-tamu khusus tak lupa mereka undang ke Acara Pertunangan, tapi tidak dengan keluarga serta beberapa temannya.

Hanya ada Kris disana yang memantau acara secara sendirian. Kris sangat perduli dengan Aeron meski dia membenci sikap Aeron terhadap Aeril.

Aeril, sesuai dengan janjinya pada Aeron. dia benar-benar datang, mungkin ini salah satu bentuk perlawanan serta ucapan tegasnya yang menyatakan bahwa mereka akan berpisah.

Aeril bahkan melakukan sedikit perombakan pada penampilannya, walau sebenarnya tidak banyak. Marko dan Harry tidak mengetahui bahwa Aeril pergi secara diam-diam. karena mereka semua sedang pergi keluar saat ini.

Aeril bahkan mengendarai mobil Bugatti Chiron berwarna hitam keemasan, ke acara Aeron dan Audry.


[ Dalam Balroom Hotel ]

Suasana yang mewah bertabur bunga dan gemilaunya lampu, serta iringan musik dan penuhnya tamu undangan. membuat Acara itu semakin istimewa bagi Audry.

Saat ini Aeron dan Audry berdiri di panggung khusus untuk acara mereka.

MC : “Terima kasih untuk kehadiran para tamu undangan, yang telah bersedia meluangkan waktu untuk menghadiri Acara malam pertunangan dari Mr. Aeron dan Mrs. Audry..”

Audry tersenyum bangga, dia merasa menang saat ini. Karena sebentar lagi dia akan bisa menguasai seluruh harta milik Aeron.

Dengan balutan Dress yang di desain khusus Desainer terkemuka dunia, gaun berwarna abu-abu dengan desain mewah yang membentuk tubuhnya dia pakai untuk acara pertunangannya malam ini.

Aeron dengan balutan Jas Hitam berkilau terlihat sangat tampan. Tatapan tajam miliknya membuat para tamu undangan semakin kagum melihatnya.

MC : “Acara pertukaran cincin, kepada Mr. Aeron dan Mrs. Audry di persilahkan untuk mengambil cincin yang telah disediakan, dan memasangkan pada jari pasangan..”

Aeron dan Audry mulai mengambil cincin yang sedang di pegang oleh salah satu pelayan, mereka langsung memasangkan pada jari satu sama lain.

Prukkk Prukk Prukkkk

Tepukan tangan dari tamu undangan terdengar dengan jelas. Aeron sangat bosan, tapi saat ini dia harus menahan rasa bosannya itu. Audry sangat semangat, senyum palsu dia berikan pada seluruh tamu undangan.

Aeril melihat itu semua, dia menyaksikan dari kejauhan. Rasa sakit saat ini menggerogoti dirinya.

Padahal baru beberapa hari kemarin Aeron mengatakan padanya bahwa.

Aeron mencintainya, Aeron mengiinginkannya. ternyata, semua itu hanya tipuan belaka.

Aeril kemudian bergegas keluar dari Ballroom itu, dia takut jika dia akan menangis di dalam ruangan besar itu dan akan menjadi pusat perhatian.


[Rooftop Hotel]

Saat ini Aeril menenangkan dirinya di Rooftop Hotel yang menjadi tempat Acara Aeron. dia memandangi suasana malam hari dari atas ketinggian.

Saat sedang asik memandangi pemandangan malam hari, tiba-tiba seseorang mendekat ke Arahnya.

Plak Plak Plak

Suara tepukan seseorang membuyarkan lamunan Aeril. Aeril kemudian melihat ke arah bunyi suara itu.

“Audry..” ucap Aeril yang kaget.

“Wow, jadi ternyata itu benar kamu yang Aku lihat tadi...” balas Audry dengan tertawa remeh.

“Mau apa kamu..?” tanya Aeril.

“Aku yang seharusnya bertanya padamu, mau apa kamu kesini..” jawab Audry.

“Bukan urusanmu..” ucap Aeril.

“BRENGSEK...” balas Audry.

Audry kemudian maju, dan menarik tubuh Aeril lalu mendorong tubuh Aeril hingga Aeril terjatuh. Karena Aeril yang di serang secara mendadak itu, membuat dirinya tak siap. Makanya dia bisa jatuh.

“Aww.., sakit..” ucap Aeril.

“Dasar lemah, kau ini lelaki. kenapa bisa lemah sekali. HAHAHAHAH..” balas Audry.

“Audry, Aku tidak seperti dirimu yang licik itu, menghalalkan segala macam cara untuk merebut seseorang dari keluarganya..” sindiran balasan dari Aeril.

“Ya, sialan. Kau pikir kau siapa, berani mengataiku..” ucap Audry.

“Aku bukan siapa-siapa, kamu itu PELAKOR. oh tidak, lebih tepatnya murahan. dasar sampah tidak tau diri..” balas Aeril yang sudah mulai tersulut emosi.

“AERIL, BRENGSEK KAMU., DASAR ANJING..” teriak Audry dengan keras.

“Tidak perlu marah, marahmu itu seperti mencerminkan sebuah kebenaran bukan...” balas Aeril yang mulai tenang.

Audry yang tak terima itu, kemudian menginjak tangan Aeril dengan High Heels tinggi miliknya. Audry menginjak tangan kiri Aeril bekas luka dengan kuat.

“Aaaaaa, sakit..” suara sakit terdengar dari mulut Aeril.

“Rasakan kau jelek, mampus. HAHAHAHA. makanya jangan sombong. kamu harus di beri pelajaran...” balas Audry.

Audry tertawa dengan semangat sambil menginjak tangan Aeril, dia menikmati perbuatannya itu. bahkan dia semakin menekan kuat heels yang dia pakai. Aeril hanya mampu menjerit kesakitan karena merasakan sakit yang dalam.

Audry begitu menikmati perbuatannya, sampai dia tidak sadar seseorang berjalan dari belakang dan mulai memegangi lehernya dan mencekik kuat.

“A a aaaa aa..” suara Audry yang merasakan sakit.

“JERIAL..” ucap Aeril

“BAJINGAN KEPARAT, DASAR PELACUR SAMPAH. BANGSAT, KAU APAKAN DIA ANJING...” ucap Jerial.

Sosok yang mencekik Audry dari belakang itu adalah Jerial, saat ini Jerial benar-benar emosi. dia mencekik Audry dengan kuat dan menyeret Audry menjauhi Aeril.

Aeril yang kaget serta merasakan sakit itu, hanya bisa melihat perbuatan Jerial pada Audry.

Jerial menarik tubuh Audry dan mendorong ke Arah tembok dengan sangat kuat. Jerial bahkan menghantam kepala Audry itu ke tembok. dia sangat emosi saat ini.

“PELACUR MURAHAN SEPERTIMU, TIDAK PANTAS MENYENTUHNYA. APA KAU SUDAH BOSAN HIDUP. CHIENNE POURRIE..” ucap Jerial yang masih mencekek dan menyiksa Audry.

Audry tidak bisa melihat Jerial, karena saat ini posisinya membelakangi Jerial. bahkan pelipisnya saat ini berdarah, akibat benturan yang diberikan Jerial untuknya.

“To ng A a kk u, lep a a s keen..” suara Audry yang berusaha meminta tolong.

“PELACUR SEPERTIMU TIDAK PANTAS UNTUK HIDUP, AKU SENDIRI YANG AKAN MEMBUNUHMU....” ucap Jerial yang masih emosi.

Aeron yang tiba-tiba muncul itu, berteriak keras untuk menghentikan pertengakaran itu.

“JERIAL BERHENTI..” teriak Aeron dengan keras.

Jerial memandangi ke arah Aeron dengan tatapan wajah yang dingin serta tajam. tangannya masih belum terlepas dari leher Audry.

“AKU TIDAK AKAN BERHENTI, SAMPAI PEREMPUAN INI MATI. CAMKAN ITU..”

balasan tajam Jerial berikan untuk Aeron.

Aeron mendekati mereka berdua, Aeron harus cepat membantu Audry, kalau tidak Audry bisa mati dan Jerial akan di penjara.

Aeron memegangi tangan Jerial, untuk melepaskan tangannya dari leher Audry. wajah Audry sendiri saat ini sudah merah, Audry mungkin akan mati jika Aeron tidak segera datang.

“Lepasin Jerial, kamu bisa membunuhnya..” ucap Aeron sambil menahan tangan Jerial.

“Itu yang Aku mau..” balas Jerial yang masih berusaha agar tangannya tidak terlepas.

Aeron dan Jerial saling tarik menarik, Aeron ingin Jerial melepaskan tangannya.

Tetapi Jerial tidak mau, dia ingin Audry mati. Dia sangat membenci perlakuan Audry pada Aeril.

Aeron masih berusaha, Aeron tidak ingin mereka berdua kenapa-kenapa. Dia masih mencoba menarik tanpa memberikan tenaga dalamnya.

Jerial masih kekeh dengan pendiriannya, Aeron pusing. Mau tidak mau, dia terpaksa harus kuat menarik tangan itu.

“Lepasin Jerial..” ucap Aeron.

“Aku gak MAU..” balas Jerial.

Karena tarikan tangan Aeron yang kuat, membuat tubuh jerial terpental. tubuhnya mengenai pot besar yang ada di rooftop dan kepalanya terbentur.

Audry berhasil lepas dari cengkraman Jerial, kini dia terkulai lemas. Aeron kaget melihat Jerial yang pingsan. dia kemudian mendekat ke arah Jerial.

“MENJAUH DARINYA..” teriak Aeril.

Aeron kaget mendengar teriakan dari Aeril, Aeril berdiri dan mendekati tubuh Jerial.

“Jerial, nak. bangun, sayang. nak.., Jerial bangun nak. ayo buka mata kamu..” ucap Aeril yang panik.

“Jerial, buka matamu. ayo bangun..” ucap Aeron.

“Jerial, ayo buka matamu Jerial. Jerial..” ucap Aeril yang masih berusaha membangunkan Jerial.

Darah segar keluar dari kepalanya, Aeril kaget. saat memegangi kepala Jerial.

“DARAH., JERIAL BANGUN NAK. JERIAL AYO BANGUN..” teriak Aeril yang semakin panik.

“Aeril tenang, ayo kita bawa Jerial ke rumah sakit..” ucap Aeron yang memegangi tubuh Jerial.

“JANGAN SENTUH ANAKKU, KEPARAT KAU. INI SEMUA GARA-GARA KAMU. JIKA DIA MATI INI SEMUA SALAHMU..” teriak Aeril sambil menghempas tangan Aeron.

Aeron kaget mendengar ucapan Aeril, Aeril kini mengangkat tubuh Jerial. dan membawanya ke rumah sakit.